Daya tarik

Pagi itu Altha mendapatkan laporan dari Yorgun kalau ada masalah dengan perbatasan sehingga Altha harus berangkat ke perbatasan dan meninggalkan putri yaurina bersama dengan Yaris dan juga Jiyang di istananya.

"Putri, pangeran mau berangkat." ucap salah seorang pelayan yang mendatangi kamar Riri untuk menyuruh Riri mengantarkan kepergian Altha.

"Baik, aku akan kesana segerah." jawab Riri dan dia bersiap untuk mengantarkan Altha.

Saat Riri berjalan menuju ke halaman utama istana pangeran semua pelayan yang dulu suka mengatai Riri menunduk tak berani menatap Riri, apa lagi disisi kanan dan kiri Riri ada Jiyang dan Yaris yang merupakan orang penting.

"Aku tak menyangka kala putri bisa berubah jadi orang yang luar biasa, dia seakan orang yang berbeda." bisik - bisik para pelayan yang melihat Riri melintas.

"Aku akan pergi setidaknya 1 minggu, jangan bikin ulah dan jangan keluar tanpa pengawalan." ucap Altha pada Riri saat mereka berhadapan.

"Aku bisa mengurus diriku sendiri." jawab Riri dengan menepis tangan Altha yang memegang bahunya.

"Yaris, Jiyang ku percayakan keselamatannya pada kalian berdua." ucap Altha kemudian pada Jiyang dan Yaris.

"Baik, pangeran." jawab kedua pengawal itu bersamaan.

"Pergilah dan jangan pernah kembali lagi" teriak Riri dengan keras saat Altha dan beberapa pengawalnya berangkat.

Altha yang mendengar hanya bisa mengepalkan tangannya dengan memegang kendali kudanya dengan kuat dan menatap Riri tajam seolah mengisyaratkan pembalasan saat nanti dia kembali.

Riri tertawa terbahak melihat itu dan dia kegirangan karena tak akan ada orang yang mengganggunya dan memarahinya setiap saat. "Ayo waktunya latihan" teriak Riri dengan semangat berbalik dan berjalan dengan cepat kearah taman belakang.

"Aku tak tau sebenarnya tubuh Yourina ini apa memang bisa dengan mudah mempelajari ilmu silat atau dia sebenarnya memang bisa silat ya, sejak dari awal latihan tubuh ini seakan bisa mengikutinya dengan baik, bahkan mampu menguasai dengan cepat apa yang diajarkan, atau memang tubuh orang jaman dulu seperti itu. Fleksibel dan bisa mengikuti dengan mudah karena keseharian mereka." gumam Riri merenung setelah latihan, karena dia tak mengalami kesusahan selama latihan. Bahkan dia telah menguasai beberapa ilmu beladiri dan juga pedang yang diajarkan oleh Yaris dan juga Altha kepada dirinya.

...🍁🍁🍁...

"Pangeran kedua, ada masalah apa?" tanya pengawal kepercayaan pangeran Jang Yong yang melihat atasannya kembali dengan raut wajah kesal.

"Aku tak percaya, aku mendengar sendiri kalau ayah tak mau membatalkan pertunangan antara pangeran Altha dan putri Yourina, bagaimana bisa begitu." kesal pangeran kedua yang kembali dari berdebat dengan ayahnya, kalau ayahnya tak setuju dengan pembatalan pertunangan yang diajukan oleh Yourina.

Ingatan pangeran Jang Yong pangeran kedua saat berbicara dengan raja soal pembatalan pertunangan pangeran Altha.

"Ayah bagaimana dengan persetujuan pembatalan pertunangan antara pangeran Altha dan putri Yourina, ini sudah lewat 7 hari mereka tinggal bersama." pangeran Jang Yong mengadu pada ayahnya soal pengajuan pembatalan pertunangan antara Altha dan Riri waktu dipersidangan penyambutan Riri, yang diajukan oleh Riri atau putri Yourina sebagai orang yang bersangkutan.

"Kenapa kau menanyakan itu, karena kakak mu saja tak tanya, lagi pula dia tak ingin pertunangannya dibatalkan. Dan terlebih lagi aku juga tak mau kehilangan menantu yang berbakat dan hebat seperti putri Yourina." jawab raja dengan tenang atas pertanyaan pangeran kedua.

"Tapi ayah, bukankah pernikahan tak akan bisa dilanjutkan jika keduanya tak memiliki jalan yang sama." pangeran kedua masih bersih keras.

"Ya, tapi aku tetap tak mau kehilangan dia, aku akan menyuruh kakakmu untuk merayu putri agar mau melanjutkan hubungannya." jawab raja lagi.

"Ayah tak perlu khawatir untuk itu, aku bisa menjelaskan pada putri Yourina nanti dan akan menggantikan posisi pangeran Altha, aku akan mendekati putri Yourina dengan baik, dan akan memperlakukannya dengan baik juga." jawab pangeran kedua lagi dan mendengar itu raja tersenyum.

"Kenapa, kau juga ingin menikah? Aku bisa memilihkan mu dengan putri Yurna adik dari putri Yourina karena saat ini usianya sudah memasuki usia 18 tahun dan siap untuk menikah." jawab raja tertawa atas pernyataan pangeran kedua.

"Ayah, ayah salah paham. Sebenarnya mereka tak dalam hubungan yang baik." pangeran kedua berusaha menjelaskan pada ayahnya dan menceritakan hubungan antara pangeran Altha dan putri Yourina sebelumnya yang dia dapatkan infonya dari sumber yang dia percaya.

"Apa benar begitu? Kalau begitu pangeran Altha harus menyelesaikan dan mengurus masalahnya sendiri, aku yakin dia mampu menyelesaikannya." jawab raja tersenyum santai.

"Ayah bukan begitu,,, ah terserah ayah saja." pangeran kedua menyerah dan meninggalkan kediaman raja lalu kembali ke istananya dengan rasa kesal.

Kembali kerealita.

"Pangeran, pangeran." panggil pengawal kepercayaan pangeran kedua.

"Ah iya." Dengan terkejud pangeran Jang Yong menatap kesal pengawalnya dan bernafas dalam seolah ada beban didalam hatinya yang membuatnya merasa menanggung beban.

...🍁🍁🍁...

"Tuan putri hati - hati." Yaris merasa khawatir namun dia tak melarang Riri untuk memanjat pohon.

Yaris yang berada dibawah menatap Riri dengan tersenyum karena menurut Yaris majikannya itu terlihat lucu dan bahagia saat dia memanjat pohon dan memakan buah langsung dari pohonnya yang baru saja dipetik sendiri.

"Yaris dimana tuan putri?" tanya Jiyang yang datang mencari Riri karena membawakan kue bulan kesukaan Riri.

"Noh." Yaris menunjuk dengan isyarat gerakan kepalanya dengan santai yang lagi tiduran dibawah pohon.

"Oh,,, tuan putri? Yaris apa yang kau lakukan?! Kenapa kau membiarkan tuan putri naik sendiri setinggi itu." Jiyang panik dan mengusik istirahat Yaris yang nyaman.

Dibandingkan dengan Yaris sikap Jiyang lebih rame dan dia suka melarang Riri untuk melakukan ini dan itu, karena bagi Jiyang dia akan melakukan semua perintah Riri dari pada dia melihat Riri melakukannya sendiri. Namun Riri lebih suka menggoda Jiyang karena dengan begitu Jiyang jadi terlihat seperti seorang ibu yang lagi mengkhawatirkan putrinya.

"Jiyang, apa kau mau buah?" Riri teriak dari atas pohon dan melemparkan satu buah kearah Jiyang.

Jiyang menangkap dengan tepat buah yang dilempar oleh Riri, "Tuan putri cepat turun, turun. Ayo cepatlah." Jiyang menyuruh dengan nada memerintah.

"Kau memerintah ku? Aku gak mau." jawab Riri dan melipat kedua tangannya didada sambil berdiri diatas pohon menatap Jiyang kesal.

"Tidak, tidak. Bukan merintah tapi khawatir, cepatlah turun tuan putri." Jiyang memohon dan Riri tersenyum melihat Jiyang yang begitu putus asah.

"Baik, baik, Yaris." teriak Riri dari atas pohon dan dengan sigap Yaris memanjat lalu membantu Riri turun, karena sebenarnya Riri hanya tau cara memanjat namun tak tau cara turun. Karena setiap kali turun sendiri dia pasti akan terluka karena tergores.

Jiyang bernafas lega melihat Riri sudah turun lalu dia membawah keranjang buah yang ada disamping Yaris tiduran tadi. Dengan raut wajah kesalnya Jiyang berjalan mengikuti Riri dan Yaris.

"Hoe, kau masih marah? Anak cowok gak boleh sering ngambek tau." Riri merangkul Jiyang dan menggodanya sehingga ulah Riri itu membuat Yaris tersenyum.

Keesokan harinya Riri justru mengerjai Jiyang yang lagi tiduran dengan memasang kaleng yang tersambung dengan benang dan diikatnya pada pinggang Jiyang lalu Riri berteriak minta tolong dari atas pohon.

"Tuan putri." Jiyang yang kaget langsung bergerak dan kaleng - kaleng itu berbunyi nyaring seiring gerakan Jiyang.

Riri dan yang lain yang ada disitu tertawa melihat Jiyang, lalu Yaris membawah Riri turun dari pohon dengan tertawa terpingkal - pingkal sambil lari karena dikejar Jiyang.

...🍁🍁🍁...

"Hahaha, benarkah apa yang kamu katakan itu?" tanya prajurit yang dulu tinggal dengan Riri di pengasingan tertawa terbahak mendengar Jiyang yang selalu dikerjain oleh putri Yourina.

"Iya benar dan tuan putri terlihat menarik dengan segala ulahnya itu." jawab prajurit yang baru datang dari kediaman istana pangeran.

"Kenapa, ada apa mereka kok tertawa sampai keras begitu?" tanya Altha pada Yorgun yang masuk kedalam tendanya.

"Mereka sedang membicarakan tingkah pola tuan putri Yourina yang menarik dan selalu bikin tertawa semua orang." jawab Yorgun atas pertanyaan Altha.

"Apa yang sebenarnya terjadi, kenapa selalu ada laporan baru setiap kali ada prajurit yang kembali." gumam Altha dalam hati merasa penasaran.

"Semua masalah sudah teratasi dan tak ada masalah lagi pangeran, apa tak sebaiknya pangeran kembali ke kediaman?" tanya Yorgun pada Altha.

"Baiklah, besok kita kembali ke kediaman. Di sini serahkan pada bawahan mu." ucap Altha dan Yorgun langsung meninggalkan tenda Altha.

"Yorgun kita berangkat sekarang." Altha langsung memimpin pagi itu untuk kembali ke istananya.

Selama dalam perjalanan Altha terus saja memikirkan tentang Riri yang berada di istananya. "Yorgun kau kembali pelan - pelan, aku ada urusan." ucap Altha lalu dia pergi duluan karena rasa penasaran Altha atas semua laporan tentang Yourina yang dia terima membuat Altha tak sabar ingin cepat - cepat kembali ke kediamannya.

Altha tak ingin menunggu lama lagi untuk kembali, Altha yang melesat duluan diam - diam mencuri pandang tingkah Yourina disaat dirinya tak ada di rumah. Dan alangkah kagetnya Altha yang melihat Yourina naik dan memanjat pohon hanya untuk mengambil buah dan memakannya langsung diatas pohon.

"Tuan putri cepatlah turun jangan memanjat semakin tinggi lagi." teriak Jiyang yang selalu heboh setiap kali melihat Riri memanjat pohon.

"Jiyang, kenapa kau cerewet sekali." Riri berteriak dari atas pohon.

"Tangkap, dan biarkan aku mengambilkan buah lebih banyak lagi untuk kalian semuanya." sambung Riri sambil memetik buah dan melemparkannya kebawah.

Semua orang yang dibawah heboh dan Riri dengan santai memakan buah itu langsung setelah dipetiknya sambil melempar buah - buah yang lain yang telah dipetiknya untuk mereka.

"Yaris kenapa kau diam saja, cepat naik dan turunkan tuan putri." Jiyang memukul Yaris yang menatap diam tanpa berkutik.

"Tuan putri belum mau turun." jawab Yaris santai.

"Yaris, aku mencintai mu. Apa kau mau buah juga?" teriak Riri dari atas pohon dan melemparkan satu buah untuk Yaris.

"Ah, semut 🐜 aaaah." Riri tiba - tiba tak seimbang dan terjatuh.

"Tuan putri." teriak Jiyang dan yang lainnya yang melihat Riri mau jatuh dari ketinggian.

Terpopuler

Comments

Ajusani Dei Yanti

Ajusani Dei Yanti

bhahahahaha ngakaklicious aku 🤣🤣🤣

2022-12-15

1

Hasan

Hasan

hadeh pinter manjat bodoh turunnya🤣🤣

2022-10-04

2

lihat semua
Episodes
1 Berusaha mempertahankan hidup.
2 Dikirim ke Medan perang
3 Berusaha mengobati orang
4 Memberikan penanganan terbaik.
5 Sembunyi dari sang predator.
6 Banyak membantu orang
7 Semuanya selamat dan sehat
8 Isu Kehebatan Putri.
9 Orang - orang yang terasingkan
10 Maju ke medan perang
11 Nama panggilan baru
12 Banyak yang mengincar.
13 Mendapatkan penghormatan.
14 Diakui tabib senior
15 Dipuja banyak orang.
16 Hati yang mulai tak tenang.
17 Daya tarik
18 Konspirasi untuk menculik
19 Berencana melarikan diri
20 Rela diculik.
21 Rencana penyelamatan
22 Dekat dengan musuh.
23 Penyelamat
24 Memilih lari dari pada kembali.
25 Terluka
26 Menjaga dan merawat
27 Menjadi tawanan istimewa.
28 Rencana licik Altha
29 Pesta pernikahan
30 Terkurung
31 Orang mesum
32 Bekerja sama
33 Perasan yang aneh
34 Tempat rahasia
35 Rahasia Bukit Bintang
36 Permintaan Raja
37 Rahasia Riri
38 Kehilangan.
39 Pelarian
40 Keyakinan
41 Perang Perbatasan
42 Kemenangan
43 Tabib Dewa
44 Menemukanmu
45 Mengikat dalam Hubungan
46 Pemilik
47 Membuat Rencana
48 Menyusun Rencana
49 Kebiasaan Baru
50 Rahasia hutan bulan
51 Jebakan
52 Kurungan
53 Pemutusan hukuman
54 Tak rela
55 Pembuktian.
56 Titik terang
57 Ketegangan
58 Pelaku Utama
59 Masalah telah selesai
60 Kaki Tangan Pelaku
61 Janji Altha.
62 Rencana
63 Hukuman
64 Perwakilan Kerajaan
65 Godaan
66 Persetujuan
67 Gerbang Perbatasan
68 Kepanikan
69 Pemecahan Masalah
70 Pembelajaran
71 Jebakan yang Gagal
72 Keterbukaan
73 Pengganggu
74 Menunjukkan Identitas
75 Gangguan
76 Gerbang Mimpi
77 Pemberontakan
78 Tipuan
79 Menyusun Strategi.
80 Penculikan
81 Kejutan
82 Pemanfaatan
83 Penguasaan
84 Wanita yang Sulit
85 Tak Terima
86 Kembali pada Posisinya
87 Pemaksaan
88 Teman Lama
89 Melarikan Diri
90 Kerjasama
91 Perang
92 Tragedi
93 perpisahan
94 Tersadar Kembali
95 Orang Asing
96 Terkejud
97 Kenangan yang Indah
98 Rindu yang Tak Sampai
99 Cerita Sejarah
100 Mencari disetiap Aplikasi
101 Kenangan Indah
102 Sukarelawan
103 Pekerja Keras
104 Penghargaan
105 Pertemuan
106 Akhirnya
Episodes

Updated 106 Episodes

1
Berusaha mempertahankan hidup.
2
Dikirim ke Medan perang
3
Berusaha mengobati orang
4
Memberikan penanganan terbaik.
5
Sembunyi dari sang predator.
6
Banyak membantu orang
7
Semuanya selamat dan sehat
8
Isu Kehebatan Putri.
9
Orang - orang yang terasingkan
10
Maju ke medan perang
11
Nama panggilan baru
12
Banyak yang mengincar.
13
Mendapatkan penghormatan.
14
Diakui tabib senior
15
Dipuja banyak orang.
16
Hati yang mulai tak tenang.
17
Daya tarik
18
Konspirasi untuk menculik
19
Berencana melarikan diri
20
Rela diculik.
21
Rencana penyelamatan
22
Dekat dengan musuh.
23
Penyelamat
24
Memilih lari dari pada kembali.
25
Terluka
26
Menjaga dan merawat
27
Menjadi tawanan istimewa.
28
Rencana licik Altha
29
Pesta pernikahan
30
Terkurung
31
Orang mesum
32
Bekerja sama
33
Perasan yang aneh
34
Tempat rahasia
35
Rahasia Bukit Bintang
36
Permintaan Raja
37
Rahasia Riri
38
Kehilangan.
39
Pelarian
40
Keyakinan
41
Perang Perbatasan
42
Kemenangan
43
Tabib Dewa
44
Menemukanmu
45
Mengikat dalam Hubungan
46
Pemilik
47
Membuat Rencana
48
Menyusun Rencana
49
Kebiasaan Baru
50
Rahasia hutan bulan
51
Jebakan
52
Kurungan
53
Pemutusan hukuman
54
Tak rela
55
Pembuktian.
56
Titik terang
57
Ketegangan
58
Pelaku Utama
59
Masalah telah selesai
60
Kaki Tangan Pelaku
61
Janji Altha.
62
Rencana
63
Hukuman
64
Perwakilan Kerajaan
65
Godaan
66
Persetujuan
67
Gerbang Perbatasan
68
Kepanikan
69
Pemecahan Masalah
70
Pembelajaran
71
Jebakan yang Gagal
72
Keterbukaan
73
Pengganggu
74
Menunjukkan Identitas
75
Gangguan
76
Gerbang Mimpi
77
Pemberontakan
78
Tipuan
79
Menyusun Strategi.
80
Penculikan
81
Kejutan
82
Pemanfaatan
83
Penguasaan
84
Wanita yang Sulit
85
Tak Terima
86
Kembali pada Posisinya
87
Pemaksaan
88
Teman Lama
89
Melarikan Diri
90
Kerjasama
91
Perang
92
Tragedi
93
perpisahan
94
Tersadar Kembali
95
Orang Asing
96
Terkejud
97
Kenangan yang Indah
98
Rindu yang Tak Sampai
99
Cerita Sejarah
100
Mencari disetiap Aplikasi
101
Kenangan Indah
102
Sukarelawan
103
Pekerja Keras
104
Penghargaan
105
Pertemuan
106
Akhirnya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!