Di Pernikahan Marisa

"Mengapa Mama tega mempermalukan kami terutama Nada didepan Teman-teman arisan Mama? Tolong Ma, sudah Elang katakan jangan sekali-kali mencemooh atau menghina istri Elang lagi. Sekarang silahkan Mama pergi dari sini, Elang tidak suka dengan apa yang Mama lakukan barusan!" Ucap Mas Elang tegas.

"Elang... dengar Mama, Mama tidak bermaksud mempermalukan kalian. Mama hanya keceplosan. Maafkan Mama, El," ucap Ibu seraya menatap Mas Elang memelas dengan tangan memegangi lengan Mas Elang.

Mas Elang menepis tangan Ibu lalu berjalan menuju tangga dan kembali ke kamar.

"Sya, sayang... makan siang sama Bi Narti dulu ya. Papa ajak Bunda dulu. Tolong patuhi Papa ya!" Bujuk Mas Elang seraya memberi kode pada Bi Narti supaya membawa Sya ke meja makan.

Sementara Ibu, nampak menekuk wajah. Lalu dengan langkah yang pelan dia meninggalkan rumah Mas Elang.

Mas Elang menghampiriku yang kini tengah terpekur di kasur, Aku menelungkupkan wajah di bantal menahan isak tangis yang tidak bisa Aku tahan sejak pembicaraan Ibu tadi terdengar jelas. Hati menantu siapa yang tidak sakit hati mendengar mertuanya mencemooh di depan banyak orang? Rasanya terhina dan dada semakin sesak.

"Sayang....!" Mas Elang menyeru sambil meraih pundakku yang bergetar karena isakan. Dia mengusap-usap rambut hingga bahuku penuh kasih sayang. Aku tahu Mas Elang memang mencintai Aku tulus, dari sikapnya yang protektif dan marah yang diperlihatkan, selalu ada sorot cinta yang dalam. Namun yang sama sekali tidak Aku paham adalah kenapa sudah berulang kali dia seolah sengaja memperlihatkan urusan ranjang kami di mata orang lain. Mas Elang mencintaiku, namun melalui orang lain dia menyakiti hatiku.

Mas Elang berusaha membalik tubuhku, namun Aku berusaha menahannya. Kekuatan tanganku tidak sebanding dengan kekuatan tangan Mas Elang, dan dia berhasil membalik tubuhku. Lalu mengangkatnya dan memelukku.

"Mas minta maaf sayang, gara-gara Mama kamu sakit hati. Mas tidak tahu Mama bakalan senekad itu menceritakan kegiatan ranjang kita. Tolong maafkan Mas ya." Mas Elang memohon seraya mengusap lembut bahuku.

Perlahan, pelukan itu terurai. Mas Elang merengkuh kedua bahuku lalu menatap wajahku dalam. Wajah yang kini sembab karena air mata dan mulai bengkak. Mas Elang mengusap air mata yang masih setia membasahi pipiku.

"Sayang... Mama sudah pergi. Kita turun dan makan dulu. Kasihan Sya makan tanpa kita. Dia tadi dibawa Bi Narti ke meja makan. Mas mohon, jangan berhenti memberi perhatian kepada Sya. Mas tahu dia bergantung padamu dan kasih sayangmu. Jadi tolong, jangan berhenti menyayanginya." Ucapnya memohon.

Aku masih diam tanpa kata, hanya sisa sedu sedan itu menjadi jawaban dari kebisuanku. Aku merasa malas harus bicara lagi dengan Mas Elang. Terlebih setelah ucapan Ibu tadi di hadapan teman-temannya, Aku semakin merasa marah sama Mas Elang.

Sejak kejadian Ibu mencemooh Aku di depan teman-teman arisannya, Ibu sudah tidak pernah lagi ke rumah. Dan sikap Aku menjadi sedikit dingin pada Mas Elang, dan sepertinya Mas Elang mencoba memahami perubahan sikapku. Aku tidak terlalu banyak bicara, rasanya sulit sejak cemoohan itu terlontar di hadapan orang-orang.

Aku hanya fokus pada Sya, seperti apa yang diminta Mas Elang padaku, Aku tetap memberi kasih sayang dan perhatian seperti biasa pada anak sambung yang menggemaskan itu. Karena jujur, Akupun tidak ingin melukai perasaan bocah lima tahun itu, Aku terlanjur menyayanginya.

Kini tiba saatnya acara pernikahan Mbak Marisa di sebuah gedung. Gedung yang khusus disewakan untuk sebuah acara pernikahan atau event-event besar.

Kami bersiap untuk ke pesta pernikahan Mbak Risa. Aku berdandan secantik dan sepantas mungkin. Tempo hari Mas Elang telah mempersiapkan gaun yang akan kupakai. Gaun lengan panjang semata kaki, yang tidak terbuka. Jelaslah Mas Elang memilih yang seperti itu, sebab Mas Elang tidak mau Aku memakai pakaian yang terbuka. Aku juga tidak menyukainya.

Warna hijau sage mendominasi gaun, Sya dan Mas Elang memakai baju Batik yang warnanya senada dipadu celana bahan standar. Semakin tampan saja dua jagoan kesayanganku itu. Sayangnya, Aku sedang marah sama Mas Elang. Jika tidak sedang marah, mungkin juga Aku akan menatapnya dalam dan memujinya seraya mencium kedua pipinya.

"Waww... Bunda sangat cantik, persis bidadari!" Puji Sya tiba-tiba. Ya ampun, Aku jadi merasa malu dibuatnya sebab Mas Elang langsung menatap ke arahku.

Mas Elang beringsut mendekat. "Benar kata Sya, kamu cantik sekali persis bidadari!" Ucapnya memuji, namun Aku yang dipuji menghindar dan segera meraih Sya.

"Wah... anaknya Bunda juga tampan persis dewa-dewa di kahyangan." Pujiku dengan posisi menjongkok.

"Papanya tidak dipuji?"

Aku perlahan bangkit kembali dan berjalan menuju meja rias lalu meraih tas hijau sage pemberian Mas Elang.

Mas Elang mengikutiku ke arah meja rias lalu berbisik.

"Tersenyum sedikit dong sayang, sudah beberapa hari Aku tidak lagi melihatmu tersenyum. Aku ini suami kamu, Aku ingin Nada yang selalu tersenyum penuh cinta kembali seperti semula." Pintanya memaksa.

"Kalau sudah melihatmu cantik begini, rasanya Aku malas pergi ke pesta Marisa." Bisik Mas Elang seraya memegang lenganku.

"Ayo, kita berangkat sekarang kan, Mas?" Aku berusaha mengalihkan fokus Mas Elang. Mas Elang nampak diliputi perasaan kecewa.

Akhirnya kami bertiga pergi menghadiri pesta pernikahan Mbak Marisa, setelah pamit pada Bi Narti. Sampai di gedung pernikahan, suasana sudah ramai. Kami langsung menuju pelaminan. Sya yang tidak rewel, malam itu begitu menggemaskan dan sangat tampan.

Tiba di pelaminan, kami langsung menyalami kedua mempelai yang cantik dan tampan. Mbak Marisa yang ceplas ceplos nampak sangat cantik dengan riasan pengantin adat Sundanya. Pengantin prianya juga sangat tampan, usianya sekitar 30 tahuan, lima tahun lebih muda dari Mas Elang. Rupanya dia seorang Manager di sebuah perusahaan Retail.

"Mbak Marisa, selamat ya! Cantik banget mirip bidadari!" Pujiku jujur. "Semoga Samawa ya, dan cepat punya momongan," doaku tulus.

"Terimakasih Nada dan Kakak Elang sepupuku yang tampan. Kalian malam ini sungguh serasi, cantik dan tampan. Sya juga ponakan Aunty tampan banget tidak kalah dari Papanya," Puji Mbak Marisa seraya mencium Sya yang sedang menyalami pengantin.

"Selamat ya Mas! Semoga Samawa," ucapku pada suaminya Mbak Marisa. Keduanya membalas dengan anggukan dan senyuman bahagia.

Sesi menyalami pengantin selesai, kini tiba saatnya sesi ambil foto. Tiga kali jepretan dan akhirnya selesai. Setelah berfoto, tamu undangan dipersilahkan menikmati hidangan yang digelar di meja prasmanan. Aku dengan sigap menyiapkan makanan untuk Sya. Lalu menuju sebuah meja VIP yang dipersilahkan seorang Waitress.

Tiba-tiba tanpa kami duga, Ibu mertuaku datang menghampiri meja kami lalu duduk di sebelah Sya seraya mengusap-usap rambut hitamnya.

Aku sedikit menggeser tubuhku, tanpa basa basi Aku meraih tangan Ibu lalu menciumnya. Walaupun rasa sakit itu masih ada karena ulahnya tempo hari di acara arisan Ibu, namun demi Mas Elang Aku menahan egoku dan berusaha baik-baik saja.

"Ibu, apakabar?" Sapaku...Ibu hanya melihat sekilas ke arahku. Aku melihat Mas Elangpun menghampiri Ibu, lalu berusaha menegurnya dan menyalaminya.

"Mas, Nada mau ke kamar mandi dulu, kebelet." Ujarku setelah mengakhiri makanku. Mas Elang menatapku sekilas lalu mengangguk.

"Tahu jalannya kemana?"

"Tahu!" Jawabku pendek.

Melihat Sya anteng dengan Neneknya, Aku segera berjingkat menuju toilet gedung. Lalu mencari kemana arah toilet, dan ketemu.

Setelah panggilan alam tertuntaskan, Aku segera keluar dari toilet. Namun saat keluar dari toilet, tiba-tiba Aku bertemu kedua temanku saat kerja di Supermarket. Kami berbincang sebentar. Namun entah saking keasikan, Aku dan Ramdan serta Romi malah anteng ngobrol di sana. Mereka juga datang ke pernikahan Mbak Marisa atas undangan Mbak Marisa.

"Rupanya kamu disini... pantas tidak kembali, tengah asik bersama dengan lelaki lain. Anak dan suami dibiarkan!" Tekan Mas Elang tiba-tiba dengan nada marah.

Terpopuler

Comments

✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻➳༻❀Lea❀༺➳

✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻➳༻❀Lea❀༺➳

Inilah tempat sulitnya seorang laki" jika seorang ibu mertua bertengkar dengan menantu nya, dan disinilah laki"belajar untuk menciptakan keadilan.. tidak memilih satu di antara dua👌😊semangat thor 💪💪🥰jangn lupa mampir juga ya 💪🥰💜

2023-01-31

0

☠༄༅⃟𝐐🧡 𝐌ɪ𝐌ɪᵇᵒʳⁿᵉᵒ㋛ᵗⓂ

☠༄༅⃟𝐐🧡 𝐌ɪ𝐌ɪᵇᵒʳⁿᵉᵒ㋛ᵗⓂ

keceplosan pala mu peyang 😖😖🙄🙄🙄

2022-12-15

2

@Kristin

@Kristin

Semangat ya Thor nulis nya aku kasi bunga 🌹 aja deh biar tam tambah semangat 💪☺️

2022-12-10

1

lihat semua
Episodes
1 Sikap Dingin dan Hinaan Ibu Mertua
2 Sya Merajuk
3 Insiden Makan Malam
4 Sya Deman
5 Sonia Menginap
6 Kepergok Pengganggu
7 Alasan Kenapa Ibu Benci
8 Keluar Kota
9 Ancaman Mayang
10 Perjumpaan Dua Sahabat
11 Permohonan yang Berulang
12 Ketahuan Ibu
13 Bertemu Mbak Marisa
14 Kemarahan Mas Elang
15 Kedatangan Mbak Marisa
16 Ghibah di Arisan Ibu
17 Di Pernikahan Marisa
18 Kemarahan Mas Elang
19 Pergi dari Rumah
20 Karena Sya
21 Kecanggungan
22 Kelulusan Sya dan Kedatangan Mayang
23 Kamu Milikku Jauh Segalanya
24 Kedatangan Ibu dan Mbak Sonia Lagi
25 Kedatangan Mbak Marisa
26 Masih POV Author Cinta yang Terkoyak karena Luka Lama
27 Bukti Cinta
28 Ciuman Panas di depan Ibu dan Sonia
29 Saat Mas Elang Pergi
30 Kejutan buat Elang
31 Pantesan Batagornya Kurang Enak
32 Disanjung lalu Dihempaskan
33 Merajuk ke Rumah Bapak
34 Itu Rencana Licik Mayang
35 Pengkhianatnya Siapa Lagi?
36 Tuduhan Ibu
37 Jangan Berkata Kasar pada Mama
38 Terkuak
39 Terbuai Diantara Rasa Kesal
40 Mayang Datang
41 Mencari Sya
42 Menemui Tuan Zulfikar
43 Meyakinkan Tuan Lalim
44 Sya Kembali
45 Perjuangan Ibu Sambung
46 Kejutan di pagi Hari dari Mas Elang
47 Hadiah Permintaan Maaf
48 Hasrat Dalam Mimpi
49 Ke Rumah Ibu
50 Ke Rumah Ibu 2 (Kenyataan Pahit)
51 Kembali lagi ke Rumah
52 Pertengkaran
53 Pertengkaran 2 (Pergi)
54 Kesedihan Elang Karena Kepergian Nada
55 Mulai Mencari Nada
56 Mencari Nada
57 Insiden....
58 Sya Masuk Rumah Sakit
59 Firasat
60 Menjemput Nada
61 Bertemu Nada
62 Candle Light Dinner
63 Sebagai Kewajiban Istri
64 Ketika Mas Elang Pergi
65 WA dari Mas Elang
66 Kesedihan Elang dan Kedatangan Nada
67 Hamil dan Keguguran
68 Rasa Bersalah
69 Pulang dari Rumah Sakit
70 Kedatangan Bapak, Kecemburuan Ibu
71 Kata-kata Ibu bagai Sembilu
72 Trauma dengan Perkataan Ibu
73 Masih Negatif
74 Pura-pura tidak Melihat Ibu
75 Bertemu Teman Masa Kecil
76 Tangisan dan Penyesalan Nada
77 Marah tapi Rindu (Siasat Elang)
78 Tespek
79 Mama Masuk RS
80 Mengetahui Ibu Sakit
81 Sikap Ibu
82 Mendadak Sensitif dan Cengeng
83 Bakti Mas Elang, dan Penyesalanku
84 Gelagat Ibu
85 Ulah Ibu Lagi
86 Pertengkaran Elang dan Bu Sri
87 Pertemuan Kembali di Bengkel Bapak
88 Kedatangan Elang
89 Mengajak Pulang
90 Penolakan Nada
91 Nasihat Bapak
92 Pulang
93 Adik yang Paling Membela
94 Kerinduan Mas Elang
95 Menjenguk Ibu
96 Bisikan Bu Sri
97 Rujak Cinta di Pagi Hari
98 Harus Mandiri
99 Nada Masuk Klinik
100 Morning Sickness
101 Sandiwara Nada
102 Watak Elang
103 Ingin Dimanja
104 Ada Apa dengan Danau Cinta (AADC)?
105 Kecewa di Taman Bahagia
106 Ada Apa Dengan Ibu
107 Kenangan Pahit Mas Elang
108 Sama-sama Meminta Maaf
109 Membujuk Sya
110 Kedatangan Mbak Marisa Membawa Damai
111 Kepercayaan buat Nada
112 Bertemu Sonia
113 Perubahan Sikap Ibu
114 Obrolan Romantis Vidio Call
115 Surprise dari Elang
116 Menonton ke Bioskop
117 Perbuatan Tidak Menyenangkan Mayang
118 Keputusan dan Kesepakatan
119 Kabar dari Marisa
120 Marisa Melahirkan
121 Mengajak Sya Jalan-jalan ke Mall
122 Bertemu Mayang
123 Kemarahan Tuan Zul
124 Saat Menatap Wajah Sendu Nada
125 Nada yang Manja dan Kesalahpahaman Elang
126 Liburannya Diluar Kota
127 Pembukaan Nada Studio
128 Elang yang Merajuk
129 Arwana dan Hantu Cantik
130 Kumbang dan Bunga
131 Bali
132 Tiba di Penginapan
133 Launching Homestay n Cafe
134 Malam Indah dan Panjang di Homestay
135 Panggilan dari Masa Lalu
136 Kembali Pulang
137 Kesembuhan Ibu Sri
138 Bertemu Teman Bisnis
139 Mencari Nama Bayi
140 Oase di Tengah Padang Pasir
141 Tanda-tanda Melahirkan
142 Melahirkan 1
143 Melahirkan 2 (Elana Syafa Perkasa)
144 Kepulangan Baby Elana ke Rumah
145 Malam Yang Penuh Hasrat
146 Akhir yang Bahagia dan Rasa Terimakasih
147 Promosi Novel Baru....
148 Promosi Karya Baru
149 Pengumuman Karya Baru
Episodes

Updated 149 Episodes

1
Sikap Dingin dan Hinaan Ibu Mertua
2
Sya Merajuk
3
Insiden Makan Malam
4
Sya Deman
5
Sonia Menginap
6
Kepergok Pengganggu
7
Alasan Kenapa Ibu Benci
8
Keluar Kota
9
Ancaman Mayang
10
Perjumpaan Dua Sahabat
11
Permohonan yang Berulang
12
Ketahuan Ibu
13
Bertemu Mbak Marisa
14
Kemarahan Mas Elang
15
Kedatangan Mbak Marisa
16
Ghibah di Arisan Ibu
17
Di Pernikahan Marisa
18
Kemarahan Mas Elang
19
Pergi dari Rumah
20
Karena Sya
21
Kecanggungan
22
Kelulusan Sya dan Kedatangan Mayang
23
Kamu Milikku Jauh Segalanya
24
Kedatangan Ibu dan Mbak Sonia Lagi
25
Kedatangan Mbak Marisa
26
Masih POV Author Cinta yang Terkoyak karena Luka Lama
27
Bukti Cinta
28
Ciuman Panas di depan Ibu dan Sonia
29
Saat Mas Elang Pergi
30
Kejutan buat Elang
31
Pantesan Batagornya Kurang Enak
32
Disanjung lalu Dihempaskan
33
Merajuk ke Rumah Bapak
34
Itu Rencana Licik Mayang
35
Pengkhianatnya Siapa Lagi?
36
Tuduhan Ibu
37
Jangan Berkata Kasar pada Mama
38
Terkuak
39
Terbuai Diantara Rasa Kesal
40
Mayang Datang
41
Mencari Sya
42
Menemui Tuan Zulfikar
43
Meyakinkan Tuan Lalim
44
Sya Kembali
45
Perjuangan Ibu Sambung
46
Kejutan di pagi Hari dari Mas Elang
47
Hadiah Permintaan Maaf
48
Hasrat Dalam Mimpi
49
Ke Rumah Ibu
50
Ke Rumah Ibu 2 (Kenyataan Pahit)
51
Kembali lagi ke Rumah
52
Pertengkaran
53
Pertengkaran 2 (Pergi)
54
Kesedihan Elang Karena Kepergian Nada
55
Mulai Mencari Nada
56
Mencari Nada
57
Insiden....
58
Sya Masuk Rumah Sakit
59
Firasat
60
Menjemput Nada
61
Bertemu Nada
62
Candle Light Dinner
63
Sebagai Kewajiban Istri
64
Ketika Mas Elang Pergi
65
WA dari Mas Elang
66
Kesedihan Elang dan Kedatangan Nada
67
Hamil dan Keguguran
68
Rasa Bersalah
69
Pulang dari Rumah Sakit
70
Kedatangan Bapak, Kecemburuan Ibu
71
Kata-kata Ibu bagai Sembilu
72
Trauma dengan Perkataan Ibu
73
Masih Negatif
74
Pura-pura tidak Melihat Ibu
75
Bertemu Teman Masa Kecil
76
Tangisan dan Penyesalan Nada
77
Marah tapi Rindu (Siasat Elang)
78
Tespek
79
Mama Masuk RS
80
Mengetahui Ibu Sakit
81
Sikap Ibu
82
Mendadak Sensitif dan Cengeng
83
Bakti Mas Elang, dan Penyesalanku
84
Gelagat Ibu
85
Ulah Ibu Lagi
86
Pertengkaran Elang dan Bu Sri
87
Pertemuan Kembali di Bengkel Bapak
88
Kedatangan Elang
89
Mengajak Pulang
90
Penolakan Nada
91
Nasihat Bapak
92
Pulang
93
Adik yang Paling Membela
94
Kerinduan Mas Elang
95
Menjenguk Ibu
96
Bisikan Bu Sri
97
Rujak Cinta di Pagi Hari
98
Harus Mandiri
99
Nada Masuk Klinik
100
Morning Sickness
101
Sandiwara Nada
102
Watak Elang
103
Ingin Dimanja
104
Ada Apa dengan Danau Cinta (AADC)?
105
Kecewa di Taman Bahagia
106
Ada Apa Dengan Ibu
107
Kenangan Pahit Mas Elang
108
Sama-sama Meminta Maaf
109
Membujuk Sya
110
Kedatangan Mbak Marisa Membawa Damai
111
Kepercayaan buat Nada
112
Bertemu Sonia
113
Perubahan Sikap Ibu
114
Obrolan Romantis Vidio Call
115
Surprise dari Elang
116
Menonton ke Bioskop
117
Perbuatan Tidak Menyenangkan Mayang
118
Keputusan dan Kesepakatan
119
Kabar dari Marisa
120
Marisa Melahirkan
121
Mengajak Sya Jalan-jalan ke Mall
122
Bertemu Mayang
123
Kemarahan Tuan Zul
124
Saat Menatap Wajah Sendu Nada
125
Nada yang Manja dan Kesalahpahaman Elang
126
Liburannya Diluar Kota
127
Pembukaan Nada Studio
128
Elang yang Merajuk
129
Arwana dan Hantu Cantik
130
Kumbang dan Bunga
131
Bali
132
Tiba di Penginapan
133
Launching Homestay n Cafe
134
Malam Indah dan Panjang di Homestay
135
Panggilan dari Masa Lalu
136
Kembali Pulang
137
Kesembuhan Ibu Sri
138
Bertemu Teman Bisnis
139
Mencari Nama Bayi
140
Oase di Tengah Padang Pasir
141
Tanda-tanda Melahirkan
142
Melahirkan 1
143
Melahirkan 2 (Elana Syafa Perkasa)
144
Kepulangan Baby Elana ke Rumah
145
Malam Yang Penuh Hasrat
146
Akhir yang Bahagia dan Rasa Terimakasih
147
Promosi Novel Baru....
148
Promosi Karya Baru
149
Pengumuman Karya Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!