Bab 9 : Kak Egan?

"To tolong"

Seseorang berpakaian serba hitam tergeletak di pinggir jalan dengan memegang lengannya

"Hei" Aqila menendang pelan kaki laki-laki itu untuk melihat apakah ia benar-benar butuh pertolongan karena banyaknya berita yang beredar tentang orang yang pura-pura terluka kemudian menyelakai saat ada orang yang menolongnya

"To tolong" Mendengar suara rintihan itu Aqila yakin kalau ia benar-benar terluka

"Tunggu sebentar" Aqila mengeluarkan tisu dan tas kecil dari dalam tasnya yang berisi obat merah, perban, juga minyak angin, tak peduli Renata menyebutnyanya aneh atau P3K keliling ia selalu membawa alat tersebut untuk kondisi mendesak karena tidak ada yang tau apa yang akan terjadi

"Maaf aku merusak bajumu" Aqila menggunting lengan jaket laki-laki itu agar memudahkann membersihkan luka, setelah itu barulah ia membersihkan darah yang mengalir dari bekas sayatannya dengan tisu

"Awsh"

"Sudah selesai"

"Terima kasih" Laki-laki itu mengubah posisinya menjadi duduk bersandar pada pembatas jembatan

"Sama-sama"

"Apa kau mau air?" Aqila menyodorkan botol air yang dibawanya dari rumah

"Terima kasih" saat itulah Aqila melihat dengan jelas wajah laki-laki itu matanya yang sebiru langit malam mengingatkannya pada seseorang

"Kak Egan?" Aqila bersuara lirih takut salah mengenal orang, namun laki-laki itu langsung terbatuk mendengarnya dan memandang Aqila dengan tatapan penuh selidik

"Qila?"

"Ternyata benar Kak Egan" Aqila menutup mulut tak percaya dapat bertemu kembali dengan tetangga lamanya yang sudah lama pindah karena orang tuanya yang memutuskan memasukkannya ke pesantren

"Kakak kuliah dimana sekarang?"

"Kampus XXX"

"Berarti sekampus sama Kirana"

"Kirana?"

"Sepupuku yang sering nangis saat kakak ambil mainannya"

"Oowh si cengeng itu" Regan terkekeh mendengarnya

"Iya, dia juniorku di kampus"

"Berarti kakak semester akhir dong sekarang sama kayak Kak Rian?"

"Rian? oowh iya satu semester sama dia" Regan berfikir sejenak dan mengangguk

"Kenapa kakak bisa terluka dan terbaring disini?"

"Tadi malam kakak dibegal, sempet ngelawan sih, tapi mereka berempat sedangkan kakak sendiri, mereka ngincer handphone sama dompet, karena kakak ngelawan dan sempat lengah, senjata mereka mengenai lengan kakak dan mereka sempat memukul kepala kakak dengan kayu hingga tak sadarkan diri"

"Emang kakak dari mana?"

"Bal... maksudnya dari rumah temen" Regan menutup mulutnya hampir keceplosan mengucap kata balapan

"Beneran?"

"Iya, biasalah mahasiswa semester akhir sibuk sama skripsi" Aqila mengangguk mengiyakan tanpa menaruh curiga sedikitpun

Berlanjutlah perbincangan mereka sampai mengenang masa putih biru saat mereka pergi ke sekolah bersama, saat Rian meninggalkan Aqila dan berakhirlah Aqila berangkat bersama Regan diantar supir, saat mereka bermain hujan bersama dan berakhir dimarahi oleh orang tua Regan, namun semua kebersamaan itu berakhir saat orang tua Regan memilih memasukkannya ke pondok pesantren untuk memperdalam ilmu agama, disanalah akhir pertemuan mereka dan terhitung sampai sekarang mereka berpisah hampir delapan tahun lamanya

"Aqila berangkat ke kampus dulu ya kak" Aqila melirik jam di pergelangan tangannya, tinggal lima belas menit lagi waktu yang tersisa, terlalu asyik berbincang di atas jembatan membahas masa-masa kecil mereka membuat Aqila lupa akan masalahnya sejenak

"Kebiasaan kamu memang tidak pernah berubah ya? Si P3K berjalan" Aqila hanya terkekeh mendengarnya, dia ingat sekarang Renata dan Regan dua orang yang selalu menyebutnya seperti itu

"Assalamu'alaikum Ustadz Regan" Aqila terkikik dan melajukan motornya menuju kampus

"Wa'alaikumussalam"

"Ustadz?" Regan terkekeh mendengar panggilan itu, apakah seorang penjahat dirinya bisa disebut dengan panggilan mulia itu? Ia sudah banyak berubah dalam hidupnya, orang tuanya memasukannya ke pesantren dengan harapan menjadi lebih baik dan memperdalam ilmu agama

Awalnya semua berjalan baik-baik saja dan ia mulai beradaptasi dengan lingkungan pesantren, hingga setelah dua tahun di pesantren hatinya terpikat kepada salah satu santriwati yang cukup terkenal di kalangan pesantren, anak dari teman pak kyai yang sering berkunjung

Namun, tak disangka sahabat baiinya Naufal sang putra kyai ternyata memiliki perasaan yang sama, bahkan tersebar rumor di pesantren kalau mereka akan menikah setelah lulus

Cinta membuat hatinya buta saat itu, ia selalu berfikir Naufal orang yang paling beruntung karena mendapat segalanya, padahal ia tak tau bagaimana hidup Naufal yang sering dibandingkan dengan kakaknya yang lulusan luar negri

Persahabatan mereka berdua hancur karena perempuan, setelah lulus pesantren Regan memutuskan melanjutkan kuliahnya, dan tak disangka Naufal juga memilih keluar dari pesantren dan masuk ke universitas yang cukup terkenal dikotanya, Naufal memilih bebas dan tak ingin mengajar di pesantren seperti keluarganga, ia memilih mengejar cita-citanya sebagai seorang pebisnis yang sukses

Cemburu dan dendam lama membuat mereka berselisih saat dipertemukan kembali dalam acara kampus, bukan saling memaafkan dan mengenang persahabatan tapi sifat egois membakar hati mereka hingga terjadinya api permusuhan diantara keduanya hingga sekarang

.

Tak menunggu waktu lama bagi Aqila untuk memarkiran motornya di parkiran kampus, ia hendak berlari sebelum benar-benar terlambat mengikuti kelas, namun tiba-tiba ia terduduk saat merasakan sakit yang teramat sangat pada kepalanya

Aqila memukul-mukul kepalanya berharap bisa meredakan rasa sakit itu, bagi Aqila sakit kepala seperti ini bukan pertama tapi sudah kesekian kalinya sejak beberapa bulan terakhir

Membaca di internet kalau salah satu pemicunya adalah stress karena terlalu banyak pikiran membuatnya tak terlalu khawatir, jadi ia memilih untuk tak memeriksakan dirinya ke dokter

"Awshhh"

"Lisha? Lo kenapa hei?" Naufal yang baru membuka helm nya menghampiri Aqila yang terduduk meringis memukul-mukul kepalanya

"Gue nggak papa, cuma sakit kepala biasa, minum obat pasti sembuh"

"Lo pucat"

"Gue nggak papa"

"Aqila, Astagfirulloh lo kenapa?" Renata yang juga ternyata baru sampai berlari kearah Aqila dan Naufal

"Cuma sakit kepala doang, palingan nanti sembuh"

"Ren, ayo ke kelas bentar lagi Bu Maya dateng"

"Mending lo istirahat aja deh di UKS, entar gue yang ngasih tau Bu Maya kalau lo sakit"

"Gue nggak papa Renata, ayo"

"Lo beneran nggak papa?" Naufal seperti masih belum percaya, karena melihat bibir pucat Aqila

"Udah nggak papa"

"Ayo Ren"

"Eeeh kita pergi dulu kak" Renata merangkul Aqila untuk pergi setelah berpamitan kepada Naufal

"Gue boleh nggak suka sama lo?" Naufal melihat kepergian mereka dengan memegang dadanya

"Bos lagi jatuh cinta ya?" kehadiran Panil diikuti Gempano dan Vian membuyarkan Naufal dari lamunannya

"Jatuh cinta sama siapa? cinta bos kan kepada untuk Fadhila di pesantren" ucap Gempano yang langsung mendapat sikutan dari Vian

"Ayo semangat ngerjain skripsi tinggal bentar lagi" Panil yang menyadari situasi berubah canggung langsung merangkul Naufal diikuti dengan Gempano dan Vian dibelakangnya

.

.

🙏🙏🙏🙏🙏

Terpopuler

Comments

Tiasni Nellu

Tiasni Nellu

lisha???,itukan aqila.

2024-10-13

2

Syaiful Amri

Syaiful Amri

lisha siapa??

2024-07-09

3

Elizabeth Zulfa

Elizabeth Zulfa

Regan, naufal, aqila trnyata mereka saling kenal za

2024-02-10

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 : Ulang Tahun
2 Bab 2 : Mengalah lagi?
3 Bab 3 : Felis Catus
4 Bab 4 : Hanya Mimpi
5 Bab 5 : Tuduhan
6 Bab 6 : Dipaksa Dewasa
7 Bab 7 : Kejar Mimpi Yang Lain
8 Bab 8 : Lelah
9 Bab 9 : Kak Egan?
10 Bab 10 : Pesan Tersirat
11 Bab 11 : Jadilah Pelangi
12 Bab 12 : Hanya Lelah
13 Bab 13 : Keceplosan
14 Bab 14 : Dia calon makmum gue
15 Bab 15 : Jauhi Dia
16 Bab 16 : Hatiku Memilihmu
17 Pengganti kakaknya
18 Pernikahan Davin
19 Berusaha bukan berjanji
20 Tolong Mengerti
21 Kemoterapi
22 Apa ini?
23 Terima Kasih
24 Tolong Jangan Sekarang
25 DIA SAKIT!
26 Akhirnya
27 Terasa Asing
28 Senja & Sahabat
29 Panik
30 Tanggung Jawab
31 Ungkapan Hati
32 Khitbah
33 Sebuah Janji
34 Ultah Darren
35 Tentang Galang
36 Mulai Dekat
37 Cemburu?
38 Tentang Naufal
39 Diva
40 Goyah
41 Seputar Kisah
42 Rian
43 Papa Bangga
44 Undangan
45 Ujian
46 Tentang Jodoh
47 Berjuang Bersama
48 Renata dan Gempano
49 Selamat Tinggal
50 Rindu Musim Dingin
51 Rindu
52 Gagal?
53 kembali?
54 Papa Egois
55 Syok
56 Aku Memang Gila
57 Ia lebih butuh
58 Wisuda
59 Surat
60 Pergi?
61 Kami merindukanmu
62 Dewasa itu apa?
63 Apa Itu Mimpi?
64 Tentang Rasa
65 Tasbih dan Rosario
66 Dua Minggu
67 Cincin?
68 Aligator Amazon
69 Janji Rian
70 Siapa Dia?
71 Janji dan Rasa Kasihan
72 72 jam
73 Assalamu'alaikum Indonesia
74 Tak Sadar
75 Bertemu
76 Konsep Pelangi
77 Datang
78 Kesempatan
79 Galang
80 Lima Hari Lagi
81 Fadila
82 Malu
83 Cemburu
84 Sakinah, mawaddah, warahmah
85 Obrolan Fajar
86 Lingkaran Rasa
87 Salah yang mana?
88 Pelangiku hanya sementara
89 Hotel
90 Salah Paham
91 Maher Ahmed
92 Sepenggal Masa Lalu
93 YES!
94 G & R
95 Terlambat
96 Rumit
97 Kenapa Memilihku?
98 Isi Hati Rian
99 Terlalu Jauh
100 Saya Menerima
101 Kecelakaan
102 Selamat Jalan
103 Kenzo
104 Bilal dan Layla
105 Siapa?
106 Regan dan Kirana
107 Reynald
108 Kurus?
109 Telah Pergi
110 Jangan Ditahan
111 Aku Kuat
112 Kenapa?
113 Kekuatan
114 Apa itu cinta?
115 Rumah Sakit
116 Janji?
117 ATAS NAMA JODOH
118 99 days before divorce
Episodes

Updated 118 Episodes

1
Bab 1 : Ulang Tahun
2
Bab 2 : Mengalah lagi?
3
Bab 3 : Felis Catus
4
Bab 4 : Hanya Mimpi
5
Bab 5 : Tuduhan
6
Bab 6 : Dipaksa Dewasa
7
Bab 7 : Kejar Mimpi Yang Lain
8
Bab 8 : Lelah
9
Bab 9 : Kak Egan?
10
Bab 10 : Pesan Tersirat
11
Bab 11 : Jadilah Pelangi
12
Bab 12 : Hanya Lelah
13
Bab 13 : Keceplosan
14
Bab 14 : Dia calon makmum gue
15
Bab 15 : Jauhi Dia
16
Bab 16 : Hatiku Memilihmu
17
Pengganti kakaknya
18
Pernikahan Davin
19
Berusaha bukan berjanji
20
Tolong Mengerti
21
Kemoterapi
22
Apa ini?
23
Terima Kasih
24
Tolong Jangan Sekarang
25
DIA SAKIT!
26
Akhirnya
27
Terasa Asing
28
Senja & Sahabat
29
Panik
30
Tanggung Jawab
31
Ungkapan Hati
32
Khitbah
33
Sebuah Janji
34
Ultah Darren
35
Tentang Galang
36
Mulai Dekat
37
Cemburu?
38
Tentang Naufal
39
Diva
40
Goyah
41
Seputar Kisah
42
Rian
43
Papa Bangga
44
Undangan
45
Ujian
46
Tentang Jodoh
47
Berjuang Bersama
48
Renata dan Gempano
49
Selamat Tinggal
50
Rindu Musim Dingin
51
Rindu
52
Gagal?
53
kembali?
54
Papa Egois
55
Syok
56
Aku Memang Gila
57
Ia lebih butuh
58
Wisuda
59
Surat
60
Pergi?
61
Kami merindukanmu
62
Dewasa itu apa?
63
Apa Itu Mimpi?
64
Tentang Rasa
65
Tasbih dan Rosario
66
Dua Minggu
67
Cincin?
68
Aligator Amazon
69
Janji Rian
70
Siapa Dia?
71
Janji dan Rasa Kasihan
72
72 jam
73
Assalamu'alaikum Indonesia
74
Tak Sadar
75
Bertemu
76
Konsep Pelangi
77
Datang
78
Kesempatan
79
Galang
80
Lima Hari Lagi
81
Fadila
82
Malu
83
Cemburu
84
Sakinah, mawaddah, warahmah
85
Obrolan Fajar
86
Lingkaran Rasa
87
Salah yang mana?
88
Pelangiku hanya sementara
89
Hotel
90
Salah Paham
91
Maher Ahmed
92
Sepenggal Masa Lalu
93
YES!
94
G & R
95
Terlambat
96
Rumit
97
Kenapa Memilihku?
98
Isi Hati Rian
99
Terlalu Jauh
100
Saya Menerima
101
Kecelakaan
102
Selamat Jalan
103
Kenzo
104
Bilal dan Layla
105
Siapa?
106
Regan dan Kirana
107
Reynald
108
Kurus?
109
Telah Pergi
110
Jangan Ditahan
111
Aku Kuat
112
Kenapa?
113
Kekuatan
114
Apa itu cinta?
115
Rumah Sakit
116
Janji?
117
ATAS NAMA JODOH
118
99 days before divorce

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!