Setelah beberapa hari di kota yang telah dibebaskan oleh Altha dari sebuah bencana pemberontakan hampir semua dari penduduknya telah berbondong - bondong ingin pergi ke perbatasan. Altha yang melihat itu merasa heran, karena orang - orang yamg harusnya merasa tenang setelah kotanya damai, malah justru ingin pergi ke perbatasan yang lagi ramai dan tegang dengan peperangan. Dan yang dikabarkan oleh prajuritnya para penduduk pergi karena putri Yourina.
"Apa yang terjadi sebenarnya, bagaimana bisa orang seperti Youri." Altha berfikir dan mengingat lagi soal Yourina sebelum dikirim kedalam istananya sebagai tunangannya.
"Seingat ku Youri tak pernah belajar tentang ilmu pengobatan, dan dia juga merupakan putri yang buruk serta sombong dan juga tak memiliki kemampuan apa pun." gumam Altha mengingat lagi tentang putri Yourina.
"Pangeran apa mungkin itu hanyalah akal - akalan saja." ucap Yorgun yang merupakan kapten dalam pasukan Altha.
"Tidak, karena Jiyang juga pernah bilang kalau putri membantunya dan pergi mencari tanaman obat untuk semua orang di barak pengasingan. Jiyang tak mungkin bicara sembarangan, namun ini terlalu besar kabarnya." ucap Altha yang masih meragukan kabar itu dan Altha juga merasa kaget dan heran dengan pencapaian putri Yourina.
Disaat Altha sedang bingung dan memikirkan apa yang dikatakan oleh prajuritnya mengenai putri Yourina yang tiba - tiba saja telah menjadi orang yang namanya disebut - sebut di segala pelosok kota, di tempat pengasingan Riri atau putri Yourina sedang berlatih dengan sangat serius bersama dengan Yaris dan yang lain.
"Aku tak tau kenapa tiap kali putri memberiku sebuah obat tenagaku serasa kembali dan lebih baik lagi." ucap Jiyang dengan sangat bangga.
"Iya benar aku pun juga."
"Iya aku juga begitu."
Semua orang sedang membahas soal obat yang selalu diberikan oleh Riri atau putri Yourina pada mereka semua setiap hari. Dan semua orang merasa sangat senang sejak ada Riri atau putri Yourina bersama dengan mereka.
"Kalian kemarilah semua." panggil Riri pada semua orang yang sedang berlatih bersama dengan Yaris.
"Iya Putri ada apa?" Jiyang lebih dulu mendekati putri Yourina yang sedang menulis disebuah kertas.
"Jiyang, Yaris dan yang lainnya perhatikanlah ini. Ini adalah gambar model penyerangan, aku mempelajari ini dengan permainan yang sering muncul didalam mimpi ku." ucap Riri menunjukkan sebuah gambar yang dia gambar dari tadi.
"Putri, apa putri ingin kami kembali lagi masuk dalam pasukan perang?" tanya Jiyang menatap Riri.
Riri bernafas dalam dengan senyumannya yang selalu terlihat hangat bagi mereka semuanya, "Ya, aku ingin kalian bisa kembali masuk dalam pasukan perang. Dan aku yakin kalian akan jadi prajurit terbaik pada akhirnya nanti, aku akan mencari cara bagaimana kalian bisa kembali dan masuk lagi dalam barisan perang. Karena aku tau kalian sangat ingin berpartisipasi lagi dalam peperangan." ucap Riri dengan menatap semuanya, namun mereka semua menundukkan kepala seolah mereka ragu dengan keinginan mereka yang sangat mereka inginkan itu karena mereka telah jadi prajurit yang telah diasingkan atau kata kasarnya adalah dibuang.
"Sejak aku merawat kalian sampai sekarang sudah berapa lama?" tanya Riri dan itu membuat mereka bingung
"Sudah 6 bulan tuan putri." jawab Yaris dan yang lain mengangguk.
"Sudah 6 bulan ya, kalian sudah sembuh dan normal lagi. Kalian juga bisa beraktifitas seperti biasa lagi, jadi tak akan ada yang bisa meremehkan kalian semua." ucap Riri menatap semuanya dengan tatapan penuh dengan keyakinan dan kepercayaan.
"Kalian adalah seorang kesatria, kalian prajurit. Dan dalam diri seorang prajurit tak boleh ada kelemahan, kalian harus percaya diri dan selalu yakin jangan pernah merasa ragu dalam hati kalian, karena kekuatan yang terpenting adalah rasa percaya diri. Dan aku sangat percaya dengan kalian semuanya, bahwa kalian adalah orang - orang yang terpilih." ucap Riri yang ada didalam diri putri Yourina untuk memberikan semangat dan rasa percaya diri pada semua orang yang telah diasingkan atau dibuang.
"Terima kasih putri, terima kasih atas kepercayaan putri kepada kami semua." ucap Jiyang penuh dengan rasa haru.
"Iya, dan aku juga sangat yakin dengan bimbingan atau pelatihan yang selama ini diberikan oleh Yaris kalian akan jadi orang yang hebat. Jadi jangan menyerah suatu hari nanti kalian pasti akan bisa kembali lagi kedalam pasukan dan akan berada dalam barisan terdepan sebagai seorang prajurit terhebat." ucap Riri dan tersenyum menatap semua orang.
Sebuah dukungan dari Riri telah menjadikan suntikan moral pada semua orang sehingga membuat mereka lebih bersemangat lagi untuk menjadi yang terbaik, mereka jadi lebih giat lagi berlatih setiap hari.
"Eh, Yaris kenapa kau di sini? Tuan putri mana?" tanya Jiyang yang lagi berburu hewan untuk dijadikan makanan nanti malam.
"Tuan putri ada di sungai lagi mandi." jawab Yaris yang lagi duduk santai disebuah batu besar.
"Haaah, tuan putri memang aneh. dia lebih suka langsung mandi di sungai dari pada berendam." Jiyang ikut duduk dan merebahkan tubuhnya.
"Kau dapat apa?" tanya Yaris pada Jiyang yang terlihat santai.
"Aku dapat ular, nanti kita akan makan daging ular." jawab Jiyang dengan bangga.
"Apa kau mau tuan putri memarahi mu lagi ya. Tuan putri kan tak suka dengan daging ular." ucap Yaris menatap Jiyang kesal.
"Hey, tidak. Untuk putri aku sudah mendapatkan daging kelinci dan ayam hutan." jawab Jiyang takut melihat tatapan Yaris.
"Yaris..!" teriak dari Riri yang bisa didengar oleh Yaris namun Jiyang tak dengar.
"Yaris kenapa?" tanya Jiyang yang kaget melihat Yaris langsung melesat.
"Putri." Yaris langsung datang dan memeluk Riri dengan erat dan menatap seseorang yang berdiri didepan Riri dan juga dirinya.
"Yaris, putri." Jiyang berhasil menyusul Yaris.
"Eh, pangeran ketiga?" Jiyang kaget melihat pangeran ketiga berdiri didepan putri Yourina dan juga Yaris.
"Jiyang? Ini benar kamu Ji? Wah sungguh luar biasa kamu benar baik - baik saja." ucap pangeran ketiga dengan terkagum - kagum melihat dan memutar tubuh Jiyang.
"Putri kenakan pakaian putri dulu." ucap Yaris menyerahkan baju Riri yang tergeletak di atas batu.
"Iya, jaga aku." ucap Riri berjalan kebalik batu dan mengganti pakaiannya yang basah dengan yang bersih.
"Yaris tolong ikatkan." ucap Riri meminta tolong pada Yaris untuk selalu mengikat tali dibelakang tubuhnya.
"Katakan jadi dia adalah kakak ipar ku, putri Yourina tunangan kak Altha?" tanya pangeran ketiga menatap Riri yang berdiri dibalik tubuh Yaris.
"Kakak ipar maaf kalau tadi aku mengagetkan mu, namaku Choi Yong pangeran ketiga orang yang paling takut dengan kak Altha." ucap Choi Yong memperkenalkan diri pada Riri atau Yourina.
"Baiklah, ayo kita balik dulu ke barak." ucap Riri dan mereka pun kembali lagi ke barak bersama.
Selama perjalanan pangeran ketiga terus mengawasi putri Yourina dan juga Yaris yang terlihat menempel pada putri Yourina. Dan pangeran ketiga merasa kasian pada kakaknya Altha yang merupakan tunangan putri Yourina namun tak mendapatkan kepercayaan seperti Yaris yang terlihat sangat dipercaya oleh putri Yourina.
Saat tinggal di barak pengasingan pangeran Choi Yong mulai menilai kalau Riri atau Yourina telah jadi pimpinan dari kelompok para orang - orang yang berada di barak pengasingan.
"Ini gila, dia benar - benar seorang wanita yang sungguh sangat luar biasa." gumam pangeran Choi Yong melihat Riri atau Yourina dalam menghadapi dan mengurus semua orang di barak pengasingan.
"Jiyang kau sangat percaya pada putri Yourina ya?" tanya pangeran Choi Yong pada Jiyang.
"Putri, ya bukan hanya aku saja tapi semua juga, karena kami semua sangat mengagumi, memuja dan juga sangat percaya pada tuan putri." jawab Jiyang langsung tanpa ragu.
"Apakah kau sudah bersumpah pada dia?" tanya pangeran Choi Yong lagi pada Jiyang dengan menatapnya dalam.
"Iya dan kami semua juga telah berjanji serta bersumpah setia pada tuan putri yang sangat luar bisa dan aku juga yakin tuan putri adalah utusan dewa yang memiliki tangan ajaib. Tuan putri selalu memperhatikan kami semuanya." jawab Jiyang tersenyum melihat Riri atau Yourina yang sedang berkumpul dan berbincang dengan teman - temannya yang lain.
"Apakah dia benar - benar seperti yang dirumorkan selama ini aku dengar?" tanya pangeran Choi Yong yang masih tak percaya bahwa seorang wanita dan tunangan kakaknya yang katanya tak memiliki kemampuan apa pun itu telah menjadi seorang wanita yang terlihat sangat tangguh dan juga sangat mengagumkan.
"Bagaimana dia bisa merubah orang - orang yang telah dianggap tak bisa memiliki kesempatan ini menjadi seorang yang kuat seolah mereka telah terlahir kembali. Dia sungguh hebat." gumam pangeran Choi Yong menatap Riri atau Yourina sedang mengurus semua orang di barak pengasingan dengan sangat baik.
"Orang - orang yang terasingkan, aku rasa mereka adalah prajurit pilihan." gumam pangeran Choi Yong lagi menatap semua orang yang terlihat sangat kuat dan juga hebat.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 106 Episodes
Comments
Ajusani Dei Yanti
lanjut thorrrr kuh
2022-12-15
1
AbC Home
karena udah beberapa bab lebih baik panggilan cewek ny satu aja pake riri atau pake yorin
jgn selalu ditulis" riri atau yourin"
2022-08-19
3
Hikmah Bae Ya
suka banget rhor sampe" marathon niih. maap yah gak komen" 🤭 saking serunya
2022-08-02
4