Binyu adalah pria yang bekerja di Bank I******** sebagai Teller. Binyu sering gonta ganti cewek, baginya sebelum janur kuning melengkung dia bebas berdekatan dan berganti pasangan kalau tidak cocok, begitulah prinsip Binyu. Mereka pun berkenalan, selain Binyu ada juga pria lain yaitu Bayu. Mereka teman sekantor dan teman dekat juga. Bayu kenal dekat dengan Binyu, apalagi dengan keluarga Binyu. Karena Bayu adalah teman masa kecil Binyu. Mereka sama-sama ditempatkan bekerja di Kota Med**.
"Hei bengong aja nih, awas loh tar kesemsem sama tuh abang ganteng." goda Shanti yang cekikikan melihat sahabatnya yang bengong.
"Ih.......apaan sih sapa juga yang bakalan kesemsem", ngeles Cha. Padahal sih sebenarnya dia emang tertarik dengan Binyu karena dia termasuk cowok kriterianya cha. "Tapi....ya malu aja kali baru kenalan masa gw langsung to the point bilang tertarik, hmmmm" batin Cha.
Cha membisikkan sesuatu kepada Shanti. "Shan, kenapa si Binyu ngeliatin gw terus ya, apa dia kesambet." kata Cha pelan.
"Hus ngawur, kali dia tertarik sama lo Cha." jawab Shanti membisikkan ketelinga Cha.
Cha pun manggut-manggut mengiyakan perkataan Shanti.
Binyu melihat kedua sahabat itu saling berbisik, tapi dia cuek aja.
Setelah acara perkenalan, lalu mereka memesan makanan dan menikmati makan siang bersama sambil bercerita tentang diri masing-masing dan sesekali terdengar suara tertawa dari mereka. Sebelum pertemuan itu berakhir, Binyu meminta no handpone Cha.
"Ekhemm, Cha boleh gak saya minta no handpone kamu, ya mana tau saya tiba-tiba rindu kan bisa menghubungi kamu", goda Binyu terang terangan."
"Wah.... ada yang mulai tergoda nih..", celetuk Shanti yang melirik Cha.
"Ih.... Shan jangan godain gw terus dong kan malu gw sama mereka", bisik Cha dan mencubit pinggang Shanti.
"Hehehehe iya iya gitu aja manyun jelek tau, hilang tar cantiknya", goda Shanti lagi.
"Mmmm kayaknya gak usah ya, karena gw gak bisa nerima tlp dari laki-laki." kata Cha yang tidak enakan.
"Yah....padahal saya berharap kamu mau ngasih no handphonemu cha." Binyu pura-pura cemberut dihadapan cha.
"Duh gimana ya, mmmm ya udah sini handphone Lo biar gw ketik nonnya." Cha meminta handphone Binyu.
"Eh bener nih Cha..., hehehe nih masukin ya no nya." kata Binyu tersenyum penuh arti.
Akhirnya Cha memberikan no handpone nya sama Binyu. Dalam hati Binyu bersorak gembira
"Yes dapat juga nih no cewek". Binyu menyunggingkan senyumnya menatap tajam Cha.
Bayu yang melihat sikap Binyu, hanya bisa geleng-geleng kepala. Dia tau kebiasaan Binyu. Lelaki yang suka gonta ganti cewek, dan kali ini sasarannya anak SMA.
"Oh ya kalian kami anterin pulang ya, kebetulan kantor kami searah dengan rumah kalian", kata Binyu.
"Ok setuju yuk capcus kita berangkat......", tanpa malu-malu Shanti menarik tanganku agar setuju dengan jawabannya.
Akhirnya gw dan Shanti pulang bareng Binyu. Binyu membayar makan siang kami, lalu kami berjalan menuju ke mobil Binyu.
Kami pun masuk kedalam mobil, dan di dalam mobil kami hanya ngobrol biasa saja, sampai akhirnya.
"Stop.....disini aja dianter, gak usah sampai rumah, gw takut nanti dimarahi sama nyokap kalau jalan bareng cowok", kata Cha yang menyuruh Binyu memarkirkan mobilnya diseberang gang rumahnya.
"Loh gak baik kan kalau kalian kami turunkan di depan gang, lebih baik dianter ke rumah biar sekalian pamit sama nyokap kamu", jelas Binyu yang menoleh kebelakang.
"Iya masa kami nganternya sampai sini, gak enak dilihat orang nanti, timpal Bayu ikut-ikutan.
"Eh gak usah, biar disini aja, gw gak dibolehin jalan bareng cowok walaupun bareng temen cewek, jadi disini aja kami turun ok dan terima kasih tumpangannya ya bang", aq langsung menarik tangan Shanti biar cepat keluar dari mobil.
"Oh ya udah beneran kan tidak apa-apa Cha." kata Binyu meyakinkan Cha.
"Bener bang gak apa-apa kok, thanks ya buat semuanya daaaaa." Cha dan Shanti keluar dari dalam mobil. Mereka pun berjalan memasuki gang.
Binyu bergegas tancap gas meninggalkan area rumah Cha. Dia melirik Bayu dan berkata.
"Bagaimana, kita taruhan, kalau gw bisa macarin Cha dalam waktu dekat nih, Lo kasih gw hadiah." ha Binyu menaik-naikan alisnya melihat ke arah Bayu.
"Mmmm boleh juga, tapi gw yakin Lo gak akan bisa, secara cewek itu susah buat di dapatin." kata Bayu gak mau kalah.
"Ok deal, kalau gw yang menang, Lo kasih gw hadiah, tapi kalau lo yang menang, gw bakalan kasih apa mau Lo, setuju...." tanya Binyu.
"Sip gw setuju." mereka pun berjabat tangan menandakan taruhan dimulai saat itu juga. Binyu tersenyum penuh arti.
"Duh Shan, gw takut banget nih balik ke rumah, tar nyokap marah banget kalau gw pulang jam sore begini, gimana ya...",tanya Cha. Shanti juga kelihatan ketakutan mau mengantar Cha balik kerumahnya, dalam hatinya berkata "gimana kalau nyokapnya gak percaya ya dengan jawaban kami nanti, bisa-bisa gw gak dibolehin main sama Cha lagi, hmmmm...", Shanti pun pasrah dengan apa yang akan terjadi. Sampai di depan rumah.
Mereka berhenti sejenak, dan melirik satu sama lain. Cha menarik nafas panjang sebelum menghadapi mamanya. Dia pun melihat ke arah Shanti. Shanti hanya bisa mengangguk-angguk wajahnya memberikan tanda lakukan. Lalu Cha mengucapkan salam.
"Assalamu'alaikum ma...", panggil Cha sambil mengetuk pintu rumahnya.
Tanpa aba-aba dari dalam rumah langsung dijawab, "Oh...bagus ya jam segini baru pulang, dari mana aja kau seharian gak pulang, dasar gak punya otak, mau jadi perempuan nakal diluar sana kelayapan, apa kata orang, anak gadis pulang hampir Maghrib." mama Cha bertanya dengan wajah galaknya dan sambil berkacak pinggang melihat Cha dan bergantian melihat shanti. Cha menelan ludahnya melihat ekspresi mamanya yang sangat marah.
"Mmm maaf ma, tadi kami ada tambahan kerja kelompok di sekolah jadi pulangnya memang agak telat, dan Cha gak bisa ngabarin mama karena hp lowbet ma", Cha menjawabnya dengan ketakutan sambil meremas tangannya yang sudah berkeringat karena ketakutan yang luar biasa.
Shanti yang melihat ekspresi nyokapnya cha, juga ketakutan dan menunduki wajahnya karena gugup, dia juga kaget mendengar ucapan nyokapnya Cha. Dalam hati Shanti berkata, "waduh ketus banget kata-kata nya, perasaan nyokap gw juga gak gini amat klu marah".
Kemudian Shanti ikut memberi penjelasan. Shanti menarik nafasnya dan berkata, "Bu tadi kami memang ada kerja kelompok tambahan jadi pulangnya agak telat karena tugasnya harus dikumpulkan besok pagi" kata Shanti membela Cha. Dia berharap nyokapnya Cha percaya dengan jawabannya walaupun sebenarnya itu bohong.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 227 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
Susah didapatin apanya,belom apa2 lg cengengesan sendiri,,😏
2023-05-22
0
tintakering
nyokapnya galak...
2022-09-28
0