7. Bantuannya

Setiap orang berhak untuk memilih jalan hidupnya sendiri, begitu juga dengan Jeff. Dia berhak mengikuti kata hatinya untuk berpisah dengan Laras.

Dia baru menyadari sekarang jika hubungannya dengan Laras bukanlah suatu hubungan yang sehat. Mereka hanya bercinta tanpa ada rasa apapun di hati Jeff kecuali napsunya.

“Sedang melamunkan apa, Jeff.” Seorang pria tua menyentuh bahu Jeff dari belakang yang berhasil membuat sang empu terlonjak.

Jeff menoleh untuk menjawab pertanyaan itu. “Bukan apa-apa, Kek. Aku hanya sedang melihat taman bunga yang dibuat Nenek,” jawabnya.

Kakeh Adhinata mengulas senyum singkatnya. Dia kembali teringat dengan mendiang istrinya yang meninggalkannya hampir dua tahun lalu.

“Bukankah indah?” tanya Kakek Adhinata. Matanya menerawang jauh seolah melihat bagaimana masa depan jika istrinya masih mendampinginya.

“Sangat indah. Itulah kenapa aku sangat suka menatapnya.” Mereka berdua kembali terdiam. Kakek Adhinata merangkul bahu Jeff untuk duduk sambil menikmati pemandangan itu.

“Bagaimana kabar Kakek?’ tanya Jeff. Meskipun sudah lanjut usia, tapi Kakeknya ini terlihat sangat sehat dan bugar.

“Seperti biasa. Kakek baru kontrol kemarin untuk bulan ini,” jelasnya. Nyatanya apa yang dilihat Jeff bukan suatu kebenaran. Kakeknya memiliki penyakit jantung yang menyebabkannya harus melakukan kontrol setiap bulannya.

“Apakah dokter mengatakan hal yang menyenangkan?” Jeff kembali bertanya.

“Tak ada. Dia hanya terus menyuruhku memakan obat-obat itu,” kesal Sang Kakek. Jeff yang melihat itu hanya terkekeh. Dia tahu obat itu sangat tak enak, tapi jika Kakeknya mengabaikan itu, juga tak akan baik untuknya.

“Bagaimana dengan sekolahmu?” Kali ini Jeff yang harus memutar otaknya untuk menjawab pertanyaan Kakek Adhinata.

“Tak ada yang istimewa. Setiap harinya hanya seperti itu, tapi setidaknya aku merasa menjadi diriku sendiri di sana.” Tanpa meminta penjelasan Sang Cucu, Kakek Adhinata mengerti ke mana arah pembicaraan Cucunya itu.

“Ada apa lagi di rumah?” Jeff bergeming. Entah dia harus mengatakan yang sebenarnya atau tidak kali ini.

“Tanpa aku menjelaskannya pun, Kakek sudah tahu dengan pasti apa yang terjadi. Dan aku tak bisa berbuat apa-apa untuk itu.” Kakek Adhinata sangat tahu kondisi Jeff, itulah mengapa dia selalu ada di belakang Jeff untuk memperhatikan pria itu.

“Jangan hiraukan mereka. Biar aku yang mengurusnya. Kau, lakukan apapun yang kau inginkan.”

Jeff berbalik menatap netra Kakeknya. Inilah tujuan sebenarnya kedatangannya ke rumah Kakeknya.

“Sebenarnya aku menginginkan sesuatu, tapi aku tak bisa mendapatkannya tanpa bantuan Kakek,” ucap Jeff.

“Apa yang kau inginkan?” tanya Kakeknya menatap dalam netra pria itu. Dia berharap Cucunya tak menginginkan hal yang macam-macam.

“Kakek mengenal keluarga Surawisesa, kan?” tanya Jeff hati-hati. Adhinata mengerutkan keningnya merasa heran dengan pertanyaan Cucunya yang tiba-tiba tentang keluarga Surawisesa.

“Tentu saja. Mereka pernah menjadi mitra kerjaku. Kenapa dengan mereka? Apa mereka melakukan hal yang macam-macam?” tanya Adhinata.

Jeff dengan cepat menggelengkan kepalanya. “Mereka tak melakukan apapun, hanya saja beberapa hari lalu orang tuanya datang padaku dan menitipkan putri mereka. Putrinya siswa bar di sekolahku,” jelas Jeff.

Kakek Adhinata semakin tak mengerti dengan arah pembicaraan Cucunya ini. Dia terdiam dan menunggu Jeff melanjutkan penjelasannya.

“Kakek tahu? Sepertinya aku menyukainya.” Seketika Kakek Adhinata tersenyum simpul. Akhirnya maksud dan tujuan Jeff datang ke sana sudah tersampaikan.

“Ada lagi yang ingin kau sampaikan padaku?” Kakek Adhinata kembali bertanya karena dirasa penjelasan Cucunya belum tuntas.

“Boleh aku meminta bantuan Kakek untuk mendekatkanku dengannya?”

**** 

Hari ini Jeff kembali melakukan rutinitasnya. Kemarin sore setelah dia berbicara dengan Kakeknya, dia menginap di rumah Kakeknya.

Dengan langkah lesu Jeff memasuki ruangannya. Sebelum kelasnya, dia harus mengembalikan semangatnya.

“Ke kantin sepertinya bukan ide yang buruk,” ucapnya pada dirinya sendiri sambil beranjak dari sana.

Suasana di kantin tak terlalu ramai, hanya ada segelintir siswa karena hari memang masih pagi.

“Bila! Punya gue nitip ya!” Sebuah teriakan berhasil mengalihkan atensi Jeff yang saat itu tengah memesan. Dia mencari asal suara itu dan kemudian mencari arah yang dituju orang itu.

Di sana tepat di samping kanannya, Salsabila Auristela berdiri dengan dompet kecil di tangannya.

Jeff seketika membeku. Entah kenapa dia sepertinya sangat terpesona dengan gadis satu ini. Tapi sedetik kemudian dia mengalihkan pandangannya berusaha terlihat biasa saja.

Sementara Bila menengok ke arah samping kirinya karena dirasa ada sosok yang menjulang tinggi di sana. Dan benar saja, sosok Guru yang waktu itu melecehkannya kini ada di sampingnya dan berlaga seperti tak mengenalnya.

Bila tak mempermasalahkan hal tersebut. Dia kembali fokus dengan apa yang sedang dibelinya dan kembali ke bangku di mana teman-temannya duduk setelah selesai dengan pesanannya.

“Tuh kan apa gue bilang, Pak Jeff tuh pesonanya gak main-main. Gak apa-apa deh gue kalau diculik dia,” ucap Stevani. Setidaknya itulah yang Bila dengar ketika dia sampai di depan teman-temannya.

“Kalau pendapat lo yang ini gue setuju!” tegas Keisya. “Menakutkan,” desis Bila. Kata itu  tentu saja dia tujukan untuk Guru Bahasa Inggrisnya itu. Dia berharap teman-temannya tak mendengar apa yang dikatakan Bila.

“Apa Bil?” tanya Keisya. Dia mendengar Bila berbicara namun tak terlalu jelas.

“Emm bukan apa-apa. Ayo makan!” Momentum yang tepat, makanan mereka datang setelah Keisya bertanya demikian.

Karena perut mereka yang sudah kosong, akhirnya Keisya mengabaikan perkataan Bila dan memilih fokus dengan makanannya.

Mereka menyantap makanannya dengan tenang. Sementara Jeff di sana terus memandangi Bila yang sedang memakan makanannya.

“Sepertinya kali ini aku tak salah pilih. Dia sangat cantik,” ucapnya. Jeff segera meninggalkan kantin begitu selesai dengan urusannya. Dengan keadaan kantin yaang semakin penuh dia juga tak betah berada di sana terlalu lama.

Sementara Bila dan teman-temannya masih di sana membahas segala macam topik yang membuat mereka tertawa bersama. Kali pertama Bila merasakan sebuah pertemanan yang menurutnya tulus.

“Bawa baju olah raga gak?” tanya Stevani. “Bawa dong,” jawab Keisya yakin. Bila hanya menganggukkan kepalanya dan kembali meminum minuman yang ada di hadapannya.

“Curiga olah raga kali ini kita bakal digabung sama kelas sebelah.” Bila dan Stevani menatap Keisya untuk memastikan alasannya.

“Kenapa?” tanya Bila.

“Gak tahu juga sih. Cuma kemarin lihat kelas lain juga digabung sama yang punya jadwal sama,” jelas Keisya.

Keduanya mengangguk setelah mendengar alasannya. Seperti yang telah mereka bicarakan, kali ini adalah jam mereka untuk olah raga.

Semua siswa di kelas Bila mulai mengganti bajunya dengan setelan olah raga. “Padahal baru masuk, udah kekecilan aja tuh baju.” Bila yang mendengar pernyataan seperti itu sedikit risih karena orang itu seperti sedang melecehkannya.

“Namanya juga olah raga, ya kali lo olah raga pake gamis!” kesal Stevani.

Episodes
1 1. Perkenalan
2 2. Alone
3 3. Real Happiness
4 4. Pertanggung Jawaban
5 5. Guru Aneh
6 6. Malam Panjang
7 7. Bantuannya
8 8. Ancaman
9 9. Rasa Takut
10 10. Bimbingan Belajar
11 11. For The First Time
12 12. Official
13 13. Cemburu
14 14. Tragedi Bilik Toko
15 15. You're Mine
16 16. Merajuk
17 17. Bersamamu
18 18. Our Dating
19 19. Raveno Tahu
20 20. Permen Kapas
21 21. Kamar Mandi
22 22. Making Love
23 23. Tanda
24 24. Terabaikan
25 25. Seorang Anak
26 26. Pencarian
27 27. Sesal
28 28. Tamparan Keisya
29 29. Raveno dan Melinda
30 30. Akankah Berjumpa
31 31. Pertemuan Awal
32 32. Takut Bertemu
33 33. Bertemu Denganya, Lagi
34 34. Hamil??
35 35. Pelajaran Untuk Jeff
36 36. Lari Lagi
37 37. Raveno Si Pria Tengil
38 38. Tamparan seorang sahabat
39 39. Pesan Dari Bila
40 40. Pendusta
41 41. Membujuk Bila
42 42. Cerita Masa Lalu dan Jeff
43 43. Hari Pulang Ke Rumah
44 44. Apology
45 45. Perjuangan
46 46. Bertemu Sahabat
47 47. KDRT
48 48. Khawatir
49 49. Kembali Bersama
50 50. Manja
51 51. Cek Kandungan
52 51. List Pertanyaan
53 52. Meminta Saran dan Bantuan
54 53. Bukan Meminta Izin, Hanya Memberitahu
55 54. Rumah Ternyaman
56 55. Surat Undangan
57 56. Benarkah?
58 57. The Day
59 58. Anak Keras Kepala
60 59. Raveno Tahu
61 60. Hukuman
62 61. Mulai Peduli
63 62. Khawatir
64 63. Lampu Hijau Calon Mertua
65 64. Kenapa?
66 65. Gibah
67 66. Rumah Baru
68 67. Persiapan
69 68. Mulai Peduli
70 69. Syukuran
71 70. Terbongkar
72 71. Cerita Keluarga Jeff
73 72. Keburukan Ayah Melinda
74 73. Izin Kepada Ayah
75 74. Bukti Transfer
76 75. Apartemen
77 76. Perjuangan dan Penolakan
78 77. Kedatangan Laras
79 78. Kecewa
80 79. Victor dan Nasihatnya
81 80. Bersama
82 81. Berbohong
83 82. Tanpa Jeff
84 83. Sangat Kecewa
85 84. Sebuah Perbedaan
86 85. Kesalah Pahaman
87 86. Perang Dingin
88 87. Masih Dingin
89 88. Latihan Basket
90 89. Kiss
91 90. Kecelakaan
92 91. Panik
93 92. Membaik
94 93. Rumah
95 94. She's My Sister
96 95. Terungkap
97 96. Meminta Maaf
98 97. Kedekatan Raveno dengan Bila
99 98. Jatuh Cinta
100 99. Tiga Tahun
101 100. Kuliah Bareng
102 101. Laras dan Kehidupannya
103 102. Azka POV
104 Pengumuman!!!
Episodes

Updated 104 Episodes

1
1. Perkenalan
2
2. Alone
3
3. Real Happiness
4
4. Pertanggung Jawaban
5
5. Guru Aneh
6
6. Malam Panjang
7
7. Bantuannya
8
8. Ancaman
9
9. Rasa Takut
10
10. Bimbingan Belajar
11
11. For The First Time
12
12. Official
13
13. Cemburu
14
14. Tragedi Bilik Toko
15
15. You're Mine
16
16. Merajuk
17
17. Bersamamu
18
18. Our Dating
19
19. Raveno Tahu
20
20. Permen Kapas
21
21. Kamar Mandi
22
22. Making Love
23
23. Tanda
24
24. Terabaikan
25
25. Seorang Anak
26
26. Pencarian
27
27. Sesal
28
28. Tamparan Keisya
29
29. Raveno dan Melinda
30
30. Akankah Berjumpa
31
31. Pertemuan Awal
32
32. Takut Bertemu
33
33. Bertemu Denganya, Lagi
34
34. Hamil??
35
35. Pelajaran Untuk Jeff
36
36. Lari Lagi
37
37. Raveno Si Pria Tengil
38
38. Tamparan seorang sahabat
39
39. Pesan Dari Bila
40
40. Pendusta
41
41. Membujuk Bila
42
42. Cerita Masa Lalu dan Jeff
43
43. Hari Pulang Ke Rumah
44
44. Apology
45
45. Perjuangan
46
46. Bertemu Sahabat
47
47. KDRT
48
48. Khawatir
49
49. Kembali Bersama
50
50. Manja
51
51. Cek Kandungan
52
51. List Pertanyaan
53
52. Meminta Saran dan Bantuan
54
53. Bukan Meminta Izin, Hanya Memberitahu
55
54. Rumah Ternyaman
56
55. Surat Undangan
57
56. Benarkah?
58
57. The Day
59
58. Anak Keras Kepala
60
59. Raveno Tahu
61
60. Hukuman
62
61. Mulai Peduli
63
62. Khawatir
64
63. Lampu Hijau Calon Mertua
65
64. Kenapa?
66
65. Gibah
67
66. Rumah Baru
68
67. Persiapan
69
68. Mulai Peduli
70
69. Syukuran
71
70. Terbongkar
72
71. Cerita Keluarga Jeff
73
72. Keburukan Ayah Melinda
74
73. Izin Kepada Ayah
75
74. Bukti Transfer
76
75. Apartemen
77
76. Perjuangan dan Penolakan
78
77. Kedatangan Laras
79
78. Kecewa
80
79. Victor dan Nasihatnya
81
80. Bersama
82
81. Berbohong
83
82. Tanpa Jeff
84
83. Sangat Kecewa
85
84. Sebuah Perbedaan
86
85. Kesalah Pahaman
87
86. Perang Dingin
88
87. Masih Dingin
89
88. Latihan Basket
90
89. Kiss
91
90. Kecelakaan
92
91. Panik
93
92. Membaik
94
93. Rumah
95
94. She's My Sister
96
95. Terungkap
97
96. Meminta Maaf
98
97. Kedekatan Raveno dengan Bila
99
98. Jatuh Cinta
100
99. Tiga Tahun
101
100. Kuliah Bareng
102
101. Laras dan Kehidupannya
103
102. Azka POV
104
Pengumuman!!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!