Senin pagi di kantor Dom Alexander Agency...
Lucas berjalan menuju kantor milik Dom yang berada dilantai paling atas gedung Dom Alexander dengan membawa tumpukan berkas ditangannya.
"Tok ..tok..."
"Masuk !".
Mendengar perintah Dom Lucas langsung masuk kedalam ruangan tanpa memperhatikan ada orang lain yang juga sedang berada diruangan Dom.
"Dom ini data tentang wanita yang kamu minta kemarin..."
Lucas tidak jadi memberikan berkas yang ada di tangannya pada Dom karena dilihatnya ada Clarisa sedang duduk dipangkuan Dom dengan bergelayut manja.
"Ehemmm,sepertinya aku datang diwaktu yang tidak tepat, sebaiknya aku keluar dulu silahkan kalian lanjutkan lagi,aku permisi dulu".
Lucas bermaksud keluar dari ruangan itu tapi langsung dicegah oleh Dom.
"Kau diam disana Clarisa sudah akan pergi",ucap Dom.
Mendengar ucapan Dom Clarisa yang masih berada dipangkuan Dom mengerucutkan bibirnya kesal.
"Ayolah Honey aku masih merindukanmu biarkan Lucas yang pergi mari kita lanjutkan permainan kita",rayu Clarisa dengan memainkan kerah kemeja milik Dom.
"Turunlah dari pangkuanku Clarisa aku harus bekerja sekarang!,"perintah Dom dingin.
"Honey tidak bisakah kamu bersikap mesra padaku,aku benar benar ingin mencoba memperbaiki hubungan kita dan ayo kita punya anak lagi honey".
"Aku tidak ingin membahas itu sekarang karena ini dikantor dan Lucas sedang menungguku untuk melaporkan pekerjaannya".
"Benarkah hanya pekerjaan sepertinya bukan hanya itu,aku tadi mendengar tentang perempuan jangan bilang kamu punya perempuan lain dibelakangku Honey,karena aku tidak akan diam saja Dom".
"Sebaiknya kau pulang sekarang bukankah malam nanti kau nilang akan pergi kepesta Robert,jadi kurasa kau perlu mempersiapkan semuanya agar kau tampil sempurna seperti biasanya , ini pergilah kesalon untuk melakukan perawatan dan belanja apa yang kau butuhkan untuk nanti malam Clarisa".
Dom menyerahkan Black cardnya agar Clarisa mau keluar dari dalam kantornya karena dia mulai muak melihat sikapnya yang menempel padanya dari tadi.
Melihat Blackcard yang diberikan Dom Clarisa langsung meraihnya dengan wajah berseri seri segera diciumnya bibir Dom sekilas sebelum keluar dari kantor Dom.
"Tanks Honey aku pasti tidak akan mengecewakanmu seperti biasa",ucapnya lalu berjalan pergi.
Lucas hanya memperhatikan apa yang terjadi didepan matanya itu dengan berdiri diam,karena ini bukan pertama kalinya dia melihat hal seperti itu.
"Kamu tetap melakukan jurus jitumu untuk mengusir Clarisa seperti biasanya",ucap Lucas pada Dom setelah Clarisapergi meninggalkan kantor Dom.
Dom hanya diam tidak menanggapi ucapan Lucas,tapi dia lebih tertarik dengan apa yang akan dilaporkan Lucas tadi.
"Mana hasil penyelidikanmu tentang perempuan itu".
Kenapa kamu tidak berbaikan saja dengan Clarisa siapa tau sekarang dia benar benar ingin menjadi istri yang baik dan kalian bisa punya anak lagi nantinya".ucap Lucas.
"Aku tidak menyuruhmu untuk menjadi penasehat perkawinanku,jadi berhenti berbicara tentang aku dan Clarisa".
Mendengar itu Lucas diam dan langsung menyerahkan berkas yang diminta Dom.
Dom menerima File dari Lucas dan mulai membukanya.
"Sepertinya perempuan bernama Hanum itu bukan perempuan malam seperti yang kamu duga Dom, kamu lihat statusnya dia seorang janda dan mantan suaminya juga bukan pria sembarangan tapi seorang pengusaha terkenal,jangan jangan kemarin malam dia sengaja mendekatimu karena tau siapa dirimu dan dia bermaksud untuk menjadikanmu mangsa selanjutnya setelah bercerai dengan suaminya,karena disitu tertulis dia baru beberapa hari menyandang status janda,jadi saranku sebaiknya kamu menjauhi wanita seperti Hanum yang hanya ingin hartamu saja".
"Apakah kamu sudah selesai menjadi pembawa acara gosip kalau sudah pergi keluar dari kantorku kau tidak ada bedanya dengan Clarisa sama sama menyebalkan karena banyak bicara".
Mendengar itu Lucas langsung pergi keluar dari ruangan Dom,sebelum Dom semakin marah pagi ini.
Karena kalau Dom marah, nanti malam dia tidak akan bisa pulang kerumah menemui Helen istrinya tercinta.
Setelah Lucas keluar dari dalam ruangannya Dom kembali melihat berkas yang diberikan Lucas tentang informasi Hanum,ternyata Lucas benar benar dapat diandalkan, karena disana sampai ada data pekerjaan yang pernah dilakukan Hanum sebelum dia menikah dulu.
"Jadi dia dulu seorang model pantas dia punya tubuh yang sangat indah",gumam Dom.
sambil menatap Foto Hanum yang dicantumkan Lucas diberkas itu.
Kemudian Dom melihat status Hanum,seperti kata Lucas dia janda dari seorang pengusaha bernama Arya Wiguna.
Membaca nama mantan suami Hanum,Dom langsung mengernyitkan dahinya,Sepertinya aku peenah mendengar nama iti tapi dimana,pikirnya karena nama itu terdengar sedikit Familiar ditelinganya.
Tapi Dom tidak mau ambil pusing dengan mantan suami Hanum karena baginya itu tidak penting yang penting adalah tentang Hanum yang membuatnya penasaran.
Dom kembali membuka buka berkas ditangannya setelah dia langsung menutupnya sambil menatap lurus kedepan.
"Sangat menarik",gumam Dom.
*****
Sementara itu ditempat Hanum**
Hanum sedang mengamati dirinya dicermin dengan Wendy yang duduk ditepi ranjang menatap kearahnya.
"Apa yang kamu lakukan Hanum?",tanya Wendy dengan mengerutkan keningnya heran karena dari tadi Hanum berputar putar didepan cermin hanya dengan memakai pakaian dalam saja.
"Bagaimana menurutmu apakah tubuhku masih seindah dulu?",tanya Hanum dengan berbalik kearah Wendy.
"Tentu saja kamu masih cantik seperti dulu,jadi kalau kamu ingin mencari mangsa baru untuk dijadikan penopang hidupmu kurasa tidak sulit".
"Isssh,berhenti menyuruhku melakukan hal gila lagi,aku benar benar tidak berniat untuk menikah atau menjadi simpanan pria berperut buncit".
"Tapi kalau kamu menjadi model majalah dewasa bukankah itu sama saja kamu memancing mereka".
Hanum mengangkat bahunya,"aku tidak perduli aku suka melihat mereka menginginkanku tapi tidak bisa menyentuhku,biarlah aku hanya masuk kedalam mimpi mereka tanpa bisa mereka sentuh".
"Kamu mau jadi hantu",ucap Wendy.
"Ya hantu cantik yang akan membunuhmu terlebih dulu!",ucap Hanum lalu mulai menghampiri Wendy dengan kedua tangan terangkat untuk mencekik leher Wendy.
"Hanum hentikan kamu benar benar aneh!",teriak Wendy dengan menghindar dari cekikan Hanum.
"Aku memang aneh,dan aku akan membuat para laki laki bejad itu juga ikut aneh sepertiku!",teriak Hanum lalu menghempaskan tubuhnya disamping Wendy dengan pandangan menghadap keatas.
"Kalau begitu bersiaplah kita akan keluar malam ini untuk menghadiri pesta tuan Robert seperti kataku kemarin".
Hanum menghela nafas lalu mulai bicara pada Wendy lagi.
"Apakah dia juga akan ada disana?",
"Siapa laki laki yang kamu tolak malam itu?",tanya Wendy penasaran.
Mendengar itu Hanum mencubit pipi Wendy yang sedikit cabby.
"Dasar otak kotor,maksudku si buaya kampung dan wanita sialan itu".
"Oh,aku pikir kamu masih memikirkan pria tampan itu dan bermaksud untuk mencoba mengulang kebersamaan kalian yang gagal".
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 334 Episodes
Comments
Fifid Dwi Ariyani
trusberkarya
2024-03-22
0
dita18
iti => itu,,, ya thoorrr /Chuckle//Pray/
2024-01-31
2
Ananda
wkwkwkw. ....bner tuh...
2023-07-01
1