Setelah selesai belajar tabib senior dan Riri pergi melihat para pasien yang sedang dirawat dan ternyata disana sudah ada para bangsawan dan juga pemuka desa yang datang membawakan banyak bahan obat - obatan.
"Baiklah tuan tabib senior ayo sekarang kita melihat mereka semua, karena aku juga ingin memeriksa kondisi pasien yang waktu itu telah ku tangani." ajak Riri pada tabib senior untuk pergi ke rumah perawatan milik tabib senior.
"Baik tuan putri, mari lewat sini." tabib senior membimbing putri Yourina atau Riri ke rumah perawatannya.
"Anda semua ada di sini?" tanya tabib senior yang kaget melihat semuanya berkumpul di rumah rawatnya.
"Iya tabib senior dan tuan putri Yourina atau tabib tangan ajaib, kami datang dan sengaja tak mengganggu kalian berdua dalam berdiskusi. Kami membawahkan bahan obat yang mungkin akan berguna untuk semuanya." ucap pemuka desa.
"Iya, tuan putri Yourina anda juga tak perlu sungkan jika nanti anda membutuhkan bantuan dari kami." ucap seorang bangsawan dan mendekati Riri yang berdiri tanpa ekspresi.
"Apa yang sebenarnya mereka inginkan ya? Aku tau mereka tak mungkin berbuat baik tanpa sebab kan?" gumam Riri dalam hati memperhatikan gerak gerik semua orang terpandang itu.
"Tuan putri coba lihat apakah bahan obat - obatan ini ada yang kurang atau tuan putri inginkan lagi?" ucap pemuka desa pada Riri dan Riri hanya tersenyum lalu melihatnya bersama dengan tabib senior.
...🍁🍁🍁...
"Lapor pangeran, di rumah tabib senior semua orang bangsawan itu dan bersama pemuka desa sedang datang berkunjung dengan membawah bahan obat untuk diberikan pada tuan putri dan juga tabib senior, tapi gerak gerik mereka sangat mencurigakan." lapor Yorgun yang diperintahkan oleh Altha untuk mengawasi Riri dan melaporkannya pada dirinya.
"Sepertinya mereka memiliki rencana mereka, dan sepertinya target mereka telah ditetapkan. Panggil Yaris suruh menghadap." ucap Altha pada Yorgun dengan rasa khawatir. Dan Yorgun pun melesat dengan cepat.
"Pangeran, pangeran memanggil saya." Yaris dengan cepat menghadap pada Altha setelah dikabari oleh Yorgun.
"Yaris bawah Yourina kembali dan jangan biarkan dia keluar istana apa pun alasannya karena aku mencium bau konspirasi yang aku takutkan itu akan berhubungan dengan Yourina." ucap Altha pada Yaris menyampaikan rasa khawatirnya.
"Baik pangeran, segerah saya lakukan." jawab Yaris dan pergi dari hadapan Altha untuk membawah Riri kembali ke kediaman pangeran.
7 hari kemudian Riri mulai merasakan kalau kedua pengikutnya itu menjaga dirinya dengan sangat ketat dan tak membiarkan Riri untuk melakukan apa pun sendiri, terutama Yaris yang biasanya santai sekarang jadi lebih serius.
"Yaris, Jiyang ada apa ini sebenarnya kenapa kalian mengurungku?" tanya Riri yang tak mengerti kenapa sikap kedua orang pengikutnya ini jadi sulit diartikan dan mereka seolah berusaha menahan Riri untuk keluar istana.
"Putri, ini untuk kebaikan anda. Dan sebaiknya anda jangan terlalu dekat dengan para bangsawan serta orang - orang berkedudukan tinggi itu, terutama pemuka desa." jelas Yaris dengan menunjukkan ekspresi khawatirnya.
"Aku tau, tapi tak seharusnya kan kalian bersikap sama seperti Altha begini pada ku." ucap Riri yang mulai tak sabar.
"Aku yang menyuruh mereka, dan mulai sekarang kau tak harus ke rumah tabib senior. Tanpa perintah dan ijin dari ku kau tak bisa keluar seenaknya sendiri mulai sekarang, apa kau mengerti." ucap Altha masuk kedalam kamar Riri dan menatap Riri dengan tatapan tajam.
"Apa ini? Bukankah kemaren - kemaren dia bersikap baik dan lembut pada ku, kenapa sekarang jadi mengurungku dan juga kasar begini, sikap dan emosinya sungguh labil." gumam Riri dalam hati yang merasa kesal pada Altha yang dianggap tak punya pendirian tetap.
...🍁🍁🍁...
Disisi lain Yurna sedang berusaha mendekati pangeran kedua Jang Yong untuk mempengaruhi pangeran kedua agar mau bekerja sama dengan dirinya dan ibunya untuk menangani Yourina.
"Pangeran kedua hamba adalah Yurna adik dari putri Yourina, hamba menghadap untuk meminta bantuan pada pangeran kedua." ucap Yurna dengan menunjukkan sisi baik dan juga lembutnya.
"Katakan apa yang kau inginkan." ucap pangeran kedua dengan tak sabar.
"Pangeran hamba meminta tolong, tolong bebaskan kakak hamba Yourina dari tangan pangeran pertama karena hamba tak ingin kakak hamba dalam bahaya lagi, pangeran pertama telah pernah sekali berusaha mencelakai kakak hamba dengan menuduhnya sebagai mata - mata, bahkan mengirimnya ke perbatasan dan hamba tak ingin kalau nanti kakak Youri akan di celakai lagi pangeran kedua." jelas Yurna memelas dihadapan pangeran Jang Yong.
"Apa lagi sekarang kakak hamba memiliki kemampuan jika nanti dia bisa bebas dari tangan pangeran pertama hamba sekeluarga akan sangat berterima kasih pada pangeran kedua. Hamba tak ingin kakak hamba di celakai lagi karena pangeran pertama tak menginginkannya pangeran kedua." sambung Yurna terlihat semakin memelas agar terlihat nyata apa yang dikatakannya.
Pangeran Jang Yong terlihat berfikir atas apa yang dikatakan oleh Yurna dan dia juga memiliki rasa ketertarikan pada Yourina dan ingin memilikinya. Dan tanpa pikir panjang pangeran kedua menyetujuinya dan akan mendukung apa pun rencana Yurna.
Setelah mendapatkan dukungan Yurna dan ibunya mulai merencanakan rencana jahatnya pada Yourina dan akan mengambil untung sendiri, dan Yurna juga berusaha untuk mengelabuhi pangeran kedua agar tak dicurigai kalau yang sebenarnya dia hanyalah ingin meminjam kekuatan dari pangeran kedua saja.
...🍁🍁🍁...
"Kakak aku Yurna datang berkunjung bersama dengan ibu karena merindukanmu." ucap Yurna yang datang menemui Riri dikediaman pangeran Altha bersama dengan ibunya karena dia ingin melancarkan rencananya.
"Apa yang mau kalian lakukan sebenarnya." Riri terlihat tak suka melihat dua wanita itu jadi sering mendatanginya.
"Kenapa kau begitu kasar dengan ibu dan saudaramu, mereka datang dengan niat baik untuk mengunjungimu dan aku mengijinkan mereka." ucap Altha yang datang masuk kedalam ruang istirahat dekat kamar Riri.
"Pangeran pertama sungguh baik hati, dan mau menerima putri saya dengan baik saya sungguh sangat berterima kasih." ucap ibu tiri Yourina yang berusaha terlihat baik didepan Altha.
"Huh, mereka hanya tau menjilat." Riri mengabaikan ibu dan saudara tirinya itu.
"Aku lelah dan ingin istirahat, Yaris suruh tamu pergi." ucap Riri dengan kesal dan berdiri mau masuk kedalam kamarnya
"Oh, iya baiklah kalau begitu kami undur diri pangeran pertama." ucap ibu tiri Yourina dan pergi meninggalkan kediaman pangeran Altha bersama dengan Yurna.
"Aku tak mengantar, hati - hati dijalan." ucap Altha dan dia mengikuti Riri masuk kedalam kamar.
"Tak bisa bersikap sopan pada keluargamu." ucap Altha yang mengikuti Riri.
"Tidak ada komentar, aku mau istirahat." ucap Riri dengan kesal.
Altha menghela nafas dalam dengan sikap Riri yang mulai tertutup dan menjaga jarak darinya dengan sangat jelas. "Jaga dia dan jangan biarkan dia keluar tanpa ijinku." ucap Altha pada Jiyang setelah keluar dari kamar Riri.
"Aku tak tahan lagi, aku harus keluar dari sini bagaimana pun caranya karena aku ingin bisa segerah kembali kedunia ku sendiri." gumam Riri dalam hati dan mulai berusaha untuk membuat rencana pelarian diri.
Diam - diam Riri merencanakan pelarian tanpa melibatkan Yaris dan juga Jiyang yang dianggap Riri telah memihak Altha dari pada dirinya. Dan Riri ingin pergi ke suatu tempat yang tak akan bisa ditemukan oleh Altha bahkan Riri sudah menyiapkan penyamaran untuk dirinya nanti karena sebenarnya Riri keluar masuk dan berusaha mengenal banyak orang hanya untuk mencari cara agar dia bisa kembali lagi kehidupannya yang sebelumnya dan keluar dari dunia novel ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 106 Episodes
Comments
Hasan
hmmm apakah rencana penculikan mereka berhasil🤔🤔
2022-10-04
1
Hikmah Bae Ya
smangat Thor up lagi
2022-08-02
3