Dom menghentikan mobilnya didepan rumah besarnya atau lebih tepatnya sekarang menjadi rumah Clarisa karena Dom sudah lama tidak pulang kerumah itu.
Dengan langkah lebar Dom keluar dari dalam mobil dan langsung masuk kedalam rumah yang terlihat sepi itu.
Dom mengedarkan pandangannya kesekeliling rumah itu tidak ada yang berubah semua masih seperti dulu,hanya perasaannya saja yang sudah berubah sejak anak yang diinginkannya untuk meramaikan rumah ini tidak ada lagi.
Peristiwa itu sudah tiga tahun tapi perasaan kecewanya masih sama pada Clarisa,meskipun dia masih bersikap baik pada Clarisa tapi hatinya benar benar sudah hampa.
Dom masih sibuk dengan pemikirannya saat tiba tiba Clarisa menyapanya dari anak tangga.
"Honey,kenapa kamu hanya berdiri disitu!",tegur Clarisa.
Dom langsung menoleh kearah clarisa yang terlihat sangat cantik malam itu dengan mengenakan gaun malam berwarna gold,
Yang sangat cantik ditubuhnya.
Dom memandang Clarisa sesaat dia tampak terpesona dengan penampilan Clarisa malam itu,tapi perasaan dingin itu kembali menerpa tubuhnya membuatnya langsung memalingkan wajahnya dari Clarisa.
"Honey bagaimana penampilanku malam ini?,"tanyanya dengan berjalan menuruni tangga dan menghampiri Dom.
"Sempurna seperti biasanya",jawab Dom singkat.
Dom akui,Clarisa memang punya wajah yang sangat cantik dan tubuh indah,itulah sebabnya dulu dia tertarik pada Clarisa,
Dia juga punya sikap yang sangat ramah dan pandai menghidupkan suasana saat berkumpul dengan orang banyak.
Dulu sifat supel dan ramahnya itu yang membuat Dom tertarik pada Clarisa saat mereka bertemu disebuah pesta empat tahun yang lalu.
Awalnya Dom tidak berniat untuk menjalin hubungan dengan Clarisa meskipun dia sangat menarik,tapi tidak disangka karena sebuah insident yang terjadi saat dia mabuk dan tidak sengaja malah bercinta dengan Clarisa hingga membuat dia hamil,dengan terpaksa Dom harus menikahi Clarisa demi anak yang berada didalam kandungannya saat itu.
Meskipun saat itu Dom belum mencintai Clarisa tapi dia berpikir dengan berjalannya waktu perasaan itu pasti akan muncul.
Tapi harapannya harus pupus setelah dengan sepenuh hati dia berusaha untuk mencoba mencintai Clarisa, tapi saat kandungan Clarisa menginjak usia tiga bulan tiba tiba dia keguguran.
Saat kejadian Dom sedang berada diluar kota,jadi dia hanya mendengar hal itu dari mulut Clarisa dan saudaranya Calista.
Dom benar benar terpukul mendengar khabar keguguran Clarisa saat itu,dia sudah mulai menyayangi anak dalam kandungan Clarisa dan berharap dapat melihatnya lahir serta merawatnya dengan penuh kasih sayang,tapi ternyata semuanya sirna.
Awalnya Dom percaya bahwa Clarisa benar benar keguguran sampai dia mendengar pembicaraan antara Clarisa dan saudara perempuannya yang mengatakan bahwa uang tutup mulut untuk dokter yang telah membantunya menghilangkan bayi itu harus segera ditransfer agar Dom tidak pernah tau bahwa bayinya sengaja dihilangkan.
Awalnya Dom sangat marah saat mendengar hal itu,dia menghancurkan semua benda yang ada didalam rumah saat itu,tapi saat melihat Clarisa memohon dengan bersimpuh dibawah kakinya Dom menjadi tidak tega untuk berbuat kasar pada wanita yang berstatus istrinya itu.
Sejak saat itu Dom lebih memilih tidur dikantor atau dikamar hotel yang berada diatas bar miliknya dan hanya pulang kerumah sekali kali,bahkan belakangan ini sudah lebih dua bulan Dom tidak lagi menginjakkan kakinya dirumah mewah itu,dia juga tidak pernah menanyakan khabar Clarisa,hanya Clarisa yang sesekali datang kekantor Dom untuk urusan pekerjaan atau meminta uang pada Dom.
Untuk masalah materi meskipun hubungan mereka dingin Dom tetap memberikannya bahkan Clarisa dijadikan Dom sebagai salah satu model andalan di agencynya itu selama ini.
"Ayo kita berangkat",ajak Clarisa yang langsung menggandeng tangan Dom membuat Dom tersadar dari lamunan masa lalunya dengan Clarisa.
Dom membantu Clarisa naik kedalam mobil sebagai bentuk kesopanan.
"Tanks,Honey",ucap Clarisa dengan duduk manis didalam mobil mewah milik Dom itu.
Sejak menikah dengan Dom yang pemilik Agency model terbesar dinegara itu hidup dan karir Clarisa memang berubah meskipun Dom sangat dingin sikapnya tapi dia tetap melimpahi Clarisa dengan materi itu juga alasan Clarisa,bertahan menjadi istri Dom selama ini,karena wanita mana yang tidak ingin bersama dengan Dom dinegara ini,Clarisa yakin tidak ada.
Dom seorang pemilik Agency terbesar dengan kekayaan yang sangat banyak,jika dia tidak menikah dengan Dom mungkin dia harus bekerja jungkir balik hanya untuk bisa membeli apa yang diinginkannya.
Diakui Clarisa dia memang cantik punya tubuh yang indah tapi selama hampir lima tahun berkarir didunia modeling pencapaian terbesarnya hanya bisa menggantikan seniornya menjadi andalan Agencynya kala itu,itupun terjadi karena seniornya harus menikah saat berada diatas puncak karier kalau tidak sampai saat ini dia tetap akan menjadi model nomor dua.
Dan karier model Clarisa semakin melesat setelah menikah dengan Dom,tapi saat itu dia sedang hamil dan Clarisa tau kalau dia punya anak Dom pasti melarangnya untuk berkarier penuh didunia modeling sedangkan saat itu baginya kariernya sangat penting,jadi dia memutuskan untuk menghilangkan bayi dalam kandungannya dengan bantuan Calista yang membayar seorang dokter untuk menggugurkan anaknya.
Meskipun saat tau Dom sangat marah tapi dengan kepandaiannya berakting Clarisa bisa tetap menjadi istri Dom sampai sekarang dan untuk selamanya, karena dia tidak akan membiarkan wanita lain menggantikan posisinya menjadi istri Dom.
Dom melajukan mobilnya menuju tempat pesta yang akan diadakan malam ini,tqk lebih setengah jam mereka sudah sampai di tempat Acara saat mereka turun dari mobil banyak sekali wartawan gosip yang sudah menunggu kedatangan orang orang seperti mereka.
Melihat itu membuat Dom langsung menggertakkan gerahamnya merasa geram,karena itu hal yang paling tidak disukainya saat harus pergi kesebuah acara.
Berbeda dengan Clarisa, dari mulai turun dari mobil dia langsung melambai dan tersenyum ramah pada para pemburu berita itu,membuat mereka semakin senang memotret mereka.
"Honey ayo senyum",bisik Clarisa ditelinga Dom,dengan mendekatkan tubuhnya kearah Dom dan tersenyum pada para wartawan itu.
Tapi Dom hanya diam saja tidak menuruti apa yang diinginkan Clarisa.
Saat mereka sudah sampai didalam untung saja para pemburu berita tidak ada lagi jadi Dom bisa sedikit melonggarkan pelukan Clarisa pada lengannya.
"Aku akan kebalkon",ucap Dom bermaksud pergi dari sisi Clarisa.
"Tunggu Honey,kita sapa mereka semua dulu baru kamu boleh pergi".
"Kenapa?,bukankah biasanya kamu melakukan itu sendiri".
"Ayolah Honey,biasanya aku bersama Calista tapi sekarang kamu lihat Calista selalu menempel pada suaminya kalau aku menyapa mereka sendiri rasanya akan tidak pantas nanti mereka mengira aku kesini sendiri".
Mendengar itu dengan malas Dom menuruti Clarisa untuk ikut menghampiri orang orang yang ada dipesta itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 334 Episodes
Comments
Fifid Dwi Ariyani
trusceria
2024-03-22
0
Maizaton Othman
Thank's
2024-03-05
1
dita18
khabar => kabar thoorrr
2024-01-31
0