Bab 14 : Dia calon makmum gue

Selama dosen menjelaskan materi di dalam kelas, rasanya hanya beberapa kata yang bisa masuk di telinga Aqila, pendengarannya di penuhi suara Naufal yang secara spontan mengajaknya menikah

Menikah? Kata itu bahkan tak terpikirkan oleh Aqila, apalagi dengan penyakit yang dideritanya seperti ini, yang ia pikirkan hanyalah tentang masih mampukah ia bertahan? masih sempatkah ia mewujudkan mimpi-mimpinya sebelum kematian menjemputnya

Naufal, laki-laki yang dikenal kampus seperti badboy tapi tak begitu bagi Aqila, menurutnya Naufal itu sama seperti dirinya penuh rahasia dan misteri

Dibalik tawanya dan dibalik sifat nakalnya ada hati lembut yang belum pernah dilihat orang lain, ada luka dalam yang sengaja ditutupi dan tidak ingin ditunjukkam kepada siapapun

"Aqila"

"Aqila"

"AQILA" Renata berteriak memanggil nama sahabatnya itu, barulah Aqila menoleh, bukan hanya Aqila tapi seluruh pasang mata menatap ke arahnya, beruntung dosen baru saja keluar

"Hah? apa?"

"lo tuh kenapa sih? bengong mulu dari tadi, gue panggil-panggil nggak noleh"

"Gue dengerin penjelasan dosen"

"Penjelasan apanya? dosennya udah keluar dari tadi"

"Hah?" Aqila bahkan tak menyadari itu

"Lo tuh kenapa? cerita sama gue?" ucap Renata memegang kedua bahu Aqila

"Ren gue mau nanya sesuatu sama lo" ucap Aqila melihat ke arah Renata dengan serius

"Nanya apa?"

"Tapi jangan disini, diluar aja ya" Renata mengangguk dan segera berdir merapikan buku-bukunya diikuti Aqila

"Lo mau nanya apa sama gue?" dua sahabat akhirnya memilih duduk di bawah pohon rindang di samping kampus yang cukup sepi

"Kalau ada orang yang ngajak lo nikah, lo bakal jawab apa?"

"Yah kalau gue sih tergantung hati aja, kalau gue nyaman atau cinta sama dia bakalan gue terima?"

"Hanya itu? lo nggak takut dia ninggalin lo atau mungkin ada rahasia yang dia sembunyiin dari lo?"

"Hmmm perasaan takut itu pasti ada, intinya hanya saling percaya, dan untuk rahasia, semua orang pasti memiliki rahasia yang tidak ingin dia ceritakan kepada siapapun bahkan keluarganya" Ucap Renata bijak

"Kalau lo belum terlalu ngenal dia gimana?"

"Gue akan berusaha mengenal dia kalau memang hati gue buat dia dan dia serius sama gue"

"Kalau dia..."

"Tunggu dulu, lo dilamar seseorang?" Ucap Renata berdiri dari duduknya

"Eh nggak, gue bilang kan cuma nanya" Ucap Aqila sedikit gugup

"Lo bohong kan?"

"Enggak kok, siapa yang bohong?" sangkal Aqila

"Terus ngapain lo nanya-nanya kayak gitu?"

"Ya cuma pengen nanya aja"

"Eh gue pulang dulu ya, udah hampir telat nih" Aqila melirik jam di pergelangan tangannya dan segera berdiri sebelum di interogasi oleh Renata lebih jauh

"Aqila lo bohong kan?, Siapa yang lamar lo?" Renata mengejar Aqila yang berjalan cepat kearah parkiran untuk meminta kejelasan

"Motor gue mana ya?" Aqila menggaruk tengkuk kepalanya yang tak gatal

Plettakk

Renata menyentil dahi Aqila, membuat sang empu meringis kesakitan

"Lo tuh udah mulai pikun ya?, jelas-jelas tadi pagi lo jalan kaki sama kak Naufal"

"Oh iya gue lupa"

"Kalau gitu gue nunggu bus dulu ya, takut kelewatan" ucap Aqila dengan tergesa-gesa segera menuju halte bus di depan kampus, namun karena terburu-buru dan menoleh ke belakang untuk melihat Renata yang mengejarnya atau tidak membuatnya tak memperhatikan jalan di depannya hingga menabrak seseorang

"Aduh sorry, sorry gue nggak sengaja" ucapnya membantu memungut buku-buku yang berjatuha dari tangan orang itu

"Aqila?"

"Galang?"

Aqila segera memberikan buku-buku yang jatuh dan berdiri bersiap untuk pergi, sebelum masalah lain kembali muncul

"Tunggu" Galang memegang lengan baju Aqila

"Lepasin tangan lo" ucap Aqila menyentak tangan Galang dari bajunya

"Gue minta maaf"

"Minta maaf? lo salah apa sama gue?" tanya Aqila

"Maaf kalau gue pernah membuat lo sakit hati"

"Sakit hati?"

"Gue tau lo suka sama gue dari dulu, tapi gue lebih milih adik lo, Reyna"

"Terus? masalahnya apa sekarang? lo jangan ngungkit-ngungkit hal yang dulu deh, kalau itu keputusan lo jalanin aja jangan peduli sama gue"

"Gue pengen nanya sesuatu sama lo"

"Apa?"

"Lo masih suka sama gue?"

"Hah?" Aqila menaikkan sebelah alisnya

"Suka?, oke gue akui dulu gue sempet suka sama lo sebelum gue tau apa itu kata cinta?, anggap aja dulu gue orang bodoh karena pernah suka sama lo" ucap Aqila segera meninggalkan galang, namun lagi-lagi langkahnya harus terhenti kala suara adiknya terdengar

"Kak Aqila"

Aqila menarik nafas panjang, masalah baru akan muncul

"Apa?" Aqila terpaksa berbalik

"Kakak suka sama Galang?"

Benarkan? masalah baru muncul

"Nggak" jawaban yang singkat, padat dan jelas keluar dari mulut Aqila

"Kakak bohong" ucapan Reyna membuat Aqila memandang adiknya penuh tanda tanya

"Kakak masih suka sama Galang kan? kakak sengaja jatuhin bukunya biar bisa berinteraksi lagi sama Galang kan?"

Ya Allah tuduhan apa lagi ini? pikir Aqila, beruntungnya kampus tak terlalu ramai namun ada beberapa mahasiswa yang berhenti melihat adik kakak Bramadja itu

"Siapa yang bilang Aqila suka sama dia?" suara Naufal tiba-tiba muncul membuat perhatian ketiga orang itu tertuju padanya

"Aqila itu calon makmum gue asal lo tau, tunggu aja gue dateng ke rumah Bramadja buat ngelamar dia, nggak perlu pacar-pacaran kayak lo, pegang-pegangan belum halal, dosa tau nggak?" ucap Naufal membuat mereka bungkam dan malu sendiri, Aqila bahkan sampai menutup wajahnya dengan buku yang dipegangnya dan mulai melangkah mundur ke belakang

"Aqila, ya allah sweet banget sih lo" ucap Renata yang tiba-tiba entah muncul darimana, masih mengenakan helm di kepalanya

"Jadi yang lamar lo itu Naufal? romantis banget sih, gue juga pengen" ucap Renata

"Kalau gitu ayo sekarang" suara dari arah samping membuat Renata menoleh melihat Gempano disana menyugar rambutnya ke belakang

"Kak Gempa"

"Gue siap kok jadi imam lo"

"Sorry kak tapi gue belum siap terkena reruntuhan bangunan" Ucap Renata dan memilih menggandeng Aqila yang menahan tawa pergi menuju motornya yang di parkir didepan pos satpam

"Gini amat nama gue, emak bapak gue nggak kreatif banget cari nama, emangnya gue lahir saat gempa bumi?" ucap Gempano kesal

"Gue minta sama lo, jangan usik Aqila lagi terutama lo sebagai keluarganya" ucap Naufal menunjuk Reyna

"Apa maksud lo?" tanya Galang namun diabaikan Naufal

"Lo sebagai keluarganya mungkin lebih tau bagaimana Aqila dibanding gue yang baru mengenalnya, gue minta sama lo jaga sikap sama dia sebelum lo bener-bener nyesel besok"

"Kenapa harus nyesel? Reyna nggak pernah salah sama Kak Aqila" jawab Reyna membantah Naufal

"Gue kasih tau lo, kelakuan manja lo itu bisa nyakitin orang lain" ucap Naufal sebelum benar-benar pergi dari mereka

.

Banyak Typo...🙏🙏🙏

Terpopuler

Comments

khomsi

khomsi

tua kali kau re

2024-09-13

2

🎀⍣⃝ꉣꉣNurrul P.❀∂я

🎀⍣⃝ꉣꉣNurrul P.❀∂я

keren 👍👍

2024-08-31

0

🍭ͪ ͩ🍀⃟🦘𝙼𝙾𝙼 𝚂𝚈𝙰𝙷𝚆𝙰

🍭ͪ ͩ🍀⃟🦘𝙼𝙾𝙼 𝚂𝚈𝙰𝙷𝚆𝙰

good nouval

2024-04-21

3

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 : Ulang Tahun
2 Bab 2 : Mengalah lagi?
3 Bab 3 : Felis Catus
4 Bab 4 : Hanya Mimpi
5 Bab 5 : Tuduhan
6 Bab 6 : Dipaksa Dewasa
7 Bab 7 : Kejar Mimpi Yang Lain
8 Bab 8 : Lelah
9 Bab 9 : Kak Egan?
10 Bab 10 : Pesan Tersirat
11 Bab 11 : Jadilah Pelangi
12 Bab 12 : Hanya Lelah
13 Bab 13 : Keceplosan
14 Bab 14 : Dia calon makmum gue
15 Bab 15 : Jauhi Dia
16 Bab 16 : Hatiku Memilihmu
17 Pengganti kakaknya
18 Pernikahan Davin
19 Berusaha bukan berjanji
20 Tolong Mengerti
21 Kemoterapi
22 Apa ini?
23 Terima Kasih
24 Tolong Jangan Sekarang
25 DIA SAKIT!
26 Akhirnya
27 Terasa Asing
28 Senja & Sahabat
29 Panik
30 Tanggung Jawab
31 Ungkapan Hati
32 Khitbah
33 Sebuah Janji
34 Ultah Darren
35 Tentang Galang
36 Mulai Dekat
37 Cemburu?
38 Tentang Naufal
39 Diva
40 Goyah
41 Seputar Kisah
42 Rian
43 Papa Bangga
44 Undangan
45 Ujian
46 Tentang Jodoh
47 Berjuang Bersama
48 Renata dan Gempano
49 Selamat Tinggal
50 Rindu Musim Dingin
51 Rindu
52 Gagal?
53 kembali?
54 Papa Egois
55 Syok
56 Aku Memang Gila
57 Ia lebih butuh
58 Wisuda
59 Surat
60 Pergi?
61 Kami merindukanmu
62 Dewasa itu apa?
63 Apa Itu Mimpi?
64 Tentang Rasa
65 Tasbih dan Rosario
66 Dua Minggu
67 Cincin?
68 Aligator Amazon
69 Janji Rian
70 Siapa Dia?
71 Janji dan Rasa Kasihan
72 72 jam
73 Assalamu'alaikum Indonesia
74 Tak Sadar
75 Bertemu
76 Konsep Pelangi
77 Datang
78 Kesempatan
79 Galang
80 Lima Hari Lagi
81 Fadila
82 Malu
83 Cemburu
84 Sakinah, mawaddah, warahmah
85 Obrolan Fajar
86 Lingkaran Rasa
87 Salah yang mana?
88 Pelangiku hanya sementara
89 Hotel
90 Salah Paham
91 Maher Ahmed
92 Sepenggal Masa Lalu
93 YES!
94 G & R
95 Terlambat
96 Rumit
97 Kenapa Memilihku?
98 Isi Hati Rian
99 Terlalu Jauh
100 Saya Menerima
101 Kecelakaan
102 Selamat Jalan
103 Kenzo
104 Bilal dan Layla
105 Siapa?
106 Regan dan Kirana
107 Reynald
108 Kurus?
109 Telah Pergi
110 Jangan Ditahan
111 Aku Kuat
112 Kenapa?
113 Kekuatan
114 Apa itu cinta?
115 Rumah Sakit
116 Janji?
117 ATAS NAMA JODOH
118 99 days before divorce
Episodes

Updated 118 Episodes

1
Bab 1 : Ulang Tahun
2
Bab 2 : Mengalah lagi?
3
Bab 3 : Felis Catus
4
Bab 4 : Hanya Mimpi
5
Bab 5 : Tuduhan
6
Bab 6 : Dipaksa Dewasa
7
Bab 7 : Kejar Mimpi Yang Lain
8
Bab 8 : Lelah
9
Bab 9 : Kak Egan?
10
Bab 10 : Pesan Tersirat
11
Bab 11 : Jadilah Pelangi
12
Bab 12 : Hanya Lelah
13
Bab 13 : Keceplosan
14
Bab 14 : Dia calon makmum gue
15
Bab 15 : Jauhi Dia
16
Bab 16 : Hatiku Memilihmu
17
Pengganti kakaknya
18
Pernikahan Davin
19
Berusaha bukan berjanji
20
Tolong Mengerti
21
Kemoterapi
22
Apa ini?
23
Terima Kasih
24
Tolong Jangan Sekarang
25
DIA SAKIT!
26
Akhirnya
27
Terasa Asing
28
Senja & Sahabat
29
Panik
30
Tanggung Jawab
31
Ungkapan Hati
32
Khitbah
33
Sebuah Janji
34
Ultah Darren
35
Tentang Galang
36
Mulai Dekat
37
Cemburu?
38
Tentang Naufal
39
Diva
40
Goyah
41
Seputar Kisah
42
Rian
43
Papa Bangga
44
Undangan
45
Ujian
46
Tentang Jodoh
47
Berjuang Bersama
48
Renata dan Gempano
49
Selamat Tinggal
50
Rindu Musim Dingin
51
Rindu
52
Gagal?
53
kembali?
54
Papa Egois
55
Syok
56
Aku Memang Gila
57
Ia lebih butuh
58
Wisuda
59
Surat
60
Pergi?
61
Kami merindukanmu
62
Dewasa itu apa?
63
Apa Itu Mimpi?
64
Tentang Rasa
65
Tasbih dan Rosario
66
Dua Minggu
67
Cincin?
68
Aligator Amazon
69
Janji Rian
70
Siapa Dia?
71
Janji dan Rasa Kasihan
72
72 jam
73
Assalamu'alaikum Indonesia
74
Tak Sadar
75
Bertemu
76
Konsep Pelangi
77
Datang
78
Kesempatan
79
Galang
80
Lima Hari Lagi
81
Fadila
82
Malu
83
Cemburu
84
Sakinah, mawaddah, warahmah
85
Obrolan Fajar
86
Lingkaran Rasa
87
Salah yang mana?
88
Pelangiku hanya sementara
89
Hotel
90
Salah Paham
91
Maher Ahmed
92
Sepenggal Masa Lalu
93
YES!
94
G & R
95
Terlambat
96
Rumit
97
Kenapa Memilihku?
98
Isi Hati Rian
99
Terlalu Jauh
100
Saya Menerima
101
Kecelakaan
102
Selamat Jalan
103
Kenzo
104
Bilal dan Layla
105
Siapa?
106
Regan dan Kirana
107
Reynald
108
Kurus?
109
Telah Pergi
110
Jangan Ditahan
111
Aku Kuat
112
Kenapa?
113
Kekuatan
114
Apa itu cinta?
115
Rumah Sakit
116
Janji?
117
ATAS NAMA JODOH
118
99 days before divorce

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!