Hanum segera turun dari mobilnya dan bergegas menghampiri Wendy yang berdiri dengan ekspresi marah padanya.
Tapi saat melihat penampilan Hanum Wendy langsung mengerutkan keningnya.
"Darimana kamu baru selesai jadi Bridesmaid?",tanya Wendy saat melihat penampilan Hanum.
"Anggap saja begitu,ayo kita masuk apa tuan Robert sudah lama menungguku".
"Iya,ayo kita bahas pekerjaan sekarang tapi nanti kamu harus menjelaskan apa yang terjadi padamu,dari tadi malam aku sudah menghubungimu tapi ponselmu mati".
"Sengaja aku matikan",jawab Hanum seadanya dan langsung berjalan masuk kedalam kantor majalah milik Robert itu.
Sampai disana mereka langsung diantar oleh pegawai disana menuju kantor tuan Robert.
Setelah pegawai itu mengetuk pintu dan Robert mempersilakan mereka masuk Hanum langsung masuk kedalam kantor.
"Tuan Robert maaf saya terlambat datang tadi ada sedikit urusan mendadak".
Robert mengamati penampilan Hanum dari atas kebawah yang masih memakai gaun putih untuk pernikahan dadakannya dengan Dom tadi.
"Anda baru pulang dari pesta pernikahan?",tanya Robert.
Mau tidak mau Hanum terpaksa mengangguk,"iya salah satu teman dekat saya menikah dadakan pagi ini dan meminta saya menjadi bridesmaidnya".
"Oooo,baiklah tidak masalah sekarang ayo kita bahas kerja sama kita ini".
Mendengar itu Hanum mengangguk kemudian mereka mulai membahas kerjasama mereka secara detail,dan setelah selesai Hanum dan Robert berjabat tangan ramah.
"Jadi sudah tidak ada masalahkan maaf aku tidak bisa memberimu job terbaik karena ini debutmu lagi setelah lama vakum".
"Tidak masalah,tuan Robert saya senang anda masih mau bekerjasama dengan saya".
"Sebenarnya nama besarmu juga mempengaruhi,saat ini bisnisku sedang sepi karena para model papan atas memilih bekerjasama dengan Dom Alexander Agency,kamu tau nama Agency besar itu bukan ?".
Hanum mengangguk, "Saya sudah mendengarnya tadi malam saat dipesta anda".
"Apa kamu sempat bertemu dengan Domnya sendiri?".
Hanum menggeleng "saya tidak terkenal jadi tidak mungkin punya kesempatan untuk bertemu dengan orang besar seperti dirinya".
"Syukurlah aku sempat takut hari ini kamu tidak datang karena sudah menerima tawaran dari mereka".
Hanum kembali menggeleng"Saya tidak berani memulai debut langsung dari atas saya sadar sebatas mana kemampuan saya".
"Senang mendengar caramu berbicara masih sama seperti dulu ramah dan tidak sombong".
Hanum menerima jabatan tangan dari Robert,"Terima kasih atas pujiannya,jadi kapan kita mulai pemotretannya?",tanya Hanum.
"Hari ini ada iklan pakaian dalam kamu bisa memulainya sekarang kamu tidak masalahkan?".
Hanum menggeleng.
"Karyawanku akan mengantar kalian kestudionya sekarang".
Setelah itu Robert menghubungi karyawannya lewat intercom menyuruh asistennya datang untuk mengantar Hanum dan Wendy kestudio untuk pemotretan.
Tidak sampai lima menit mereka sudah diantar ke studio foto yang masih berada satu gedung dengan kantor Robert.
Lalu mereka berdua dikenalkan oleh Asisten itu pada fotografer dan kru lainnya yang tampak antusias mendengar nama Hanum,membuat Hanum lebih bersemangat setelah semua kejadian yang dialaminya tadi malam.
"Hanum Farzana senang sekali aku bisa punya kesempatan untuk memotret model besar sepertimu".
"Anda terlalu memuji mungkin dulu saya terkenal,tapi itu sudah lewat sekarang saya hanya model biasa yang harus mulai dari titik nol lagi".
"Tapi kalau anda punya sikap seperti ini menjadi terkenal hanya masalah waktu saja".
"Terimakasih pujiannya saya akan berganti baju untuk pemotretan dulu".
Lalu Hanum pergi keruang ganti disana semua orang susah siap.
"Ini pakaian dalam yang akan anda pakai saat pemotretan nanti",ucap pegawai itu.
Hanum mengamati baju yang seperti jaring laba laba itu, karena tidak ada yang bisa ditutupi saat memakai itu hanya bagian puncak dadanya dan bagian inti tubuhnya saja yang diberi kain lebih tebal dari yang lain, Semuanya ada lima pasang dengan berbagai macam warna dan semuanya seperti itu.
Hanum menatap Wendy yang hanya mengangkat bahu menanggapi tatapannya.
Hanum memejamkan matanya sebentar untuk meyakinkan hatinya memakai benda terkutuk itu didepan kamera,dan setelah merasa lebih baik karena ingat sakit hatinya pada Arya dan Dom dia menjadi bersemangat untuk memulai pemotretan dengan pakaian itu.
Hanum melakukan pemotretan selama hampir satu hari,awalnya dia masih malu harus berpose didepan kamera dengan pakaian seminim itu,tapi melihat bagaimana profesionalnya orang orang disana membuat Hanum menjadi rileks dan bebas mengekspresikan gayanya didepan kamera.
"Bagus,anda bagus sekali nona Hanum saya tidak sabar untuk melihat hasilnya".
"Terimakasih maaf kalau masih banyak kesalahan karena saya sudah lama tidak berpose didepan kamera".
"Anda luar biasa seperti biasanya",puji fotografer itu.
"terimakasih banyak kalau begitu saya permisi".
Hanum keluar dari gedung milik Robert dan berjalan menuju mobilnya dan langsung masuk kedalam mobil.
"Antar aku pulang Wendy,tubuhku seperti hancur hari ini,otakku juga panas",ucap Hanum sambil menyandarkan kepalanya dijok mobil.
Wendy menatap kearah Hanum bermaksud untuk bertanya soal tadi malam dan tadi pagi tapi Hanum langsung mencegahnya.
"Jangan bertanya apapun padaku karena aku tidak akan menjawabnya,yang pasti apa yang kualami lebih dari mimpi buruk,jadi aku ingin pulang sekarang untuk berendam air hangat dan berharap semuanya hanya mimpi".
Mendengar itu Wendy mengurungkan niatnya bertanya dan memilih melajukan mobilnya menuju Apartemen Hanum.
***
Sementara itu keesokan harinya di Dom Alexander Agency,pagi pagi sekali Lucas sudah sampai kantor dan bergegas menuju ruangan Dom.
"Tok...tok...".
"Masuk!!",perintah Dom pada Lucas.
Mendengar perintah itu Lucas bergegas masuk kedalam ruangan.
"Dom kau harus melihat ini",ucap Lucas dengan berjalan menghampiri Dom dan menunjukan Tabnya yang didalamnya terdapat berita dengan huruf besar tentang Hanum yang berjudul
"MODEL TERKENAL HANUM FARZANA TELAH KEMBALI DAN BERALIH MENJADI MODEL MAJALAH DEWASA".
Disana juga ditampilkan Hanum yang memakai pakaian dalam sedang berpose menantang.
Dom mengambil Tap milik Lucas dan menatap foto Hanum yang sedang berpose itu,lalu dia menscrol mencari foto foto lain yang serupa dan ternyata posenya lebih menantang dari pada yang dipasang dihalaman depan beritanya.
Melihat itu rahang Dom mengeras tatapannya berubah jadi dingin menatap foto foto sexy perempuan yang baru menjadi istrinya itu,apalagi saat dilihatnya banyak yang menyukai foto foto itu bahkan banyak yang memberikan komentar bernada memuji pada foto foto sexy itu, Dom semakin mengetatkan rahannya dan langsung mengambil ponsel miliknya untuk menghubungi Hanum.
Setelah beberapa panggilan baru ponselnya diangkat dengan suara malas dari seberang sana.
"Hemmm,halo...",jawab Hanum.
Mendengar suara serak Hanum bagian bawah Dom langsung bereaksi bangun,sial makinya dalam hati.
"Dimana kamu!!",tanya Dom dingin.
"Siapa ini,aku dirumah baru bangun tidur hoaaaam",terdengar sekali nada masih mengantuk dari Hanum membuat Dom jadi berpikir negatif.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 334 Episodes
Comments
Atoen Bumz Bums
😂😂😂😂😂🤪🤪
2025-03-21
0
Fifid Dwi Ariyani
trussehat
2024-03-23
0
susi 2020
🥰🥰🤩😀
2023-02-18
1