Setidaknya aku tidak sendiri di dunia ini

Di sebuah hotel bintang lima di kamar no 58 Geffie menghentikan langkah kakinya, ia menoleh ke arah kanan dan kiri memastikan tidak ada seseorang yang mengikutinya.

Ting tong

Tak berapa lama pintu kamar mulai terbuka, senyuman manis mengembang dari mulut Geffie menandakan ia bahagia bertemu dengan seseorang di kamar hotel itu. Tak perlu menunggu waktu lama Geffie lantas masuk ke dalam kemudian menutup pintu dengan rapat.

"I miss you so much." ucap Geffie dengan mata berbinar.

"Bagaimana dengan istrimu? apa dia masih curiga?"

"Sementara ini perhatiannya beralih pada Fara, kita aman dan ini semua berkatmu Nabila Khansa Rahmani." ucap Geffie dengan senyum yang mengembang seakan bangga dengan apa yang telah Nabila perbuat.

***

Sementara itu yang terjadi sebenarnya pada hari dimana Kinara mengikuti Geffie hingga ke hotel waktu itu.

Nabila melangkahkan kakinya menuju ke arah parkiran mobil disebuah gedung perkantoran, namun langkahnya terhenti karena melihat sebuah mobil yang tak asing baginya sedang terparkir dengan jarak beberapa meter dari mobil milik Geffie. Nabila yang hafal akan mobil tersebut lantas mengeluarkan ponselnya dan mendial nomor Geffie di sana.

"Halo sayang kamu di mana? aku sudah menunggumu dari tadi." ucap Geffie begitu panggilan Nabila ia angkat.

"Kinara sedang mengintai mu sedari tadi, apa kamu tidak menyadarinya?" ucap Nabila.

"Mana mungkin? Kinara bahkan mengatakan padaku sedang di rumah bersama Delisha saat ini?" ucap Geffie dengan nada yang tidak percaya.

"Oh ya? jika begitu coba kau lihat di sebelah kanan mu tepat di mobil yang ke tujuh, apakah kamu masih tidak percaya?" ucapnya dengan nada menyindir.

"Oh ****! bagaimana bisa dia ada di sini?" ucap Geffie yang terkejut ketika melihat mobil Kinara di sana.

"Sekarang dengarkan kata kata ku, lakukan sesuai rencana kita semula, jemput Fara sebelum pergi ke hotel, jika bisa berpura puralah untuk mesra, aku akan menelpon Fara dan memintanya berpura pura menjadi selingkuhan mu agar kita berdua aman." ucap Nabila memberikan solusi.

"Apa kamu yakin itu akan berhasil? kamu tahu sendiri bukan bagaimana sifat Kinara? kamu bahkan lebih mengenalnya daripada aku." ucap Geffie, bukan tanpa alasan Geffie mengatakan hal itu karena memang sejak dulu Kinara, Nabila, dan juga Fara mereka bertiga adalah sahabat, bukan karena tega ataupun menikung sahabat sendiri, Nabila dan juga Geffie sudah saling menyukai sejak lama, namun sayangnya karena karir yang sedang naik daun Nabila tidak bisa memenuhi ajakan Geffie untuk menikah dan lebih memilih pekerjaan daripada cintanya.

Keduanya hampir setahun loss contacts, sampai satu tahun kemudian Geffie melamar Kinara, awalnya Geffie melakukan hal itu untuk memancing Nabila agar pulang, namun sayangnya itu tinggallah angan semata. Setelah harapan yang pupus dan tanpa kepastian, Geffie mencoba untuk menerima Kinara dan membangun kembali cinta yang sebelumnya telah pergi terbawa oleh Nabila entah kemana, namun tepat di tahun kelima pernikahan mereka secara kebetulan keduanya bertemu. Entah karena bujukan setan atau perasaan terdalam yang masih tersisa, keduanya lantas kembali menjalin hubungan terlarang di belakang Kinara dan juga Kafeel sejak setahun belakangan ini.

"Aku yakin Kinara tidak akan bisa marah jika itu Fara yang melakukannya." ucap Nabila dengan nada yang tidak bisa terbaca.

"Lalu apa bedanya dengan mu? bukannya kamu juga sahabatnya?" tanya Geffie yang tidak mengerti jalan pikiran Nabila.

"Sudahlah, lakukan saja sesuai arahan ku." ucap Nabila kemudian memutus sambungan telponnya.

"Karena Kinara selalu meminta ijin sebelum menikah dengan mu, dan aku pulalah yang meyakinkan Kinara untuk menerimamu. Bagaimana mungkin aku tega menghancurkan hatinya, jika aku sendiri yang mendorongnya dalam jurang rumah tangga ini." ucap Nabila setelah panggilan telponnya terputus.

***

Geffie yang memang sudah rindu bertemu dengan Nabila, lantas langsung mendekat ke arah Nabila dan tanpa aba aba langsung menciumnya dengan ganas, seakan meluapkan segalanya lewat gerakan tanpa suara ataupun kata kata.

Keduanya terhanyut ke dalam situasi panas yang mereka ciptakan sendiri. Deruan nafas keduanya terdengar dan terasa hangat menerpa kulit mereka. Dengan perlahan namun pasti Nabila membuka pakaian Geffie kemudian melemparnya ke sembarang arah.

Geffie tersenyum kemudian mengecup bibir milik Nabila dengan singkat. Nabila benar benar jatuh terlalu dalam dengan pesona pria di hadapannya ini, ia kemudian mengalunkan tangannya pada leher Geffie, sedangkan Geffie perlahan mulai melum*at bibir Nabila dan langsung menggendongnya ala bayi koala besar lalu menaruhnya perlahan di ranjang hangat yang akan menjadi saksi persatuan keduanya dalam cinta terlarang yang berkedok perasaan mendalam yang belum usai antara satu dengan lainnya.

************

Sementara itu...

"AKU DOAKAN KAMU HIDUP SEJAHTERAAAA! ENGGAK HARUSNYA KARMA BUKAN SEJAHTERA!" teriaknya lagi.

Seperti mendapat oase di padang yang tandus ada sedikit kelegaan di hati Kinara setelah berteriak seperti barusan, namun ketika senyuman mulai mengembang di wajahnya dari arah samping tepatnya di sebelah bangunan kecil yang mungkin di gunakan sebagai ruang penyimpanan terdengar suara tawa seseorang yang lantas mengejutkan Kinara.

"Siapa di sana?" tanya Kinara dengan penasaran.

Tak lama setelah itu muncullah seorang pria berpawakan tinggi tegap dengan wajah yang blasteran dan manik mata berwarna biru layaknya air laut yang begitu tenang dan menghanyutkan.

"Sorry hanya saja kata katamu itu membuatku tertawa hahaha." ucap pria tersebut sambil melangkah mendekat ke arah Kinara.

"Harusnya kamu turut berduka bukan malah tertawa seperti itu." ucap Kinara dengan cemberut.

"Harusnya sih iya, tapi sayangnya kata katamu yang membuat perut ku sakit, lagi pula ya... di mana mana kalau orang di selingkuhi itu kecewa, mengumpat, atau bahkan memaki, lah kamu malah mendoakan sejahtera, benar benar lawak." ucapnya sambil masih dengan tawa kecilnya.

"Hentikan tawamu itu, menjengkelkan tahu." ucap Kinara.

"Oke oke gue berhenti, em kamu masih pacaran? atau baru nikah?" tanyanya.

"Ini adalah tahun keenam pernikahan kami." jawab Kinara.

"Setidaknya kalian sudah menjalin waktu bersama cukup lama, sedangkan aku, boro boro lama baru setahun tapi sudah di selingkuhi." ucap pria tersebut dengan nada seperti tengah bercanda seakan menutupi segala luka yang ada dihatinya.

"Oh ya? berarti harusnya aku bersyukur ya? tapi kenapa aku lebih merasa menyedihkan dibanding bersyukur?" ucapnya dengan tawa kecil yang kaku.

"Kenapa?"

"Entahlah, aku merasa seperti 6 tahun yang kita lewati harus hancur begitu saja hanya karena orang ketiga yang baru hadir, apa coba namanya jika bukan menyedihkan?" ucap Kinara dengan nada sendu.

"Kau benar, aku saja bahkan sudah mengetahui perselingkuhan istriku sejak awal pernikahan, namun aku tetap diam saja dan tak melakukan apapun seakan berpura pura tidak mengetahuinya."

Mendengar hal itu Kinara lantas menatap ke arah pria itu kemudian tersenyum.

"Ternyata kita sama sama menyedihkan ya?" ucap Kinara sambil bangkit berdiri kemudian menatap pria itu dengan tersenyum lagi dan lagi.

"Apa kamu mau pergi?"

"Ya, anakku pasti sudah menunggu." ucap Kinara.

"Siapa namamu?" tanya pria itu.

"Tidak perlu, mungkin ini akan menjadi pertemuan pertama dan juga yang terakhir, terima kasih atas kisahnya, setidaknya aku tidak sendiri di dunia ini." ucap Kinara sambil melangkah pergi meninggalkan pria itu sendiri di sana.

"Wanita yang menarik." ucap pria itu sambil menatap punggung Kinara hingga menghilang dari pandangan.

Bersambung

Terpopuler

Comments

Novia Cutez Yankslaluchynkmamah

Novia Cutez Yankslaluchynkmamah

keren thor

2022-07-11

0

lihat semua
Episodes
1 Kenyataan pahit yang tiba tiba muncul
2 Menggali luka sendiri
3 Bukan salah Delisha
4 Setidaknya aku tidak sendiri di dunia ini
5 Hanya butuh sebuah penjelasan
6 Apakah kata maaf terlalu mudah?
7 Memanfaatkan kesempatan yang ada
8 Impian dan angan yang pupus
9 Tidak mungkin dia tahu bukan?
10 Tidak ada dalam kamusku
11 Sudah terlalu lelah
12 Jangan samakan aku dengan mereka
13 Penggunaan kata yang ambigu
14 Kaca yang retak tidak akan bisa kembali
15 Bagai berjalan di atas seutas tali
16 Kenapa rasanya sakit sekali?
17 Kenapa harus dia?
18 Baru memulai
19 Apa kamu bahagia?
20 Tidak semua pria sama
21 Over thinking
22 Masalah baru
23 Permen kapas
24 Apa dia selingkuh?
25 Aku harus apa?
26 Sesulit itu memaafkan
27 Mertua?
28 Apa aku hanya sebuah patung?
29 Menantu idaman
30 Hanya ada satu jawaban diantara dua pilihan
31 Apakah aku siap untuk bercerai?
32 Duda baru
33 Jika perlu kau bisa meneken kontrak
34 Apa kamu ingin membalas ku?
35 Istimewa di mata orang yang tepat
36 Seperti binatang
37 Seakan tahu
38 Seorang sampah seperti mu!
39 Enggan untuk bertemu
40 Unit Penthouse
41 Surat dari pengadilan
42 Aku tidak akan menanggung kekalahan ku sendiri
43 Jauh lebih baik daripada dirimu
44 Apa aku bisa mendapat hak asuh penuh?
45 Sama sama mendapat barang bekas
46 Berwajah aneh
47 Apa aku anak mama?
48 Apa yang papa lakukan?
49 Dosa di masa lalu?
50 Penyusup
51 Jauhkan tangan kotor mu!
52 Aku ingin kau melakukan satu hal
53 Aku ingin membuat mu bergantung padaku
54 Biar waktu yang akan menjawab
55 Jangan menyesalinya
56 Permainan baru
57 Bukankah masakan bunda lezat?
58 Gulung tikar?
59 Batu berlian yang ingin ku jaga
60 Dia menggemaskan
61 Aku ingin melihatnya!
62 Hanya milik ku
63 Pengacara selalu saja banyak bicara
64 Undangan makan malam
65 Tepat sasaran
66 Orang macam apa dia?
67 Pengaruhnya sangatlah besar
68 Melangkah ke depan
69 Hanya tipuan?
70 Percayakan padaku
71 Bertaruh pada takdir
72 Pabrik uang?
73 Pintar merayu
74 Terlalu tua untuk memulai kembali
75 Mungkin aku hanya gugup
76 Kepercayaan yang hilang
77 Apa kau bisa menjelaskannya?
78 Bukan jodoh?
79 Halusinasi?
80 Di pecat
81 Dihempaskan begitu saja
82 Pergilah Ning...
83 Aku sudah memaafkan mu
84 Bodoh
85 Menyesal namun sudah terlambat
86 Apakah ini hanya gurauan bagimu?
87 Mendengarnya saja sudah tidak sudi
88 Dipermainkan
89 Ada yang aneh
90 Tentu saja aku merindukannya
91 Kehilangan segalanya
92 Tetap saja rasanya sakit
93 Ternyata begitu mudah
94 Jangan benci aku
95 Aku menemukannya
96 Mama...
97 Hanya orang luar
98 Ayah dan anak
99 Aku akan mencoba menerimanya
100 Cepat sekali berubah
101 Memulai kembali?
102 Apa aku terlalu kejam?
103 Apa yang sedang kalian lakukan?
104 Pintar menipu
105 Harus bagaimana?
106 Es krim
107 Gelisah
108 Dia semakin cantik
109 Awas saja kau!
110 Bukan aku
111 Mempermudah segalanya
112 Kecolongan lagi
113 Bisakah kita untuk akur?
114 Kasus yang rumit
115 Redam berita itu
116 Salah bicara
117 Pukulan yang telak
118 Asumsi
119 Apakah dia pelakunya?
120 Dosa apa?
121 Kenangan buruk masa lalu
122 Mengedepankan ego
123 Apapun yang terjadi, aku harus membawanya!
124 Kau pikir kau siapa?
125 Apa dia ingin balas dendam?
126 Aku yakin kamu akan bahagia
127 Oma Arsa?
128 Terlalu manis
129 Bunda pulang...
130 Memperbaiki segalanya
131 Hari pernikahan
132 Berkorban
133 Untuk terakhir kalinya
134 Bukankah aku terlalu baik padamu?
135 Ending
136 Ekstra part
Episodes

Updated 136 Episodes

1
Kenyataan pahit yang tiba tiba muncul
2
Menggali luka sendiri
3
Bukan salah Delisha
4
Setidaknya aku tidak sendiri di dunia ini
5
Hanya butuh sebuah penjelasan
6
Apakah kata maaf terlalu mudah?
7
Memanfaatkan kesempatan yang ada
8
Impian dan angan yang pupus
9
Tidak mungkin dia tahu bukan?
10
Tidak ada dalam kamusku
11
Sudah terlalu lelah
12
Jangan samakan aku dengan mereka
13
Penggunaan kata yang ambigu
14
Kaca yang retak tidak akan bisa kembali
15
Bagai berjalan di atas seutas tali
16
Kenapa rasanya sakit sekali?
17
Kenapa harus dia?
18
Baru memulai
19
Apa kamu bahagia?
20
Tidak semua pria sama
21
Over thinking
22
Masalah baru
23
Permen kapas
24
Apa dia selingkuh?
25
Aku harus apa?
26
Sesulit itu memaafkan
27
Mertua?
28
Apa aku hanya sebuah patung?
29
Menantu idaman
30
Hanya ada satu jawaban diantara dua pilihan
31
Apakah aku siap untuk bercerai?
32
Duda baru
33
Jika perlu kau bisa meneken kontrak
34
Apa kamu ingin membalas ku?
35
Istimewa di mata orang yang tepat
36
Seperti binatang
37
Seakan tahu
38
Seorang sampah seperti mu!
39
Enggan untuk bertemu
40
Unit Penthouse
41
Surat dari pengadilan
42
Aku tidak akan menanggung kekalahan ku sendiri
43
Jauh lebih baik daripada dirimu
44
Apa aku bisa mendapat hak asuh penuh?
45
Sama sama mendapat barang bekas
46
Berwajah aneh
47
Apa aku anak mama?
48
Apa yang papa lakukan?
49
Dosa di masa lalu?
50
Penyusup
51
Jauhkan tangan kotor mu!
52
Aku ingin kau melakukan satu hal
53
Aku ingin membuat mu bergantung padaku
54
Biar waktu yang akan menjawab
55
Jangan menyesalinya
56
Permainan baru
57
Bukankah masakan bunda lezat?
58
Gulung tikar?
59
Batu berlian yang ingin ku jaga
60
Dia menggemaskan
61
Aku ingin melihatnya!
62
Hanya milik ku
63
Pengacara selalu saja banyak bicara
64
Undangan makan malam
65
Tepat sasaran
66
Orang macam apa dia?
67
Pengaruhnya sangatlah besar
68
Melangkah ke depan
69
Hanya tipuan?
70
Percayakan padaku
71
Bertaruh pada takdir
72
Pabrik uang?
73
Pintar merayu
74
Terlalu tua untuk memulai kembali
75
Mungkin aku hanya gugup
76
Kepercayaan yang hilang
77
Apa kau bisa menjelaskannya?
78
Bukan jodoh?
79
Halusinasi?
80
Di pecat
81
Dihempaskan begitu saja
82
Pergilah Ning...
83
Aku sudah memaafkan mu
84
Bodoh
85
Menyesal namun sudah terlambat
86
Apakah ini hanya gurauan bagimu?
87
Mendengarnya saja sudah tidak sudi
88
Dipermainkan
89
Ada yang aneh
90
Tentu saja aku merindukannya
91
Kehilangan segalanya
92
Tetap saja rasanya sakit
93
Ternyata begitu mudah
94
Jangan benci aku
95
Aku menemukannya
96
Mama...
97
Hanya orang luar
98
Ayah dan anak
99
Aku akan mencoba menerimanya
100
Cepat sekali berubah
101
Memulai kembali?
102
Apa aku terlalu kejam?
103
Apa yang sedang kalian lakukan?
104
Pintar menipu
105
Harus bagaimana?
106
Es krim
107
Gelisah
108
Dia semakin cantik
109
Awas saja kau!
110
Bukan aku
111
Mempermudah segalanya
112
Kecolongan lagi
113
Bisakah kita untuk akur?
114
Kasus yang rumit
115
Redam berita itu
116
Salah bicara
117
Pukulan yang telak
118
Asumsi
119
Apakah dia pelakunya?
120
Dosa apa?
121
Kenangan buruk masa lalu
122
Mengedepankan ego
123
Apapun yang terjadi, aku harus membawanya!
124
Kau pikir kau siapa?
125
Apa dia ingin balas dendam?
126
Aku yakin kamu akan bahagia
127
Oma Arsa?
128
Terlalu manis
129
Bunda pulang...
130
Memperbaiki segalanya
131
Hari pernikahan
132
Berkorban
133
Untuk terakhir kalinya
134
Bukankah aku terlalu baik padamu?
135
Ending
136
Ekstra part

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!