Saat ibu dan saudara tiri Yourina sering datang hal itu membuat Riri jadi semakin kesal pada Altha karena dia yang mengijinkan, dan juga Riri menganggap bahwa Altha lebih memberikan muka pada mereka berdua dari pada dirinya sehingga hal itu membuat Riri menjaga jarak serta memasang penghalang untuk dirinya dan Altha yang terlihat sangat jelas.
"Yourina, mereka adalah keluarga mu haruskah kau bersikap begitu keras pada mereka?" tanya Altha yang mengikuti Riri masuk kedalam kamar.
"Aku mau istirahat capek dan gak mau diganggu." jawab Riri dengan dingin.
Altha menatap Riri yang sedang naik ketempat tidurnya dan memakai selimut hingga menutup seluruh tubuhnya, "Begitu tak inginnya dia bicara pada ku." gumam Altha dalam hati.
Altha menghela nafas dalam dengan sikap Riri yang mulai tertutup dan menjaga jarak darinya dengan sangat terlihat jelas. "Jaga dia dan jangan biarkan dia keluar tanpa ijinku." ucap Altha pada Jiyang setelah keluar dari kamar Riri.
"Dia benar - benar ya, dasar berondong kejam. Aku pasti lari dari tempat ini aku pasti akan pergi meninggalkan mu. Akan aku cari sendiri jalan ku." gumam Riri dengan kesal saat dia mendengar perintah Altha pada Jiyang.
"Aku tak tahan lagi, aku harus keluar dari sini bagaimana pun caranya, karena aku ingin bisa segerah kembali kedunia ku sendiri." gumam Riri dalam hati dan mulai berusaha untuk membuat rencana pelarian diri.
"Rencana, benar. Aku harus membuat rencana tanpa sepengetahuan mereka semua, karena Jiyang dan Yaris telah berada di pihak berondong kejam itu, maka aku tak harus memberi tau mereka. Akan aku tinggalkan istana ini dan hidup dengan tenang sebagai orang bisa, lalu mencari cara untuk kembali ke tubuhku yang asli." gumam Riri yang mulai berfikir.
"Benar juga, bagaimana dengan tubuh asliku ya? Apakah aku sudah meninggal di sana, atau ada orang yang menemukan ku dan merawat tubuhku. Kenapa memikirkannya jadi membuat ku takut ya." Riri bergumam sambil duduk melamun ditempat tidur.
"Ah sudahlah, jangan pikirkan hal itu, pikirkan cara keluar dari sini dulu." Riri pun mulai memikirkan beberapa cara pelarian.
Diam - diam Riri pun merencanakan pelarian tanpa melibatkan Yaris dan juga Jiyang yang dianggap Riri telah memihak Altha dari pada dirinya. Dan Riri ingin pergi ke suatu tempat yang tak akan bisa ditemukan oleh Altha bahkan Riri sudah menyiapkan penyamaran untuk dirinya nanti karena sebenarnya Riri keluar masuk dan berusaha mengenal banyak orang hanya untuk mencari cara agar dia bisa kembali lagi kehidupannya dan keluar dari dunia novel ini.
...🍁🍁🍁...
"Bagaimana hasilnya." tanya pangeran Cu Shang pada anak buahnya yang dia kirim untuk memata - mata i kediaman pangeran Altha.
"Lapor pangeran, benar kabar yang menyebar selama ini, tabib tangan ajaib berada di dalam istana pangeran pertama, pangeran Altha dan sekarang sedang dijaga ketat sehingga tabib tangan ajaib tak bisa keluar tanpa ijin dari pangeran Altha." lapor anak buahnya.
"Begitu ya," pangeran Cu Shang berfikir sejenak, "Lakukan apa saja untuk membawahnya pergi dari istana pangeran dan cari kesempatan itu." perintah pangeran Cu Shang lagi pada anak buahnya.
"Baik." jawan anak buah pangeran Cu Shang dan pergi dengan cepat.
"Tabib tangan ajaib, aku jadi ingin segerah memilikinya dan tak akan ku biarkan siapa pun menyentuh milik ku." gumam pangeran Cu Shang yang mulai terobsesi pada Riri.
...🍁🍁🍁...
"Apa yang kau lakukan?! Begitu saja kau tak becus.!" teriak pangeran kedua pada Yurna yang tak berhasil membawah Yourina keluar untuk bertemu dengan dirinya.
"Maafkan aku pangeran kedua, tapi kakak Youri tak bersedia. Aku sudah berusaha membujuknya dan dia tetap tak bersedia, dia juga tak mau meminum teh yang dengan sengaja ku seduh sendiri." jawab Yurna yang mulai takut dengan pangeran Jang Yong.
"Dasar tak berguna. Keluarlah?!" teriak pangeran Jang Yong kesal.
"Dasar, orang rendahan yang tak berguna." pangeran Jang Yong marah besar setelah Yurna keluar dari kamarnya.
"Dia sungguh keterlaluan, selalu marah dan menyalahkan ku." gumam Yurna dengan kesal berjalan keluar dari kamar pangeran Jang Yong.
"Tidak, aku tak boleh kalah. Untuk bisa leluasa keluar masuk istana pangeran dan berkunjung tanpa harus lapor aku harus menjadi anggota dan bagian dari istana dulu." Yurna tersenyum dan mulai membuat siasat untuk menjadi keluarga istana agar bisa merencanakan hal buruk pada Yourina dengan bebas.
...🍁🍁🍁...
"Aku dengar ada seorang ahli dan master di bidang pengobatan, aku yakin jika negara kita bisa memilikinya maka kita akan mendapatkan manfaat yang sangat luar biasa yang mulia." laporan dari anak buah sebuah kerajaan lain yang mulai mendengar kehebatan Riri.
"Katakan siapa orangnya dan ada di kerajaan mana dia berasal, jika memang bisa kita harus membawa dia kemari berapa pun yang mereka inginkan untuk menukarnya." jawab raja dari kerajaan itu yang mulai tertarik.
Ya keahlian Riri jadi semakin menyebar setelah dia dengan tabib senior saling membantu di kerajaan Dong Li dalam menangani para pasien. Dan kabar kehebatan Riri pun jadi banyak yang mengincar dan yang menginginkan Riri bukan hanya orang dalam kerajaan sendiri tapi juga dari kerajaan lain.
Mereka yang tau kalau Riri berada didalam istana pangeran membuat semua orang yang menginginkan Riri jadi berusaha keras untuk bisa menggapai Riri dan merebut Riri dari tangan pangeran Altha dan kerajaan Dong Li. Mereka banyak mengirimkan hadiah dan juga barang - barang untuk Riri.
...🍁🍁🍁...
"Apa ini? Sepertinya ada sesuatu yang aneh di sini, dan teh ini juga sepertinya agak aneh." Riri berfikir keras atas kedatangan ibu dan juga suadari tirinya yang sering datang dan selalu memberinya banyak barang, begitu juga dengan hadiah - hadiah yang dikirimkan sebagai ucapan selamat.
Kegaduhan dan kericuhan yang terjadi baru - baru ini di istana pangeran karena banyaknya orang yang mengirim hadiah untuknya membuat Riri curiga kalau ada pihak lain yang memicunya, karena tak mungkin tiba - tiba saja ada keributan didalam istana pangeran yang selama ini begitu tenang, dan membuat para utusan setiap daerah juga negara itu jadi berselisih.
"Yaris" panggil Riri pada Yaris dan secepat kilat Yaris menghadap. "Tolong panggil tabib senior kesini." pinta Riri pada Yaris.
"Baik." jawab singkat Yaris dan melesat hilang.
"Aku harus menunjukkan pada tabib senior apa isi teh ini." gumam Riri melihat teh yang tadi diseduhnya.
"Tuan putri tabib senior sudah datang." teriak Jiyang dari luar kamar Riri.
"Baik silakan masuk." Riri membuka pintu kamarnya dan mempersilakan tabib senior masuk, "Jiyang keluarlah dan jaga diluar." perintah Riri kemudian dan Jiyang keluar lalu menutup pintu kamar Riri.
"Tuan putri ada apa, apa ada sesuatu yang penting yang ingin tuan putri dibicarakan dengan saya?" tanya tabib senior pada Riri yang melihat Jiyang keluar, karena biasanya Jiyang atau Yaris selalu berada disisi Yourina setiap kali tabib senior berkunjung.
"Duduklah." Riri menuangkan teh untuk tabib senior, "Jangan diminum cium saja aromanya karena aku merasa ada yang aneh dengan aroma teh ini." ucap Riri dan tabib senior menatap bingung pada Riri lalu mencium aroma teh itu dengan meresapinya untuk mengetahui apa kandungan yang ada dalam teh itu.
"Eh, ini adalah obat pelema ingatan." ucap tabib senior setelahnya, "Tuan putri dapat dari mana teh ini?" tabib senior bertanya dan menatap Riri bingung.
"Begitu ya, seberapa hebat dan berapa lama efeknya?" tanya Riri sebelum menjawab pertanyaan tabib senior.
"Belum tau pasti karena harus diuji coba dulu kandungannya dalam teh ini berapa besar." jawab tabib senior.
"Baiklah, tabib senior tak perlu tau aku dapat dari mana tapi tolong diujikan untukku." ucap Riri berdiri dan mengambil kain yang sudah berisikan serbuk daun teh kering.
"Ini?" tabib senior kaget karena Riri memiliki banyak daun teh kering itu.
"Tolong bantu aku." ucap Riri dengan serius.
"Baik tuan putri, kalau begitu saya undur diri." ucap tabib senior.
"Jiyang antar tabib senior kembali." ucap Riri pada Jiyang yang berdiri didepan pintu kamar Riri.
"Baik, lewat sini." Jiyang pun pergi dengan tabib senior.
"Sepertinya ada yang berencana untuk mencelakai ku, atau mereka ingin menculik ku." gumam Riri duduk dikursi sambil melamun.
Keesokan harinya Riri telah membuat keputusan bulat untuk memberikan jalan dan melancarkan rencana para orang - orang yang ingin menculiknya, dan Riri telah membuat rencana itu dengan membiarkan para orang - orang itu berbuat sesuka mereka dan merelakan dirinya untuk diculik. Krena Riri berfikir dengan cara itu dia bisa keluar dan meninggalkan istana pangeran tanpa susah payah merencanakan pelarian yang mungkin akan diketahui oleh pangeran dan juga Yaris.
"Yaris, tolong kirimkan pesan pada tabib senior kalau 2 hari lagi aku akan datang untuk menemuinya." ucap Riri pada Yaris dan dia sudah mengambil keputusan.
"Tapi tuan putri bagaimana dengan pangeran?" tanya Yaris khawatir.
"Jangan khawatir aku akan meminta ijin darinya nanti." jawab Riri meyakinkan Yaris, dan Yaris mengangguk.
"Tunggu Yaris, bilang kalau aku akan datang petang hari." sambung Riri lagi lalu Yaris melesat pergi.
"Dan Jiyang kamu bilang pada pangeran 2 hari lagi aku akan menemuinya ditempatnya." ucap Riri menyuruh Jiyang menyampaikan pesannya pada Altha.
"Kenapa harus dua hari putri?" tanya Jiyang bingung, karena Riri bisa menemui pangeran saat ini juga.
"Bilang dia dilarang datang sebelum aku datang, dan hari itu adalah ulang tahunku maka itu hari spesial untuk ku." jawab Riri serius sehingga Jiyang tak curiga.
"Baik." Jiyang pun pergi keruang baca Altha.
"Hem, aku yakin orang - orang itu ada disekitar ku dan mereka pasti akan melakukan rencana mereka setelah mendengar berita ini." Riri tersenyum, "Aku beri kalian jalan, jika kalian ingin menculik ku maka silakan lakukan, tapi jika kalian ingin mencelakai ku maka ku pastikan Yaris akan mencelakai kalian semua." gumam Riri tersenyum dan sudah menyiapkan persiapannya.
Sesuai dengan rencana Riri menemui Altha dikamar Altha dan dengan senyum manis Riri mendekati Altha lalu berbincang dengan Altha untuk meminta ijin keluar ke tempat tabib senior. Riri menemani Altha minum teh dan melayani Altha dengan baik menuangkan teh untuk Altha.
Yang dipikirkan oleh Riri ternyata benar, orang - orang itu telah bergerak dan melancarkan rencana mereka. Tanpa kesulitan mereka telah berhasil membawah Riri keluar dari istana pangeran.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 106 Episodes
Comments
Ajusani Dei Yanti
lanjut thorrrr kuh semangat
2022-12-15
1
Sulati Cus
cari bahaya dia bikin gemes aje
2022-10-04
3