Menggali luka sendiri

Di sebuah mansion milik pengusaha batu bara terkenal di negara Indonesia maupun mancanegara.

"Pagi" sapa Nabila sambil menuruni satu persatu anak tangga.

Mendengar suara istri tercintanya Kafeel Hafizhan Adhitama atau yang akrab di panggil Kaf tersenyum menanggapi sapaan istrinya. Nabila melangkah cepat menuju ke arah Kafeel berada lalu mencium pipinya dengan manja.

"Apakah sarapannya enak sayang?" tanya Nabila sambil mengambil duduk di sebelah Kafeel.

"Ya tentu, lebih enak kalau kamu yang masak." ucapnya dengan nada yang memohon.

"Nanti ya sayang kapan kapan aku akan masak khusus untuk kamu." ucap Nabila sambil tersenyum. "Oh ya sayang aku hari ini akan ada jadwal pemotretan di luar kota mungkin esok baru pulang." ucapnya sambil memakan roti lapis yang tersedia di meja makan.

Mendengar ucapan istrinya, ekspresi wajahnya perlahan berubah menjadi tak terbaca, tak ada tanggapan apapun yang keluar dari mulut Kafeel membuat Nabila lantas menatap ke arahnya.

"Ayolah sayang ini hanya pekerjaan, apa kamu akan melarang ku? kamu kan sudah janji kalau kita menikah kamu tidak akan pernah mencampuri urusan pekerjaan ku." ucap Nabila dengan nada yang merajuk.

Melihat hal itu lagi lagi hati Kafeel luluh, ia lantas menghela nafasnya panjang kemudian mengangguk sekilas tanda setuju.

"Pergilah" ucap Kafeel pada akhirnya.

"Yei love you sayang aku jalan dulu ya." ucap Nabila bangkit dan langsung memeluk Kafeel dari arah samping kemudian menciumnya setelah itu melangkahkan kakinya pergi untuk bekerja.

Kafeel menatap punggung istrinya hingga menghilang dari pandangannya, ia kemudian mengambil ponselnya dan mendial nomor Rendi di sana.

"Halo bos, ada yang bisa saya bantu?" tanya Rendi.

"Ikuti kemana Nabila pergi kali ini." ucapnya dengan nada yang dingin.

"Baik bos"

******

Sementara itu di kediaman Geffie dan juga Kinara.

Geffie mengeratkan pelukannya pada Kinara, seakan tidak ingin lepas dari istrinya. Kinara diam sama sekali tidak merespon sentuhan Geffie dan berpura pura tidur.

"Apa kamu tidak mau bangun sayang? Delisha pasti akan mencari mu nanti." ucapnya kemudian mengecup rambut Kinara lalu bangkit dan melangkah pergi ke kamar mandi.

Setetes air mata kembali lolos dari sudut mata Kinara, bagaimana bisa suaminya berakting dengan begitu sempurna seperti ini? apa selama ini Geffie selalu menganggap Kinara seorang penonton yang bodoh? ya mungkin kata bodoh tepat untuk seorang Kinara yang selalu saja diam walau mengetahui perselingkuhan suaminya.

Kinara bangkit dan menatap ke arah pintu kamar mandi dengan tatapan yang sendu, ditatapnya sekeliling kamarnya, bayang bayang kenangan indah terukir di sana di setiap sudut kamar, di saat Kinara membayangkan hal hal tentang kenangan indah pandangannya terhenti pada jas suaminya yang tergeletak di sofa. Kinara bangkit dan melangkah mendekat ke arah jas tersebut.

Dirogohnya saku jas suaminya mencari apakah ada sesuatu di sana, ketika ia merogoh saku jas sebelah kiri ia menemukan sebuah struk belanjaan, awalnya ia hanya mengira struk belanjaan biasa namun ketika melihat kata kata yang tertera dalam struk itu lagi lagi hati Kinara mencelos.

"Bukankah ini merk sebuah ******?" ucapnya secara spontan hingga tak sengaja menjatuhkan jas dan struk belanjaan yang dipegangnya barusan karena mendengar suara pintu kamar mandi terbuka.

Dengan gerakan yang cepat Kinara lantas berjongkok sambil meremas struk itu dan mengambil jas milik Geffie.

"Kamu sudah bangun?" ucap Geffie dari arah kamar mandi dengan hanya memakai handuk sepinggang saja.

"Ya mas, semalam pulang jam berapa?" tanyanya dengan nada yang sedikit bergetar.

"Tengah malam" jawabnya sambil berjalan ke arah walk in closet untuk mengambil pakaian.

"Kenapa tidak membangunkan Ara mas?" tanyanya sambil berjalan mendekat ke arah suaminya untuk membantu memilih pakaian.

"Kamu tertidur dengan nyenyak, aku tidak tega membangunkan mu."

Baru beberapa langkah ketika jarak semakin dekat Kinara lagi lagi dibuat terkejut dengan bekas merah di punggung suaminya yang tentu saja Kinara tahu apa arti bekas itu.

"Kamu beli parfum baru mas? kenapa aku tidak pernah tahu?" pancing Kinara.

Geffie yang tengah melihat ke arah cermin lantas terdiam kala mendapat serangan mendadak dari istrinya.

"Mati aku! ini pasti aroma parfum dia." ucapnya dalam hati. "Ya aku baru membelinya, namun tertinggal di kantor kemarin, nanti aku akan membawanya pulang aku yakin kamu pasti juga akan suka wanginya." ucap Geffie beralasan.

"Boleh" ucap Kinara namun masih sambil terus menatap ke arah bekas merah di punggung suaminya.

Geffie yang memang sedang menatap ke arah cermin lantas mengerutkan keningnya bingung karena menatap ekspresi wajah Kinara dari cermin.

"Ada apa?" tanyanya dengan penasaran. "Ra? Kinara?" panggilnya lagi karena tidak mendapat jawaban apapun dari Kinara.

"Eh iya mas?"

"Aku tanya ada apa kamu menatap ke arah ku hingga seperti itu?"

Kinara lantas mendekat kemudian menyentuh pelan punggung Geffie yang terdapat bekas merah.

"Kenapa dengan punggung mu?" ucap Kinara kemudian.

Mendengar hal itu Geffie lantas berbalik untuk melihat punggungnya di cermin.

"Apa apaan dia? bukankah aku sudah memintanya untuk tidak meninggalkan bekas?" ucapnya dalam hati sambil berpikir dan mencari alasan agar Kinara tak curiga. "Oh ini kemarin punggungku terbentur meja sedikit ketika aku mengambil pulpen yang jatuh." ucapnya kemudian.

"Apa kamu yakin?"

"Iya"

"Kamu pikir aku bodoh mas, tidak bisa membedakan mana luka benturan dan mana bekas bercinta." ucapnya dalam hati.

******

Sementara itu di sebuah ruang kerja milik Kafeel, terlihat Kafeel tengah duduk di kursi kebesarannya sambil menyesap rokok menunggu kabar dari Rendi. Tidak berapa lama sebuah notifikasi chat nampak terdengar dari ponsel milik Kafeel.

Dengan raut wajah yang datar perlahan Kafeel membuka isi chat tersebut, ia lantas tersenyum miring kala melihat berbagai foto Nabila dengan seorang laki laki masuk ke sebuah kamar hotel dengan langkah yang mesra, tidak hanya itu Rendi juga melaporkan bahwa pemotretan yang di katakan Nabila tadi pagi hanyalah sebuah kebohongan semata.

"Wah wah wah kelakuanmu benar benar tidak berubah sama sekali ya... dan bodohnya aku selalu saja diam meski tahu kebusukan mu itu. Cinta ya... persetan dengan cinta! nyatanya hanya cintaku yang tetap sama." ucap Kafeel dengan sesekali tertawa seperti tengah menertawakan kebodohannya sendiri.

Ia kemudian melempar ponselnya hingga jatuh dan tak lagi berbentuk, ini bahkan sudah ponsel ke sekian kalinya yang ia rusak karena kesal dan muak melihat bukti perselingkuhan istrinya.

Bukankah Kafeel sedikit aneh? ia yang menggali sendiri namun ia juga yang menutup lukanya sendiri? jika sama sama pura pura buta, lalu apa bedanya dengan diam saja agar tidak mengetahui kebenaran? Bukankah Kafeel dan Kinara sama sama mencari lukanya sendiri? mungkinkah jika mereka tidak mengetahui perselingkuhan itu semua akan menjadi lebih baik?

Bersambung

Terpopuler

Comments

Sulati Cus

Sulati Cus

ya elah bentuk nya pasti beda dong 😂

2023-02-12

0

Yesi Triyanto

Yesi Triyanto

klu menjalan kan rumh tangga dgn kondisi sdah tdak baik alangkah bagus nya melepas kan, buat apa nyimpan rasa sakt yg berkepnjgn dan gak bagus buat kondisi semua nya. lepas kan dan iklas kan jagn menangisi sesuatu yg gak pants buat ditangisi

2022-08-06

0

Coe Thea

Coe Thea

selalu suka sama cerita perselingkuhan,serasa ada teman seperti hidupku yg diselingkuhi suami

2022-07-13

0

lihat semua
Episodes
1 Kenyataan pahit yang tiba tiba muncul
2 Menggali luka sendiri
3 Bukan salah Delisha
4 Setidaknya aku tidak sendiri di dunia ini
5 Hanya butuh sebuah penjelasan
6 Apakah kata maaf terlalu mudah?
7 Memanfaatkan kesempatan yang ada
8 Impian dan angan yang pupus
9 Tidak mungkin dia tahu bukan?
10 Tidak ada dalam kamusku
11 Sudah terlalu lelah
12 Jangan samakan aku dengan mereka
13 Penggunaan kata yang ambigu
14 Kaca yang retak tidak akan bisa kembali
15 Bagai berjalan di atas seutas tali
16 Kenapa rasanya sakit sekali?
17 Kenapa harus dia?
18 Baru memulai
19 Apa kamu bahagia?
20 Tidak semua pria sama
21 Over thinking
22 Masalah baru
23 Permen kapas
24 Apa dia selingkuh?
25 Aku harus apa?
26 Sesulit itu memaafkan
27 Mertua?
28 Apa aku hanya sebuah patung?
29 Menantu idaman
30 Hanya ada satu jawaban diantara dua pilihan
31 Apakah aku siap untuk bercerai?
32 Duda baru
33 Jika perlu kau bisa meneken kontrak
34 Apa kamu ingin membalas ku?
35 Istimewa di mata orang yang tepat
36 Seperti binatang
37 Seakan tahu
38 Seorang sampah seperti mu!
39 Enggan untuk bertemu
40 Unit Penthouse
41 Surat dari pengadilan
42 Aku tidak akan menanggung kekalahan ku sendiri
43 Jauh lebih baik daripada dirimu
44 Apa aku bisa mendapat hak asuh penuh?
45 Sama sama mendapat barang bekas
46 Berwajah aneh
47 Apa aku anak mama?
48 Apa yang papa lakukan?
49 Dosa di masa lalu?
50 Penyusup
51 Jauhkan tangan kotor mu!
52 Aku ingin kau melakukan satu hal
53 Aku ingin membuat mu bergantung padaku
54 Biar waktu yang akan menjawab
55 Jangan menyesalinya
56 Permainan baru
57 Bukankah masakan bunda lezat?
58 Gulung tikar?
59 Batu berlian yang ingin ku jaga
60 Dia menggemaskan
61 Aku ingin melihatnya!
62 Hanya milik ku
63 Pengacara selalu saja banyak bicara
64 Undangan makan malam
65 Tepat sasaran
66 Orang macam apa dia?
67 Pengaruhnya sangatlah besar
68 Melangkah ke depan
69 Hanya tipuan?
70 Percayakan padaku
71 Bertaruh pada takdir
72 Pabrik uang?
73 Pintar merayu
74 Terlalu tua untuk memulai kembali
75 Mungkin aku hanya gugup
76 Kepercayaan yang hilang
77 Apa kau bisa menjelaskannya?
78 Bukan jodoh?
79 Halusinasi?
80 Di pecat
81 Dihempaskan begitu saja
82 Pergilah Ning...
83 Aku sudah memaafkan mu
84 Bodoh
85 Menyesal namun sudah terlambat
86 Apakah ini hanya gurauan bagimu?
87 Mendengarnya saja sudah tidak sudi
88 Dipermainkan
89 Ada yang aneh
90 Tentu saja aku merindukannya
91 Kehilangan segalanya
92 Tetap saja rasanya sakit
93 Ternyata begitu mudah
94 Jangan benci aku
95 Aku menemukannya
96 Mama...
97 Hanya orang luar
98 Ayah dan anak
99 Aku akan mencoba menerimanya
100 Cepat sekali berubah
101 Memulai kembali?
102 Apa aku terlalu kejam?
103 Apa yang sedang kalian lakukan?
104 Pintar menipu
105 Harus bagaimana?
106 Es krim
107 Gelisah
108 Dia semakin cantik
109 Awas saja kau!
110 Bukan aku
111 Mempermudah segalanya
112 Kecolongan lagi
113 Bisakah kita untuk akur?
114 Kasus yang rumit
115 Redam berita itu
116 Salah bicara
117 Pukulan yang telak
118 Asumsi
119 Apakah dia pelakunya?
120 Dosa apa?
121 Kenangan buruk masa lalu
122 Mengedepankan ego
123 Apapun yang terjadi, aku harus membawanya!
124 Kau pikir kau siapa?
125 Apa dia ingin balas dendam?
126 Aku yakin kamu akan bahagia
127 Oma Arsa?
128 Terlalu manis
129 Bunda pulang...
130 Memperbaiki segalanya
131 Hari pernikahan
132 Berkorban
133 Untuk terakhir kalinya
134 Bukankah aku terlalu baik padamu?
135 Ending
136 Ekstra part
Episodes

Updated 136 Episodes

1
Kenyataan pahit yang tiba tiba muncul
2
Menggali luka sendiri
3
Bukan salah Delisha
4
Setidaknya aku tidak sendiri di dunia ini
5
Hanya butuh sebuah penjelasan
6
Apakah kata maaf terlalu mudah?
7
Memanfaatkan kesempatan yang ada
8
Impian dan angan yang pupus
9
Tidak mungkin dia tahu bukan?
10
Tidak ada dalam kamusku
11
Sudah terlalu lelah
12
Jangan samakan aku dengan mereka
13
Penggunaan kata yang ambigu
14
Kaca yang retak tidak akan bisa kembali
15
Bagai berjalan di atas seutas tali
16
Kenapa rasanya sakit sekali?
17
Kenapa harus dia?
18
Baru memulai
19
Apa kamu bahagia?
20
Tidak semua pria sama
21
Over thinking
22
Masalah baru
23
Permen kapas
24
Apa dia selingkuh?
25
Aku harus apa?
26
Sesulit itu memaafkan
27
Mertua?
28
Apa aku hanya sebuah patung?
29
Menantu idaman
30
Hanya ada satu jawaban diantara dua pilihan
31
Apakah aku siap untuk bercerai?
32
Duda baru
33
Jika perlu kau bisa meneken kontrak
34
Apa kamu ingin membalas ku?
35
Istimewa di mata orang yang tepat
36
Seperti binatang
37
Seakan tahu
38
Seorang sampah seperti mu!
39
Enggan untuk bertemu
40
Unit Penthouse
41
Surat dari pengadilan
42
Aku tidak akan menanggung kekalahan ku sendiri
43
Jauh lebih baik daripada dirimu
44
Apa aku bisa mendapat hak asuh penuh?
45
Sama sama mendapat barang bekas
46
Berwajah aneh
47
Apa aku anak mama?
48
Apa yang papa lakukan?
49
Dosa di masa lalu?
50
Penyusup
51
Jauhkan tangan kotor mu!
52
Aku ingin kau melakukan satu hal
53
Aku ingin membuat mu bergantung padaku
54
Biar waktu yang akan menjawab
55
Jangan menyesalinya
56
Permainan baru
57
Bukankah masakan bunda lezat?
58
Gulung tikar?
59
Batu berlian yang ingin ku jaga
60
Dia menggemaskan
61
Aku ingin melihatnya!
62
Hanya milik ku
63
Pengacara selalu saja banyak bicara
64
Undangan makan malam
65
Tepat sasaran
66
Orang macam apa dia?
67
Pengaruhnya sangatlah besar
68
Melangkah ke depan
69
Hanya tipuan?
70
Percayakan padaku
71
Bertaruh pada takdir
72
Pabrik uang?
73
Pintar merayu
74
Terlalu tua untuk memulai kembali
75
Mungkin aku hanya gugup
76
Kepercayaan yang hilang
77
Apa kau bisa menjelaskannya?
78
Bukan jodoh?
79
Halusinasi?
80
Di pecat
81
Dihempaskan begitu saja
82
Pergilah Ning...
83
Aku sudah memaafkan mu
84
Bodoh
85
Menyesal namun sudah terlambat
86
Apakah ini hanya gurauan bagimu?
87
Mendengarnya saja sudah tidak sudi
88
Dipermainkan
89
Ada yang aneh
90
Tentu saja aku merindukannya
91
Kehilangan segalanya
92
Tetap saja rasanya sakit
93
Ternyata begitu mudah
94
Jangan benci aku
95
Aku menemukannya
96
Mama...
97
Hanya orang luar
98
Ayah dan anak
99
Aku akan mencoba menerimanya
100
Cepat sekali berubah
101
Memulai kembali?
102
Apa aku terlalu kejam?
103
Apa yang sedang kalian lakukan?
104
Pintar menipu
105
Harus bagaimana?
106
Es krim
107
Gelisah
108
Dia semakin cantik
109
Awas saja kau!
110
Bukan aku
111
Mempermudah segalanya
112
Kecolongan lagi
113
Bisakah kita untuk akur?
114
Kasus yang rumit
115
Redam berita itu
116
Salah bicara
117
Pukulan yang telak
118
Asumsi
119
Apakah dia pelakunya?
120
Dosa apa?
121
Kenangan buruk masa lalu
122
Mengedepankan ego
123
Apapun yang terjadi, aku harus membawanya!
124
Kau pikir kau siapa?
125
Apa dia ingin balas dendam?
126
Aku yakin kamu akan bahagia
127
Oma Arsa?
128
Terlalu manis
129
Bunda pulang...
130
Memperbaiki segalanya
131
Hari pernikahan
132
Berkorban
133
Untuk terakhir kalinya
134
Bukankah aku terlalu baik padamu?
135
Ending
136
Ekstra part

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!