Cahaya mentari pagi masuk menelusuk di jendela yang terbuka,pro itu menyimpit kan mata nya merasa silau dengan cahaya yang mengenai mata nya.
pria itu terbangun dan menyipitkan matanya merasa silau dengan cahaya yang mengenai mata nya.
Pria itu perlahan membuka mata nya bagun dari tidurnya dan menyeka mata nya terganggu oleh cahaya mentari yang menyilaukan.
Piona sudah terlihat membawa kan secangkir kopi untuk Dimas dan duduk di bangku kursi dekat tempat tidur nya, setelah melihat Dimas terbangun lalu ia mengungkapkan selamat pagi pada Dimas.
"Selamat pagi om,"sapa piona
"Selamat pagi juga pio."Balas Dimas
"Om... kopi nya aku simpan di meja dulu ya,om mandi dulu setelah itu kita pergi ke rumah orang tua ku."Perintah piona meminta Dimas mandi.
"Tidak bisa pio hari ini aku ada metting sama dengan klaim, kamu lupa ya hari ini kan hari Senin.tolak Dimas
"Tidak bisa ,pokoknya om hari ini harus ngatarin pio kerumah orang tua pio, kalau pio nggak pulang hari ini pio bisa bolos sekolah
pio nggak mau bolos sekolah lagi om."Jelas piona
"Tidak bisa, pokoknya kamu hari ini dan besok bolos dulu sekolah nya, hari ini aku harus metting dengan klaim kamu mengerti"Dimas tak mau kalah dengan piona."
"Tapi om---"
"Tidak ada tapi tapiana kamu ikuti saja yang aku katakan jangan memantah, tegas Dimas sebelum piona menyelesaikan kata kata nya.
"Dasar Om nyebelin main suruh aja baru nikah satu hari, gimana nanti bisa bisa di jadikan babu sama dia,"gerutu piona dalam hati.
Dia beranjak berdiri dari kasur nya dan berjalan menuju kamar mandi sambil membawa handuk, teringat sesuatu Piona berbalik memandang Dimas.
"Aku nggak punya baju om,masa pake baju yang ini lagi."ucap piona sambil baju tidur yang ia kenakan.
"Aku sudah menyiapkan baju mu, cepat mandi sana jangan buang waktu untuk hal yang tidak penting seperti dirimu, mau di antarain nggak ke rumah orang tua mu."Dimas sambil melepar paper bag ke arah piona.
Tanpa sengaja air mata piona menetes dan dilihat oleh Dimas.
"Dasar bocah cengeng, gitu aja udah nangis,"ucap Dimas.
"Udah cepat mandi sana jangan diam di situ aja, hapus air mata lebay mu itu."ucap Dimas
Piona pergi ke kamar mandi sambil menenteng paper bag yang di berikan oleh dimas pada nya, dan ia menyeka air matanya agar tidak jatuh lagi.
"Ayah, ibu piona merindukan ayah dan ibu, piona tidak betah tinggal di sini..."Ucap piona dalam hati sambil menangis dan mengambil pakaian yang di dalam paper bag.
"Piona cepat mandi nya, kamu mandi atau bertapa mandi aja lama, atau jangan jangan kamu masih menangis di dalam sana,"Teriak Dimas
"Bentar om.kan belum selesai,"teriakan piona sambil menyeka air mata nya.
"Ya... udah buruan cepat mandi nya, aku mau mandi juga."ucap Dimas
q
"ya... tunggu sebentar lagi aku selesai kok,"ucap piona
"Kan belum apa apa udah cerewet, gimana nanti bisa bisa di jadikan babu sama dia, minta ampun dech aku sumpahin biar kena cacar,eh jangan dech biar pun dia galak gitu gitu dia juga suami ku,sabar pio demi ayah dan ibu."ucap nya dalam hati mengabarkan dirinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments