"Baik yah"Ucap Piona
Setelah 2hari menjelang di pernikahan nya piona jadi sedih karena mengingat masa depan nya yang terputus.
Flashback off
"Pengantin mempelai pria sudah datang ,ayo cepat keluar mereka sudah menunggu"ucap. Kania salah satu teman piona
"Ayo, pion kita keluar acara nya sudah mau dimulai ! ajakr Raras yang merias piona
sambil beranjak berdiri
Piona mengelai nafas panjang berusaha menguatkan diri nya, ini sudah menjadi pilihan nya dia tidak boleh mundur.
Piona keluar dari ruangan sambil di tuntun oleh Raras yang meriasnya di samping nya, dia melihat lelaki yang akan di nikahi nya itu tengah menegok kearahnya tanpa terkecuali yang lain mengagumi kecantikan yang terpancar dalam diri nya.
Raras menuntut piona untuk duduk di samping Dimas yang terlihat tampan menggunakan kemeja putih di balut jas hitam serta peci hitam yang menghiasi kepalanya
Piona duduk dalam diam berusaha menutupi kegugupannya,ini mungkin bukan pernikahan yang dia tapi tetap saja dia merasa gugup.
ditambah banyak tamu yang yang memperhatikan nya dengan Dimas.
Para tamu tersebut adalah saudara saudara Piona dan dimas, mereka sengaja tidak mengundang orang lain saat acara ijab Kabul agar acara tersebut berlangsung dengan khidmat.
Sedangkan tamu yang lain mereka diundang saat acara resepsi pernikahan mereka nanti malam.
Disampai Dimas tak kalah gugup nya dengan piona, dia menyeka keringat didahinya , jantung nya berdegup kencang.
Akhirnya dia harus menikah dengan seorang gadis yang usianya terpaut jauh, bocah nakal yang Dimas tahu hanya akan mengusahakan hidup nya.
Dimas melirik piona yang terlihat cantik, dia tersenyum kecut menyadari kekaguman nya pada gadis tersebut.
Piona terlihat berbeda dengan yang dia lihat terakhir kali, sebenarnya dimas hampir saja menolak pernikahan tersebut.
Saat tahu pengantin wanita nya masih kecil, dan apa yang akan orang orang kata kan dia menikahi gadis kecil berbau kencur.
Bahkan belum lulus SMA.
Sementara diri nya adalah pengusaha muda sukses yang bukan hal sulit bagi nya untuk mendapatkan gadis mau pun yang ingin di nikahi nya..
Ditambah lagi dia memang tak menyetujui perjodohan ini namun apa daya karena permintaan dari ibu nya.
Dia tidak bisa menolak perjodohan ini agar ibu nya bahagia,
Ya dimas mememg sangat menyayangi ibunya melebihi dirinya sendiri.
"Gimana apa acara nya bisa dimulai,"Ucap pak penghulu
"Iya Pak silahkan di mulai."ucap pak setia bapak nya dimas
Piona mep?
rasa sedih dengan musibah yang terjadi pada nya, dan kenapa harus dia yang berkorban untuk membayar hutang ayah nya, seharusnya ayah nya bisa berusaha kerja. untuk bayar hutang nya.
Tanpa sengaja. air mata nya meneteskan air mata ia berusaha menyembunyikan kesedihannya, agar tidak di lihat oleh orang banyak..
Piona melirik kesegala arah ia melihat ibu nya tidak ada dan ia merasa sedih, karena ibu nya tidak hadir di pernikahan nya.
Seandainya nya ibu nya ada di hari pernikahan nya dia pasti bahagia, tapi sayang saat ini ibu nya masih berada di rumah sakit,
"Seandainya ibu ada di hari pernikahan ku,aku pasti bahagia,"ucap piona
"Tapi sayang ibu sekarang masih di rawat di rumah sakit,"ucap piona dalam hati nya
Tidak ada satu pun teman piona yang datang, mereka sengaja tidak mengundang teman teman nya, bisa ribut jika mengetahui piona menikah.
Tidak lama kemudian piona pun bertanya pada Dimas.
"Apa masih lama sih om,"ucap piona berbisik
"Masih lama, udah deh jangan bawel"ketus Dimas sambil menyalami tamu
"Pion, pengen pipis om"balas piona sambil tersenyum menyalami tamu
Dimas mendelik pada piona,dia tidak suka,
Bagaimana dia bisa bilang begitu pada hal acara baru di mulai.
"Sabar di tahan dulu, jangan sekarang tunggu sepi baru"bisiknya
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments
Shinichi x Kaito
next jan lupa mampir lagi ke cs and novel ku
2022-07-28
1
ChaManda
next thor
2022-07-03
0