Rumah orang tua piona sangat kecil dan sederhana dimas jadi agak sedikit jengkel melihat sekitar rumah piona yang. kecil dan sempit itu.
Di lihat dari luar saja udah kecil apa lagi di dalam nya dimas berpikir untuk masuk ke dalam rumah kedua mertua nya itu,di tambah lagi rumah mertua nya itu ada gerbang di depan nya.jika rampok mencuri di rumah mereka bisa lari duluan sebelum mereka di tangkap
"Ayok , masuk janggan benggo aja kayak belum pernah aja kesini,"Ucap piona sambil berjalan duluan menuju pintu rumah nya.
Didepan pintu mertua nya sudah berdiri menyambut kedatangan mereka,Dimas menghampiri mereka.
"Ibu,ayah,"Ucap Piona sambil menyalami kedua orang tua nya.
Disusul oleh dimas dari belakang dan ikut menyalami kedua mertua nya.
"Tante,Om,"Ucap dimas sambil menyalami kedua mertua nya.
"Nak,Dimas terlihat gagah dan berwibawa menggunakan baju ini, ayok masuk maaf jika keadaan rumah kami kecil dan sederhana,"Ucap ayah piona
lalu mereka masuk ke dalam rumah dan disusul oleh piona dan ibu nya di belakang.
setelah masuk ke dalam rumah ayah piona mengajak dimas ngobrol.
Sementara piona pergi ke dapur bersama ibu nya untuk menyiapkan kopi untuk ayah dan Dimas, setelah beberapa jam kemudian piona pun keluar dari dapur nya sambil membawa seteko kopi.
"Nak,Dimas hari ini nggak masuk kerja ya,"Tanya pak selamet ayah piona.
"Nggak om, soalnya hari ini aku udah janji sama pio untuk ngatarin nya kesini,"jawab Dimas.
"Oh,,gitu, maaf ya kalau anak bapak udah ngerepotin nak dimas,"ucap pak selamet.
"Ini yah, mas kopinya."ucap piona sambil meletakkan teko kopi dan cawan di atas meja yang ada di depan ayahnya dan dimas.
"Silahkan di minum kopi nya,nak Dimas mumpung lagi panas,"ucap ayah piona
"Iya Om,"Jawab Dimas.
"Bapak senang jika kalian datang ke sini,"Ucap pak selamet.
Setelah beberapa jam kemudian mereka berbincang bincang,Dimas mengipaskan baju seolah ia sedang gerah karena udara yang panas di dalam rumah mertua nya.
"Pio coba kamu antar nak dimas ke kamarmu, seperti nya dia kecapean,"Suruh Ayah nya untuk membawa Dimas kekamar nya.
"Baik,pak,"Jawab piona.
"Ayok mas ikut saya,ke kamar,"ajak Piona pada dimas.
*Mereka pun pergi menuju kamar piona, melihat kamar piona yang kecil itu dimas jadi tidak mau masuk.
"Tumben tadi panggil saya dengan sebutan mas,"Tanya Dimas.
"Itu karena aku lagi terpaksa, kalau aku panggil dengan sebutan Om yang ada aku kena marah sama bapak,"Ucap piona.
"Oh, jangan karena terpaksa ya,"Kata Dimas.
"Iya,"Jawab piona.
"Ongomong ongomong kamar mu di mana?,"Tanya Dimas*
"kamar ku di sebelah kamar ibu dan bapak ku om."ucap piona.
"Nah kita udah dekat nih dengan kamar ku,"ucap piona"
"Yang ini kamar ku om, ayok masuk,"ajak piona
"Ayok,masuk om,"ajak piona pada Dimas.
"Ko kecil sekali kamar mu, udah kecil sempit lagi aku nggak bisa masuk,"Ucap dimas.
"Ya, udah kalau nggak mau juga nggak apa-apa?,"kata piona.
"Apa Om,ginaap disini?, tanya piona.
"kaya nya sih, nggak soalnya aku lagi banyak kerjaan di sana,"jawab dimas.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments
Lo ayank gue titik!
next, Jan lupa baca eps terbaru nya kak Makka Chan kak
2022-08-12
1