Bab 5 : Tuduhan

Pemandangan baru yang pasti menjadi gosip hangat di kalangan para mahasiswa pagi itu, seorang bad boy kampus membonceng cewek berhijab yang dikenal berprestasi

Banyak yang memuji mereka ibarat tokoh novel yang sedang hits di kalangan remaja tentang kisah cinta bad boy dan murid teladan, namun tak sedikit hujatan yang di lontarkan mereka, apalagi yang mereka tau Aqila selama ini menyukai Galang, terlihat jelas dari sikapnya yang perhatian dan memandang laki-laki itu dengan tatapan kagum

Aqila tutup telinga mendengar ucapan mereka, setelah sampai di parkiran ia langsung turun dengan sedikit berlari setelah mengucapkan terima kasih

"Tunggu..." Tak sempat Naufal menyelesaikan ucapannya, Aqila sudah tak nampak di ujung sana

Naufal mengambil pensil kayu dan sebuah buku kecil berwarna biru yang jatuh dari tas gadis itu, mungkin ia tak menyadari salah satu resleting tasnya terbuka, begitulah pikir Naufal

'Apa itu kebahagiaan? Apa arti bahagia yang sesunguhnya? Adakah kebahagiaan tanpa pengorbanan atau tanpa kata mengalah?'

Itulah kalimat yang tertulis pada salah satu halaman buku milik Aqila yang terbuka, Naufal bukan lah orang yang ingin tau masalah orang lain tapi entah kenapa melihat tulisan Aqila disana membuatnya ingin mengetahui lebih jauh tentang gadis itu

"BOS" tiga laki-laki dengan pakaian serupa menghampiri Naufal, hingga membuatnya mengurungkan niat membuka lembaran buku kecil itu lebih jauh

"Geng kobra ngajak balap ntar malem" Ucap Gempano dengan suara cukup keras

"Jangan ngomong keras-keras gempa bumi, untung parkiran sepi" Panil menepuk bahu Gempano cukup keras hingga membuat Gempano meringis, tenaga Panil memang tak boleh diremehkan

Naufal mengeluarkan sebatang rokok dan korek dari saku jaketnya dan mulai mengembuskan asapnya ke udara

"Dimana?"

"Jalan tepi pantai, soalnya jalan yang biasa udah berhasil dilacak polisi" kali ini Vian yang menjawab, diantara ketiga sahabatnya memang Vian yang paling waras

"Beritau anak-anak yang lain, buat siap-siap nanti malam, gue yakin tuh orang bukan cuma mau ngajak balap"

"Siap bos"

"Btw bos tumben berangkat pagi, biasa juga kalau ada kuliah pagi berangkatnya pas sisa dua puluh menit baru dateng"

"Lo nggak liat tadi pak bos bawa siapa?" Gempano menyahut ucapan Panil

"Cewek lo bos?" tanya Gempano, sekaligus menjawab rasa ingin tau temannya

"Bukan"

"Terus?" Hanya tatapan tajam yang diberikan Naufal sebagai jawaban, yang cukup membuat nyali mereka ciut dan hanya tersenyum canggung

.....

"Sumpah, saat Bu Maya yang ngajar gue mendadak jadi mahasiswi teladan" ucap Renata merapikan buku-buku pelajaran yang tergeletak di atas meja

"Emang biasanya lo kayak gimana?"

"Ya gue nggak nyatet serajin ini dan meja ngggak seberantakan ini dengan banyak buku" Aqila hanya tertawa kecil mendengar jawaban sahabatnya itu

"Eh btw Aqila..." Aqila memandang ke arah Renata yang sengaja menggantung ucapannya

Ia menaikkan sebelas alisnya tanda tak mengerti

"OMG, LO TADI PAGI DI BONCENG KAK NAUFAL"

Aqila menutup telinga mendengar suara cempreng Renata, beruntung kondisi kelas sudah cukup sepi

"Terus?"

"Ya ini momen yang harus diabadikan, selama hampir dua tahun kuliah disini, gue nggak pernah liat cewek menduduki motor kebanggaan dia"

"Lo kan liatnya di kampus doang, kita nggak tau diluar sana dia kayak gimana, ke kampus aja jarang banget"

"Iya juga sih tapi kan..."

"Kak Aqila" seorang mahasiswi berdiri di depan pintu kelas memanggil nama Aqila hingga mengalihkan perhatian mereka berdua

"Ya?"

"Reyna jatuh dari tangga"

"APA" Aqila langsung berlari keluar kelas disusul Renata yang mengikutinya dari belakang

Mereka bertiga berlari menuju tangga yang terletak di lorong paling ujung tepatnya di samping gudang, keadaan disana terlihat sepi sekali, Jarang ada mahasiswa yang memilih lewat sana karena jaraknya yang lumayan jauh dari kelas

Tepat dibawah tangga itu mereka melihat Reyna terduduk disana memegang kepalanya

"Reyna"

"Bagaimana bisa jatuh?" Aqila memeluk Reyna erat yang mulai sesenggukan namun hanya gelengan yang diterimanya sebagai jawaban

"Ada yang luka?" Tanyanya kembali namun Reyna tak kunjung menjawab dan masih menangis

"Reyna ayo kami anter ke UKS" Fani temannya yang tadi memanggil Aqila ikut memegang sebelah bahu Reyna

"LO APAIN ADIK GUE?" Teriakan Rian menggema di lorong itu sampai membuat mereka tersentak

"Kak Rian" Reyna langsung berlari memeluk Rian erat dan menumpahkan tangisnya

"Ada yang sakit? Mana yang sakit?" Reyna memegang keningnya yang terlihat memar namun tak sampai mengeluarkan darah

"Siapa yang ngelakuin ini? Siapa yang dorong Reyna sampai jatuh?"

Reyna hanya terdiam tak menjawab dan masih menangis dengan sesegukan

"Dia?" telunjuk Devano mengarah ke arah Aqila membuat mereka terkejut sedangkan mata Aqila mulai memerah karena tak menyangka Rin akan menuduh dirinya semudah itu tanpa bukti apapun

"Bu bukan" Aqila menjawab dengan terbata-bata sambil menahan air matanya agar tak keluar

"Dia yang dorong kamu?" Rian mengulangi pertanyaan yang sama karena tak mendapat jawaban dari Reyna sedangkan Aqila yang tak tahan dengan tuduhan itu langsung berlari menahan tangisnya karena kakaknya yang tak mempercayainya

"Lo jangan nuduh orang sembarangan dong, udah syukur Aqila mau dateng kesini nolongin adik kesayangan lo, kalau nggak percaya tanya sama Fani, dia yang manggil Aqila tadi" Renata menunjuk kearah Fani yang sedari tadi diam menyaksikan

"Dan lo" Renata mengarahkan telunjuknya ke arah Reyna yang masih terduduk disana

"Seenggaknya lo jawab pake gelengan kalau bukan Aqila yang dorong lo, jangan buat masalah semakin rumit kayak gini? lo pikir Aqila manusia apaan? dia juga punya hati, gue lebih ngenal dia dari pada lo sebagai keluarganya" Renata langsung pergi setelah mengeluarkan unek-unek yang disimpannya, Aqila tak mungkin sanggup mengatakan itu kepada mereka karena ia lebih mementingkan perasaan orang lain

"A anu kak sebenarnya Reyna tadi kepeleset karena salah satu anak tangga cukup licin" Fani menunduk menjelaskan karena merasa tak enak melihat hal itu, bagaimana pun juga ia yang telah memanggil Aqila untuk datang kesini karena tak tau harus mencari bantuan kemana

"Apa yang terjadi disana?" Galang bertanya kepada Renata saat berfafasan di koridor, ia mendengar teriakan Rian yang cukup keras dan melihat Aqila yang berlari dengan kepala menunduk melewatinya

Berubah, itulah yang dilihat Galang dari sikap Aqila, tak ada Aqila yang tersenyum manis atau sekedar menyapa untuk menanyakan kabar, dan Galang benci kenapa ia merasakan hal yang berbeda dari sikap itu? padahal ia sudah yakin kalau Reyna yang ia cintai dari masa SMA bukan Aqila

"Urus pacar lo yang cengeng itu dan bilangin buat jangan nuduh orang sembarangan"

Renata berlari setelah mengatakan itu, meninggalkan Galang dengan berbagai pertanyaan yang muncul di benaknya mendengar ucapan Renata

.

Banyak Typo 🙏🙏🙏

Terpopuler

Comments

Tri Utari Agustina

Tri Utari Agustina

Bikin emosi aja menuduh orang sebarangan kasihan Aqila, adik tidak tahu adat

2025-01-14

0

Rodiah Diwani

Rodiah Diwani

iyyhh,,bisa2 nya aku yg mewek

2024-11-29

0

Sri Puryani

Sri Puryani

renata btl" shbt yg 👍

2024-10-22

3

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 : Ulang Tahun
2 Bab 2 : Mengalah lagi?
3 Bab 3 : Felis Catus
4 Bab 4 : Hanya Mimpi
5 Bab 5 : Tuduhan
6 Bab 6 : Dipaksa Dewasa
7 Bab 7 : Kejar Mimpi Yang Lain
8 Bab 8 : Lelah
9 Bab 9 : Kak Egan?
10 Bab 10 : Pesan Tersirat
11 Bab 11 : Jadilah Pelangi
12 Bab 12 : Hanya Lelah
13 Bab 13 : Keceplosan
14 Bab 14 : Dia calon makmum gue
15 Bab 15 : Jauhi Dia
16 Bab 16 : Hatiku Memilihmu
17 Pengganti kakaknya
18 Pernikahan Davin
19 Berusaha bukan berjanji
20 Tolong Mengerti
21 Kemoterapi
22 Apa ini?
23 Terima Kasih
24 Tolong Jangan Sekarang
25 DIA SAKIT!
26 Akhirnya
27 Terasa Asing
28 Senja & Sahabat
29 Panik
30 Tanggung Jawab
31 Ungkapan Hati
32 Khitbah
33 Sebuah Janji
34 Ultah Darren
35 Tentang Galang
36 Mulai Dekat
37 Cemburu?
38 Tentang Naufal
39 Diva
40 Goyah
41 Seputar Kisah
42 Rian
43 Papa Bangga
44 Undangan
45 Ujian
46 Tentang Jodoh
47 Berjuang Bersama
48 Renata dan Gempano
49 Selamat Tinggal
50 Rindu Musim Dingin
51 Rindu
52 Gagal?
53 kembali?
54 Papa Egois
55 Syok
56 Aku Memang Gila
57 Ia lebih butuh
58 Wisuda
59 Surat
60 Pergi?
61 Kami merindukanmu
62 Dewasa itu apa?
63 Apa Itu Mimpi?
64 Tentang Rasa
65 Tasbih dan Rosario
66 Dua Minggu
67 Cincin?
68 Aligator Amazon
69 Janji Rian
70 Siapa Dia?
71 Janji dan Rasa Kasihan
72 72 jam
73 Assalamu'alaikum Indonesia
74 Tak Sadar
75 Bertemu
76 Konsep Pelangi
77 Datang
78 Kesempatan
79 Galang
80 Lima Hari Lagi
81 Fadila
82 Malu
83 Cemburu
84 Sakinah, mawaddah, warahmah
85 Obrolan Fajar
86 Lingkaran Rasa
87 Salah yang mana?
88 Pelangiku hanya sementara
89 Hotel
90 Salah Paham
91 Maher Ahmed
92 Sepenggal Masa Lalu
93 YES!
94 G & R
95 Terlambat
96 Rumit
97 Kenapa Memilihku?
98 Isi Hati Rian
99 Terlalu Jauh
100 Saya Menerima
101 Kecelakaan
102 Selamat Jalan
103 Kenzo
104 Bilal dan Layla
105 Siapa?
106 Regan dan Kirana
107 Reynald
108 Kurus?
109 Telah Pergi
110 Jangan Ditahan
111 Aku Kuat
112 Kenapa?
113 Kekuatan
114 Apa itu cinta?
115 Rumah Sakit
116 Janji?
117 ATAS NAMA JODOH
118 99 days before divorce
Episodes

Updated 118 Episodes

1
Bab 1 : Ulang Tahun
2
Bab 2 : Mengalah lagi?
3
Bab 3 : Felis Catus
4
Bab 4 : Hanya Mimpi
5
Bab 5 : Tuduhan
6
Bab 6 : Dipaksa Dewasa
7
Bab 7 : Kejar Mimpi Yang Lain
8
Bab 8 : Lelah
9
Bab 9 : Kak Egan?
10
Bab 10 : Pesan Tersirat
11
Bab 11 : Jadilah Pelangi
12
Bab 12 : Hanya Lelah
13
Bab 13 : Keceplosan
14
Bab 14 : Dia calon makmum gue
15
Bab 15 : Jauhi Dia
16
Bab 16 : Hatiku Memilihmu
17
Pengganti kakaknya
18
Pernikahan Davin
19
Berusaha bukan berjanji
20
Tolong Mengerti
21
Kemoterapi
22
Apa ini?
23
Terima Kasih
24
Tolong Jangan Sekarang
25
DIA SAKIT!
26
Akhirnya
27
Terasa Asing
28
Senja & Sahabat
29
Panik
30
Tanggung Jawab
31
Ungkapan Hati
32
Khitbah
33
Sebuah Janji
34
Ultah Darren
35
Tentang Galang
36
Mulai Dekat
37
Cemburu?
38
Tentang Naufal
39
Diva
40
Goyah
41
Seputar Kisah
42
Rian
43
Papa Bangga
44
Undangan
45
Ujian
46
Tentang Jodoh
47
Berjuang Bersama
48
Renata dan Gempano
49
Selamat Tinggal
50
Rindu Musim Dingin
51
Rindu
52
Gagal?
53
kembali?
54
Papa Egois
55
Syok
56
Aku Memang Gila
57
Ia lebih butuh
58
Wisuda
59
Surat
60
Pergi?
61
Kami merindukanmu
62
Dewasa itu apa?
63
Apa Itu Mimpi?
64
Tentang Rasa
65
Tasbih dan Rosario
66
Dua Minggu
67
Cincin?
68
Aligator Amazon
69
Janji Rian
70
Siapa Dia?
71
Janji dan Rasa Kasihan
72
72 jam
73
Assalamu'alaikum Indonesia
74
Tak Sadar
75
Bertemu
76
Konsep Pelangi
77
Datang
78
Kesempatan
79
Galang
80
Lima Hari Lagi
81
Fadila
82
Malu
83
Cemburu
84
Sakinah, mawaddah, warahmah
85
Obrolan Fajar
86
Lingkaran Rasa
87
Salah yang mana?
88
Pelangiku hanya sementara
89
Hotel
90
Salah Paham
91
Maher Ahmed
92
Sepenggal Masa Lalu
93
YES!
94
G & R
95
Terlambat
96
Rumit
97
Kenapa Memilihku?
98
Isi Hati Rian
99
Terlalu Jauh
100
Saya Menerima
101
Kecelakaan
102
Selamat Jalan
103
Kenzo
104
Bilal dan Layla
105
Siapa?
106
Regan dan Kirana
107
Reynald
108
Kurus?
109
Telah Pergi
110
Jangan Ditahan
111
Aku Kuat
112
Kenapa?
113
Kekuatan
114
Apa itu cinta?
115
Rumah Sakit
116
Janji?
117
ATAS NAMA JODOH
118
99 days before divorce

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!