Bab 13 : Keceplosan

"Artinya gue adalah pelangi, pelangi indah yang penuh warna, pelangi yang akan membuat setiap orang yang melihatnya tersenyum"

"Hahaha pelangi" Aqila tertawa mendengar perkataan Naufal yang layaknya menghibur anak kecil

"Lo tau kan kalau pelangi itu turun setelah hujan?" Aqila mengangguk menjawab pertanyaan Naufal

"Sama halnya dengan gue, selalu muncul saat lo sedih, untuk menghapus air mata lo dan menggantikannya dengan sebuah senyuman" Aqila berhenti memandang Naufal sejenak

"Kayak pelangi? Hanya sementara?" Batin Aqila

"Gue nggak salah orang, lo memang Naufal si badboy yang terkenal di kampus, tapi kok lo nggak keliatan kayak gitu sih di depan gue?" ucap Aqila meneliti penampilan Naufal dari bawah

"Hahaha kita sama Aqila, membuat tawa palsu dan gerak gerik yang terencana agar orang selalu menganggap kita baik-baik saja"

"Ternyata capek juga ya kayak gini, terus senyum, ketawa nggak jelas, bahagia kayak orang gila padahal nggak ada yang lucu" Naufal melanjutkan ucapannya dengan pandangan lurus ke depan

"Berarti lo ngaku gila ya?"

"Hah?"

"Ternyata Naufal yang terkenal bukan cuma badboy ya? tapi juga gila"

"Dasar orang gila"

"Awas ya Qila"

Keduanya berlari di trotoar yang lenggang karena hanya sedikit pejalan kaki, orang-orang kebih memilih menggunakan kendaraan, tanpa disadari mereka seseorang dari jendela mobil melihatnya dengan tatapan mata yang tajam

"Hah hah hah, ternyata capek juga lari-lari kayak gitu" Aqila mengatur nafasnya yang ngos-ngosan karena berlari

"Aqila lo mimisan" Naufal terkejut melihat darah yang menetes dari hidung Aqila dan dengan cepat ia mendahului Aqila mengambil tisu dari dalam tasnya

"Makasih" Mereka berdua duduk di taman yang berada di dekat lampu merah tempat biasa anak-anak berjualan

"Maaf ya ini pasti gara-gara gue ngejer lo tadi" Naufal merasa bersalah dengan tindakannya

"Nggak apa-apa kok, ini hal biasa buat gue" mendengar kata 'hal biasa' entah kenapa membuat Naufal merasakan sakit

"Aqila nikah yuk" pernyataan Naufal yang tiba-tiba membuat Aqila refleks memundurkan tubuhnya dan mencengkeram kursi taman yang diduduki mereka cukup erat

"Hahaha, jokes lo garing"

"Gue nggak bercanda, gue serius" ucap Naufal dengan keseriusan yang terpancar dari matanya

"Kak Aqila mau beli minum?" Seorang anak laki-laki berusia enam tahun menawarkan berbagai macam minuman yang dibawanya, membuat perhatian Aqila teralihkan

"Air mineral aja ya Fer"

"Ini kak" Aqila langsung meneguk air yang baru dibukanya itu, entah karena haus atau karena justru karena gugup menghadapi pernyataan Naufal yang tiba-tiba

"Mita sama yang lainnya kemana?"

"Tuh mereka" Ferdi menunjuk teman-teman sebayanya yang menjajakan dagangan mereka saat lampu merah

"Oowh yaudah kalian semua hati-hati ya, Kak Aqila pergi ke kampus dulu" Aqila berdiri dari duduknya dan merapikan jilbabnya yang sedikit berantakan

"Kembaliannya Kak Aqila"

"Tabung ya buat beli keperluan sekolah"

"Terima kasih Kak Aqila" Aqila hanya mengangguk dan melanjutkan langkahnya menuju kampus

Dua manusia itu tak ada yang bersuara, kecanggungan tiba-tiba terjadi diantara mereka.

"Lo kenal banget ya sama anak-anak itu" Naufal memecah kecanggungan diantara mereka

"hmm, gue salut sama mereka, setiap ngeliat mereka gue merasa bersyukur banget masih punya keluarga, tempat tinggal yang layak dan pendidikan yang bagus, kadang gue merasa malu sendiri kalau ngeluh terus setelah liat mereka, karena melihat mereka gue sadar kalau gue kurang bersyukur makanya gue selalu menghargai keluarga gue, ya walaupun kondisinya kayak gini"

"Oowh iya Naufal" Aqila tiba-tiba berbalik arah membuat Naufal yang merutuki ucapannya sontak terkejut

"Eh... iya"

"Gue mohon sama lo, jangan beritau siapapun tentang penyakit gue baik itu Renata sekalipun, cukup lo sama Bu Maya yang tau"

"Gue tau lo juga sekelas sama Kak Rian kan?, tolong jangan bilang apa-apa kalau dia nanya"

"Walaupun nggak mungkin sih" Aqila membatin dalam hatinya

"Oke, ini cuma kita bertiga yang tau, tapi..."

"Gue mohon"

"Baiklah" melihat tatapan permohonan Aqila membuat Naufal tak tega dan nenyetujuinya, tapi ia tak berjanji karena suatu saat nanti akan ada saatnya ia mengatakan itu entah karena terpaksa atau hal lainnya

"Terima kasih"

"Hmmm"

"Kalau gitu, gue ke kelas dulu, Assalamu'alaikum"

"Wa'alaikumussalam"

Eh? Tunggu dulu? Kelas?

Naufal melihat bangunan yang berdiri megah di depannya ternyata mereka sudah sampai di kampus, tak terasa waktu berjalan begitu cepat tanpa disadari mereka sudah sampai di kampus

"Gue kenapa sih?" Naufal memegang kepalanya dan tersenyum-senyum sendiri seperti remaja yang pertama kali jatuh cinta, membuat mahasiswa yang melihatnya mengedikkan bahu karena biasanya badboy kampus itu akan memberikan tatapan tajam bagi siapa yang berani melihatnya

"Mulut gue kok bisa-bisanya ngomong gitu sih?" Naufal membatin merutuki dirinya yang langsung berbicara saat di taman

"BOS" Datang tiga anak buahnya yang sudah diperingatkan berkali-kali tak memanggil dirinya dengan sebutan itu menggunakan suara keras

"Apa?"

"Peresmian restoran cabang baru akan dilakukan sabtu besok bos"

"Semua sudah siap kan?"

"Siap bos, kami sudah berhasil bekerja sama dengan salah satu petani dari desa untuk memasok bahan baku sayuran"

"Bagus, terus lo Panil persiapan Cafe sudah sampai mana?"

"Tinggal pemasangan beberapa dekorasi dan semua beres"

Naufal meletakkan tangannya di depan, diikuti ketiga teman-temannya

"FELIS CATUS"

"Nggak cuma imut"

Entahlah, apa yang membuat mereka memilih semboyan itu kelompok mereka, tapi kata Naufal sebagai ketua kalau kucing itu nggak cuma imut tapi bisa buas, ia hewan yang luar biasa

"MEONG" tiba-tiba Panil mengeong cukup keras membuat membuat Naufal, Vian dan Devan langsung memalingkan arah dan menjauh, seolah tak saling mengenal

"Heh, kalian berempat jangan ngeong-ngeong disana, cepat selesaikan skripsi kalian" Pak Raidhan selaku pembibing mereke tiba-tiba muncul membuat mereka berempat sontak menuju tempat ternyaman untuk menulis dokumen yang nenjadi syarat kelulusan mahasiswa itu

Begitulah mereka Felis Catus, sebagian orang mungkin menganggap mereka hanya anak-anak nakal, atau si bad boy kampus yang cuma dateng buat tebar pesona, tapi seperti semboyan mereka 'nggak cuma imut' mereka membuktikan kalau selain tampan mereka juga berbakat, tanpa disadari teman mereka yang lain mereka sudah berhasil mendirikan beberapa restoran dan cafe

Semua itu tentu tak mudah untuk mereka, mereka harus pintar putar otak untuk membuat usaha mereka maju dan bersaing di tengah banyaknya tempat serupa

Dengan modal usaha yang mereka pinjam dari keluarga Gempano yang terkenal kaya, mereka membangun restoran dengan konsep yang berbeda dari biasanya yaitu lambang mereka, kucing.

Tak disangka restoran itu ramai dari segala usia mulai dari anak-anak, remaja bahkan orang dewasa sekalipun

Hingga mereka mampu mengembalikan modal yang mereka pinjam lebih cepat dari yang mereka perkirakan

Semakin berkembangnya restoran itu membuat mereka membuka cabang diberbagai tempat dan juga membuka cafe dengan tema instagramable, yang ditujukan untuk para remaja.

Terpopuler

Comments

💕💕syety mousya Arofah 💕💕

💕💕syety mousya Arofah 💕💕

kyknya novel othor kisahnya ampir sama y..dri senja mthri.oryza dan Aqila..pnykit parah kurang ksh sayng keluarga...knp thorr..maaf cuma penasaran /Pray//Pray/

2024-11-01

2

khomsi

khomsi

kyak beli jajan aja val

2024-09-13

0

zian al abasy

zian al abasy

hmmm trnyata mrka ank"muda yng brjiwa bisnis ..mrka trnyta pngusha yng mrintis dr nol hebatt sii..

2024-08-01

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 : Ulang Tahun
2 Bab 2 : Mengalah lagi?
3 Bab 3 : Felis Catus
4 Bab 4 : Hanya Mimpi
5 Bab 5 : Tuduhan
6 Bab 6 : Dipaksa Dewasa
7 Bab 7 : Kejar Mimpi Yang Lain
8 Bab 8 : Lelah
9 Bab 9 : Kak Egan?
10 Bab 10 : Pesan Tersirat
11 Bab 11 : Jadilah Pelangi
12 Bab 12 : Hanya Lelah
13 Bab 13 : Keceplosan
14 Bab 14 : Dia calon makmum gue
15 Bab 15 : Jauhi Dia
16 Bab 16 : Hatiku Memilihmu
17 Pengganti kakaknya
18 Pernikahan Davin
19 Berusaha bukan berjanji
20 Tolong Mengerti
21 Kemoterapi
22 Apa ini?
23 Terima Kasih
24 Tolong Jangan Sekarang
25 DIA SAKIT!
26 Akhirnya
27 Terasa Asing
28 Senja & Sahabat
29 Panik
30 Tanggung Jawab
31 Ungkapan Hati
32 Khitbah
33 Sebuah Janji
34 Ultah Darren
35 Tentang Galang
36 Mulai Dekat
37 Cemburu?
38 Tentang Naufal
39 Diva
40 Goyah
41 Seputar Kisah
42 Rian
43 Papa Bangga
44 Undangan
45 Ujian
46 Tentang Jodoh
47 Berjuang Bersama
48 Renata dan Gempano
49 Selamat Tinggal
50 Rindu Musim Dingin
51 Rindu
52 Gagal?
53 kembali?
54 Papa Egois
55 Syok
56 Aku Memang Gila
57 Ia lebih butuh
58 Wisuda
59 Surat
60 Pergi?
61 Kami merindukanmu
62 Dewasa itu apa?
63 Apa Itu Mimpi?
64 Tentang Rasa
65 Tasbih dan Rosario
66 Dua Minggu
67 Cincin?
68 Aligator Amazon
69 Janji Rian
70 Siapa Dia?
71 Janji dan Rasa Kasihan
72 72 jam
73 Assalamu'alaikum Indonesia
74 Tak Sadar
75 Bertemu
76 Konsep Pelangi
77 Datang
78 Kesempatan
79 Galang
80 Lima Hari Lagi
81 Fadila
82 Malu
83 Cemburu
84 Sakinah, mawaddah, warahmah
85 Obrolan Fajar
86 Lingkaran Rasa
87 Salah yang mana?
88 Pelangiku hanya sementara
89 Hotel
90 Salah Paham
91 Maher Ahmed
92 Sepenggal Masa Lalu
93 YES!
94 G & R
95 Terlambat
96 Rumit
97 Kenapa Memilihku?
98 Isi Hati Rian
99 Terlalu Jauh
100 Saya Menerima
101 Kecelakaan
102 Selamat Jalan
103 Kenzo
104 Bilal dan Layla
105 Siapa?
106 Regan dan Kirana
107 Reynald
108 Kurus?
109 Telah Pergi
110 Jangan Ditahan
111 Aku Kuat
112 Kenapa?
113 Kekuatan
114 Apa itu cinta?
115 Rumah Sakit
116 Janji?
117 ATAS NAMA JODOH
118 99 days before divorce
Episodes

Updated 118 Episodes

1
Bab 1 : Ulang Tahun
2
Bab 2 : Mengalah lagi?
3
Bab 3 : Felis Catus
4
Bab 4 : Hanya Mimpi
5
Bab 5 : Tuduhan
6
Bab 6 : Dipaksa Dewasa
7
Bab 7 : Kejar Mimpi Yang Lain
8
Bab 8 : Lelah
9
Bab 9 : Kak Egan?
10
Bab 10 : Pesan Tersirat
11
Bab 11 : Jadilah Pelangi
12
Bab 12 : Hanya Lelah
13
Bab 13 : Keceplosan
14
Bab 14 : Dia calon makmum gue
15
Bab 15 : Jauhi Dia
16
Bab 16 : Hatiku Memilihmu
17
Pengganti kakaknya
18
Pernikahan Davin
19
Berusaha bukan berjanji
20
Tolong Mengerti
21
Kemoterapi
22
Apa ini?
23
Terima Kasih
24
Tolong Jangan Sekarang
25
DIA SAKIT!
26
Akhirnya
27
Terasa Asing
28
Senja & Sahabat
29
Panik
30
Tanggung Jawab
31
Ungkapan Hati
32
Khitbah
33
Sebuah Janji
34
Ultah Darren
35
Tentang Galang
36
Mulai Dekat
37
Cemburu?
38
Tentang Naufal
39
Diva
40
Goyah
41
Seputar Kisah
42
Rian
43
Papa Bangga
44
Undangan
45
Ujian
46
Tentang Jodoh
47
Berjuang Bersama
48
Renata dan Gempano
49
Selamat Tinggal
50
Rindu Musim Dingin
51
Rindu
52
Gagal?
53
kembali?
54
Papa Egois
55
Syok
56
Aku Memang Gila
57
Ia lebih butuh
58
Wisuda
59
Surat
60
Pergi?
61
Kami merindukanmu
62
Dewasa itu apa?
63
Apa Itu Mimpi?
64
Tentang Rasa
65
Tasbih dan Rosario
66
Dua Minggu
67
Cincin?
68
Aligator Amazon
69
Janji Rian
70
Siapa Dia?
71
Janji dan Rasa Kasihan
72
72 jam
73
Assalamu'alaikum Indonesia
74
Tak Sadar
75
Bertemu
76
Konsep Pelangi
77
Datang
78
Kesempatan
79
Galang
80
Lima Hari Lagi
81
Fadila
82
Malu
83
Cemburu
84
Sakinah, mawaddah, warahmah
85
Obrolan Fajar
86
Lingkaran Rasa
87
Salah yang mana?
88
Pelangiku hanya sementara
89
Hotel
90
Salah Paham
91
Maher Ahmed
92
Sepenggal Masa Lalu
93
YES!
94
G & R
95
Terlambat
96
Rumit
97
Kenapa Memilihku?
98
Isi Hati Rian
99
Terlalu Jauh
100
Saya Menerima
101
Kecelakaan
102
Selamat Jalan
103
Kenzo
104
Bilal dan Layla
105
Siapa?
106
Regan dan Kirana
107
Reynald
108
Kurus?
109
Telah Pergi
110
Jangan Ditahan
111
Aku Kuat
112
Kenapa?
113
Kekuatan
114
Apa itu cinta?
115
Rumah Sakit
116
Janji?
117
ATAS NAMA JODOH
118
99 days before divorce

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!