Leluhur Dong Feng kembali menatap Xu Tian dengan tersenyum.
" Tuan muda, terima kasih telah mengampuni nyawa saya," Ucap Leluhur Dong Feng yang kemudian mengayunkan pedang ke arah tangan kirinya.
Xu Tian hanya tersenyum mendengar kata-kata Leluhur Dong Feng, sedangkan semua orang yang ada di dalam ruangan hanya mampu diam dengan pikirannya masing-masing.
" Wushhh...." Semua orang terkejut saat melihat cahaya emas yang menyilaukan muncul selama beberapa saat, hingga kemudian kembali redup bersamaan dengan kondisi tangan Leluhur Dong Feng yang terlihat masih baik-baik saja.
Leluhur Dong Feng yang semula menutup kedua matanya terdiam dengan mulut terbuka. Hingga perlahan air matanya mengalir membasahi wajah tuanya.
" Tuan mud-...."
" Terima kasih, aku sangat senang saat mengetahui ketulusan hatimu. Pedangku bukanlah pedang yang haus darah, dia akan mengetahui siapa yang benar-benar tulus atau tidaknya. Dia akan menjadi pedang yang sangat tajam serta haus darah pada mereka yang memang pantas untuk mendapatkannya. Dan saat ini kau bisa melihatnya sendiri, aku meminta kalian melakukan itu semua bukan tanpa alasan. Kalian harusnya sudah paham dengan hal ini.." Ucap Xu Tian dengan ramah menatap mereka semua.
Mereka semua menganggukkan kepala dengan bahagia dan perasaan menghangat, mereka mulai mengagumi sosok Xu Tian yang sangat ramah. Secara perlahan kemarahan serta dendam di hati mereka mulai menghilang berganti dengan rasa hormat.
Mereka kemudian satu persatu mulai melakukan apa yang di perintahkan Xu Tian. Hingga beberapa saat kemudian mereka semua telah melakukannya tanpa ada satu pun yang mengalami luka.
Xu Tian tersenyum menatap beberapa dari mereka. " Kalian telah berhasil menghilangkan amarah di hati dan rasa dendam terhadapku. Aku tidak mengetahui apa yang akan terjadi kepada kalian jika sampai terluka dengan pedangku. Mungkin saat ini kalian masih bernafas, tapi kalian harus ingat pedang ini bukan pedang biasa yang akan melepaskan darah yang telah menyentuhnya."
" Tuan muda, terima kasih.." Mereka semua dengan bersujud.
Xu Tian menghela nafas panjang dengan menggelangkan kepalanya.
" Bangunlah.. Kalian tidak perlu memberikan hormat seperti ini terhadapku. Aku hanya membutuhkan kesetiaan kalian semua kepadaku. Selain itu, aku juga ingin kalian lebih memprioritaskan mereka yang membutuhkan bantuan kalian, menjaga kedamaian, dan yang paling penting adalah menjaga sesama saudara. Kalian semua bukan hanya menjadi pelayanku saat ini, tetapi kalian semua kini telah menjadi keluarga maka dari itu kalian harus menjaga satu sama lain untuk membangun kekuatan agar kita tidak di tindas. Apa kalian mengerti?"
" Kami mengerti tuan muda, terima kasih. Kami semua tidak akan mengecewakan tuan muda.." Ucap mereka semua dengan perasaan haru.
Xu Tian tersenyum, kemudian memberikan mereka cincin penyimpanan yang berisi sumber daya tingkat tinggi.
Mereka semua awalnya ragu dan ingin menolak, tetapi kemudian Feng Louzhi segera mengingat mereka melalui telepati untuk menerima pemberian tuan mudanya.
Mereka semua akhirnya menerima pemberian Xu Tian, apalagi saat mendapati Feng Louzhi yang sedang menatap dengan tatapan tajam.
Di saat mereka semua sedang menikmati kebersamaan dan berbincang untuk rencana kedepannya, tiba-tiba terdengar ledakan yang cukup keras.
" Apa yang terjadi?" Ucap mereka semua dengan bingung.
Hingga tidak lama kemudian datang seorang pelayan dengan raut wajah khawatir.
" Tuan-tuan, saat ini di pusat Desa Huli tempat di mana di adakan kompetisi perekrutan murid sedang di serang." Ucap pelayan dengan nafas memburu.
Xu Tian mengerutkan keningnya, dia tidak menyangka akan ada yang menyerang saat ketiga sekte sedang berkumpul di satu tempat yang sama.
" Tuan muda, apa yang harus kita lakukan?" Tanya Patriak Dong Luan dari Sekte Macan Putih.
Semua orang menatap ke arah Xu Tian menunggu jawaban darinya.
" Aku sangat ingin melihat siapa yang telah berani mengacaukan acara perekrutan murid. Sebaiknya kita segera ke sana untuk membantu mereka." Ucap Xu Tian yang kemudian keluar dari dalam ruangan.
Semua orang kemudian mengikuti langkah Xu Tian keluar dari dalam ruangan khusus.
Saat mereka telah berada di luar penginapan Zhu, Xu Tian kemudian melesat dengan kecepatan tinggi memimpin mereka semua.
" Swusshh...."
****
Di Pusat Desa Huli.
Ledakan dan teriak kesakitan terus terdengar di seluruh tempat yang ada di sekitar Arena pertempuran.
Tetua perwakilan sekte dan murid-muridnya saling membahu membantu penduduk yang terlihat ketakutan, bahkan sudah ada puluhan warga yang tewas dengan tragis.
" Siapa kalian?" Teriak salah satu tetua dari Sekte Gunung Api dengan kemarahan menyala.
" Swusshh...." Salah satu dari pasukan besar yang ada di atas langit melesat dengan kecepatan tinggi ke arah tetua tersebut.
" Dhuaaarrrr..." Tanpa aba-aba, sosok tersebut melepaskan serangan hingga melempar tetua sekte Gunung Api belasan meter.
Yu Jianheeng yang menatap kehadiran sosok tersebut tersenyum senang, kemudian ketiga tetua yang sebelumnya datang bersamanya ikut berkumpul bersama mereka.
" Patriak, kita harus hati-hati.." Kemudian tetua tersebut mulai menjelaskan tentang sosok Xu Tian dan orang-orangnya.
Sosok itu yang tidak lain Patriak Klan Yu mendengus dengan kesal.
" Kalian tidak perlu khawatir, karena dia telah mengganggu rencana kita, maka aku akan membunuhnya dengan perlahan." Ucap Patriak Yu Malong dengan tersenyum.
Di atas langit, terlihat tujuh puluh lima ribu pasukan dengan tingkat kultivasi berada pada ranah Matrial Emperor hingga Supreme Emperor.
" Patriak, apa mereka telah datang?"
" Tentu saja, kalian lihat pasukan yang aku bawa ke sini? Mereka semua adalah anggota Teratai Hitam," Ucap Patriak Yu Malong dengan bahagia.
Ketiga tetua Klan Yu yang mendengar jawaban itu akhirnya dapat bernafas dengan lega.
Mereka awalnya ragu dengan penyerangan kali ini saat mengetahui adanya sosok Xu Tian. Namun setelah mendengar ucapan Patriak Yu Malong, mereka menjadi tenang karena akan ada sosok yang juga kuat datang ke tempat ini.
Patriak Yu Malong mengangkat tangannya ke atas, kemudian segera memerintahkan pasukan yang masih berdiri di atas langit untuk menghancurkan dan membunuh mereka semua.
Mendengar hal itu, membuat tetua perwakilan sekte serta Klan yang ada di Desa Huli menjadi gemetar ketakutan.
Hal itu juga terjadi pada jenius kota yang datang bersamaan dengan Yu Jianheeng. Mereka terlihat sangat kaget dengan hal yang terjadi saat ini.
" Tuan muda, sebaiknya anda segera pergi dari tempat ini." Ucap salah satu tetua Klan Qin pada Qing Shang.
" Tapi-..."
" Tuan muda, kita akan mati jika tetap memaksakan diri untuk membantu mereka."
Tetua Klan Bei dan Wei juga meminta Bei Lun dan Wei Tang untuk pergi dari tempat tersebut.
Hingga pandangan mereka semua bertemu dengan Yu Jianheeng yang sedang menatap dengan senyum licik.
" Kalian tidak akan bisa meninggalkan tempat ini." Ucap Yu Jianheeng, kemudian meminta pasukan yang datang bersama dengan ayahnya untuk menangkap mereka bertiga.
" Yu Jianheeng, kau dan Klan mu benar-benar licik!" Teriak Bei Lun dengan penuh kebencian.
Patriak Yu Malong mendengus mendengar ucapan Bei Lun, kemudian melesat dengan melepaskan serangan tapak.
Saat serangan Patriak Yu Malong berjarak dua meter dari Bei Lun, tiba-tiba muncul seorang pemuda yang berdiri di antara mereka dengan tersenyum tipis.
" Dhuaaarrrr..."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 97 Episodes
Comments
y@y@
👍🏿👍🏾👍🏿👍🏾👍🏿
2022-07-12
1
Kucing Hitam
hajarrr
2022-07-12
0
Harman LokeST
yang mengganggu haaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaabbbbiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiisiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii semuaaaaaaaaaaanyaaaaaaaaaaannnyaaa jaaaaaaaaaaaaaaannnngggggaaaaaaaaannn beeeeeeeriiiiiiiiiiiiiiii aaaaaaaammmmmpun
2022-07-06
0