Chen Sisi yang sedang fokus membumbui daging kelinci mengerutkan kening. Dia menggelengkan kepala. Dalam ingatan dari tubuh pemilik asli, sepertinya tidak ada kejadian datang ke ibu kota. Belum lagi, Kakek Yi seperti pria tua yang terisolasi dari dunia.
Sebagai dokter hantu dan pensiunan kaisar, mungkin ini merupakan sesuatu yang biasa.
"Kenapa tiba-tiba bertanya ini?" tanyanya, jarang sekali serius.
Chen Yelang menggelengkan kepala, sedikit linglung. "Tidak apa-apa. terkadang kamu mirip seseorang ...," jawabnya pelan.
Dia memikirkan ibunya saat ini. Kenapa ia merasa jika Chen Sisi ini memiliki kemiripan dengan ibunya? Tapi adik perempuannya dulu sudah meninggal karena sakit. Chen Yelang tak bisa berpikiran acak saat ini.
Chen Sisi jelas bukan adiknya, hanya kelihatan mirip. Marga Chen nya juga tidak berasal dari keluarga besar yang sama. Chen Yelang membayangkan jika adiknya masih hidup, seharusnya seusia dengan Chen Sisi.
Kakek Yi juga bercerita sebelumnya saat di barak militer jika Chen Sisi dijemput olehnya. Orangtua gadis itu meninggal dalam sebuah musibah, dia membawanya pulang untuk merawatnya sebagai cucu perempuan.
Selama memanggang daging kelinci, Chen Yelang sedikit linglung. Dia ditegur berulang kali oleh gadis itu hingga akhirnya menyerah. Chen Yelang hanya bisa duduk menghangatkan diri di dekat kompor.
"..."
Chen Sisi yang melihatnya merasa agak tidak berdaya. Dia curiga jika Tianlong Heyu buta. Kenapa pria itu memiliki bawahan yang begitu tidak berguna?
Karena daging kelinci yang dipanggang di cukup banyak, keduanya menghabiskan waktu lebih lama. Kemungkinan besar, suasana di pihak Kakek Yi juga tidak terlalu baik.
......................
Kakek Yi tidak membawa Tianlong Heyu ke gazebo sederhana kali ini. Dia justru membawa cucu laki-lakinya itu ke rumah salju yang dibuat Chen Sisi sebelumnya.
Melihat salju yang dibentuk bulat atau setengah lingkaran itu bisa dimasuki, Tianlong Heyu tidak langsung masuk. Sudut mulutnya sedikit berkedut.
"Kakek, kita bisa bermain catur di ruangan lain. Kenapa harus memilih tempat yang rusak ini?" Tianlong Heyu tidak meremehkan rumah salju, dia hanya sedikit tidak berminat saat ini.
"Apa yang kamu tahu? Di dalamnya sangat nyaman dan tidak sedingin itu. Masuklah dan bermain. Belum lagi, ada sesuatu yang sangat penting harus diberitahukan padamu," jawab pria tua itu tidak marah kali ini, tapi kembali pada sikap keagungan pensiunan kaisar.
Keduanya memasuki rumah salju dengan membungkuk lebih rendah. Ketika berada di dalam rumah salju, keduanya harus berhati-hati agar tidak menyentuh dinding salju—khawatir hancur.
Kali ini Tianlong Heyu terkejut. Ada lentera di dalam ruang salju ini yang digunakan sebagai penerangan.
"Bagaimana menurutmu tentang rumah salju ini?" tanya Kakek Yi serius.
"Bagus." Tianlong Heyu mengangguk.
"Kalau begitu, dengarkanlah aku dan buatlah keputusan ..." Kakek Yi menceritakan semuanya yang membuat Tianlong Heyu tidak berani menyela selama perbincangan.
Tianlong Heyu tidak menyangka jika Kakek Yi menyarankan nya untuk membuat rumah salju untuk keadaan darurat musik dingin. Dengan begitu, para prajurit tidak akan terlalu kedinginan.
Masalahnya, membuat rumah salju tidak mudah. Pasti ada campuran khusus untuk membuat dinding salju tetap kokoh bukan?
"Masalah ini, Si'er bilang tidak masalah tapi tidak bisa disebarluaskan." Kakek Yi mengerti maksud Chen Sisi.
Di usia gadis itu yang masih begitu muda, sudah tahu apa yang harus dilakukan. Bahkan tidak berniat untuk meminta kontribusi pada kaisar.
Awalnya Kakek Yi terkejut mengetahui niat Chen Sisi. Mungkin jika dirinya tidak meminta hal tersebut, Chen Sisi sama sekali tidak akan peduli.
Kakek Yi memikirkan Tianlong Heyu yang bisa dipercaya, jadi tak ragu untuk mengatakannya secara langsung. Dan benar saja, Tianlong Heyu tidak menunjukkan antusiasme di wajahnya tapi Kakek Yi tahu jika pria itu berpikir saat ini.
"Selama hal tersebut berguna, aku tak akan memperlakukan orang dengan buruk." Tianlong Heyu hanya bisa berjanji sementara saat ini.
Mendengar ini, Kakek Yi mendengkus. "Cucu perempuanku, lebih baik bagimu untuk tidak menyakitinya. Atau ... Jangan salahkan pria tua ini untuk mematahkan tangan dan kakimu!"
"..."
Tianlong Heyu acuh tak acuh dan menyentuh dinding rumah salju yang melengkung setengah lingkaran. Teksturnya memang keras ....
Gadis itu sepertinya lebih banyak rahasia daripada yang dia kira.
Di saat keduanya sedang mengobrol, aroma kelinci panggang langsung menguar. Kakek Yi membayangkan masakan cucu perempuannya yang sangat harum. Dia tak sabar untuk makan saat ini.
"Sepertinya dengan dua orang yang memasak di dapur, semuanya bisa diselesaikan dengan cepat. Apakah Xiaolang bisa memasak?"
"Tidak."
Tianlong Heyu tahu keahlian memasak Chen Yelang, selain hanya memanggang daging dan mengeringkan ikan menjadi asin, tidak ada keahlian lain.
"Apakah kamu tahu kenapa Kakek membiarkan mereka bersama di dapur?" Kakek Yi meliriknya.
"Untuk menjodohkan keduanya?" Pria itu sendiri tidak yakin, hanya menebak secara acak.
Kakek Yi mencibir. "Dia belum memenuhi syarat sebagai cucu menantu."
Kali ini Tianlong Heyu menaikkan sebelah alisnya. Bukan?
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 137 Episodes
Comments
Oi Min
apa kakek Yi tau klo Sisi sbnrnya adek Yelang
2025-02-04
0
Land19
Kaka beradik tah
2025-02-14
1
Sandisalbiah
kaki Di juga mereda kalau mereka sebenarnya bersaudara..
2024-02-23
0