"Aku lapar mau kekantin,"Kata piona sambil beranjak meninggalkan mereka bertiga.
"Ikuttttt !,"Kata mereka bertiga serempak sambil mengejar piona.
Sementara dimas yang sedang berada di bandung sibuk dengan urusannya di kantor,sibuk di depan laptop nya dan mengerjakan perkerjaan nya dikantor yang menumpuk.jari jari nya lincah mengetik keyboard.
"Dim, ini berkas berkas kita yang dikalimatan,
dan ini berkas kerja sama kita dengan
perusahaan S, Ucap Prasetyo sambil meletakkan nya diatas meja dan duduk di depan Dimas yang fokus mengerjakan berkas berkas tersebut
"Simpan saja nanti aku akan mengerjakannya,
sekarang aku lagi sibuk."Ucap dimas tanpa mengalihkan perhatiannya.
"Hey,! kamu ini pengantin baru seharusnya kamu sekarang masih bersantai di rumah
bukan malah duduk disini,"Ucap teo
"Haha, mau gimana lagi tugas ku banyak menumpuk, aku tidak mungkin membiarkan perkejaan ku terbengkalai."Ucap dimas sambil tersenyum.
"Perkerjaan mu tidak penting dan tidak akan selesai meski kamu mengerjakan terus seharian, seharusnya kamu menikmati waktu bersama istrmu,"Ucap teo
Dia tidak mengerti mengapa teman nya tersebut lebih memilih berkerja,di banding menghabiskan waktu bersama istrinya.
"Bagaimana apa kemarin kamu udah membuka segel gadis itu,"Ucap teo sambil tersenyum menggoda dimas.
dimas menghentikan perkerjaan sejenak dan tersenyum.
"Kamu gila teo, bagaimana aku mau melakukannya dengan gadis itu dia masih sangat kecil, aku juga tidak menyukai nya dia hanya bisa menyusahkan ku saja."Ucap dimas sambil tersenyum jika mengingat kelakuan gadis yang sudah menjadi istri nya
itu.
"Ooh ayo lah, kamu jangan berbohong padaku,aku tau ko kalau kamu menyukai nya."ucap reo
"Tidak, ayolah jangan konyol apa kamu pikir aku sepicik itu, kenapa harus menyukainya
gadis yang tidak ada apa -apanya.aku bisa saja memilih gadis mana pun yang lebih cantik darinya dan juga bukan gadis nakal seperti dirinya,"ucap Dimas.
"Aku tidak tahu itu, tapi tapi apa kamu tahu hanya dia yang bisa membuat mu tersenyum seperti ini dim, kalian bahkan belum lama menikah tapi kamu bisa tersenyum karenanya , apa kamu ingat itu CEO terkenal dingin dan kejam,"Ucap teo mengingat kan Dimas.
Sejenak dimas terdiam mendengar kata- kata
yang di ucapkan teo,dia memang benar hanya mengingat gadis itu saja sudah bisa membuat nya tersenyum kapan saja.
"Entahlah aku juga tidak tahu, kamu sendiri tahu selama ini aku tidak pernah memikirkan semua hal tentang wanita dan pencinta aku tidak punya waktu untuk itu,"ucap Dimas jujur.
"Sekarang. bagaimana apa kamu masih berpikir bahwa semua itu tidak penting,
ataukah kau sudah berpikir.?"Tanya teo lagi.
"Aku tidak tahu, saat ini aku hanya akan melakukan kehidupan ku seperti biasa, di tambah aku juga harus mengurus gadis itu, aku tidak ingin dia malah menambah masalah yang akan menggangu perkerjaanku,
soal perasaanku biarlah ku urus nanti,"Jelas Dimas kembali sibuk mengerjakan pekerjaan nya.
"Baiklah aku pergi dulu dan ya jangan terlalu kasar pada nya berbaik hati lah sedikit,
ingat biar begitu pun dia itu istrimu, orang yang akan menjagamu sampai nanti,"
Ucap teo tersenyum sambil beranjak berdiri dari duduknya.a
"Haha omongan mu itu teo, seperti orang tua saja, jangan khawatir aku tidak akan menyiksanya seperti yang kamu katakan itu."ucap Dimas sambil tersenyum.
"Baguslah kalau begitu, aku tunggu kabar bahagia dari mu,"ucap teo.
"Kabar bahagia apa maksudmu? aku sudah menikah kabar apa lagi yang kamu tunggu,"ucap Dimas kebingungan.
"Apa lagi? kalau bukan kabar kehamilan istri mu yang akan mewarisi keturunan mu itu,"Jawa teo meninggal kan dimas sambil tertawa.
Di tempat nya dimas tersenyum sendiri, bagaimana mungkin gadis itu bisa hamil di sentuh secoel saja sudah menghindar kabur.
Apalagi jika meminta jatah nya,jatah yang seharusnya dia dapatkan dari gadis itu,di malam pertama pernikahan mereka.
Dikantin piona bersin tiba-tiba seolah ada orang yang sedang membicarakan nya.
"Aduh pio ngius kamu masuk ke kuah ku nih,"ucap Raras
"Udah nggak apa-apa masih enak kok."Ucap Tania polos sambil mencoba kuah bakso milik Raras.
Piona dan yang lain, bergidik ngeri melihat kelakuan teman satu satunya itu, sedari dulu dia memang aneh bin ajaib, piona sendiri bingung dulu ibu nya ngidam apa sampai punya anak seperti Raras.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments