"Putri Yourina, bagaimana dia bisa merubah orang - orang yang telah dianggap tak bisa memiliki kesempatan ini menjadi seorang yang kuat seolah mereka telah terlahir kembali. Dia sungguh hebat, apa yang akan dilakukan kak Altha jika,,,?" gumam pangeran Choi Yong menatap Riri atau Yourina sedang mengurus semua orang di barak pengasingan dengan sangat baik.
"Orang - orang yang terasingkan, aku rasa mereka adalah prajurit pilihan." gumam pangeran Choi Yong lagi menatap semua orang yang terlihat sangat kuat dan juga hebat.
"Anu, pangeran ketiga maaf, bolehkah saya bertanya sesuatu." Riri mendekati pangeran Choi Yong dan bertanya dengan hati - hati.
"Katakan apa yang ingin putri atau kakak ipar tanyakan dari ku." pangeran Choi Yong berdiri dan menjawab dengan semangat.
"Kalau putri ingin tau siapa yang akan aku dukung antara putri dan kak Altha aku pasti akan mendukung putri tapi,,, aku takut sama kak Altha karena dia kalau lagi marah sangat menakutkan." sambung pangeran Choi Yong dengan semangat menjelaskan.
Riri bernafas dalam sebelum memulai pertanyaan, menatap lurus pada pangeran Choi Yong dan berkedip beberapa kali, "Hem,,, saya ingin agar semua pasukan bisa kembali lagi ke medan perang, dan yang ingin saya tanyakan adalah bisakah pangeran ketiga membantu saya untuk memberikan kesempatan pada mereka untuk ikut berpartisipasi lagi" Riri menatap pangeran Choi Yong berfikir dalam.
"Tolong sampaikan pada pangeran Altha kalau mereka telah sembuh dan sehat kembali, dan mereka sangat ingin bisa berperang lagi." sambung Riri yang melihat pangeran Choi Yong lama berfikir.
"Maaf kakak ipar, kalau membantu mereka kembali aku tak bisa." pangeran ketiga menatap Riri dengan sulit, "Namun jika memberikan jalan untuk mereka agar bisa masuk lagi dan ikut berperang mungkin aku bisa, dengan selalu memberikan informasi kepada kakak ipar, selebihnya tergantung keberuntungan." jelas pangeran ketiga.
"Jalan ya,,," Riri melihat semua orang sedang bersama dan makan dengan akrab. "Kalau begitu tolong pangeran ketiga selalu kabari kepada saya, saya akan mencarikan kesempatan untuk mereka agar bisa kembali." ucap Riri penuh dengan percaya diri.
"Kalau begitu mohon bantuannya pangeran ketiga." ucap Riri lalu memberi hormat pada pangeran Choi Yong dan kembali lagi bergabung dengan yang lainnya.
"Tuan putri," pangeran ketiga tersenyum, "Menarik, sungguh luar biasa. Dia begitu peduli dengan mereka semuanya, apa jadinya jika kak Altha tau soal ini dan karakter putri yang sangat menarik ini." pangeran Choi Yong semakin tersenyum lebar.
...🍁🍁🍁...
"Pangeran lapor, pasukan di perbatasan sekarang dalam keadaan genting. Mereka semua sedang terkepung oleh pasukan musuh yang dipimpin oleh pangeran Cu Shang." jelas prajurit Altha yang dari perbatasan.
"Bagaimana dengan pasukan bantuan?" tanya Altha dengan rasa khawatir.
"Mereka sudah dikonfirmasi dan akan sampai dalam 3 hari lagi pangeran, namun takut waktu itu terlalu lama dan para pasukan tak lagi bisa bertahan." jelas prajurit itu lagi.
"Kenapa mereka datang begitu lama, bisa - bisa semuanya telah usai saat mereka semua datang." Altha menggebrak meja dengan sangat marah,
"Jang Yong, apa dia sengaja melakukan itu semua. Apa dia tak tau kalau keadaannya sekarang sangat genting. Dia benar - benar,,," Altha terlihat sangat marah.
"Apa yang harus kita lakukan sekarang pangeran? Jika kita pergi sekarang kemungkinan besar pasukan kita juga tak akan bisa menembus masuk dan membantu mereka." ucap Yorgun setelah memikirkan semua solusi.
"Kau benar, kita tak akan menembusnya kecuali jika pasukan kita lebih banyak dari mereka setidaknya kita masih bisa memukul balik semuanya." Altha terlihat bingung.
"Pasukan terkepung, daerah perbatasan itu tempatnya putri Yourina, jika aku mengirimkan pesan pada putri akan kah putri bisa keluar dan mengatasi semua masalah ini?" pangeran Choi Yong yang tanpa.sengaja mendengar percakapan kakaknya dengan para prajuritnya berfikir cukup lama.
"Salam pangeran ketiga." sapa seorang prajurit yang melihat pangeran Choi Yong didepan pintu ruangan pangeran Altha.
"Choi, masuklah." teriak Altha yang mendengar suara adiknya.
"Ahaha,,, halo kak aku dengar para pasukan diperbatasan sedang dalam masalah bolehkah aku tanya apa yang sedang terjadi?" tanya pangeran ketiga pada Altha dengan tersenyum seperti gayanya yang biasa terlihat sembarangan.
"Itu adalah urusan ku, katakan kenapa kau lari dan juga katakan dari mana saja kau selama 3 hari menghilang hem." tanya pangeran Altha menatap tajam pada pangeran ketiga Choi.
"Kak jangan terlalu meremehkan aku, begini - begini aku juga bisa berguna, siapa tau aku bisa membantu. Ayo katakan pada ku kak." pangeran Choi Yong merayu kakaknya pangeran Altha untuk mendapatkan info lebih banyak agar bisa mengirimkan pesan pada putri Yourina.
Altha menatap tajam kearah pangeran Choi Yong tanpa bersuara apa pun dan itu membuat pangeran Choi Yong berkidik, dengan pelan pangeran Choi Yong mendekati pangeran Altha dan tersenyum manis.
"Jangan marah lagi, aku tak lari dan melakukan sembarangan aku pergi kesuatu tempat karena rasa penasaran saja. Ayo sekarang katakan pada ku apa yang terjadi di perbatasan." rayu pangeran Choi Yong dengan memijat bahu pangeran Altha.
Altha melihat pada adiknya itu dengan tatapan semakin tajam, karena walau Altha sangat keras dan juga kejam dia tetap sangat lembut pada adiknya itu karena Altha sangat sayang pada pangeran ketiga Choi Yong.
"Ah, Yorgun katakan apa yang bisa aku lakukan dan ceritakan dengan jelas apa yang sedang dihadapi oleh pasukan kita di perbatasan." ucap pangeran ketiga ganti bertanya pada Yorgun yang berdiri tepat didepan meja.pamgeran Altha.
"Kalau pun tau kau tak akan bisa melakukan apa pun jadi sebaiknya kau diam saja dan jangan berkeliaran sembarangan." ucap Altha memegang kepala pangeran Choi dengan lembut.
"Cih, tak serut. Ayo kita taruhan, jika aku bisa mengatasi masalah diperbatasan biarkan aku mengikuti kamu perang, dan jika aku tak bisa maka aku akan ikuti semua kemauan mu bagaimana apa kakak menerima tantangan ku ini." pangeran Choi Yong masih bersih keras yang akhirnya pangeran Altha menuruti kemauan adiknya itu, karena pangeran Altha berfikir kalau adiknya tak akan pernah bisa melepas dan mengatasi masalah diperbatasan.
"Ok kak, aku akan mengirim orang yang aku percaya untuk maju kebarisan terdepan." ucap pangeran dengan senyum yang mistrius bagi Altha.
Dengan cepat pangeran Choi Yong mengirimkan surat kepada putri Yourina dan menceritakan semuanya apa yang telah terjadi pada pasukan di perbatasan pada saat ini yang telah mendapatkan serangan dari pasukan musuh sesuai dengan apa yang disampaikan oleh pangeran Altha secara mendetail.
...🍁🍁🍁...
"Apa yang harus kita lakukan saat ini? Pasukan bantuan belum juga datang dan kita telah terjepit, kalau sampai besok maka kita tak akan bisa bertahan lagi." ucap prajurit yang sudah merasa tak tau harus menemukan jalan keluar seperti apa.
"Benar, mereka sudah hampir sampai batas pertahanan kita dan pasukan bantuan masih juga tak terlihat." sambung rekan dari prajurit itu.
Saat para pasukan telah terkepung dan bertahan mati - matian untuk mempertahankan wilayah, serta sudah banyak dari mereka yang berjatuhan juga sudah putus asah dalam keadaan, ditempat lain dalam barak pengasingan Riri yang melihat hal itu merasa kasihan, dan dia memerintahkan pada para pasukan yang dia selamatkan untuk menunjukkan diri mereka dengan strategi tempur yang dia ajarkan pada mereka serta cara bertarung yang diajarkan oleh Yaris selama ini.
"Jadi Putri apa yang dikirimkan oleh pangeran ketiga itu benar adanya dan mereka memang sedang terkepung dan terdesak, dan pasukan bantuan juga belum sampai" ucap prajurit yang kemaren diminta oleh Riri untuk mengawasi perbatasan.
"Mungkin ini adalah serangan dadakan dia saat mereka semua sedang lengah." sambung Jiyang.
"Tak peduli apa yang mereka lakukan, yang jelas ini adalah kesempatan kalian, ingatlah lakukan dengan benar, kalian tau batas dari kemampuan kalian sendiri. Lakukan penyerangan dari pasukan terdepan dengan kemampuan lemah dan letakkan mereka yang memiliki kemampuan tinggi pada titik terdalam, sehingga saat mereka merasa menang dan hilang kewaspadaan barulah kita memukul balik mereka, seperti yang tadi Jiyang katakan serangan dadakan disaat mereka lengah." ucap Riri merundingkan strategi perang dan penyerangan pada semua orang.
"Baik sesuai dengan perintah putri." jawab Jiyang dan yang lainnya sebelum mereka berangkat ke medan perang untuk membebaskan kawan - kawan mereka yang sedang terhimpit dan terkepung.
"Semoga kalian semua berhasil, dan Yaris aku serahkan mereka pada mu. Bawah mereka kembali kepadaku dengan selamat." ucap Riri pada Yaris.
"Baik, serahkan semua pada ku putri" ucap Yaris dan memimpin pasukan terasing maju ke medan perang.
Setelah semuanya berangkat Riri pergi bersama dengan Yodon ke perkampungan dengan menyamar agar tak ketahuan kalau dirinya sedang bersembunyi, karena perintah Yaris menyarankan untuk putri pergi dari barak pengasingan demi menghindari hal yang tak diinginkan.
Dan dengan strategi yang pernah diberitahukan oleh Riri pada orang - orang yang telah terasingkan membuat mereka maju membantu para pasukan yang terkepung oleh pasukan musuh dengan metode penyerangan dan pertahanan dengan bentuk huruf V yang melakukan penyerangan dengan pasukan berkemampuan standar maju lebih dulu untuk memberi tau pada para musuh kalau pasukan bantuan telah datang dan sesuai dengan apa yang telah diprediksi oleh Riri para pasukan musuh mulai lengah dan menganggap remeh mereka.
"Pasukan bantuan mereka hanyalah pasukan lemah, ayo kita ambil alih semuanya dan kita lakukan dengan santai saja. wahahaha."
Para masukan musuh merasa berada diatas angin dengan kemenangan mereka yang semu, karena sebenarnya mereka semua sedang menghadapi krisis yang besar sebab hal besar sedang menunggu mereka semuanya.
"Aku dengar kita dapat bantuan namun pasukan itu juga telah dipukul mundur oleh pasukan musuh."
Para pasukan Altha juga mendengar hal itu dan mereka merasa kalau mereka tak akan bisa mempertahankan semuanya dan merasa sudah cukup berjuang.
"Kalian ingin mati konyol di sini atau berjuang lagi bersama dengan kami." ucap Yaris yang tiba - tiba saja muncul dan mampu menembus pertahanan pasukan musuh hingga sampai pada mereka semuanya yang telah pasrah pada nasib mereka.
"Yaris" semua pasukan merasa terkejud dan heran bagaimana Yaris bisa sampai pada mereka.
"Ini hanyalah jebakan, jika kalian mau membantu maka aku dan yang lain akan membebaskan kalian semua." ucap Yaris lalu pergi meninggalkan mereka dengan kebingungan.
Dan keesokan harinya sesuai dengan rencana serta metode dari Riri para pasukan terasingkan mulai melancarkan serangan balasan mereka sehingga membuat para pasukan yang terasingkan berhasil memukul mundur pasukan musuh dan membawah kembali para pasukan yang tadi telah terhimpit dan terkepung oleh musuh.
"Kita memang, kita menang.!" teriak semua pasukan terasingkan dengan sangat seru dan itu membuat semua pasukan Altha yang terhimpit merasa terkejud, disaat mereka dalam kebingungan mereka telah diselamatkan dan keluar dari cengkraman musuh.
Dan hal itu pun juga terdengar oleh Altha yang sedang memimpin pasukannya untuk membantu. Altha yang baru sampai dipertengahan jalan merasa terkejud dengan kabar itu dan dia menunggu semuanya dalam barak.
"Pangeran mereka semua datang." lapor Yorgun yang melihat semua pasukan kembali dengan selamat walau ada beberapa dari mereka yang telah tumbang dan terluka.
"Lapor pangeran semua telah selamat dan perbatasan dalam keadaan terkendali." ucap Jiyang melaporkan pada Altha.
"Jiyang, kau,,," Altha terdiam dan menatap Jiyang, "Katakan apa yang kau inginkan." sambung Altha lagi.
Mendengar itu Jiyang melirik pada teman - temannya dan mereka semua langsung berkata dengan serempak dihadapan Altha. "Pangeran kami mengajukan permohonan untuk kembali lagi ke medan perang membantu yang lainnya." ucap semuanya serepak.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 106 Episodes
Comments
Ajusani Dei Yanti
semangat thorrrr kuh keren
2022-12-15
1
Hasan
lanjut
2022-10-03
2