Setelah beberapa minggu kemudian dimas mulai merasa kesepian dirumahnya karena tidak ada yang bisa diganggu lagi.dimas jadi tidak menentu apa pun yang ia kerjakan tidak pernah selesai dengan baik, dan ia berpikir akan menjemput gadis yang sudah menjadi istri itu keesokan harinya.
Jika ia tidur pun gelisah dan tidak bisa tidur tenang karena tidak bisa melihat gadis itu di tempat tidur nya, dan ia kembali berpikir jika ada gadis tersebut di rumah nya setidaknya diandalin untuk berberes serta masak untuk nya.tapi Sekarang gadis itu ada di tempat orang tua nya dan jauh dari diri nya.
"Sudah seminggu pas,tu gadis ditempat orang tua nya dia sedang apa ya sekarang, apa dia sudah makan apa belum.aku jadi teringat akan gadis bocah itu meskipun dia agak ngeselin dia tetep istri ku,aku besok akan menjemput nya di kampung tempat orang tua nya tinggal."pikir Dimas dalam hati nya yang bertekad untuk menjemput gadis yang sudah menjadi istri nya itu.
Setelah keesokan harinya dimas pun bergegas menuju mobil nya untuk menjemput gadis tersebut, agar mau ikut bersama dengan nya lagi dibandung
"Siap-siap aja deh bocah, sebentar lagi aku akan menjemput mu, kamu harus tinggal dengan ku untuk selamanya,"Ucap dimas ngomong sendiri dimobil nya.
Jarak jalan untuk menempuh jalan di tempat piona cukup jauh, supaya sampai di sana membutuhkan waktu sekitar 4 jam, baru lah bisa sampai itu sudah larut malam.
"Aku harus siap extar pergi ke sana karena jalan nya agak jauh dan banyak lobang."ucap dimas ngomong mobilnya.
pagi berganti sore berganti malam Dimas tetap mengendarai mobil nya, hari mulai gelap menandakan sudah mau malam tetapi dimas masih melanjutkan perjalanan nya.
Setelah 3 jam kemudian Dimas mulai kelelahan karena mengendarai mobil nya, dan ia mulai mengantuk dan nyaris saja mengalami kecelakaan untung saja ia segera tersadar dari tidur nya.
"Aaaaaaa
Jeritan dimas menjerit karena hampir saja jatuh di jurang, karena tidak bisa mengendalikan diri nya.secara perlahan ia memundurkan mobil nya kebelakang agar tidak terjatuh ke kurung."untung saja tidak jatuh ke jurang, terimakasih tuhan karenak kau masih memberikan hamba mu ini kesempatan untuk hidup."Ucap dimas mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan.
"Ayok lah Dimas kamu semangat ! sebentar lagi kamu akan sampai ketempat tu bocah,"Ucap dimas sambil menyemangati dirinya sendiri.
Setelah sejam kemudian akhirnya ia pun tiba di rumah mertua nya, tapi saat ia tiba di rumah mertua nya ia mendapati pintu rumah nya sudah di tutup.itu arti nya semua orang sudah tidur.
tok
tok
tok
pintu depan di ketok selama tiga kali oleh dimas, baru lah semua orang terbangun tanpa kecuali piona dan adik nya.lalu mertua nya bangun dan segera membuka kan pintu untuk dimas.q
"Siapa?". tanya ayah ibu mertua nya berteriak dari dalam.
"Ini aku Dimas yah."jawab dimas dari luar.
"Ow ..nak dimas, tunggu sebentar ya."ucap ayah mertua nya.
Tidak lama kemudian ayah mertua nya membuka pintu untuk Dimas dan menyuruh nya masuk ke dalam.
"Maafin aku ya ,yah karena aku sudah menganggu ayah dan ibu yang lagi tidur."ucap dimas sambil meminta maaf.
"Tidak apa-apa nak, ayok masuk ke dalam."ajakan ayah mertua nya.
"Kenapa kamu baru nyampai jam segini, ini kan sudah larut malam, ayah dan ibu takut kamu kenapa-kenapa?,"ucap ayah mertua nya.
"Tadi waktu dijalan ada macet sehingga aku terpaksa harus kemalaman,"jawab dimas.
Dimas melirik ke arah kanan dan kiri dengan memperhatikan setiap tempat, tapi ia tidak melihat piona, karena melihat dimas yang dari tadi memperhatikan setiap tempat akhirnya ayah dan ibu mertua nya bertanya kepada nya .
"Nak dimas lagi nyari siapa? tanya ibu mertua nya.
"Nggak nyari siapa-siapa kok bu,?"jawab dimas berbohong sebenarnya ia sedang mencari piona.
"Kamu jangan bohong ayah dan ibu tau kalau kamu sedang mencari piona kan,dia tidur di kamar nya apa perlu ibu bangun kan piona untuk mu, " ucap ayah dan ibu mertua nya kepada Dimas,
"Iya bu, sebenarnya aku memang mencari piona, tapi sebaiknya nggak usah dibangun kan biarkan saja dia tidur."jawab dimas,
Dikarenakan ini sudah larut malam akhirnya ayah mertua nya menyuruh nya tidur di kamar piona, bersama piona.
""Ini sudah larut malam sebaiknya kita istirahat dulu,nak Dimas juga pasti kelelahan karena
mengendarai mobil seharian.sebaiknya dan dimas tidur juga dikamar piona."ucap ayah mertua nya menyuruh nya tidur.
Disana Dimas mendapati piona yang sedang tertidur pulas dan nyajak dalam keadaan kaki yang telentang, saat ia memperhatikan piona sedang tidur ia tersenyum sendiri.
"Ya, ampun bocah ini tidur nya seberagan sekali, mau tidur di mana aku tempat tidur nya kecil mana ni bocah tidur nya mengila lagi.jika di perhatikan dengan baik-baik ini manis juga ya kalau lihat lagi tidur begini."ucap dimas yang sedang memperhatikan gadis yang sedang tidur itu.
Dimas yang sedang merapikan gadis itu tidur,dan ia mencium kening gadis yang sedang tertidur pulas itu.
"Cup,"Dimas mencium kening gadis itu, dengan lembut ia mengusap rambut gadis itu.
Setelah ia mencium kening gadis itu,ia pun tidi di samping nya saat dia ingin memejamkan mata nya ia terkejut karena tangan piona menyentuh dan memeluknya.
dan ia berniat untuk meletakkan tangan gadis itu di samping nya tapi ia tidak tega akhirnya
dibiarkan saja,
Setelah keesokan harinya piona bangun lebih awal, tapi ia merasa ada yang aneh rasa ada orang di samping nya.saat ia berbalik ke arah samping nya dia kaget karena sudah ada dimas di samping nya.
"Houaam ternyata sudah pagi, semalam aku mimpi aneh deh rasanya,rasa abis meluk orang, tapi itu rasa kenyataan memang ada orang di samping ku, tapi siapa? cek dulu siapa orang itu.ya ampun ini om-om kapan bisa ada di sini ha apa jangan-jangan dia sudah ngelakuin hal itu pada ku, jangan sampai deh itu terjadi pada ku.ucap piona yang kaget melihat dimas sudah berada tiba-tiba di samping nya.
Tidak lama kemudian Dimas pun terbangun dari tidurnya dan menyapa piona.yang lebih awal bangun dari nya.
"Selamat pagi istri ku, gimana semalam tidur nya nyenyak bukan."ucap dimas mengucapkan selamat pagi pada piona.
"Om, sejak kapan om berada di sini, dan apa yang om lakuin sama pio om? apa Om ngelakuin hal itu pada pio om."ucap piona yang sedang ketakutan dan menyelimuti tubuh nya dengan selimut.
Dan kata-kata piona diiya kan oleh dimas, piona jadi semakin takut pada nya.
"Kalau ia memegang nya kenapa?kamu kan istri ku jadi wajar lah kalau aku ngelakuin hal itu pada mu."jawab dimas asal.
"Tapi kan pio belum siap om,"jawab piona.
"Eh, bocah coba kamu pikir dech mana mungkin aku bisa ngelakuin nya sama kamu."ucap Dimas
karena mendengar ucapan dimas barusan gadis itu jadi agak tenang, jika benar dimas tidak melakukan apa-apa pada nya.
"Oiya aku hampir lupa mau ngasih tau kamu,kalau aku datang kesini untuk menjemput mu pulang lagi ke rumah ku."ucap dimas memberitahu bahwa ia menjemput gadis tersebut.
"Cepat amat, baru dua Minggu pio disini udah jemput aja, atau jangan-jangan om kahegen ya sama pio."ucap piona sambil mengoda dimas.
"Nggak lah mana mungkin aku bisa kahegen sama bocah yang nyebelin kayak kamu."ucap dimas berbohong.
"Aah pio nggak yakin kalau om ngak rindu sama pio lalu kenapa om mau jemput pio coba."ucap piona.
Tidak lama kemudian dimas pun menjawab kata-kata piona, pipinya memerah ketika digoda oleh gadis itu.
"Itu karena nggak ada orang yang masak di rumah, kamu harus siap-siap untuk pulang ke bandung bersamaku hari ini."ucap dimas kepada piona
"Nggak bisa om,pio kan masih sekolah di sini gimana pia mau ikut dengan om,"Jawab piona menolak ajakan Dimas.
"Soal sekolah mu bisa kita urus nanti, sekalian kita ke sekolah mu ajak ayah atau ibu untuk mengurus surat pindah sekolah mu."tegas Dimas terhadap piona.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments