Bab 7 : Kejar Mimpi Yang Lain

Terumbu karang mulai terlihat saat air laut surut, kerang dan berbagai biota laut lainnya memenuhi pesisir pantai, semburat senja nampak dicakrawala, saatnya sang surya pergi ke bagian bumi yang lain dan akan digantikan sang rembulan

Angin berhembus cukup kencang, membawa udara dingin yang terasa menusuk kulit

Seorang gadis duduk termenung di pasir putih, memandang salah satu diantara nikmat tuhan yang tak terkira, pikirannya berkelut untuk mengetahui apa yang salah dengan dirinya?

Mengapa ia dibedakan? Dimana letak kesalahannya? Sejauh inikah jarak yang tercipta diantara mereka hingga saudaranya sendiri menuduhnya tanpa bukti yang kuat

"Aku janji hanya lima menit Ya Allah, setelah itu aku kembali menjadi manusia yang kuat"

Aqila menelungkupkan kepalanya diatas lutut dan mulai terisak, suasana pantai mulai sepi, suara tangisnya terbawa angin yang berhembus seolah menciptakan melodi yang menyayat hati

"Kebahagiaan itu diciptakan oleh kita sendiri, siapapun punya hak untuk bahagia, kebahagiaan itu nggak harus ngalah sama orang lain, kebahagiaan itu milik kita bukan orang lain, ini hidup kita bukan hidup orang lain jadi kita kita bisa mengatur hidup kita sendiri tanpa campur tangan orang lain"

Suara seseorang yang tak asing ditelinga gadis itu membuatnya menoleh

"Naufal?" Aqila segera menghapus air matanya saat menyadari laki-laki iu berdiri dibelakangnya dengan tangan yang dimasukkan ke dalam saku

"Gue kira lo lupa nama gue dan manggil kucing lagi" ucap Naufal sedikit terkekeh dan mendudukkan diri disamping Aqila

"Gue denger lo tadi siang pergi ke panti" Naufal mulai membuka pembicaraan diantara mereka

"Darimana lo tau?" Aqila memusatkan pandangannya pada Naufal, setelah kejadian tadi pagi di kampus ia memang memilih ke Panti untuk menghibur diri dengan bermain bersama anak-anak juga ibu panti yang sudah mulai akrab dengan dirinya

"Anak-anak yang ngasih tau"

"Lo akrab banget ya sama mereka? Lo sering kesana?"

"Mereka udah kayak keluarga buat gue"

"Emang keluarga lo kemana?" Naufal termenung sebentar membuat Aqila merasa tak enak

"Maaf bukan bermaksud buat lo nginget mereka" ucap Aqila membuat Naufal terkekeh

"Emang mereka kenapa? Mereka baik-baik aja kok walau tanpa gue"

"Maksudnya?"

"Gue selalu dikekang dan disuruh menuruti keinginan mereka padahal gue memiliki dunia gue sendiri, gue bukan orang yang suka dipaksa apalagi dibandingin dengan saudara-saudara gue"

"Gue punya dunia gue sendiri, ini tentang hidup gue, nggak selalu tentang keinginan mereka yang harus terpenuhi, makanya gue berontak sama mereka" Naufal melanjutkan ucapannya

"Kalo mereka sakit hati sama ucapan lo gimana?" Naufal memandang Aqila yang menunduk menatap pasir putih di kakinya

"Itu urusan mereka, biar mereka tau kalau gue lebih sakit hati sama perilaku mereka, biar mereka sadar kalau nggak selamanya keinginan mereka bisa gue penuhi, gue punya hak buat memilih bebas apapun itu, tanpa terkekang atau dipaksa lagi harus ngalah sama saudara gue sendiri"

Aqila memandang Naufal sejenak dan menghadap lurus menatap senja yang semakin terbenam

"Gue nggak bisa kayak lo, gue terlalu penakut buat ngelakuin hal yang bisa membuat mereka tersakiti"

"Lo yakin?" Naufal sedikit terkekeh mendengar ucapan Aqila

"Maksud lo?"

"Nyakitin mereka? Lo yakin mereka bakal tersakiti sedangkan mereka aja kayak nggak pernah nganggep lo keluarga"

"Dari mana lo tau mereka nggak pernah nganggep gue?" Aqila memandang Naufal dengan pandangan serius

"Ini buku lo kan?" Naufal mengeluarkan buku bersampul biru yang terjatuh dari tas Aqila tadi pagi

Aqila memandang buku itu dan memeriksa tasnya, saat tak menemukan apa yang dicarinya, ia memandang Naufal dengan tatapan tajam

"Lo baca?" Tanyanya dengan serius dan dibalas anggukan oleh Naufal

"Nggak sopan banget lo baca buku harian orang lain" Aqila merampas buku itu dengan kasar

"Gimana lagi? Gue terlanjur penasaran sama kisah hidup lo"

"Ternyata gue nggak sendirian yang ngalamin hal kayak gini, gue pikir lo tuh anak orang kaya yang manja dan sukanya ngerengek ke orang tua buat beli apa yang lo mau"

Aqila terkekeh mendengar pendapat Naufal tentang dirinya

"Gue pengen kayak gitu tapi nggak bisa, gue juga pengen dimanjain sama kakak dan orang tua gue, beli apapun yang gue mau, atau pergi jalan-jalan menghabiskan waktu bersama di waktu luang"

"Itu hanya mimpi gue, dan mungkin selamanya hanya akan menjadi sebatas mimpi yang tak pernah terwujud" Setitik air mata menetes dari mata Aqila kala mengingat itu

"Jika mimpi lo itu terasa mustahil buat diwujudkan, maka wujudkan ribuan mimpi lo yang lain, jangan jadikan satu mimpi yang mustahil terwujud itu membuat lo menyerah dan putus asa, lo berhak bahagia dengan cara lo sendiri"

Aqila melihat ke arah Naufal sejenak, benarkah ia Naufal si bad boy kampus yang terkenal itu?

"Caranya?"

"Lo harus berani buat nolak kalau keinginan mereka nggak sesuai sama apa yang lo mau"

"satu lagi..."

"Mungkin mereka sadar akan keberadaan lo, saat lo mulai menjauh dari mereka"

"Gue lemah ya? kok gini aja nangis?"Aqila menghapus sisa-sisa air matanya sambil terkekeh

"Orang menangis bukan berarti mereka lemah, tapi karena mereka kuat terlalu lama"

.

Aqila berdiri di depan bangunan bercat putih yang menjadi tempatnya berlindung dari panas matahari dan dinginnya udara malam selama sembilan belas tahun

Ia menarik nafas panjang dan mulai melangkahkan kakinya memasuki halaman rumah

"Aqila" suara seseorang menyapanya dari belakang membuat langkahnya terhenti

Aqila sudah tau itu Galang, ia mungkin datang menjenguk Reyna, Aqila sengaja melewatinya agar tak menimbulkan kesalahpahaman dan membuat masalah baru

"Kenapa?" Aqila menoleh sebentar bertanya pada laki-laki itu

"Lo dari mana? Kenapa baru pulang sekarang?"

Aqila mengernyitkan alis mendengar pertanyaan itu

"Bukan urusan lo"

Galang merasakan hal yang berbeda saat Aqila mengatakan itu padanya, Aqila berbeda tidak seperti dulu yang akan berbicara panjang lebar kepada dirinya

Galang memandang gadis berjilbab itu yang semakin mempercepat langkahnya memasuki rumah dan seolah mengabaikan keberadaannya

"Gue kenapa sih? gue sukanya sama Reyna bukan sama dia" Galang mengusap wajahnya kasar karena berada di situasi seperti ini, hatinya mulai goyah di penuhi rasa bersalah, apalagi mengingat perlakuan Aqila yang dulu kepadanya, padahal sebelumnya ia sudah menentukan Reyna sebagai pilihannya yang sudah pati membuat Aqila semakin tersakiti karena ia lebih memilih adiknya

Tanpa disadari sedari tadi ada orang yang mengamati kejadian itu di balik jendela kamarnya, ia mengepalkan tangannya melihat kejadian itu, terlebih saat melihat ekspresi Galang yang memandang Aqila bukan lagi dengan tatapan jijik tetapi tersirat makna lain dari matanya

.

Banyak Typo...🙏🙏🙏

Terpopuler

Comments

Ina Karlina

Ina Karlina

Reina itu perempuan licik dia ber muka2 menyebalkan

2024-10-15

2

khomsi

khomsi

bener itu

2024-09-13

0

~Ni Inda~

~Ni Inda~

Klw lo mau marah Reyna....marah sm Galang...bkn sm Aqila
Lo lht kan sikap Aqila td

2024-07-16

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 : Ulang Tahun
2 Bab 2 : Mengalah lagi?
3 Bab 3 : Felis Catus
4 Bab 4 : Hanya Mimpi
5 Bab 5 : Tuduhan
6 Bab 6 : Dipaksa Dewasa
7 Bab 7 : Kejar Mimpi Yang Lain
8 Bab 8 : Lelah
9 Bab 9 : Kak Egan?
10 Bab 10 : Pesan Tersirat
11 Bab 11 : Jadilah Pelangi
12 Bab 12 : Hanya Lelah
13 Bab 13 : Keceplosan
14 Bab 14 : Dia calon makmum gue
15 Bab 15 : Jauhi Dia
16 Bab 16 : Hatiku Memilihmu
17 Pengganti kakaknya
18 Pernikahan Davin
19 Berusaha bukan berjanji
20 Tolong Mengerti
21 Kemoterapi
22 Apa ini?
23 Terima Kasih
24 Tolong Jangan Sekarang
25 DIA SAKIT!
26 Akhirnya
27 Terasa Asing
28 Senja & Sahabat
29 Panik
30 Tanggung Jawab
31 Ungkapan Hati
32 Khitbah
33 Sebuah Janji
34 Ultah Darren
35 Tentang Galang
36 Mulai Dekat
37 Cemburu?
38 Tentang Naufal
39 Diva
40 Goyah
41 Seputar Kisah
42 Rian
43 Papa Bangga
44 Undangan
45 Ujian
46 Tentang Jodoh
47 Berjuang Bersama
48 Renata dan Gempano
49 Selamat Tinggal
50 Rindu Musim Dingin
51 Rindu
52 Gagal?
53 kembali?
54 Papa Egois
55 Syok
56 Aku Memang Gila
57 Ia lebih butuh
58 Wisuda
59 Surat
60 Pergi?
61 Kami merindukanmu
62 Dewasa itu apa?
63 Apa Itu Mimpi?
64 Tentang Rasa
65 Tasbih dan Rosario
66 Dua Minggu
67 Cincin?
68 Aligator Amazon
69 Janji Rian
70 Siapa Dia?
71 Janji dan Rasa Kasihan
72 72 jam
73 Assalamu'alaikum Indonesia
74 Tak Sadar
75 Bertemu
76 Konsep Pelangi
77 Datang
78 Kesempatan
79 Galang
80 Lima Hari Lagi
81 Fadila
82 Malu
83 Cemburu
84 Sakinah, mawaddah, warahmah
85 Obrolan Fajar
86 Lingkaran Rasa
87 Salah yang mana?
88 Pelangiku hanya sementara
89 Hotel
90 Salah Paham
91 Maher Ahmed
92 Sepenggal Masa Lalu
93 YES!
94 G & R
95 Terlambat
96 Rumit
97 Kenapa Memilihku?
98 Isi Hati Rian
99 Terlalu Jauh
100 Saya Menerima
101 Kecelakaan
102 Selamat Jalan
103 Kenzo
104 Bilal dan Layla
105 Siapa?
106 Regan dan Kirana
107 Reynald
108 Kurus?
109 Telah Pergi
110 Jangan Ditahan
111 Aku Kuat
112 Kenapa?
113 Kekuatan
114 Apa itu cinta?
115 Rumah Sakit
116 Janji?
117 ATAS NAMA JODOH
118 99 days before divorce
Episodes

Updated 118 Episodes

1
Bab 1 : Ulang Tahun
2
Bab 2 : Mengalah lagi?
3
Bab 3 : Felis Catus
4
Bab 4 : Hanya Mimpi
5
Bab 5 : Tuduhan
6
Bab 6 : Dipaksa Dewasa
7
Bab 7 : Kejar Mimpi Yang Lain
8
Bab 8 : Lelah
9
Bab 9 : Kak Egan?
10
Bab 10 : Pesan Tersirat
11
Bab 11 : Jadilah Pelangi
12
Bab 12 : Hanya Lelah
13
Bab 13 : Keceplosan
14
Bab 14 : Dia calon makmum gue
15
Bab 15 : Jauhi Dia
16
Bab 16 : Hatiku Memilihmu
17
Pengganti kakaknya
18
Pernikahan Davin
19
Berusaha bukan berjanji
20
Tolong Mengerti
21
Kemoterapi
22
Apa ini?
23
Terima Kasih
24
Tolong Jangan Sekarang
25
DIA SAKIT!
26
Akhirnya
27
Terasa Asing
28
Senja & Sahabat
29
Panik
30
Tanggung Jawab
31
Ungkapan Hati
32
Khitbah
33
Sebuah Janji
34
Ultah Darren
35
Tentang Galang
36
Mulai Dekat
37
Cemburu?
38
Tentang Naufal
39
Diva
40
Goyah
41
Seputar Kisah
42
Rian
43
Papa Bangga
44
Undangan
45
Ujian
46
Tentang Jodoh
47
Berjuang Bersama
48
Renata dan Gempano
49
Selamat Tinggal
50
Rindu Musim Dingin
51
Rindu
52
Gagal?
53
kembali?
54
Papa Egois
55
Syok
56
Aku Memang Gila
57
Ia lebih butuh
58
Wisuda
59
Surat
60
Pergi?
61
Kami merindukanmu
62
Dewasa itu apa?
63
Apa Itu Mimpi?
64
Tentang Rasa
65
Tasbih dan Rosario
66
Dua Minggu
67
Cincin?
68
Aligator Amazon
69
Janji Rian
70
Siapa Dia?
71
Janji dan Rasa Kasihan
72
72 jam
73
Assalamu'alaikum Indonesia
74
Tak Sadar
75
Bertemu
76
Konsep Pelangi
77
Datang
78
Kesempatan
79
Galang
80
Lima Hari Lagi
81
Fadila
82
Malu
83
Cemburu
84
Sakinah, mawaddah, warahmah
85
Obrolan Fajar
86
Lingkaran Rasa
87
Salah yang mana?
88
Pelangiku hanya sementara
89
Hotel
90
Salah Paham
91
Maher Ahmed
92
Sepenggal Masa Lalu
93
YES!
94
G & R
95
Terlambat
96
Rumit
97
Kenapa Memilihku?
98
Isi Hati Rian
99
Terlalu Jauh
100
Saya Menerima
101
Kecelakaan
102
Selamat Jalan
103
Kenzo
104
Bilal dan Layla
105
Siapa?
106
Regan dan Kirana
107
Reynald
108
Kurus?
109
Telah Pergi
110
Jangan Ditahan
111
Aku Kuat
112
Kenapa?
113
Kekuatan
114
Apa itu cinta?
115
Rumah Sakit
116
Janji?
117
ATAS NAMA JODOH
118
99 days before divorce

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!