Dan saat hari yang tak diketahui tiba - tiba saja Altha datang melihat ketempat Riri atau putri Yourina dibuang. Dengan dikawal oleh beberapa prajurit Altha melihat ketempat pengasingan. Sementara Riri yang ada didalam tubuh putri Yourina sedang bersembunyi untuk menghindari agar tak bertemu dengan Altha. Dan semua orang yang ada disitu membantu Riri atau putri Yourina dalam bersembunyi.
"Pangeran" sapa Jiyang yang menyambut kedatangan Altha dan pasukannya.
Pada awalnya Jiyang adalah seorang prajurit terbaik didalam pasukan Altha sebelum dia terjebak dan mendapatkan luka yang tak bisa disembuhkan karena lukanya telah terinfeksi, sehingga Altha pun menyerah dan membawah Jiyang ke lembah pengasingan agar tak mengganggu yang lainnya sesuai dengan permintaan dari Jiyang sendiri.
"Ji, bagaimana dengan yang lain?" tanya Altha tak berani menatap Jiyang karena dia merasa bersalah pada Jiyang.
"Seperti yang pangeran lihat sekarang." jawab Jiyang dengan menunduk dihadapan Altha.
"Bangun lah Ji, nanti lukamu akan terasa semakin sakit." Altha membantu Jiyang berdiri, dan melihat kening Jiyang yang masih diikat dengan kain dari sobekan baju Riri atau putri Yourina. "Aku senang kamu udah lepas dari luka infeksi itu." ucap Altha menatap Jiyang.
"Terima kasih pangeran atas perhatiannya." ucap Jiyang menunduk memberi hormat. "Ini semua berkat kerja keras putri selama ini merawat saya." sambung Jiyang dengan nada bangga.
"Sul,,," Altha seolah sedang mencari seseorang.
Jiyang menunduk dan mengepalkan tangannya, bibir Jiyang bergetar saat dia teringat akan kepergian rekannya yang telah lebih dulu meninggalkan dirinya dan membuat putri Yourina histeris disamping jasad rekannya itu.
Altha menatap Jiyang yang tak bergerak, dan saat Altha mengedarkan pandangannya dia juga melihat raut wajah sedih diwajah semua orang yang ada di barak pengasingan itu. Tatapan Altha pun mendapati sebuah kain yang tergantung dan terlihat berterbangan karena ditiup angin.
"Putri," gumam Altha yang pada akhirnya sadar kalau dia datang ke barak pengasingan ini ingin mencari Yourina.
"Jiyang terlepas dari Sul, aku kesini untuk melihat putri. Apakah kau tau dimana dia? Kenapa aku tak melihatnya dari sejak datang tadi." ucap Altha mengalihkan pembicaraan.
"Putri, dia baik - baik saja dan sekarang sedang pergi untuk mencari tanaman obat bersama dengan Yaris untuk kami semua." jawab Jiyang yang masih tertunduk.
Altha sedikit terkejud dan berfikir sambil duduk di kursi yang tadi diambilkan oleh Jiyang, "Dia membantu kalian semua yang ada di sini?" tanya Altha bingung, karena sesuai dengan karakter putri dia tak akan mau membantu orang lain selain dirinya sendiri.
Sementara didalam persembunyiannya Riri sedang bersantai dengan menikmati buah hasil dia memetiknya sendiri langsung dari pohon liar di hutan. Dan Yaris yang ada bersamanya terus saja waspada karena takut kalau nanti majikannya itu dalam bahaya.
"Yaris ayo kita petik beberapa buah lagi yang sudah masak untuk dibawah kembali ke barak, mereka pasti sudah menunggu dengan sangat kelaparan." ucap Riri meminta pada Yaris untuk memetikkan beberapa buah lagi.
"Baik, putri. Tunggu di sini aku akan memetiknya untuk putri." jawab Yaris dengan patuh dan langsung bertindak untuk memetik buah dengan cepat menggunakan teknik berpedang-nya.
"Yaris aku cari tempat buat membawah semua buah ini ya." ucap Riri dan lari pergi masuk kedalam hutan paling dalam lagi untuk mencari plastik atau kantong yang bisa digunakan untuk membawah semua buah - buahan yang dikumpulkan oleh Yaris.
"Yaris...!" teriak Riri dari dalam hutan dan dengan cepat Yaris melesat mendatangi Riri yang sedang berteriak.
"Putri, apa apa?" tanya Yaris dengan panik.
"Ada orang yang terluka, aku akan membantu mereka kamu tolong jaga sekitar jangan sampai ada orang yang melihat ku." ucap Riri memerintahkan pada Yaris.
"Baik." Yaris degan cepat mengumpulkan batang - batang pohon rimbun untuk menutupi Riri yang sedang membantu untuk menolong orang yang sedang terluka.
"Yaris sudah, ayo cepat pergi." ucap Riri saat dia telah selesai membantu ke 2 orang yang sedang terluka dan tak sadarkan diri itu.
"Putri apa tak masalah melakukan itu pada mereka? Bagaimana jika mereka tak tau caranya melepaskan ikatan mereka pada luka yang putri tutup dengan benang itu?" tanya Yaris khawatir karena selama ini semua orang yang lukanya dijahit oleh Riri selalu dibuka ikatannya saat luka meraka telah sembuh dan mengering.
"Tak masalah, nanti jika luka mereka sembuh benang itu akan lepas dengan sendirinya, dan untuk itu semua tergantung dari diri mereka sendiri. Yang terpenting aku sudah membatu mereka, ayo cepat balik pasti pangeran kejam itu sudah pergi dari barak." ucap Riri memunguti buah yang tadi dipetik oleh Yaris.
Benar saja saat Riri melihat dari jauh kedalaman hutan bajunya yang dia gantung sudah dilepas, yang artinya pangeran telah pergi meninggalkan tempat itu.
...🍁🍁🍁...
Didalam tenda di barak pasukan tempur pangeran Altha sedang berfikir keras atas apa yang diucapkan oleh Jiyang padanya tadi siang saat dia datang ke barak pengasingan dan bertanya soal keadaan putri.
"Putri, dia baik - baik saja dan sekarang sedang pergi untuk mencari tanaman obat untuk kami semua." jawab Jiyang yang teringat didalam ingatan Altha.
"Putri, dia membantu mereka semua yang ada di sana. Dan terlihat mereka tak terganggu dengan keberadaan putri, apa benar dia adalah putri Yourina? Atau jangan - jangan karena takut pada mereka makanya dia jadi membantu mereka semua." Altha berfikir sangat dalam, karena sesuai dengan karakter putri yang diketahui oleh Altha selama ini adalah putri tak akan mau membantu orang lain selain dirinya sendiri.
"Tapi tadi Jiyang bilang, kalau putri pada awalnya tak biasa apa - apa." gumam Altha mengingat lagi katan- kata Jiyang.
"Benar pangeran, memang pada awalnya putri tak bisa berbuat apa - apa saat dia tiba di barak ini, tapi sehari setelahnya putri sangat bekerja keras untuk kami semua yang ada di sini karena asupan makanan dihentikan kemari jadi Putri Youri berinisiatif untuk mencari makanan dan juga memberi kami makan." jawab Jiyang dengan nada bangga.
"Tidak sering, tapi sesekali putri juga pergi mencarikan tanaman obat untuk membantu kami mengobati luka - luka kami." sambung Jiyang lagi.
Altha terus saja berfikir atas dengan apa yang dikatakan oleh Jiyang, karena Altha sangat mengenal Jiyang. Semua yang dikatakan oleh Jiyang tak mungkin bohong, dan lagi dari baju yang tadi digantung terlihat kain itu sudah banyak sobek di sana sini, dan sebagian dari potongan kain baju itu terikat pada kening Jiyang untuk menutupi luka Jiyang.
"Pangeran makan malamnya." ucap prajurit yang mengantarkan makanan untuk Altha kedalam tendanya.
"Apa asupan makan untuk barak pengasingan benar - benar dihentikan total?" tanya Altha dengan nada menyelidik.
"Benar pangeran, sesuai dengan instruksi dari pangeran semuanya telah dihentikan." jawab prajurit itu dengan tegas.
"Baik, kau boleh pergi." ucap Altha setelahnya.
...🍁🍁🍁...
"Yaris ayo pergi lagi kita mencari makanan lagi dan juga tanaman obat." Riri bersiap untuk pergi kedalam hutan lagi bersama dengan Yaris keesokan paginya.
Didalam perjalanan tiba - tiba saja Riri tanpa sengaja menemukan seseorang yang yang lagi - lagi terluka karena senjata yang sengaja dipasang sebagai perangkap binatang buas.
"Apakah anda tak apa tuan?" tanya Riri dengan lembut pada orang yang kakinya terkena anak panah itu.
"Ti-tidak, saya hanya terkana anak panah pada bagian kaki saja." jawab orang itu menahan rasa sakit.
"Saya akan membantu, tolong bertahanlah." ucap Riri yang dengan cepat mencabut anak panah itu lalu menekan luka orang itu agar darahnya tak banyak keluar.
"Jangan kaget, saya akan mengobati anda tapi setelah itu tolong jaga kebersihan anda." ucap Riri yang mulai membantu orang itu mengobati lukanya.
"Putri ayo." ajak Yaris setelah Riri selesai mengobati orang itu.
Dan tidak hanya sekali dua kali Riri bertemu dan membantu orang hingga tak terasa ada begitu banyak orang yang dibantu oleh Riri dengan sekuat tenaga, karena Riri ingin dengan kemahirannya dan kemampuannya itu dia bisa meringankan beban orang lain dan membantu mereka yang kesusahan.
Sementara tanpa sepengetahuan dari Riri, semua orang yang telah dia tolong dan dia bantu mulai menaruh kepercayaan pada Riri atau putri Yourina yang telah dirasuki oleh Riri. Mereka semua berjanji akan melindungi Riri dengan sekuat tenaga mereka, dan mereka percaya kalau Riri atau yang mereka kenal sebagai putri Yourina tak seperti yang telah dirumorkan selama ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 106 Episodes
Comments
Hasan
🤣🤣🤣sekutu si riri tambah besar saja nih
2022-10-03
2
Shinta Agustina
namanya ganti aja pakek yourina,bukan riri lagi,bacanya jlibet,smoga suksesss
2022-08-25
3
itha Nurhayati 😎
seru ceritanya.. lanjut Kaka 🥰🥰 semangat terus 😉🤗
2022-07-01
4