Mendengar apa yang dikatakan Dom Hanum langsung terkejut.
"Dom...kau pasti sedang bercandakan sekarang?",tanya Hanum menatap kearah Dom.
"Kau pikir aku orang yang suka bercanda,aku selalu serius dalam memutuskan apapun",jawab Dom dengan berjalan menghampiri Hanum.
"Tapi ...tapi Dom...ini..",Hanum tidak tau bagaimana cara mengatakannya semua ini begitu mendadak,mereka baru bertemu tiga kali dan belum saling mengenal satu sama lain dan Dom sudah menikah dan....,astaga rasanya kepala Hanum akan pecah karena memikirkan banyak hal secara bersamaan.
Hanum menatap kearah Dom berusaha untuk mencari cara bagaimana mengatakan apa yang ada didalam kepalanya sekarang.
Dom berjalan menghampiri Hanum dan menatapnya dengan tajam.
"Bukankah tadi malam kau yang memintaku untuk menikahimu apa kamu sudah melupakannya".
Hanum berjalan sedikit menjauh dari Dom,ini seperti makan buah simalakama,batin Hanum.
"Dom...aku memang mengatakan tidak bisa tidur dengan pria yang bukan suamiku tapi itu bukan berarti kita harus menikah,kamu tau siapa aku dan aku tau siapa dirimu itu baru tadi malam,dan.....aku tidak tau bagaimana cara mengatakannya yang pasti aku tidak bisa menikah denganmu".
Dom tampak tidak perduli dengan apa yang dikatakan Hanum dari ekspresinya membuat Hanum menjadi frustasi.
"Dom kumohon dengarkan aku...kita tidak bisa menikah Dom...".
"Kau yang harus mendengarkanku sekarang,pakai bajumu dan ayo kita berangkat meresmikan pernikahan kita",ucap Dom dingin.
Mendengar apa yang dikatakan Dom Hanum masih mencoba untuk menolaknya tapi sepertinya dia lupa lawannya sekarang Dom Alexander orang yang tidak bisa ditolak keinginannya.
"Berhenti membuang waktu ku cepat pakai bajumu,aku ada rapat jam sebelas siang ini, hanya tersisa tiga jam sebelum aku harus kembali bekerja,jadi cepat bersiap",perintah Dom pada Hanum.
Hanum tidak tau lagi apa yang dirasakannya sekarang dia akan menikah tapi dia merasa akan pergi ketiang gantungan untuk menerima hukuman mati sekarang,dan didetik detik terakhir dia berharap ada seseorang yang datang menyelamatkan nya dari pernikahannya ini,siapapun dia Hanum akan sangat berterimakasih pada orang itu.
Karena tidak bisa lagi menolak Dom dengan cara biasa terpaksa Hanum mengikuti keinginan Dom dengan memakai baju pengantin yang sudah disiapkannya.
Setelah siap dengan makeup ala kadarnya Hanum mengikuti Dom masuk kedalam mobilnya menuju tempat yang Hanum sendiri tidak tau dimana itu.
Setelah berkendara sekitar setengah jam Dom menghentikan mobilnya disebuah mesjid.
Hanum yang melihat tempat itu terkejut Dom "apa yang kau lakukan disini?",tanya Hanum.
"Kita akan menikah sesuai caramu",ucap Dom lalu mengajak Hanum masuk kedalam mesjid yang disana sudah ada seorang ustad dan dua orang yang ditunjuk Dom sebagai saksi.
Sebelum melakukan upacara pernikahan Dom berbicara sebentar dengan pak Ustad yang akan menikahkan mereka.
Hanum yang di suruh menunggu ditempat agak jauh dari tempat pengucapan ijab Qobul tidak dapat mendengar apa yang dibicarakan Dom dengan Ustad itu.
Setelah menunggu beberapa saat Hanum dapat mendengar dua orang saksi itu mengatakan kata Sah setelah Dom selesai mengucapkan ijab Qobul yang terdengar samar dari tempat Hanum duduk dibagian yang jauh dari tempat acara.
Hanum disuruh mendekat untuk duduk disamping Dom setelah mereka resmi menikah secara agama barusan.
Dom memasangkan sebuah cincin kejari manis Hanum yang menandakan sekarang dirinya sudah sah menjadi istri Dom.
"Ayo kuantar kamu pulang",ajak Dom pada Hanum.
Dengan patuh seperti kerbau yang dicucuk hidungnya, Hanum mengikuti Dom keluar dari Mesjid tempat upacara pernikahan mereka dilaksanakan.
"Kemarikan ponselmu",pinta Dom , dengan patuh Hanum memberikan ponselnya kepada Dom.
Dom menuliskan nomor ponselnya diponsel Hanum, lalu menyerahkan lagi ponsel Hanum kepada pemiliknya.
"Aku akan mengantarmu sampai kerumah lalu...".
"Stop!!!!,berhenti!!!,hentikan mobilmu ini sudah cukup,aku sudah menahannya dari tadi jadi jangan menambahkan perintah apapun lagi padaku kau tidak berhak!!!",teriak Hanum marah.
Melihat kemarahan Hanum Dom segera menepikan mobilnya dipinggir jalan.
Melihat Dom menepikan mobilnya Hanum bermaksud keluar dari dalam mobil.
"Berhenti!!,perintah Dom.
"Ada apa tuan Dom yang terhormat aku sudah mengikuti permainan rumah rumahanmu sekarang aku harus pergi aku ada janji satu jam lagi dengan tuan Robert,untuk membicarakan masalah pekerjaan".
Mendengar itu Dom langsung memutar tubuhnya menghadap Hanum dan mengangkat tangan kiri Hanum yang memakai cincin pernikahan mereka lalu mengecupnya lembut membuat bola mata Hanum membulat melihat apa yang Dom lakukan padanya.Ada perasaan berdesir saat Dom memyentuhkan bibirnya kebenda kecil yang melingkar dijari manisnya itu.
"Jadi kamu pikir sekarang kita sedang main rumah rumahan begitu",ucap Dom dengan menekankan nada bicaranya.
Hanum mengangguk dengan pandangannya tidak lepas menatap wajah tampan dan penuh pesona milik Dom.
"Baiklah kalau kamu berpikir begitu,aku akan mengikuti keinginanmu mari kita bermain rumah rumahan mulai sekarang,"ucapnya dingin.
"I..itu..Dom...sebaiknya kita batalkan pernikahan gila ini,aku tidak bisa menikah denganmu kamu taukan aku baru saja bercerai aku masih perlu waktu untuk menata perasaanku dan juga karierku,menikah bukan salah satu agendaku saat ini, aku ingin mengejar apa yang sudah hilang dalam hidupku selama aku menikah dengan mantan suamiku,apa kamu mengerti?",ucap Hanum berusaha mengatakan apa yang dirasakannya.
"Aku tidak melarangmu untuk melakukan apa yang kamu inginkan,bukankah kamu bilang kita hanya bermain rumah rumahn jadi hanya sebatas itu".
"Apa maksudmu Dom?".
"Sudah kukatakan dari awal aku tertarik padamu dan menginginkanmu tapi kamu yang mengatakan tidak bisa bercinta kalau tidak dengan suamimu karena itu aku berinisiatif menikahimu sekarang agar bebas menyentuhmu".
Hanum membolakan matanya mendengar apa yang dikatakan Dom,dia merasa sepertinya otak Dom sedikit bermasalah sekarang,kalau semua wanita meminta hal itu padanya apa dia akan menikah dengan para wanita itu setiap hari dasar gila,batin Hanum.
"Tapi kita tidak sampai harus menikah hanya supaya kamu bisa menyentuhku bukan?".
"Semua penyesalanmu itu sudah terlambat,sekarang kita sudah menikah jadi mulai sekarang dan sampai waktu yang tidak ditentukan aku bebas menyentuhmu".
Mendengar apa yang dikatakan Dom Hanum hanya bisa memejamkan matanya sambil menghela nafas untuk menetralkan perasaannya saat ini,setelah merasa sedikit lebih baik Hanum mulai berbicara lagi.
"Baiklah kalau begitu,tapi hanya sebatas hubungan fisik saja,selain itu aku menolak kamu mengatur hidupku".
"Baik untuk saat ini".
"Apa maksudmu,untuk saat ini?",tanya Hanum dengan mengerutkan dahinya.
"Aku tidak akan melarangmu untuk jatuh cinta padaku dalam perjalanan pernikahan kita nanti".
Astaga dasar pria arogan dia pikir dia siapa sampai sesombong itu memberikan ijin padaku untuk mencintainya,gerutu Hanum dalam hati.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 334 Episodes
Comments
JandaQueen
bukankah ada masa idah. cerainya sdh brp lama kah si hanum ini...
2025-02-01
0
Fifid Dwi Ariyani
trussabar
2024-03-23
0
Paijo 2018
oke,.. intinya halalin dulu ya bang 🤭
2024-02-01
1