Pernikahan Davin

Para tamu yang datang dari berbagai kalangan baik rekan bisnis ataupun dokter, hadir menyaksikan pernikahan putra sulung sekaligus penerus rumah sakit Bramadja, Davin Altero Bramadja

Kebahagiaan tercetak jelas dalam setiap anggota keluarga, apalagi Kirana dan Aqila yang memang lebih dekat dengan Davin, terus menggoda mempelai pria yang terkenal dingin dan kaku

"Kak Davin nanti harus senyum, jangan masang muka tembok kayak gitu" ucap Aqila yang sudah cantik dengan kebaya berwarna silver yang senada dengan anggota keluarga Bramadja yang lain, perbedaannya hanya terletak pada ukuran yang lebih panjang karena disesuaikan dengan Aqila yang memakai hijab

"Denger tuh, nanti istrinya malah takut liat muka tembok kayak gitu" Kiran ikut menimpali sambil menahan tawanya

"Pokoknya nanti Kak Davin harus tenang, nggak boleh gugup"

Mereka berdua sudah berperan layaknya seorang ibu yang menasihati putranya

"Terus..."

"Kirana, Aqila, lebih baik kalian diluar sekarang" Ucap Devano, saat melihat sepupunya yang tak henti-hentinya diberikan nasihat padahal mereka sendiri belum pernah menikah, ia saja bosan mendengarnya apalagi Davin yang suka ketenangan

"Semangat kak"

.

"Kak Davin, kayaknya mau buang air besar deh, keringetan mulu" Aqila hampir meledakkan tawanya mendengar ucapan Kirana

"Mungkin Kak Davin gugup, bagaimanapun juga ia disaksikan banyak orang untuk menghalalkan pasangan hidupnya"

"Liat orang nikah gini, gue juga pengen nikah deh"

"Yaudah sana nikah sama Kak Regan" jawab Aqila santai menanggapi permintaan sepupunya

"Kok sama dia sih? Gue kesel banget sama tuh orang, sering banget bongkar aib masa lalu gue" Kirana mengerucutkan bibirnya dan mendekap tangan didepan dada

"Emang lo pikir gue mau nikah sama lo?" suara sahutan dari belakang mereka sontak membuat dua gadis itu menoleh

"Kok dia dateng sih?, perasaan dia nggak ada di list tamu undangan deh" bisik Kirana

"Kak Davin mungkin yang ngundang" jawab Aqila mengedikkan bahunya

"Gue yakin dia tuh tamu tak diundang tapi memaksa hadir"

"Heh, gue denger ya" sewot Regan dari belakang namun tak dihiraukan Kirana

"Eh btw, Aqila lihat deh adik lo" Kirana menunjuk kearah Reyna yang duduk di kursi yang memang disediakan untuk anggota keluarga Bramadja

"Kenapa dia?"

"Manja banget nggak sih gue liatnya, liat tuh Rian, Devano, Darren, bahkan tante Intan sama Om Arya manjain dia banget nggak sih?"

"Tinggal sebut keluarga lo aja apa susahnya sih? Sampai absen nama satu persatu keluarga gue" ucap Aqila, bukannya iri melihat mereka tapi karena hatinya sudah lelah dan cenderung tak peduli

"Tapi bener sih, dia manja banget" Regan ikut-ikutan berbisik dengan memajukan kepalanya

"Tuh kan" Berakhirlah tiga orang itu malah berbisik-bisik tetangga di belakang para tamu undangan yang hadir

"Kesel banget gue liatnya duduk di kursi itu"

"Heh, harusnya mereka yang kesel liat lo berdua, udah disiapin kursi khusus anggota keluarga malah nyempit di kursi tamu" Regan menendang kaki kursi yang diduduki Kirana dengan kakinya

"Tapi ya Aqila..."

"Sttt, ngomongin orang itu dosa loh Kirana" Aqila menaruh jari telunjuknya didepan bibir untuk menyuruh sepupunya itu diam

"Dengerin tuh" Regan ikut-ikutan menyahut membuat Kirana tambah kesal

Setelah acara akad yang diikuti dengan berbagai ritual pernikahan lainnya selesai, para tamu menikmati berbagai hidangan yang sudah disajikan, acara salam-salaman sengaja tak dilakukan karena masih beresiko penyebaran covid-19

Sementara itu di pelaminan, keluarga besar Bramadja melakukan sesi foto, dimulai dari foto kedua mempelai terlebih dahulu dan diikuti semua keluarga

"Kak Davin senyum dong, jangan pasang muka tembok kayak gitu, Kak Naya takut tuh" ucap Kirana dengan suara yang tak bisa dibilang pelan hingga membuat mereka yang mendengarnya tertawa

"Ayo, saatnya foto bersama" sang fotografer memberikan instruksi untuk sesi foto keluarga

Dimulai dari foto bersama keluarga kedua mempelai, hingga foto bersama keluarga besar Bramadja yang sudah menambah anggota baru yakni Naya, istri Davin

Semua keluarga Bramadja tersenyum kearah kamera dengan fotografer yang memberikan instruksi agar mendapatkan hasil terbaik, Aqila berusaha senyum terbaik mungkin padahal sakit kepalanya mulai lagi-lagi datang disaat yang tidak tepat

Dengan reflek ia menggenggam tangan orang yang disebelahnya, saat merasakan keseimbangannya mulai hilang akibat rasa sakit luar biasa

"Maaf kak" Aqila melepas pegangan tangannya saat menyadari Darren menatap kearahnya

"Kamu sakit?" bisik Darren yang dibalas hanya gelengan kepala oleh Aqila

Akhirnya sesi foto selesai, saat Aqila hendak turun dari pelaminan, Kirana menarik tangannya hingga membuat dirinya hampir terjatuh

"Kita foto dulu berdua, sebagai sepupu terbaik" ucapnya mengarahkan kamera handphone kearah mereka

"Chiisss"

Kirana merangkul bahu Aqila dan nampaklah foto mereka berdua di benda pipih itu, Aqila bersyukur karena make up yang digunakan mampu menutup wajah pucatnya

"Ayo sekali lagi"

"Maaf Kirana, kepala gue sakit banget, gue duluan ke kamar ya" ucap Aqila dengan mata memelas

"Sakit kepala lo nggak kenal tempat banget, yaudah ayo gue anterin" Ucap Kirana memegang lengan Aqila

"Nggak apa-apa gue bisa sendiri"

"Jangan ngeyel Aqila" Aqila mengangguk saja karena malas berdebat di kondisi seperti ini

"Kalian berdua mau kemana?" Mama Rani menyapa anak dan keponakannya saat melihat mereka berdua berjalan kearah kamar tamu dilantai bawah

"Kita istirahat ma, soalnya tadi malam nggak bisa tidur"

"Kok bisa?"

"Karena kita udah nggak sabar nunggu hari ini, jadi nggak tidur semaleman" Kilah Kirana

"Baiklah, jangan lupa keluar saat makan siang"

"Baik ma"

Kirana membuka kamar tamu yang ditempati Aqila semalam, saat hendak menutup pintu tubuh Aqila langsung merosot tak sadarkan diri

"Astagfirulloh, Aqila" Kirana mengintip sejenak melalui pintu, masih banyak tamu undangan yang belum pulang dan masing-masing anggota keluarganya terlihat sedang asik berbincang dengan kolega bisnis dan para dokter profesional yang ada disana

Kirana mengurungkan diri untuk keluar memberitau mereka, ia memilih mengangkat tubuh lemah Aqila keatas tempat tidur

"Aqila lo kenapa sih? ayo sadar" Kirana mengusap-usap tangan dingin Aqila, sesaat kemudian ia teringat kalau sepupunya sering membawa minyak kayu putih dalam tasnya

Kirana meraih tas Aqila yang ada diatas meja dan mengeluarkan langsung semua barang-barang yang ada dalam tas itu

"Ngapain juga bawa tisu banyak-banyak kayak gini" ucapnya melihat dua kotak tisu dalam tas Aqila

Saat menemukan apa yang dicarinya, fokus Kirana teralih pada amplop berbentuk logo rumah sakit

"Aqila Valisha Bramadja" Ia membaca nama pasien yang tertulis dibagian depan amplop putih itu dan dengan rasa penasaran yang tinggi Kirana membuka amplop dan mengeluarkan selembar kertas yang membuat air matanya mengalir membacanya

Terpopuler

Comments

Mamah dini

Mamah dini

aduhh kiran tau kan aqila pinsan, walaupun lagi ada acara kasih tau dong kluarga aqila biar mereka tau penyakit aqila bukan ny gitu ah kmu GK asik kiran mungkin dgn begitu mereka merasa bersalah sm anak ny yg di sia siakan .tolong ya kiran kasih tau ortu sm Kaka kaka ny qila ,pliiiiissss .

2024-11-02

2

Imas Tuti

Imas Tuti

konyol 🤣🤣🤣

2024-06-23

0

Mayyuzira

Mayyuzira

kenapa sedih kali sich ceritanya😭😭😭

2024-04-22

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 : Ulang Tahun
2 Bab 2 : Mengalah lagi?
3 Bab 3 : Felis Catus
4 Bab 4 : Hanya Mimpi
5 Bab 5 : Tuduhan
6 Bab 6 : Dipaksa Dewasa
7 Bab 7 : Kejar Mimpi Yang Lain
8 Bab 8 : Lelah
9 Bab 9 : Kak Egan?
10 Bab 10 : Pesan Tersirat
11 Bab 11 : Jadilah Pelangi
12 Bab 12 : Hanya Lelah
13 Bab 13 : Keceplosan
14 Bab 14 : Dia calon makmum gue
15 Bab 15 : Jauhi Dia
16 Bab 16 : Hatiku Memilihmu
17 Pengganti kakaknya
18 Pernikahan Davin
19 Berusaha bukan berjanji
20 Tolong Mengerti
21 Kemoterapi
22 Apa ini?
23 Terima Kasih
24 Tolong Jangan Sekarang
25 DIA SAKIT!
26 Akhirnya
27 Terasa Asing
28 Senja & Sahabat
29 Panik
30 Tanggung Jawab
31 Ungkapan Hati
32 Khitbah
33 Sebuah Janji
34 Ultah Darren
35 Tentang Galang
36 Mulai Dekat
37 Cemburu?
38 Tentang Naufal
39 Diva
40 Goyah
41 Seputar Kisah
42 Rian
43 Papa Bangga
44 Undangan
45 Ujian
46 Tentang Jodoh
47 Berjuang Bersama
48 Renata dan Gempano
49 Selamat Tinggal
50 Rindu Musim Dingin
51 Rindu
52 Gagal?
53 kembali?
54 Papa Egois
55 Syok
56 Aku Memang Gila
57 Ia lebih butuh
58 Wisuda
59 Surat
60 Pergi?
61 Kami merindukanmu
62 Dewasa itu apa?
63 Apa Itu Mimpi?
64 Tentang Rasa
65 Tasbih dan Rosario
66 Dua Minggu
67 Cincin?
68 Aligator Amazon
69 Janji Rian
70 Siapa Dia?
71 Janji dan Rasa Kasihan
72 72 jam
73 Assalamu'alaikum Indonesia
74 Tak Sadar
75 Bertemu
76 Konsep Pelangi
77 Datang
78 Kesempatan
79 Galang
80 Lima Hari Lagi
81 Fadila
82 Malu
83 Cemburu
84 Sakinah, mawaddah, warahmah
85 Obrolan Fajar
86 Lingkaran Rasa
87 Salah yang mana?
88 Pelangiku hanya sementara
89 Hotel
90 Salah Paham
91 Maher Ahmed
92 Sepenggal Masa Lalu
93 YES!
94 G & R
95 Terlambat
96 Rumit
97 Kenapa Memilihku?
98 Isi Hati Rian
99 Terlalu Jauh
100 Saya Menerima
101 Kecelakaan
102 Selamat Jalan
103 Kenzo
104 Bilal dan Layla
105 Siapa?
106 Regan dan Kirana
107 Reynald
108 Kurus?
109 Telah Pergi
110 Jangan Ditahan
111 Aku Kuat
112 Kenapa?
113 Kekuatan
114 Apa itu cinta?
115 Rumah Sakit
116 Janji?
117 ATAS NAMA JODOH
118 99 days before divorce
Episodes

Updated 118 Episodes

1
Bab 1 : Ulang Tahun
2
Bab 2 : Mengalah lagi?
3
Bab 3 : Felis Catus
4
Bab 4 : Hanya Mimpi
5
Bab 5 : Tuduhan
6
Bab 6 : Dipaksa Dewasa
7
Bab 7 : Kejar Mimpi Yang Lain
8
Bab 8 : Lelah
9
Bab 9 : Kak Egan?
10
Bab 10 : Pesan Tersirat
11
Bab 11 : Jadilah Pelangi
12
Bab 12 : Hanya Lelah
13
Bab 13 : Keceplosan
14
Bab 14 : Dia calon makmum gue
15
Bab 15 : Jauhi Dia
16
Bab 16 : Hatiku Memilihmu
17
Pengganti kakaknya
18
Pernikahan Davin
19
Berusaha bukan berjanji
20
Tolong Mengerti
21
Kemoterapi
22
Apa ini?
23
Terima Kasih
24
Tolong Jangan Sekarang
25
DIA SAKIT!
26
Akhirnya
27
Terasa Asing
28
Senja & Sahabat
29
Panik
30
Tanggung Jawab
31
Ungkapan Hati
32
Khitbah
33
Sebuah Janji
34
Ultah Darren
35
Tentang Galang
36
Mulai Dekat
37
Cemburu?
38
Tentang Naufal
39
Diva
40
Goyah
41
Seputar Kisah
42
Rian
43
Papa Bangga
44
Undangan
45
Ujian
46
Tentang Jodoh
47
Berjuang Bersama
48
Renata dan Gempano
49
Selamat Tinggal
50
Rindu Musim Dingin
51
Rindu
52
Gagal?
53
kembali?
54
Papa Egois
55
Syok
56
Aku Memang Gila
57
Ia lebih butuh
58
Wisuda
59
Surat
60
Pergi?
61
Kami merindukanmu
62
Dewasa itu apa?
63
Apa Itu Mimpi?
64
Tentang Rasa
65
Tasbih dan Rosario
66
Dua Minggu
67
Cincin?
68
Aligator Amazon
69
Janji Rian
70
Siapa Dia?
71
Janji dan Rasa Kasihan
72
72 jam
73
Assalamu'alaikum Indonesia
74
Tak Sadar
75
Bertemu
76
Konsep Pelangi
77
Datang
78
Kesempatan
79
Galang
80
Lima Hari Lagi
81
Fadila
82
Malu
83
Cemburu
84
Sakinah, mawaddah, warahmah
85
Obrolan Fajar
86
Lingkaran Rasa
87
Salah yang mana?
88
Pelangiku hanya sementara
89
Hotel
90
Salah Paham
91
Maher Ahmed
92
Sepenggal Masa Lalu
93
YES!
94
G & R
95
Terlambat
96
Rumit
97
Kenapa Memilihku?
98
Isi Hati Rian
99
Terlalu Jauh
100
Saya Menerima
101
Kecelakaan
102
Selamat Jalan
103
Kenzo
104
Bilal dan Layla
105
Siapa?
106
Regan dan Kirana
107
Reynald
108
Kurus?
109
Telah Pergi
110
Jangan Ditahan
111
Aku Kuat
112
Kenapa?
113
Kekuatan
114
Apa itu cinta?
115
Rumah Sakit
116
Janji?
117
ATAS NAMA JODOH
118
99 days before divorce

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!