Di pagi hari yang cerah seperti biasa nya
piona bersiap siap untuk berangkat ke sekolah dia mondar mandir mencari
barang barang nya di dalam kamar.
"Mana sih perasaan tadi ada di sini,"Ucap Piona
Dimas sedari tadi diam melihat piona
yang sedari tadi ribut jadi kesal sendiri
sekarang apa lagi yang di cari bocah itu.
"Cari apa kamu,"tanya Dimas
"Kaos kaki Om perasaan tadi piot taro di sini
sekarang malah hilang coba."Gerutu piona
di kamarnya.
"Apa Om ada liat nya,? Tanya piona
"Nggak saya nggak ada liat apa apa
selama duduk di sini,"jawab Dimas
"Coba kamu Ingat ingat dulu dimana
terakhir kamu nyimpan kaos kaki mu
itu."Ucap dimas meminta piona mengingat
nya,
"Itu dia Om aku lupa,"Ucap piona
"Yang kamu pengang itu apa kantong
ajaib,?"tanya dimas kesal.
"Oh iya hehe,"ucap piona malu sendiri
ternyata kaos kaki nya dipengang.
"Blelum tua sudah pikung, gimana nanti
kalau sudah tua bisa bisa mangkin parah,"
ucap dimas karena kesal.
"Cepat siap siap kita sarapan dulu,"ajak
Dimas sambil melangkah keluar kamar.
Dimas terlihat sudah rapi dia menunggu
piona di ruang tamu bersama mertua nya,
ingin mengajak gadis itu makan bersama.
"Ayok kita sarapan dulu, sama ayah dan ibu."
ajak Dimas
"Iya nak kita sarapan dulu ya."ucap ibu nya.
Piona pun duduk di kursi yang di sediakan
dekat meja makan yang sudah khusus utk
makan.
Lantaran menghormati kedua orang tua nya
ia terpaksa harus duduk dan makan bersama
Dimas.
"Baik Bu, ucap piona sambil mengambil nasi dan sayur.
Setelah selesai sarapan pagi bersama suami
dan kedua orang tua nya ia pun berangkat ke
sekolah dengan di antara oleh Dimas.
Saat di perjalanan Dimas memberikan uang
jajan untuk piona.
"Nih yah jajan buat kamu, Kalau kurang
ngomong aja,dan juga kalau kamu butuh
sesuatu kasih tau aku!,"ucap dimas menyerahkan beberapa uang seratus ribu yang di ambil di dalam dompet nya.
"Makasih Om ini udah lebih dari cukup kok,"Ucap Piona
Saat tiba di sekolah nya piona melihat rumah sekolah sudah sepi di karena kan semua murid masuk kedalam kelas semua.
"Sekarang kita sudah sampai di sekolah mu,
cepat turun kamu udah telat tu."ucap Dimas menyuruh piona turun dari mobil nya.
piona berlari melewati kelas kelas dan
koridor koridor sekolah sampai lah ia pada
kelas nya,pio langsung membuka pintu sekolah dan membuat murid lain kaget
dengan suara keras yang di buat pio saat
membuka pintu.
Brak!
"Hahhh, untung gurunya belum datang,"
lega pio saat melihat meja guru masih
kosong bahkan teman teman nya masih
terlihat santai.
"Kamu kenapa,pio?"Sapa Raras sahabat pio
sejak mereka duduk di bangku kelas satu
sekolah menengah atas.
"Aku telat ,maaf,yah semua bikin
kalian kaget,"pio minta maaf karena
teman teman masih kaget dan menatap
dirinya.
Semua murid pun kembali beraktivitas
mereka masing-masing .piona pun masuk
dan duduk di bangkunya yang bersebelahan dengan Raras.
Salah satu teman nya bertanya kepada piona
kenapa ia tidak masuk kemarin.
"Pio, kamu kemarin kemana kok nggak masuk,"tanya Tanti salah satu teman nya.
"Kemarin aku ikut bantuin ayah ku kekebun,"jawab piona membuat alasan.
"Weh,pio kamu tau gak?"tanya rasa setelah pio mendarat kan punggungnya di kursi.
"Nggak, 'kan belum di kasih tau sama kamu."
ucap piona dengan wajah datar.
"Kemarin Bu Jasmine nyarin kamu, terus
dia juga nanya kenapa kamu tidak masuk
sekolah kemarin,"ucap Raras memberitahu
piona.
"Terus kamu jawab apa.? Tanya piona
"Ya, aku bilang aja kalau kamu lagi sakit,"ucap Raras.
Semua ini memang sudah di pikir kan oleh piona,hal yang seperti ini pasti akan terjadi.
"Terimakasih ya, karena kamu udah mau mengizinkan aku di sekolah."ucap piona.
"Sama sama, itu lah guna nya seorang teman!,"ucap Raras.
"Sudah ku pikir kan semua ini pasti akan terjadi."pikir pipi dalam hati.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments