BAB 15. Tontonan sedap

Sepulang nya piona dan dimas dari rumah piona keadaan apartemen sepi dan gelap,

Dimas langsung menyalakan lampu di apartemen nya.

Mereka tiba di apartemen sekitar jam 8 malam,hari ini piona sangat merasa kelelahan, sehingga sesampainya di apartemen dia langsung menuju kekamar

dan langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur, dalam keadaan masih memegang tas

kecil yang ia bawa dari rumah nya.

Tidak lama kemudian piona pun terdiur, sementara dimas masih membereskan

barang-barang yang mereka bawa pulang

tadi, saat Dimas masuk ke kamar nya ia mendapati piona yang sedang tertidur pulas.

"Kemana perginya itu gadis tadi seharusnya ia membantu ku untuk membereskan semua barang ini?."Gumam Dimas dalam hati sambil melangkah ke kamar nya.

Disana piona sedang tertidur pulas dengan keadaan telentang dan masih memegang tas

kecil yang ia bawa dari rumah nya,dimas tertawa melihat gadis itu tertidur seperti anak kecil.

"Dasar bocah nakal, apa kamu tidak bisa menyimpan tas mu lebih dulu? seperti wanita pada umumnya."Ucap dimas dalam hati

Dimas mengambil tas yang masih ditangan piona, dia menyimpan tas itu di dalam lemari

yang ada di samping tempat tidur nya.

"Apakah selelah ini dia sehingga tidak sempat. menyimpan tas yang ia gunakan,"sungut Dimas sambil membuka lemari pakaian dan menyimpan tas milik piona.

Merasa penat, Dimas pun mengambil handuk dan berjalan ke kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya karena seharian penuh mengederai mobil nya.

Piona mengucek matanya pelan, dia membuka mata lentik nya perlahan dan mengerap, piona bangun dari tidur dan duduk di atas kasur.

"Sudah jam setengah 10 aku lapar, gumam piona setelah melihat jam dia mengusap perutnya yang mulai berbunyi minta di isi.

"Arggggghh."

piona menjerit saat melihat dimas keluar kamar mandi hanya dengan selembar handuk yang melilit tubuh bagian bawahnya, memperlihatkan tubuh dimas yang kekar dan six pack.

"Om kalau keluar itu pake baju dong,Pio nggak mau mata pio yang suci ini ternoda."ucap piona sambil menutup mata.

Merasa penasaran dengan apa yang dilihatnya barusan, piona mengintip antara sela sela kecil untuk mengagumi keindahan tubuh suami nya.

"Si Om badan nya bagus juga ya jadi pengen megang,"ucap piona dalam hati.

Tapi tidak, piona langsung menggeleng dia tidak boleh tergiur hanya melihat

pemandangan seperti itu dia harus kuat

ngintip dikit nggak apa-apalah

"Ini kamarku dan juga kamu istriku,

kenapa aku harus menganti bajuku

di kamar mandi."Ucap dimas sambil mengambil baju di lemari.

"Ihhh kan pio belum sia om, nyebelin banget sih."ucap piona sambil beranjak keluar, dia tidak mau melihat dimas berganti pakaian

itu hanya akan merusak otak dan pikirannya, melihat apa yang akan dilihat nya nanti.

"Piona berjalan memasuki dapur dan

membuka kulkas guna mencari makanan untuk mengisi perutnya yang kosong.

Didalam kulkas hanya ada telur, sayuran,

daging mentah serta buah-buahan segar dan beberapa botol minuman tak nampak

satu pun makanan.

Piona mengambil salah satu apel dan juga sebotol susu dan membawa nya kemeja makan.

"Om pio lapar,beli makanan dong."ucap piona saat dimas menghampirinya.

"Kamu masak aja, cepat aku juga lapar,"ucap dimas disampig piona sambil memainkan handphone nya.

"Tapi pio masih capek Om."ucap piona dengan muka lemas.

Dimas menoleh menatap gadis di

sampainya itu.

"Kamu pikir aku tidak capek apa,aku lebih capek dari kamu karena seharian nyetir mobil."ucap Dimas kesal sambil beranjak menaruh handphone nya di atas meja dan

berjalan kearah dapur di temani oleh piona.

Dimas mengambil beberapa bahan yang ada di dalam kulkas, dan mengajak piona masak bersama dengan nya.

"Mau masak apa nih Om?,"tanya piona yang sedari tadi memperhatikan nya.

"Nasi goreng kamu bantu aku masak dan jangan cuma berdiri di situ aja,"perintah Dimas

Dengan muka yang cemberut piona menghampiri dimas dan membantu nya masak nasi goreng.meskipun perutnya lapar

tepapi ia tahan dulu demi untuk memasak

nasi goreng,

Lalu ia mencium bau aroma nasi goreng yang telah ia masak bersama Dimas suaminya,dan memalingkan wajahnya kelain karena takut air liur nya meleh saat tiba tahan ingin mencicipi nasi goreng itu.

"Ini makanlah aku tidak mau melihat mu kelaparan seperti itu, jangan sampai orang lain bilang kalau aku tidak bisa mengurus istri ku."Ucap dimas sambil menaruh nasi di temani telur ceplok setengah matang diatasnya.

"Terimakasih Om,"ucap piona sambil tersenyum dan terburu-buru dia mulai menyendok nasi goreng nya.

"Baca doa dulu."ucap Dimas kesal dia pun mulai pemimpin doa.

Setelah selesai mereka mulai makan dengan tenang, piona pun mengunyah setiap sendok

nasi goreng dengan semangat.

"Lumayanlah meski dia kasar dan nyebelin

aku tidak akan kelaparan jika bersama nya, dan ya tampangnya lumayan juga, tubuhnya juga bagus jadi aku tidak akan malu memamerkannya suatu saat nanti,"Ucap Piona dalam hati.

Di dalam kamar piona terlihat asyik menonton film Hollywood yang berjudul maxing , sambil menyandarkan tubuhnya di atas kasur di samping nya dimas masih saja terlihat sibuk

mengetik sesuatu di laktop.

"Lagi ngerjain apa sih Om sibuk banget?."Tanya piona sambil menoleh.

"Aku sedang berkerja, sudahlah jangan mengangguku, diam saja lagi pula kau tidak akan mengerti jika aku menjelaskan nya,"ucap dimas.

Piona kembali berbalik menonton film Hollywood, dia terlihat fokus menonton film itu tak mempedulikan Dimas yang diam-diam melirik nya sambil tersenyum.

"Memang hebat ya yang cowok nya sekali jalan langsung bisa bikin ceweknya hambil,"celetuk piona sambil tersenyum.

Disampingnya dimas melihat kearah tvdan melihat tontonan sedap didepan nya itu.

Dimas menekuk salivanya pelan dan melirik piona yang terlihat asyik.

"Nih bocah ngapain sih nonton yang beginian? bikin pengen aja."Gumam Dimas dalam hati.

"Bocah nakal apa yang kamu tonton ini matikan dasar mesum, masih kecil udah nonton yang beginian,"Bentuk Dimas kesal.

"Apaan sih Om lagi seru nih,! nggak apa-apa lah Om buat referensi kali aja kita bakal ngelakuin itu kan lumayan bisa jadi contoh."ucap piona asal.

Dia tidak takut kalau ucapan nya itu akan mengundang sesuatu dibawah sana yang minta pelepasan,dimas segera menyingkir kan pikiran-pikiran jorok yang bersarang di otak nya.

"Dasar bocah mesum, memang nya siapa juga yang mau melakukan nya dengan mu, bocah nakal cepat kamu tidur aja ini sudah malam.jangan buat aku kesal dengan tingkah mu."Ucap dimas sambil memalingkan wajahnya.

"Gitu amat sih Om, padahal coba dulu baru ngomong kali aja suka,"ucap piona sambil memandang Dimas.

"Kamu itu ya, pikiran mu kotor sekali cepat tidur kalau tidak aku kurang kau di kamar mandi,"Ancam Dimas.

Mendengar itu piona langsung mematikan tv dan berbaring sambil menyelimuti tubuhnya dengan selimut .

"Dasar Om nyebelin nggak bisa bangat liat aku senang sekali aja."Gumam piona dalam hati.

Beberapa saat kemudian dimas memperhatikan piona yang sudah tertidur pulas,dia kemudian berbaring di samping piona menatap gadis itu dengan dekat.

"Cupp,"

Dimas mencium kening piona untuk yang kedua kalinya, dengan lembut ia mengusap kepala gadis itu terlihat manis jika sedang tidur, membuat dimas ingin membawanya dalam dekapan nya.

Episodes
1 1 pernikahan paksa
2 BAB 2 pernikahan paksa
3 BAB,3 Terpaksa harus menikahi om om
4 BAB 4.Pernikahan paksa
5 BAB.5 SAH
6 BAB,6 Malam pertama
7 Malam pertama
8 BAB Babak Permainan
9 BAB 9 Lanjutan babak Permainan
10 BAB 10 MASUK SEKOLAH.
11 BAB 11 perasaan
12 BAB 12 lanjutan perasaan
13 BAB 13. Pulang sekolah
14 BAB 14 MENJEMPUT PIONA
15 BAB 15. Tontonan sedap
16 BAB 16 Pindah sekolah
17 Perkenalan
18 Sugar dan salt
19 Hari libur
20 Gara gara Tania
21 Perkenalkan tokoh
22 Hukuman dari Bu guru
23 Bersama
24 Harusnya Sedih
25 Tamu tak diundang
26 Pulang sekolah
27 BAB 27 Rumah makan.
28 BAB 28 Mulai menerima
29 Apartemen
30 BAB 30 Hukuman kecil
31 BAB 31 Pagi yang indah
32 Rencana
33 Jujur
34 Malam yang indah
35 PULANG kampung
36 Ngumpul sama keluarga
37 Makan malam
38 Berpisah dengan orang tua
39 Perjalanan menuju Bandung
40 Cita cita
41 Malam Romantis
42 Supermarket
43 Tamu Dadakan
44 Mertua yang aneh
45 Makan malam
46 Siap siap ya.
47 Bulan Madu
48 Pagi yang cerah
49 Masuk sekolah
50 Rindu
51 Jalan jalan
52 Kembali
53 Adegan Langsung
54 Harus berpisah
55 Masa Lalu
56 Ancama Lasmi
57 Panggilan Video
58 Diantara mertua
59 Bosan
60 Perang dimulai.
61 Merasa takut
62 Lanjutan merasa takut.
63 Drama Lasmi
64 lanjutan Drama Lasmi
65 Malam pertama
Episodes

Updated 65 Episodes

1
1 pernikahan paksa
2
BAB 2 pernikahan paksa
3
BAB,3 Terpaksa harus menikahi om om
4
BAB 4.Pernikahan paksa
5
BAB.5 SAH
6
BAB,6 Malam pertama
7
Malam pertama
8
BAB Babak Permainan
9
BAB 9 Lanjutan babak Permainan
10
BAB 10 MASUK SEKOLAH.
11
BAB 11 perasaan
12
BAB 12 lanjutan perasaan
13
BAB 13. Pulang sekolah
14
BAB 14 MENJEMPUT PIONA
15
BAB 15. Tontonan sedap
16
BAB 16 Pindah sekolah
17
Perkenalan
18
Sugar dan salt
19
Hari libur
20
Gara gara Tania
21
Perkenalkan tokoh
22
Hukuman dari Bu guru
23
Bersama
24
Harusnya Sedih
25
Tamu tak diundang
26
Pulang sekolah
27
BAB 27 Rumah makan.
28
BAB 28 Mulai menerima
29
Apartemen
30
BAB 30 Hukuman kecil
31
BAB 31 Pagi yang indah
32
Rencana
33
Jujur
34
Malam yang indah
35
PULANG kampung
36
Ngumpul sama keluarga
37
Makan malam
38
Berpisah dengan orang tua
39
Perjalanan menuju Bandung
40
Cita cita
41
Malam Romantis
42
Supermarket
43
Tamu Dadakan
44
Mertua yang aneh
45
Makan malam
46
Siap siap ya.
47
Bulan Madu
48
Pagi yang cerah
49
Masuk sekolah
50
Rindu
51
Jalan jalan
52
Kembali
53
Adegan Langsung
54
Harus berpisah
55
Masa Lalu
56
Ancama Lasmi
57
Panggilan Video
58
Diantara mertua
59
Bosan
60
Perang dimulai.
61
Merasa takut
62
Lanjutan merasa takut.
63
Drama Lasmi
64
lanjutan Drama Lasmi
65
Malam pertama

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!