kampung Halaman Orangtua

Kini Yumna sedang di dalam pesawat menuju kampung halaman kedua orang-tuanya. Dulu orang-tua Yumna perantau yang tinggal menetap di kota orang. Meninggalkan rumah yang mereka buat di kampung halaman untuk ke-dua orang-tuanya. Meski merantau di kota, ke-dua orang-tua Yumna tidak membeli rumah di rantau orang, melainkan mengontrak rumah. Orang tua Yumna lebih memilih mendirikan rumah di kampung halaman ketimbang di kota.

Karena jika sewaktu-waktu mereka pulang kampung maka mereka akan pulang ke rumah sendiri. Tidak lagi kembali ke rumah tua yang artinya rumah untuk semua keluarga.

Satu jam empat puluh delapan menit akhirnya Yumna sampai ke tempat kelahiran ke-dua orang-tua yang tak lain adalah Sumatra Barat tepatnya di Padang. Yumna melangkah keluar dari bandara menuju jalan raya untuk menaiki angkutan umum untuk sampai ke rumahnya.

Tak butuh waktu lama akhirnya Yumna sampai di rumah ke-dua orang-tuanya. Rumah itu tampak agak kotor karena semenjak kematian ke-dua orang-tuanya, Yumna tidak lagi pernah kesini. Bahkan selama menikah dengan Reyhan Yumna juga tidak pernah datang ke kampung halaman ke-dua orang-tuanya.

Jadi Reyhan tidak tau di mana rumah mantan mertuanya hingga kini, yang dia tau hanya nama tempat kelahiran mantan mertuanya saja.

Yumna membuka pintu rumah dengan kunci yang tadi dia ambil di dalam tas slempangnya. Memutar knop pintu agar ia bisa masuk ke dalam rumah. Yumna meletakkan koper yang dia bawa di ruang tamu sedangkan dirinya pergi ke dapur untuk mengambil sapu. Ia ingin membersihkan kamar terlebih dahulu. Sudah lama kamar yang menjadi miliknya itu tinggal, maka banyak debu yang menghiasi kamarnya.

Yumna membuka pintu kamarnya agar debu yang berterbangan bisa keluar melalui pintu jendela. Yumna terlebih dahulu menepuk-nepuk kasur yang akan dia pakai untuk tidur nantinya. Meski sudah lama ditinggalkan kasur itu tidak ada yang sobek dimakan tikus.

Hanya butuh waktu tiga puluh menit akhirnya kamar yang dibersihkan Yumna sudah tampak bersih. Selanjutnya dia akan menyapu kamar lain. Kamar yang ada di rumah Yumna hanya dua buah. Rumahnya tidak terlalu besar dan juga tidak terlalu kecil alias sedang.

Setelah membersihkan semua kamar, kini Yumna beralih ke ruang tamu. Koper yang tadi dia letakkan sudah beralih ke dalam kamar yang akan dia tempati. Yumna membersihkan lantai lalu mengepel lantai dengan air yang dia ambil di dalam kamar mandi. Sebelum tadi membersihkan kamar, Yumna terlebih dahulu menghidupkan air di kamar mandi.

Selanjutnya Yumna melap kaca yang tampak kotor karena debu. Kira-kira dua jam kurang akhirnya rumah yang semula tampak kotor kini sudah sangat bersih. Yumna kembali ke kamarnya untuk menyusun baju-bajunya ke dalam lemari miliknya. Menyusun pakaiannya yang ia pakai sehari-hari disatu rak baju dan memisahkan baju yang akan ia pakai untuk bepergian.

Selesai semuanya Yumna memilih untuk membersihkan tubuhnya yang terasa sudah sangat lengket karena keringat sehabis bekerja.

Kini Yumna sudah berada diatas kasurnya untuk mengistirahatkan tubuhnya yang terasa lelah. Memilih tidur untuk menghilangkan rasa lelah yang mendera tubuhnya.

Sekitar jam empat sore Yumna terbangun dari tidurnya. Berjalan menuju kamar mandi untuk berwuduk karena waktu asar sudah lewat. Selesai sholat Yumna memilih memesan makan malam melalui HPnya. Rasanya dia sangat malas bila pergi ke warung untuk membeli perlengkapan memasak.

***

Satu bulan sudah Yumna berada di kota kelahiran kedua orang-tuanya. Selama satu bulan ini Yumna tidak hanya berdiam diri di rumah. Selama minggu pertama di rumah, Yumna mencari pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan dirinya. Tak mungkin jika dia terus saja berdiam diri di rumah, maka uang yang ia bawa akan habis seiring waktu. Walaupun uang yang ia bawa lumayan banyak tidak menutup kemungkinan akan habis jika dia hanya berdiam diri. Apalagi sekarang apa saja yang dibeli sudah naik harganya.

Memasuki lamaran ke tempat-tempat kerja yang dia yakin bisa melakukannya. Meski hanya tamatan SMA bukan berarti dia tidak bisa menggunakan ijazahnya itu.

Diminggu kedua akhirnya Yumna diterima bekerja di restoran. Meski di awal-awal terasa berat Yumna tidak mengeluh sedikit pun. Dia yakin jika ia bisa melakukannya.

Kini tepat dua minggu lebih Yumna bekerja sebagai pelayan disebuah restoran ternama di kota orang-tuanya. Disana Yumna juga sudah mendapatkan banyak teman. Meski yang menjadi teman dekatnya hanya satu orang. Tapi itu tidak masalah bagi Yumna. Yang terpenting dia memiliki teman untuk diajak berbicara disaat waktu senggang. Lagian bagi Yumna punya banyak teman juga tidak baik, lebih baik satu orang tapi tidak membicarakan kita saat di belakang alias setia.

"Yum nanti pulang kerja temenin aku belanja keperluan dapur, ya?" pinta gadis berhijab biru itu pada Yumna. Gadis yang biasa dipanggil Caca itu dengan menampakkan deretan gigi putihnya.

"Emm, baiklah Ca. Sepertinya aku juga mau beli beberapa untuk aku masak nanti di rumah," balas Yumna dengan senyum manisnya.

"Ok Yum," balas Caca.

Mereka kembali melanjutkan pekerjaan yang masih tertinggal. Waktu untuk mereka pulang tinggal satu jam lagi. Berarti sudah tak terlalu banyak lagi yang akan mereka kerjakan. Biasanya disaat jam segini pengunjung sudah mulai berkurang alias sedikit.

Waktu yang mereka tunggu akhirnya tiba. Kedua wanita itu berjalan menuju motor milik Caca yang terparkir di tempat parkir restoran. Karena Yumna saat ini belum memiliki kendaraan. Bukan dia tidak mempu membeli satu unit motor, hanya saja Yumna merasa belum terlalu membutuhkan. Lagian kendaraan umum juga banyak yang lewat. Tapi nanti ntah dia beli atau tidak hanya Yumna yang tau.

Caca membawa sepeda motor itu kepasar yang memang jam segini masih terbuka. Mereka memasuki pasar untuk membeli beberapa bahan makanan untun dimasak nanti di rumah dan mungkin juga untuk besok harinya.

Setengah jam mereka di pasar, kini mereka berjalan kembali ke tempat sepeda motor Caca berada. Mereka langsung pulang tanpa singgah lagi ke tempat lain. Sebelum itu Caca juga mengantar Yumna ke rumahnya, barulah dia pulang ke rumahnya untuk bertemu suaminya, karena Caca belum memiliki anak meski pernikahanannya sudah menginjak usia dua tahun.

Yumna masuk ke dalam rumah setelah tak melihat lagi temannya dari pandangan matanya. Yumna menuju dapur untuk meletakkan bahan masakannya, lalu dia pergi ke kamar untuk menganti pakaian.

Kini Yumna tengah memasak tumis kangkung dan sarden yang tadi dia beli. Dia pengen makan dengan sambal sarden, karena dulu saat dia pulang kampung bersama kedua orang tanya, Nenek, Yumna pasti akan menyediakan sambal sarden untuk cucu kesayangannya yang tak lain adalah Yumna. Saat ini Yumna tidak lagi memiliki keluarga, karena dari pihak Ibunya hanya Ibunya saja karena ibunya anak tunggal begitupun dengan pihak Ayahnya.

Sambal yang dimasak Yumna tampak sangat menggugah selera wanita itu. Yumna langsung makan karena terasa lapar. Bahkan Yumna sampai nambah dua kali sangking enaknya sambal yang dia buat.

Selesai makan Yumna memilih selonjoran di ruang tamu sambil memainkan gawainya. Menscroll beranda FB untuk melihat postingan orang yang lewat. Jika bermanfaat Yumna akan membacanya jika tidak Yumna hanya melihat lalu melanjutkan melihat kebagian bawahnya.

Yumna merasa bosan membuka FB dia melanjutkan membuka aplikasi youtube untuk mendengar ayat-ayat al-quran yang membuatnya merasa tenang dan damai. Saking asiknya mendengar, Yumna sampai tertidur di kursi yang dia duduki untuk memselonjorkan tubuhnya.

TBC

Terpopuler

Comments

novi 99

novi 99

dari awal baca tulisan di novel ini ..
aku menduganya klo author orang Sumatra ...

2025-01-11

0

N Wage

N Wage

sambal di sini bukan sambal cabe ya...orang padang bilang SAMBAL atw SAMBA utk menyebutkan makanan lauk pauk yg dimakan pakai nasi.
memasak lauk pauk= manyamba.
jadi mungkin maksud othor di sini SAMBAL itu lauk teman makan nasi,bukan sambal cabe.

2024-12-30

2

Jetty Eva

Jetty Eva

memasukkan lamaran..

2025-03-20

0

lihat semua
Episodes
1 Awal01
2 Perubahan Suami
3 Bukan Inginku
4 Surat
5 Tanda Tangan
6 kampung Halaman Orangtua
7 Jalan-jalan
8 Lemak Perut
9 Apa Ini Hanya Mimpi
10 Perlengkapan
11 Melahirkan
12 Kembali
13 Ke Rumah Ibu
14 Reyhan dan Lani
15 Terpeleset
16 Berusaha Ikhlas
17 Singgah
18 PENGUMUMAN
19 Bertemu
20 Ali
21 Bunda
22 Awal
23 Nyangkut
24 Nyangkut
25 Bertemu Mantan Mertua 1
26 Bertemu Mantan Mertua 2
27 Bertemu Mantan Mertua 3
28 Kediaman Reyhan
29 Kedatangan Tamu Tak Diundang 1
30 Kedatangan Tamu Tak Diundang 2
31 Kepikiran
32 Reni
33 Reni 2
34 Toko
35 Mantan Mertua
36 Sampai Kapan?
37 Bertemu Kembali
38 Sebuah Kata 'Andaikan'
39 Reyhan
40 Masih Sama
41 Ibu dan Anak
42 Bertemu Reyhan
43 Menyampaikan Keinginan
44 Nasehat Bunda
45 Mengunjungi Toko
46 Sebuah Ajakan
47 Izin
48 Hari Pertama
49 Bertemu Teman Lama
50 Kedatangan Andi
51 Pituah Sang Putra
52 Sakit
53 Sakit 2
54 Andi
55 Lamaran
56 Kenapa Aku
57 Bukan Aku
58 Rumah Sakit
59 Kembali
60 Visual
61 Kenyataan Pahit
62 Fitting
63 Kecelakaan
64 Jangan Sampai
65 Adakah Cara Lain?
66 Pernikahan
67 Sadar
68 Bulan Madu 1
69 Bulan Madu 2
70 Kembali
71 Kejahatan
72 Yang Sebenarnya
73 Penyesalan
74 Kedatangan Reyhan
75 Kabar Gembira
76 Reyhan
77 Wisuda
78 Kantor Polisi
79 Melahirkan 1
80 Melahirkan 2
81 kepingan ingatan
82 Keluarga Andi
83 Keluar
84 Gagal
85 Kebahagiaan Yumna
86 Bertemu
87 Kecelakaan
88 Duka
89 Akhir Dari Segalanya
90 SEASON 2 (Ali)
91 SEASON 2 Siapa Mimi?
92 SEASON 2 Menjemput
93 SEASON 2 Mika
94 SEASON 2 Tidak Boleh Manggil Abang
95 SEASON 2 Tak Tahu Malu
96 SEASON 2 Bertemu
97 SEASON 2 Bercerita
98 SEASON 2 Mengunjungi Makam
99 SEASON 2 Rumah Lani
100 SEASON 2 Maafkan Abang, Dek
101 SEASON 2 Rumah Sakit
102 SEASON 2 Menjemput Mika
103 SEASON 2 Hancur dan Kecewa
104 SEASON 2 Berusah
105 SEASON 2 Es Krim
106 SEASON 2 Menemani Aileen Dan Azlan Bermain
107 SEASON 2 Ali
108 SEASON 2 Hari Bahagia Mika
109 SEASON 2 Minta Peluk
110 SEASON 2 Makan Bareng Tiana
111 SEASON 2 Berakhir
112 SEASON 2 Menutup Buku
113 SEASON 2 Mulai Kerja
114 SEASON 2 Berkunjung
115 Pengumuman
116 SEASON 2 Ali Meradang
117 SEASON 2 Ali Semakin Cemburu
118 SEASON 2 Ali Kebakaran Jenggot
119 SEASON 2 Emang Abang Siapa?
120 SEASON 2 Ali Berkunjung Ke Rumah Mika
121 SEASON 2 Kantor
122 SEASON 2 Puncak
123 SEASON 2 Abang Cinta Kamu, Dek
124 SEASON 2 Kontrakan Mika
125 SEASON 2 Maaf Ayah, Aku Tidak Bisa
126 SEASON 2 Undangan
127 SEASON 2 Pernikahan/Malper
128 SEASON 2 Abang, Mau Lagi
129 SEASON 2 Kembali Bekerja
130 SEASON 2 Usaha dan Terus Berdo'a
131 SEASON 2 Kabar Bahagia/Sedih
132 SEASON 2 Memenuhi Undangan
133 SEASON 2 Sebenarnya Ada Apa?
134 SEASON 2 Terima Kasih Malaikat Tanpa Sayap
135 SEASON 2 Mas, Aku Mencintaimu Karena Allah
136 SEASON 2 Abang Bolehkah Sekali Lagi?
137 SEASON 2 Terima Kasih, Dek
138 SEASON 2 Villa
139 SEASON 2 Melahirkan
140 SEASON 2 Akhir Dari Kisah
141 PENGUMUMAN
Episodes

Updated 141 Episodes

1
Awal01
2
Perubahan Suami
3
Bukan Inginku
4
Surat
5
Tanda Tangan
6
kampung Halaman Orangtua
7
Jalan-jalan
8
Lemak Perut
9
Apa Ini Hanya Mimpi
10
Perlengkapan
11
Melahirkan
12
Kembali
13
Ke Rumah Ibu
14
Reyhan dan Lani
15
Terpeleset
16
Berusaha Ikhlas
17
Singgah
18
PENGUMUMAN
19
Bertemu
20
Ali
21
Bunda
22
Awal
23
Nyangkut
24
Nyangkut
25
Bertemu Mantan Mertua 1
26
Bertemu Mantan Mertua 2
27
Bertemu Mantan Mertua 3
28
Kediaman Reyhan
29
Kedatangan Tamu Tak Diundang 1
30
Kedatangan Tamu Tak Diundang 2
31
Kepikiran
32
Reni
33
Reni 2
34
Toko
35
Mantan Mertua
36
Sampai Kapan?
37
Bertemu Kembali
38
Sebuah Kata 'Andaikan'
39
Reyhan
40
Masih Sama
41
Ibu dan Anak
42
Bertemu Reyhan
43
Menyampaikan Keinginan
44
Nasehat Bunda
45
Mengunjungi Toko
46
Sebuah Ajakan
47
Izin
48
Hari Pertama
49
Bertemu Teman Lama
50
Kedatangan Andi
51
Pituah Sang Putra
52
Sakit
53
Sakit 2
54
Andi
55
Lamaran
56
Kenapa Aku
57
Bukan Aku
58
Rumah Sakit
59
Kembali
60
Visual
61
Kenyataan Pahit
62
Fitting
63
Kecelakaan
64
Jangan Sampai
65
Adakah Cara Lain?
66
Pernikahan
67
Sadar
68
Bulan Madu 1
69
Bulan Madu 2
70
Kembali
71
Kejahatan
72
Yang Sebenarnya
73
Penyesalan
74
Kedatangan Reyhan
75
Kabar Gembira
76
Reyhan
77
Wisuda
78
Kantor Polisi
79
Melahirkan 1
80
Melahirkan 2
81
kepingan ingatan
82
Keluarga Andi
83
Keluar
84
Gagal
85
Kebahagiaan Yumna
86
Bertemu
87
Kecelakaan
88
Duka
89
Akhir Dari Segalanya
90
SEASON 2 (Ali)
91
SEASON 2 Siapa Mimi?
92
SEASON 2 Menjemput
93
SEASON 2 Mika
94
SEASON 2 Tidak Boleh Manggil Abang
95
SEASON 2 Tak Tahu Malu
96
SEASON 2 Bertemu
97
SEASON 2 Bercerita
98
SEASON 2 Mengunjungi Makam
99
SEASON 2 Rumah Lani
100
SEASON 2 Maafkan Abang, Dek
101
SEASON 2 Rumah Sakit
102
SEASON 2 Menjemput Mika
103
SEASON 2 Hancur dan Kecewa
104
SEASON 2 Berusah
105
SEASON 2 Es Krim
106
SEASON 2 Menemani Aileen Dan Azlan Bermain
107
SEASON 2 Ali
108
SEASON 2 Hari Bahagia Mika
109
SEASON 2 Minta Peluk
110
SEASON 2 Makan Bareng Tiana
111
SEASON 2 Berakhir
112
SEASON 2 Menutup Buku
113
SEASON 2 Mulai Kerja
114
SEASON 2 Berkunjung
115
Pengumuman
116
SEASON 2 Ali Meradang
117
SEASON 2 Ali Semakin Cemburu
118
SEASON 2 Ali Kebakaran Jenggot
119
SEASON 2 Emang Abang Siapa?
120
SEASON 2 Ali Berkunjung Ke Rumah Mika
121
SEASON 2 Kantor
122
SEASON 2 Puncak
123
SEASON 2 Abang Cinta Kamu, Dek
124
SEASON 2 Kontrakan Mika
125
SEASON 2 Maaf Ayah, Aku Tidak Bisa
126
SEASON 2 Undangan
127
SEASON 2 Pernikahan/Malper
128
SEASON 2 Abang, Mau Lagi
129
SEASON 2 Kembali Bekerja
130
SEASON 2 Usaha dan Terus Berdo'a
131
SEASON 2 Kabar Bahagia/Sedih
132
SEASON 2 Memenuhi Undangan
133
SEASON 2 Sebenarnya Ada Apa?
134
SEASON 2 Terima Kasih Malaikat Tanpa Sayap
135
SEASON 2 Mas, Aku Mencintaimu Karena Allah
136
SEASON 2 Abang Bolehkah Sekali Lagi?
137
SEASON 2 Terima Kasih, Dek
138
SEASON 2 Villa
139
SEASON 2 Melahirkan
140
SEASON 2 Akhir Dari Kisah
141
PENGUMUMAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!