"Pangeran mereka semua datang." lapor Yorgun yang melihat semua pasukan kembali dengan selamat walau ada beberapa dari mereka yang telah tumbang dan terluka.
"Lapor pangeran semua telah selamat dan perbatasan dalam keadaan terkendali." ucap Jiyang melaporkan pada Altha.
"Jiyang, kau,,," Altha terkejud, terdiam dan menatap Jiyang, "Katakan apa yang kau inginkan." sambung Altha lagi.
Mendengar itu Jiyang melirik pada teman - temannya dan mereka semua langsung berkata dengan serempak dihadapan Altha. "Pangeran kami mengajukan permohonan untuk kembali lagi ke medan perang membantu yang lainnya." ucap semuanya serempak.
Mendengar permintaan Jiyang dan yang lainnya membuat Altha sangat terkejud dan tak menyangka orang - orang yang dianggap tak penting setelah terluka dan diabaikan justru mereka maju lebih dulu membantu yang lain dan membawah semuanya dengan selamat. Perasaan Altha sangat rumit mendengar permintaan mereka semuanya.
"Jadi yang telah menyelamatkan pasukan di perbatasan dan memukul mundur musuh bukanlah pasukan bantuan melainkan mereka yang ada di barak pengasingan"
Semua pasukan berkasak kusuk melihat pasukan yang dipimpin oleh Jiyang berhasil membebaskan perbatasan dan mengatasi kerusuhan.
"Baiklah, karena kalian semua telah berjasa dengan membebaskan dan mengatasi kerusuhan diperbatasan maka kalian semua mulai sekarang akan masuk kedalam pasukan inti dibawah kepemimpinan Yorgun." ucap Altha dengan lantang setelah berfikir cukup lama dengan menatap mereka semua dengan tatapan sulit.
"Terima kasih pangeran, terima kasih atas kebijaksanaannya." ucap semua prajurit di barak pengasingan dengan senyuman cerah diwajah mereka semuanya.
"Selamat, selamat untuk kalian semuanya. Selamat datang dan bergabung kembali."
Sambut semua prajurit atas bergabungnya kembali para prajurit terasingkan kedalam pasukan dan akan berjuang serta bertempur bersama lagi.
Disisi lain disebuah desa Riri dan Yodon sedang berjalan - jalan, Riri sangat mengagumi pasar kuno yang dia lihat. Riri lari kesana kemari dengan sangat riang melihat semua apa yang dia temui dan senyuman tak pernah luntur dari bibirnya.
"Pantas saja Jiyang dan Yaris sangat suka mengawal putri, karena putri sangat cantik dan senyumannya itu bagai matahari yang selalu bisa membuat orang yang melihatnya merasakan kehangatan." gumam Yodon senyum - senyum sendiri melihat Riri yang terlihat lucu bagi Yodon.
"Yodon kemarilah coba lihat ini." teriak Riri disebuah kedai mainan dan menunjukkan sebuah giok yang baru pertama kali dia lihat, karena di jaman modern tak ada giok yang masih asli seperti yang dia lihat saat ini.
"Putri suka?" tanya Yodon yang melihat Riri begitu tertarik pada giok itu.
"Suka, tapi kita gak punya uang untuk membelinya. Ayo." Riri menarik Yodon pergi melihat benda - benda lain yang dirasa menarik bagi Riri.
"Yodon katakan apakah mereka semua selamat? Kenapa tak ada kabar dari Yaris atau Jiyang, aku jadi khawatir pada mereka semuanya." ucap Riri saat mereka berdua berjalan ke arah hutan.
"Putri jangan khawatir mereka semua pasti selamat. Karena keadaan desa masih begitu damai." jawab Yodon dengan senyuman menatap Riri yang terlihat khawatir.
"Tuan Putri Yaris melapor." ucap Yaris yang tiba - tiba saja muncul dihadapan Riri saat Riri sudah mulai memasuki hutan.
"Yaris.!" teriak Riri senang melihat Yaris selamat dan tanpa disangka Riri langsung lari menghambur kedalam pelukan Yaris.
"Ugh." Yaris yang kaget karena Riri langsung melompat dalam pelukannya membuat Yaris secara spontan menangkap dan memeluk tubuh Riri dengan sangat erat karena takut Riri terjatuh.
"Aku senang kau selamat, bagaimana dengan yang lainnya?" tanya Riri menatap Yaris tanpa turun dari pelukan Yaris.
Yaris yang diperlakukan seperti itu oleh Riri merasa salah tingkah dan bingung harus menjawab apa karena wajah Riri sangat dekat dengan wajahnya.
"Hahaha,,, begitu senangnya sampai langsung lari tanpa melihat kalau Yaris sedang terluka." ucap Yodon terbahak melihat tingkah lucu Riri, karena tadi terlihat begitu sedih dan sekarang sangat bahagia.
"Ah, benarkah? Mana coba aku lihat." Riri langsung turun dari pelukan Yaris dan memutar tubuh Yaris dan ternyata benar ada luka goresan di lengan kiri Yaris.
"Tidak apa hanya goresan kecil saja tak begitu dalam." jawab Yaris tersenyum menatap Riri.
"Ayo kembali ke barak aku akan mengobati mu, sekecil apa pun tak boleh dibiarkan harus diobati dengan benar." Riri menarik tangan Yaris dan juga Yodon.
"Tak ada masalahkan sama putri selama ku tinggalkan?" tanya Yaris pada Yodon.
"Tak ada masalah, semua baik - baik saja." jawab Yodon tersenyum
"Sudah jangan ngobrol ayo kalian berdua cepat jalan." Riri berbalik dan mendorong tubuh Yaris dan Yodon dari belakang.
"Iya, iya kami akan jalan cepat, putri jalan lah duluan " ucap Yaris memberi jalan agar Riri berjalan didepannya.
Setelah sampai di barak Riri mengobati luka Yaris dan membalutnya, memang luka itu tak terlalu dalam namun Riri tetap harus merawatnya dengan baik karena Riri tak mau kehilangan Yaris dan melihat Yaris tersiksa seperti dulu lagi.
"Lapor tuan putri sesuai dengan perintah dari pangeran Altha, putri diminta untuk ke barak pasukan diluar desa dari hutan ini." ucap prajurit utusan dari Altha sesuai dengan permintaan Jiyang.
"Dimana anak - anak ku." ucap Riri dengan tegas pada prajurit itu.
Mendengar itu prajurit itu kaget namun dengan cepat prajurit itu paham dengan apa yang dimaksud oleh ucapan putri pasti adalah para prajurit dari barak pengasingan.
"Mereka semua sedang menunggu putri di barak prajurit, dan saat ini mereka akan dilantik untuk menjadi pasukan inti." jawab prajurit utusan itu.
Riri tersenyum menatap Yaris dan juga Yodon yang ada disebelahnya. "Haha,,, mereka berhasil." ucap Riri dengan sangat senang.
Hari itu juga Riri berangkat ke barak prajurit dengan dikawal prajurit utusan. Selama dalam perjalanan prajurit utusan itu merasa sangat aneh karena putri yang diisukan tak sesuai dengan apa yang dilihatnya saat ini, serata prajurit itu merasa iri dengan kedekatan Riri dengan Yaris dan Yodon yang terlihat dua pria itu selalu menempel pada Riri.
"Putri datang."
Bisik - bisik semua prajurit Altha yang melihat Riri berjalan memasuki barak prajurit.
"Putri Youri." sapa prajurit dari barak pengasingan.
"Anak - anak ku." Riri lari mendekati mereka semuanya dan melihat tubuh mereka satu persatu untuk melihat adakah luka yang mereka dapatkan setelah kembali lagi berperang.
"Kami baik - baik saja tuan putri." jawab mereka tertawa terbahak memeluk Riri ditengah - tengah merek semua.
"Ya ampun mereka semua sangat dekat dengan putri, bahkan mereka hanya memanggilnya dengan sebutan Putri Youri itu pun mereka lakukan dengan sangat santai."
ucap para prajurit Altha yang melihat dan menyaksikan keakraban dan kedekatan antara Riri dan para prajurit terasingkan.
"Putri." ucap Jiyang yang kembali dari tenda Altha.
"Jiyang." Riri memeluk Jiyang dan menarik tangan Jiyang untuk berputar - putar dengan senang.
Melihat itu ada rasa iri dari pasukan Altha karena mereka tak pernah dekat dengan pimpinan mereka sampai bisa saling berpelukan dan bercanda bersama dengan sangat bebas.
Siang itu dilakukan pelantikan untuk prajurit dari barak pengasingan untuk masuk kedalam pasukan inti, dan Riri menyaksikan hal itu dengan sangat bahagia karena apa yang mereka inginkan akhirnya terkabulkan.
"Maaf pangeran hamba hanya meminta agar hamba dijadikan pengawal pribadi putri Yourina." ucap Yaris dengan sangat lantang didepan Altha yang sedang melantiknya.
"Hamba mohon, hamba juga ingin ditugaskan sebagai prajurit yang selalu ada disis tuan putri." ucap Jiyang juga tak kalah lantangnya.
"Ya, kami juga ingin diberikan tugas utama melindungi tuan putri dan tolong berikan perintah kami untuk dibawah perintah tuan putri." ucap semua prajurit pengasingan dengan serempak.
"Begitu ya," Altha tersenyum mendengarkan permintaan semuanya. "Baiklah, kalian masuk dalam pasukan inti dibawah kepemimpinan Yorgun dalam pasukan dan hak wewenang kalian berada ditangan tuan putri Yourina." ucap Altha lantang dan mengakhiri pelantikan yang diadakan tanpa upacara resmi dengan disaksikan oleh semua prajurit.
"Terima kasih pangeran, terima kasih atas kebijaksanaannya." ucap semua prajurit yang dilantik dengan serempak.
"Yaris bawah semua prajurit yang terluka ke tenda ku, aku ingin memeriksa dan mengobati mereka semua." ucap Riri pada Yaris.
Dengan bantuan dari Yaris semua prajurit yang telah terluka dikirim kepada Riri untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan pengobatan yang terbaik. Semua prajurit yang terluka itu pun telah ditangani oleh Riri.
Altha didalam tendanya yang selalu mendapatkan laporan dari Yorgun tentang putri Yourina dan para prajurit yang telah ditanganinya membuat Altha terus berfikir dalam.
Diam - diam malam itu Altha pergi melihat ke tenda Riri yang lampunya masih menyalah dengan terang dan terlihat Jiyang sama Yaris juga yang lainnya masih sibuk membantu semua pasukan yang terluka.
Cara sekaligus alat - alat yang digunakan oleh Riri atau putri Yourina dalam mengobati semuanya yang bisa dibilang aneh oleh orang - orang yang telah dibantu dan ditolong oleh Riri atau putri Yourina membuat mereka meyakini kalau Riri atau putri Yourina benar - benar adalah sang Dewi dan master dalam dunia pengobatan. Dan mereka semua memberikan julukan pada Riri adalah tabib tangan ajaib.
"Tuan putri, tuan putri sangat hebat dan juga luar biasa. Kami awalnya hanya mendengar rumor saja dan sekarang kami melihatnya sendiri bahkan kami merasakan rasanya dirawat dan diobati oleh tuan putri. Kami yakin tuan putri adalah utusan dewa dan sang Dewi yang dikirim untuk membantu kami semua." ucap prajurit yang telah diobati oleh Riri.
"Kalian terlalu berlebihan." ucap Riri dengan datar karena Riri tak mau terlalu dekat dengan pasukan Altha.
"Kami tak berlebihan. Tuan putri adalah master dalam pengobatan dan seorang tabib tangan ajaib." ucap prajurit Altha dan disetujui oleh semua rekannya.
"Iya benar, tuan putri adalah tabib tangan ajaib. Dan mulai sekarang kami akan memberikan julukan itu pada tuan putri." ucap prajurit itu lagi dan Riri tersenyum.
"Jadi sekarang namaku adalah tabib tangan ajaib begitu." ucap Riri tersenyum lagi, "Boleh juga terima kasih semuanya atas nama panggilan barunya, sekarang kalian istirahatlah besok aku akan memeriksa kalian lagi." ucap Riri pada semua prajurit itu.
"Baik, selamat malam dan selamat istirahat tuan putri kami undur diri." ucap semuanya dan meninggalkan Riri sendiri.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 106 Episodes
Comments
Ajusani Dei Yanti
semangat thorrrr kuh
2022-12-15
1
Skaniallary
Semangatt trus.. Mampir yukk kak dinovelku "Gerbang Cinta" 😊
2022-07-15
3