"Tuan putri, tuan putri sangat hebat dan juga luar biasa. Kami awalnya hanya mendengar rumor saja soal kehebatan tuan putri dan sekarang kami melihatnya sendiri bahkan kami merasakan rasanya dirawat dan diobati oleh tuan putri secara langsung. Kami yakin tuan putri adalah utusan dewa dan sang Dewi didunia pengobatan." ucap prajurit yang telah diobati oleh Riri.
"Kalian terlalu berlebihan." ucap Riri dengan datar karena Riri tak mau terlalu dekat dengan pasukan Altha.
"Kami tak berlebihan. Tuan putri adalah master dalam pengobatan dan seorang tabib dengan tangan ajaib." ucap prajurit Altha dan disetujui oleh semua rekannya.
"Iya benar, tuan putri adalah tabib tangan ajaib. Dan mulai sekarang kami akan memberikan julukan itu pada tuan putri." ucap prajurit itu lagi dan Riri tersenyum.
"Jadi sekarang namaku adalah tabib tangan ajaib begitu." ucap Riri tersenyum lagi, "Boleh juga terima kasih semuanya atas nama panggilan barunya, sekarang kalian istirahatlah besok aku akan memeriksa kalian lagi." ucap Riri pada semua prajurit itu.
"Baik, selamat malam dan selamat istirahat tuan putri kami undur diri." ucap semuanya dan meninggalkan Riri sendiri.
Setelah semua prajurit itu pergi Riri duduk termenung dan tersenyum sendiri mengingat perkataan mereka semuanya. Dan Altha yang melihat secara diam - diam pun ikut tersenyum mendengar pujian yang diberikan oleh prajuritnya pada Yourina.
"Putri kenapa keluar? Sebaiknya putri istirahat karena sudah mengobati begitu banyak orang dari tadi, putri pasti sudah lelah." ucap Yaris yang melihat Riri keluar dari tendanya dan mendekatinya.
"Lihatlah Yaris, bulan malam ini sangat indah dan langit malam juga penuh dengan bintang." ucap Riri dan merebahkan tubuhnya disamping Yaris diatas tempat tidur yang dipasang Yaris di depan tenda Riri agar dia bisa lebih mudah menjaga Riri.
"Hem, putri suka pemandangan langit malam ya?" Yaris berkata dan ikut mendongakkan kepalanya ke arah langit malam.
"Hem, setelah tinggal begitu lama dengan kalian aku justru lupa dimana aku berada dan apa tujuan ku sebenarnya." jawab Riri yang membuat Yaris bingung dengan apa yang baru saja dikatakan oleh Riri.
"Apakah alur ceritanya telah berubah sekarang? Mungkinkah aku bisa kembali lagi ke dunia asal ku?" Riri bergumam dalam hati sambil menatap langit malam yang penuh dengan bintang.
Sementara Riri sedang melamun dan mempertanyakan akan dirinya dan dunianya, Altha yang dari tadi diam - diam mengawasi Riri kembali lagi kedalam tendanya dan terus berfikir karena yang dia lihat barusan sungguh jauh berbeda dengan apa yang selama ini dia lihat.
"Bagaimana dia bisa berubah seperti itu, dan dia seperti bukan dirinya namun orang asing yang berada didalam tubuh itu." gumam Altha terus memikirkan soal Yourina yang tadi dia lihat.
"Benarkah dia putri Yourina atau dia orang lain yang mirip? Pembawaannya sangat tenang dan juga bebas." Altha terus saja berfikir keras hingga malam sangat larut.
Hiyat.
Hah.
Tring.
Trang.
Suara para kesatria yang sedang latihan dipagi hari dan suara pedang serta tombak yang saling beradu menghiasi suasana pagi yang penuh dengan kabut. Riri menatap dengan tersenyum melihat semua orang yang dulu tinggal di barak pengasingan telah kembali berbaur dan bersemangat latihan bersama dengan pasukan yang lainnya.
"Kau sudah bangun. Ayo ikut aku kembali ke tenda ku." ucap Altha yang berdiri dibelakang Riri yang sedang menyaksikan para pasukan berlatih.
"Oh, maaf selamat pagi pangeran." ucap Riri spontan karena kaget.
"Ikut ke tenda sekarang." ucap Altha lagi dan berjalan menuju tendanya.
Riri yang mengikuti merasa bingung dengan sikap Altha yang terlihat begitu ramah dengan dirinya, "Apa aku ada melakukan kesalahan lagi ya? Apa dia akan menghukum ku?" gumam Riri dalam hati sambil terus berjalan mengikuti Altha dibelakangnya berjalan dengan pelan.
"Masuklah" ucap Altha namun jarak Riri masih jauh dari tendanya. Dan Altha merasa kesal melihat itu, "Apa kau tak bisa berjalan lebih cepat?!" teriak Altha dengan kesal, dan karena kaget Riri pun langsung lari.
"Ayo masuk, temani aku sarapan." ucap Altha masuk kedalam tendanya bersama dengan Riri.
"Ya,,," Riri merasa heran dengan perubahan sikap Altha pada dirinya, sehingga Riri memasang tameng untuk dirinya saat berdekatan dengan Altha.
"Duduk lah kita sarapan bersama." ucap Altha lagi mempersilakan pada Riri.
"Maaf pangeran tapi saya bisa makan bersama dengan yang lain saja." Riri menolak ajakan Altha karena Riri masih merasa was - was sama Altha.
Mendengar ajakannya langsung mendapatkan penolakan dari Yourina membuat Altha merasa kesal, Altha berjalan mendekati Yourina yang berdiri didepan meja dengan tenang dan perlahan Riri yang ada dalam tubuh Yourina berjalan mundur untuk menghindari Altha.
Tanpa bersuara dan hanya melihatnya Altha terus saja berjalan mendekati Yourina dengan tatapan mata tajam dan raut wajah yang kesal hingga Riri tak lagi bisa mundur karena dia sudah berada didepan meja kerja Altha, dan Altha masih tetap saja maju hingga jarak diantara mereka sangat dekat.
"Ah, maaf." Riri berusaha untuk menghindari Altha, namun Altha sudah mengunci pergerakan Yourina dengan tangan kirinya dan tangan kanannya melingkar di pinggang Yourina sehingga mau tak mau tatapan mereka bertemu satu sama lain.
Riri yang ada didalam tubuh putri Yourina mengerjab berkali - kali dan muncul reaksi dari tubuh Yourina yang tak bisa untuk kendalikan. Jantung Riri berdebar sangat kencang hingga menimbulkan rasa sesak disana.
"Apa ini. Apakah ini reaksi tubuh Yourina? Jangan bilang kalau Yourina sebenarnya sangat menyukai Altha, bukankah pria kejam ini yang telah menghabisi nyawanya hingga aku bisa berada di sini merasuki tubuhnya." gumam Riri dalam hati menatap wajah Altha.
"Deg." detak jantung Altha pun tak kalah kencangnya berdebar karena dia baru menyadari saat ditatap begitu dekat ternyata Yourina adalah wanita yang sangat cantik dan aroma tubuhnya sangat harum, sehingga membuat hormon lelaki dan tubuh Altha secara perlahan bereaksi pada Yourina.
Altha berkali - kali menelan salifanya saat dia menatap wajah manis dan cantik milik Yourina yang saat ini berada begitu dekat dengan jarak pandangnya.
"Kenapa aku bereaksi padanya?" gumam Altha dalam hati yang masih menatap Yourina.
"Jangan pernah melawan lagi kalau kau ingin selamat dari amukan ku dan hukuman ku." ucap Altha setelahnya dan itu membuat reaksi tubuh Yourina langsung bergetar takut.
"Duduk dan sarapan." ucap Altha lagi dan melepaskan Yourina dari pengurungan dirinya.
"I-iya baiklah." jawab Riri yang langsung pergi serta duduk dengan patuh didepan meja makan lalu makan dengan sangat lahap dan cepat agar cepat selesai.
Saat Riri makan tanpa melihat Altha justru Altha sedang merutuki dirinya karena tak dia bisa berkata dengan baik malah justru menakuti Yourina dan itu membuat Altha merasa kesal dengan dirinya sendiri.
"A-aku sudah selesai terima kasih." ucap Riri dan langsung lari pergi dari tenda Altha, melihat itu Altha tanpa sadar mengulas senyumnya.
"Eh, aku tersenyum." gumam Altha melihat kepergian Yourina yang terburu - buru. "Kenapa aku merasa kalau dia lucu dan juga menarik, tapi apa yang sedang aku rasakan ini. Kenapa aku berdebar saat berdekatan dengan dirinya bukankah aku membencinya." gumam Altha lagi memegangi dadanya sendiri.
...🍁🍁🍁...
"Pangeran hamba dengar tunangan pangeran pertama pengeram Altha, putri Yourina memiliki kemampuan pengobatan yang sungguh sangat luar biasa, dan semua orang sedang membicarakannya dimana - mana." lapor prajurit dari pangeran ke dua pangeran Jang Yong didalam istananya pangeran Jang Yong.
"Apa yang kau katakan itu benar adanya?" tanya pangeran Jang Yong terkejud.
"Benar pangeran dan kabarnya pasukan yang waktu itu menyelamatkan para pasukan dari pangeran pertama pangeran Altha adalah para pasukan yang telah terasingkan, dan saat ini putri Yourina sedang berada di barak para pasukan dari pangeran pertama pangeran Altha untuk mengobati semua prajurit yang sedang terluka." jelas dari prajurit pangeran Jang Yong.
"Sial, kenapa bisa wanita tak berguna itu bisa berubah hanya dalam waktu beberapa bulan saja." pangeran Jang Yong sangat kesal.
"Aku tak peduli bagaimana caranya aku harus bisa memilikinya jika memang hal itu benar." pangeran Jang Yong bertekad ingin merebut Yourina dari sisi Altha.
...🍁🍁🍁...
Disisi lain ditempat pangeran Cu Shang juga sedang membahas soal kehebatan putri Yourina yang mampu mengobati semua orang dengan sangat cepat. Sehingga membuat pangeran Cu Shang merasa sangat tertantang untuk bisa mendapatkan putri Yourina dan menjadikan miliknya sendiri.
"Pangeran sekarang kita harus bagaimana?" tanya prajurit dari pangeran Cu Shang.
"Hem, iya sekarang kita tangguhkan perebutan wilayah aku ingin sekali merebut apa yang jadi milik dari pangeran Altha itu." ucap pangeran Cu Shang tersenyum.
"Rebut tabib tangan ajib itu dan baru kita pikirkan yang lainnya." perintah pangeran Cu Shang pada para prajuritnya.
...🍁🍁🍁...
"Apa yang terjadi?" tanya Altha yang merasa aneh dengan para pasukan musuh yang tiba - tiba ditarik mundur dari perbatasan.
"Tidak tau pangeran, mereka tiba - tiba saja menarik pasukannya secara tiba - tiba, dan kata pasukan kita mereka sudah menariknya sejak dari tiga hari lalu." lapor dari Yorgun yang pergi untuk melihat dan mengawasi perbatasan.
Disaat Altha sedang berunding tiba - tiba saja terdengar teriakan dari Yourina dan suara perkelahian. Altha dengan cepat keluar dan melihat apa yang sedang terjadi.
Tanpa berfikir panjang Altha membantu Yaris dan Jiyang serta yang lainnya dalam melawan musuh yang mampu menembus pertahanan dari barak pasukan Altha. "Target merek adalah tuan putri pangeran." teriak Yaris dan dengan cepat Altha melindungi Yourina yang sedang berada disudut tendanya.
"Yaris." teriak Riri dan dengan cepat Yaris menarik Riri melakukan gerakan yang saling berkesinambungan dalam melawan para penyusup. Karena Yaris dengan cepat memberikan sebuah pedang pada Riri dan melindungi Riri yang tiba - tiba lari ketengah karena ingin membantu.
Altha yang melihat itu merasa kaget dan juga geram, karena Yaris yang melakukan gerakan melingkar disekitar Yourina bagai baling - baling yang terus berputar pada poros yang teracu pada Yourina yang berada didalam lingkaran pergerakan Yaris dengan sesekali memberikan perlawanan pada para penyusup - penyusup itu dengan tangannya sendiri.
Latihan yang selama ini dilakukan oleh Riri bersama dengan para pasukan terasing membuat Riri memiliki kemampuan untuk membela diri walau tak begitu mahir namun Riri bisa mengayunkan pedangnya dengan sangat baik.
Setelah memukul mundur para penyusup yang entah dikirim oleh siapa membuat Altha geram dengan semuanya. Karena Altha sadar keberadaan Riri di barak para pasukannya dan juga kemampuan Riri kini banyak didengar oleh orang - orang, sehingga mereka semua sedang berlomba - lomba untuk mendapatkan Riri.
Altha yang merasa kesal dengan kejadian semalam membuat pertahanan yang lebih kuat lagi agar tak berhasil dibobol lagi, dan juga menambah pengamanan Riri agar diperketat lagi, dan mengatur para kesatria agar selalu berjaga siaga ditempat dimana Riri berada.
"Jangan biarkan musuh mampu untuk menebus pertahanan kita lagi dan jangan biarkan mereka berhasil menyakiti putri, lakukan semuanya dengan benar." perintah Altha pada para kesatrianya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 106 Episodes
Comments
Ajusani Dei Yanti
dasar pangeran bunglon 🤭🤭🤭
2022-12-15
1
Hasan
🤣🤣🤣 pangeran labil nya
2022-10-03
2