Hanum masih setengah sadar karena pengaruh Alkohol yang diminumnya tadi malam,saat dia bermaksud bangun dari ranjang dia merasa sesuatu yang keras dan menonjol sedang menekan belakang punggungnya dan ada sebuah tangan yang sedang memeluk tubuhnya erat.
Pasti Arya kebiasaan kalau pulang malam tidak pernah membangunkannya tapi langsung tidur dengan memeluknya dari belakang ,batin Hanum dengan sengaja menggesek dan menekankan tubuhnya kebenda keras yang menonjol dibelakang punggungnya itu.
Merasa ada reaksi dari belakang tubuhnya Hanum semakin berani menggesek gesekkan punggungnya sampai dia merasakan benda yang menonjol dibelakangnya semakin mengeras membuat Hanum tersenyum.
Dengan setengah sadar dia sengaja memindahkan tangan yang berada diatas perutnya itu ketempat dua gundukannya dan meminta tangan itu untuk memainkannya.
Merasa Hanum memindahkan tangannya dan menyuruhnya untuk menggerakkan tangan itu digundukannya,dengan senang hati Dom segera melakukan permintaan Hanum meremas lembut gundukannya, membuat Hanum semakin merapatkan tubuhnya ketubuh Dom dan meminta Dom untuk mulai mencumbuinya.
Dengan senang hati Dom mulai mencium belakang tengkuk Hanum, meninggalkan banyak jejak basah dan merah disana.
Hanum mulai bereaksi,menerima sentuhan penuh gairah itu dia sengaja melengkungkan tubuhnya kebelakang agar Dom bisa lebih leluasa memainkan kedua asetnya sambil lidah Dom semakin intens menciumi tengkuk leher dan juga telinga Hanum menggoda titik sensitifnya.
Hanum mengerang merasakan Gairahnya mulai bangkit, dia segera memutar tubuhnya untuk berbalik menghadap Dom yang disangkanya Arya itu,dan saat dia bermaksud mencium bibirnya, tiba tiba Hanum terkejut dengan reflek dia langsung mendorong Dom sekuat tenaga,karena tidak siap dengan dorongan Hanum hampir saja Dom terjatuh kelantai.
"Kau!!!,apa yang kau lakukan dikamarku!!!",teriak Hanum menatap tajam kearah Dom yang menggeser tubuhnya agar tidak jatuh kebawah.
"Sepertinya pengaruh mabukmu belum hilang sampai kamu lupa dimana kamu berada sekarang",ucap Dom santai dengan menyandarkan tubuhnya dikepala tempat tidur.
Hanum memperhatikan sekeliling tempat itu dan kemudian dia memperhatikan Dom yang tidak mengenakan pakaian,lalu beralih kekondisinya sendiri yang tidak memakai apa apa.
Oh Tuhan jangan bilang aku sudah tidur dengannya tadi malam dan ini... ini benar benar kamar dimana aku pernah hampir bercinta dengannya.
Hanum habislah kamu sekarang kamu harus mencari cara untuk bisa pergi dari sini dan melupakan hal yang tidak kamu ingat ini,lain kali aku harus berhenti minum batin Hanum.
"Apa yang sedang kamu pikirkan,jangan bilang kamu berpikir untuk kabur dari sini sekarang,karena itu tidak mungkin",ucap Dom santai.
"Apa maksudmu,kenapa aku tidak bisa pergi dari sini!",tanya Hanum langsung menutupi tubuhnya dengan selimut.
"Karena aku sudah membuang baju yang kamu pakai tadi malam, kalau kamu ingin pergi dari sini maka kamu harus pergi swperti itu".Ucap Dom dengan menunjuk tubuh polos Hanum.
Mendengar apa yang diucapkan Dom Hanum langsung membelalakkan matanya terkejut.
"Apa!!!, kenapa kamu membuang baju milikku!",protes Hanum.
"Kamu yang memintanya, kamu bilang itu baju dari mantanmu karena itu kamu tidak ingin memakainya lagi".
"Benarkah",ucap Hanum pelan.
"Iya,kamu pikir aku berbohong".
"Lalu kalau aku membuang bajuku kenapa kita tidur satu ranjang dan kemana pakaianmu?",tanya Hanum penasaran.
"Kenapa?",tanya Dom lalu mendekatkan tubuhnya kearah Hanum, membuat Hanum harus mundur agar mereka berjarak.
"Jangan mendekat",ucap Hanum.
"Kamu malu,bukankah kamu tadi sangat menikmati sentuhanku kenapa sekarang menghindar".
"I..itu aku tidak tau kalau itu kamu jadi...".
Mendengar ucapan Hanum, Dom langsung mencengkram kedua tangannya dan menindih tubuh polos itu dibawah tubuhnya.
Hanum yang tidak siap dengan apa yang Dom lakukan terkejut dan langsung berteriak.
"Apa maksudmu dengan tidak tau itu aku jadi siapa yang sedang kamu bayangkan saat menikmati sentuhanku tadi!!!,"bentak Dom marah.
Hanum dapat melihat kilatan amarah dimata Dom,tapi dia sengaja menutupinya dengan balas berteriak.
"Lepaskan !!!,kau menyakitiku Dom!!",teriak Hanum berusaha melepaskan cengkraman Dom yang mulai terasa sakit ditubuhnya.
Dom dapat melihat Hanum meringis menahan sakit, tapi dia sengaja tidak ingin perduli,dia terlalu marah sekarang mengingat Hanum membayangkan pria lain saat sedang bersamanya.
"Aku tidak akan melepaskanmu,dan mulai sekarang aku tidak mengijinkanmu untuk membayangkan pria lain selain aku",ucap Dom.
"Kau tidak berhak melarangku kau bukan siapa siapaku,berhenti mengganggu hidupku!".
"Benarkah aku tidak berhak melarangmu?",tanya Dom dengan menatap Hanum tajam.
"Ya,kau hanya satu dari sekian laki laki yang tidak berarti dalam hidupku".
Dom mengertakkan Gerahamnya mendengar apa yang diucapkan Hanum,tapi dia tidak membalasnya,bahkan tiba tiba dia melepaskan tubuh Hanum dari kungkungannya dan langsung bangkit, membuat Hanum bingung dengan yang Dom lakukan.
"Bangunlah dan bersihkan tubuhmu sekarang dikamar mandi",perintah Dom dengan turun dari atas ranjang dan berjalan menuju kesofa yang ada dikamar itu.
Mendengar perintah Dom,Hanum segera menurutinya.
Dia segera berjalan kekamar mandi tanpa menatap kearah Dom.
Hanum segera masuk kedalam kamar mandi takut sebentar lagi Dom akan berubah pikiran.
Dikamar mandi Hanum mengamati tubuh telanjangnya dicermin,melihat apakah ada tanda tanda kalau tadi malam mereka sudah bercinta,tapi selain tanda disekitar lehernya tidak ada lagi ditempat lain.
Jadi apakah tadi malam mereka melakukannya atau tidak,pikir Hanum.
Kalau memang tidak syukurlah ,tapi kalau iya dia sedikit menyesal kenapa dia tidak bisa mengingat hal sepenting itu, meskipun mabuk seharusnya samar samar dia mengingatnya,tapi kenapa dia melupakannya sama sekali.
Ah sial batin Hanum,kenapa dia melupakan hal sepenting itu seharusnya kalau dia sempat bercinta dengan Dom pasti rasanya luar biasa,sentuhannya saja bisa membuatnya selalu terbayang bayang apalagi kalau sampai mereka bercinta,itu bisa menjadi stok fantasi sexnya nanti,pikir Hanum merasa menyesal tidak mengingat sama sekali hal sepenting itu.
Pasti rasanya luarbiasa dibandingkan bercinta dengan mantan suaminya.
"Ah sial Hanum seharusnya tadi malam kau jangan terlalu mabuk agar bisa mengingat hal itu,gerutunya dalam hati dan merasa kesal pada dirinya sendiri.
Lama Hanum membersihkan diri dia sengaja memakai banyak sabun agar tubuhnya menjadi harum dan bau alkohol yang sempat melekat ditubuhnya hilang.
"Aku sudah selesai",ucap Hanum pada Dom setelah keluar dari kamar mandi.
Dom mengangkat wajahnya menatap Hanum dengan ekspresi sulit diartikan.
"Itu pakaianmu",Dom menunjuk paperbag yang ada dimeja pada Hanum.
Dengan wajah cerah Hanum mengambil paperbag itu dan langsung mengeluarkan isinya tapi dia bingung melihat baju yang dipilihkan Dom untuknya.
"Baju apa ini?",tanya Hanum bingung menatap Gaun pendek berenda itu.
(Visual Hanum memakai baju pengantin).
"Gaun pernikahan kita",ucap Dom dengan menatap kearah Hanum yang tampak terkejut mendengar itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 334 Episodes
Comments
Dede Mila
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
2024-05-07
0
Usmi Usmi
kok jelek sih Thor i😂
2024-04-21
0
Aishyandra Junia
hanum muna deh
2024-04-18
0