Bab 2 : Mengalah lagi?

"Woy kemana aja lo?"

Baru menundudukkan dirinya di kursi Aqila langsung di semprot pertanyaan oleh Renata sahabatnya

"Jalan-jalan"

"Gila! Gue pikir lo ilang tau nggak, motor lo di parkiran tapi lo ngilang gitu aja, udah gitu kunci motor nggak dicabut lagi, ceroboh banget lo" Renata melempar kunci motor itu dan langsung ditangkap oleh Aqila

"Lupa" balas Aqila santai seolah tak ada beban

"Kasian lo, masih kecil udah pikun" cibir Renata

"Baru sekali doang elah"

"Sekali lo bilang? ini udah yang ke berapa kalinya, Santai bener lo ngomong, mentang-mentang keluarga sultan, tinggal minta aja pasti diturutin" Sadar atau tidak Renata kembali membuka luka di hati Aqila saat dirinya membahas masalah keluarga

Menyadari ekspresi Aqila yang murung setelah ia menyinggung keluarganya Renata memukul pelan mulutnya

"Sorry Qil, gue nggak maksud bahas kelurga lo kayak gitu, mulut gue emang suka keceplosan gitu, maaf ya"

"Udah lo santai aja, gue nggak papa kok" Aqila berusaha tersenyum agar sahabatnya itu tak merasa bersalah, tapi Renata yang sudah kenal sejak SMA dengan Aqila tau arti senyuman itu dan kata 'tidak apa-apa'

Senyuman palsu, hanya sebatas topeng untuk menutup kesedihannya. Renata bahkan tak pernah melihat air mata membasahi wajah sahabatnya itu, hanya senyum yang diberikan seolah dunia selalu baik-baik saja

"Lo kuat banget Qil, jujur kalau gue jadi lo, gue mungkin bakal jadi gila" Renata tanpa sadar meneteskan air matanya dan menggenggam tangan Aqila erat

"Kok lo nangis sih? Cengeng banget tau nggak?"

"Gue emang cengeng Qil, nggak kayak lo yang kuat"

"Udahlah Ren, hapus air mata lo bentar lagi dosen dateng tuh"

"Lo harus tetep percaya Qil, kalau Allah punya rencana indah buat lo, suatu saat mereka pasti mengerti"

"Iya gue tau Renata, gue tau Allah itu nggak tidur, ia pasti tau yang terbaik buat gue"

"Pokoknya lo jangan ngerasa sendiri, gue sebagai sahabat lo selalu siap 24 jam denger curhatan lo"

"Udah kayak UGD aja lo 24 jam" Renata tak membalas ucapan Aqila, ia mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya, sebuah kotak kecil berwarna biru dengan pita warna senada yang indah diatas nya

"Selamat ulang tahun sahabatku yang kuat, semoga tahun ini lo bisa jadi lebih baik lagi dan harapan lo bisa terwujud" Renata memeluluk Aqila erat seolah menyalurkan kekuatan pada tubuh sahabatnya yang ringkih

"Lo emang sahabat terbaik gue Ren"

"Pasti hari ini gue yang pertama ngucapin ya? Dan mungkin cuma gue?" Terdengar menyakitkan tapi itu nyata, Renata sahabatnya dari SMA orang yang pertama kali memberinya ucapan selamat di hari kelahirannya dan kadang satu-satunya orang yang ingat ulang tahunnya

"Sayang nya lo yang kedua"

"Siapa yang pertama?" Renata menatap mata cokelat Aqila dengan serius, tidak mungkin keluarganya kan?

Peluang keluarga Bramadja mengingatnya hanya 0,001% dari 100% atau mungkin Galang? Hah tidak mungkin cowok br*ngs*k itu mengingatnya atau bahkan ia tak tau?, tadi pagi ia mendengar cowok itu menyatakan cintanya kepada adik sahabatnya, miris sekali nasib sahabatnya itu di hari ulang tahun bukannya bahagia ia malah mendapat hadiah seperti ini, ia tau betul bagaimana sesosok Aqila pertama kali jatuh cinta saat kegiatan OSPEK dengn salah satu panitia yang tak lain adalah Galang, namun cinta sahabatnya itu harus bertepuk sebelah tangan bahkan perjuangan Aqila tak pernah dihargai

"Rahasia"

"Nggak asik lo"

"Nanti lo juga bakal tau kok"

"Tapi..."

"Ssstt, Dosen dateng"

Pembicaraan dua sahabat itu terhenti saat dosen memasuki kelas, kelas yang tiba-tiba ramai mendadak sunyi apalagi dosen yang mengajar terkenal killer

"Hari ini kita kuis" ucapan yang keluar dari mulut sang dosen membuat mahasiswa kembali bersuara tak terima namun keputusan tetap tidak bisa diganggu gugat jika itu sudah keluar dari mulut Bu Maya si dosen killer

⚘⚘⚘⚘⚘

"Assalamu'alaikum" Aqila membuka pintu rumahnya saat matahari mulai tenggelam, sepulang kampus ia diajak Renata ke salah satu restoran pizza terkenal untuk merayakan ulang tahunnya

"Wa'alaikumussalam" Bik Inah yang menjawab salam, salah satu ART yang bekerja kepada keluarga Bramadja lebih dari lima belas tahun, jadi ia tau bagaimana kondisi nona mudanya yang satu ini

"Kok rumah sepi banget bik, yang lain kemana?"

"Tuan dan nyonya ada perjalanan bisnis ke luar kota"

"Kakak?"

"Biasa non sibuk sama kerjaan"

"Reyna juga belum pulang?"

"Non Reyna tadi sore di jemput sama pacarnya, katanya mau jalan-jalan" Aqila tersenyum miris dan mengangguk

"Kalau gitu Aqila masuk dulu bik"

"Nanti kalau butuh apa-apa panggil bibik ya"

"Pasti bik"

Langkah Aqila di tangga terhenti saat menyadari kakak keduanya, Daren juga turun dari tangga dengan terburu-buru sepertinya mendapat panggilan darurat, bukankah tadi Bik Inah bilang masih kerja? Itulah pertanyaan yang muncul di benak Aqila

"Kak Daren mau ke rumah sakit?" Aqila menyapa saat mereka berpapasan di tangga

"Hmm" hanya deheman yang ia berikan kepada Aqila bahkan tanpa menoleh sedikitpun, Aqila hanya berfikir positif mungkin saja pasiennya dalam keadaan darurat

🌸🌸🌸🌸🌸

"Sial... sial...sial" sepanjang koridor kampus tak henti-hentinya Aqila mengumpat, setelah subuh ia malah kembali tidur dan hampir melupakan kelas paginya hari ini

Brukkk

Karena terlalu fokus ia sampai tak sengaja menabrak seseorang di ujung koridor

"Aduh maaf ya maaf banget gue buru-buru" Aqila memungut bukunya yang jatuh berserakan sedangkan orang yang ditabraknya diam berdiri tanpa niat membantu

Dalam hati Aqila mengumpat sombong sekali, tapi ia tak menampik kalau ini juga salahnya

"Sekali lagi maaf gue buru-buru" ia menatap orang yang ditabraknya dan membuatnya berhenti sejenak

"Galang?"

"Caper lo" Bukan Galang yang mengatakan itu tapi temannya Bagas

"Trik apa lagi kali ini? Galang lebih milih adik lo ketimbang lo" Dika ikut menimpali dengan kata-kata pedasnya

"Mulai sekarang berhenti ganggu Galang lagi Aqila, lo harus ngalah demi kebahagiaan adik lo" Arya menepuk pundaknya pelan dan mereka berempat pergi meninggalkan Aqila yang menunduk disana

Lo sebagai kakak harus ngalah sama adik lo

qila harus ngalah ya sama Reyna

Aqila kasih Reyna ya, ngalah sama adiknya besok papa ganti

Aqila ngalah dulu ya, kakak janji besok nemenin Aqila ke toko buku

Kata-kata mengalah itu sudah kebal di telinga Aqila dari kecil, kata-kata yang sudah menjadi makanan sehari-harinya, dari kata itu ia membuat orang lain bahagia tanpa memikirkan hatinya yang terluka

"Mengalah? Lagi? Heh" Aqila tersenyum kecut dan segera pergi menuju kelasnya

⚘⚘⚘⚘⚘

Banyak Typo...🙏

Like, komen & Vote 🙏

Terpopuler

Comments

Mamah dini

Mamah dini

kayak ny bukan anak kandung deh , gitu banget di perlakukan ny ,sama semua lagi , ihh kasian banget Aqila , moga aja kdepan ny ada yg menyayangi lebih dari keluarga ny amiiin. .

2024-11-01

2

Tri Utari Agustina

Tri Utari Agustina

Kasihan Aqila tidak dianggap orang tua semoga terbalas apa mereka lakukan terhadap Aqila

2025-01-14

0

Fajar Ayu Kurniawati

Fajar Ayu Kurniawati

.

2024-11-24

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 : Ulang Tahun
2 Bab 2 : Mengalah lagi?
3 Bab 3 : Felis Catus
4 Bab 4 : Hanya Mimpi
5 Bab 5 : Tuduhan
6 Bab 6 : Dipaksa Dewasa
7 Bab 7 : Kejar Mimpi Yang Lain
8 Bab 8 : Lelah
9 Bab 9 : Kak Egan?
10 Bab 10 : Pesan Tersirat
11 Bab 11 : Jadilah Pelangi
12 Bab 12 : Hanya Lelah
13 Bab 13 : Keceplosan
14 Bab 14 : Dia calon makmum gue
15 Bab 15 : Jauhi Dia
16 Bab 16 : Hatiku Memilihmu
17 Pengganti kakaknya
18 Pernikahan Davin
19 Berusaha bukan berjanji
20 Tolong Mengerti
21 Kemoterapi
22 Apa ini?
23 Terima Kasih
24 Tolong Jangan Sekarang
25 DIA SAKIT!
26 Akhirnya
27 Terasa Asing
28 Senja & Sahabat
29 Panik
30 Tanggung Jawab
31 Ungkapan Hati
32 Khitbah
33 Sebuah Janji
34 Ultah Darren
35 Tentang Galang
36 Mulai Dekat
37 Cemburu?
38 Tentang Naufal
39 Diva
40 Goyah
41 Seputar Kisah
42 Rian
43 Papa Bangga
44 Undangan
45 Ujian
46 Tentang Jodoh
47 Berjuang Bersama
48 Renata dan Gempano
49 Selamat Tinggal
50 Rindu Musim Dingin
51 Rindu
52 Gagal?
53 kembali?
54 Papa Egois
55 Syok
56 Aku Memang Gila
57 Ia lebih butuh
58 Wisuda
59 Surat
60 Pergi?
61 Kami merindukanmu
62 Dewasa itu apa?
63 Apa Itu Mimpi?
64 Tentang Rasa
65 Tasbih dan Rosario
66 Dua Minggu
67 Cincin?
68 Aligator Amazon
69 Janji Rian
70 Siapa Dia?
71 Janji dan Rasa Kasihan
72 72 jam
73 Assalamu'alaikum Indonesia
74 Tak Sadar
75 Bertemu
76 Konsep Pelangi
77 Datang
78 Kesempatan
79 Galang
80 Lima Hari Lagi
81 Fadila
82 Malu
83 Cemburu
84 Sakinah, mawaddah, warahmah
85 Obrolan Fajar
86 Lingkaran Rasa
87 Salah yang mana?
88 Pelangiku hanya sementara
89 Hotel
90 Salah Paham
91 Maher Ahmed
92 Sepenggal Masa Lalu
93 YES!
94 G & R
95 Terlambat
96 Rumit
97 Kenapa Memilihku?
98 Isi Hati Rian
99 Terlalu Jauh
100 Saya Menerima
101 Kecelakaan
102 Selamat Jalan
103 Kenzo
104 Bilal dan Layla
105 Siapa?
106 Regan dan Kirana
107 Reynald
108 Kurus?
109 Telah Pergi
110 Jangan Ditahan
111 Aku Kuat
112 Kenapa?
113 Kekuatan
114 Apa itu cinta?
115 Rumah Sakit
116 Janji?
117 ATAS NAMA JODOH
118 99 days before divorce
Episodes

Updated 118 Episodes

1
Bab 1 : Ulang Tahun
2
Bab 2 : Mengalah lagi?
3
Bab 3 : Felis Catus
4
Bab 4 : Hanya Mimpi
5
Bab 5 : Tuduhan
6
Bab 6 : Dipaksa Dewasa
7
Bab 7 : Kejar Mimpi Yang Lain
8
Bab 8 : Lelah
9
Bab 9 : Kak Egan?
10
Bab 10 : Pesan Tersirat
11
Bab 11 : Jadilah Pelangi
12
Bab 12 : Hanya Lelah
13
Bab 13 : Keceplosan
14
Bab 14 : Dia calon makmum gue
15
Bab 15 : Jauhi Dia
16
Bab 16 : Hatiku Memilihmu
17
Pengganti kakaknya
18
Pernikahan Davin
19
Berusaha bukan berjanji
20
Tolong Mengerti
21
Kemoterapi
22
Apa ini?
23
Terima Kasih
24
Tolong Jangan Sekarang
25
DIA SAKIT!
26
Akhirnya
27
Terasa Asing
28
Senja & Sahabat
29
Panik
30
Tanggung Jawab
31
Ungkapan Hati
32
Khitbah
33
Sebuah Janji
34
Ultah Darren
35
Tentang Galang
36
Mulai Dekat
37
Cemburu?
38
Tentang Naufal
39
Diva
40
Goyah
41
Seputar Kisah
42
Rian
43
Papa Bangga
44
Undangan
45
Ujian
46
Tentang Jodoh
47
Berjuang Bersama
48
Renata dan Gempano
49
Selamat Tinggal
50
Rindu Musim Dingin
51
Rindu
52
Gagal?
53
kembali?
54
Papa Egois
55
Syok
56
Aku Memang Gila
57
Ia lebih butuh
58
Wisuda
59
Surat
60
Pergi?
61
Kami merindukanmu
62
Dewasa itu apa?
63
Apa Itu Mimpi?
64
Tentang Rasa
65
Tasbih dan Rosario
66
Dua Minggu
67
Cincin?
68
Aligator Amazon
69
Janji Rian
70
Siapa Dia?
71
Janji dan Rasa Kasihan
72
72 jam
73
Assalamu'alaikum Indonesia
74
Tak Sadar
75
Bertemu
76
Konsep Pelangi
77
Datang
78
Kesempatan
79
Galang
80
Lima Hari Lagi
81
Fadila
82
Malu
83
Cemburu
84
Sakinah, mawaddah, warahmah
85
Obrolan Fajar
86
Lingkaran Rasa
87
Salah yang mana?
88
Pelangiku hanya sementara
89
Hotel
90
Salah Paham
91
Maher Ahmed
92
Sepenggal Masa Lalu
93
YES!
94
G & R
95
Terlambat
96
Rumit
97
Kenapa Memilihku?
98
Isi Hati Rian
99
Terlalu Jauh
100
Saya Menerima
101
Kecelakaan
102
Selamat Jalan
103
Kenzo
104
Bilal dan Layla
105
Siapa?
106
Regan dan Kirana
107
Reynald
108
Kurus?
109
Telah Pergi
110
Jangan Ditahan
111
Aku Kuat
112
Kenapa?
113
Kekuatan
114
Apa itu cinta?
115
Rumah Sakit
116
Janji?
117
ATAS NAMA JODOH
118
99 days before divorce

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!