Tidak lama kemudian, Xu Tian dan rombongan akhirnya tiba di penginapan Zhu.
Dengan langkah tenang mereka semua masuk ke dalam, kemudian meminta kepada pelayan untuk menyiapkan ruangan khusus.
" Baik tuan-tuan, mari ikuti saya." Ucap pelayan yang langsung mengantarkan menuju ruangan khusus yang ada di penginapan tersebut.
Setelah berjalan mengikuti pelayan, Xu Tian dan rombongan akhirnya tiba di sebuah ruangan yang cukup luas dan mewah berada di lantai atas penginapan Zhu.
" Jika nanti ada yang mencari keberadaanku, arahkan mereka menuju ruangan ini. Dan aku memesan makanan dan minuman terbaik di tempat ini," Ucap Xu Tian kepada dua pelayan wanita yang masih berdiri di hadapannya.
" Baik tuan muda, kami berdua akan segera melakukan perintah tuan muda." Pelayan itu dengan hormat, kemudian segera keluar dari Penginapan Zhu.
Setelah kepergian pelayan, Xu Tian mengalihkan pandangannya ke arah Qing Ling.
" Ling'er..."
" Gege, aku..." Qing Ling dengan ragu.
" Katakanlah..."
Qing Ling kemudian menjelaskan kepada Xu Tian, jika dirinya lebih memilih untuk berada di dunia jiwa.
Dengan kekuatannya saat ini, hanya akan menjadi beban untuk Xu Tian dan lainnya apalagi mereka akan berpetualang menjelajahi dunia dewa, terutama pergi ke Wilayah Tengah.
" Baiklah, jika memang itu keinginan mu, aku tidak akan memaksakan. Jangan terlalu terbebani dengan hal ini, bagaimana juga menjagamu adalah kewajibanku." Ucap Xu Tian dengan lembut.
" Baik Gege..."
Xu Tian kemudian membuka gerbang dunia jiwa, setelah itu Qing Ling segera masuk ke dalam dunia jiwa.
Qing Ling berniat berlatih lebih keras lagi, dengan bantuan teknik yang di berikan oleh Feng Huang dan Feng Louzhi, terutama tentang keberadaan Feng Yue yang akan membantunya.
Setelah mengobrol beberapa hal bersama Feng Huang, Feng Louzhi, dan Bai Hu.
Tidak lama kemudian para pelayan datang membawakan makanan dan minuman.
" Selagi menunggu kedatangan mereka, silahkan kalian nikmati," Ucap Xu Tian dengan tersenyum kepada ketiga bawahannya.
" Baik, tuan muda." Ucap Feng Louzhi, Feng Huang, dan Bai Hu bersamaan.
Mereka berempat kemudian segera menikmati makanan dan minuman yang ada di atas meja.
***
Di tempat lain.
Di pinggiran hutan yang terletak di perbatasan Desa Huli, muncul beberapa sosok.
" Swusshh..." Tiga orang tetua dan satu pria paruh baya yang terluka menghampiri lima sosok yang terlebih dulu tiba di tempat tersebut.
" Leluhur..." Ucap salah satu sosok yang tidak lain Patriak Sekte Macan Putih.
Leluhur Dong Feng tersenyum. " Aku beruntung karena masih di berikan kesempatan. Sebaiknya kita segera menemuinya," Ucap Leluhur Dong Feng.
" Baik.." Ucap mereka semua yang segera pergi dari tempat tersebut.
" Swusshh..."
***
Penginapan Zhu.
Xu Tian, Feng Huang, Feng shui, dan Bai Hu yang sedang menikmati hidangan mereka, segera mengalihkan perhatian saat pintu ruangan tersebut di ketuk oleh seorang pelayan.
" Masuk." Ucap Xu Tian dari dalam.
Pelayan kemudian melangkah kaki masuk ke dalam ruangan tersebut.
" Tuan muda, ada yang mencari anda," Ucap pelayan menjelaskan tentang alasan kedatangannya.
" Bawa mereka masuk,"
" Baik, tuan muda."
Pelayan kemudian keluar, dan tidak lama kemudian kembali masuk bersama sembilan orang lainnya.
Mereka semua adalah Leluhur Dong Feng dan Patriak Dong Luan dari Sekte Macan Putih, Leluhur Gang dan Patriak Zheng Li dari Sekte Gunung Api, Leluhur Mo dan Patriak Li Kai dari Sekte Pedang Emas.
Sedangkan ketiga lainnya adalah tetua dari masing-masing sekte yang sebelumnya telah bertemu dengan Xu Tian.
Pelayan kemudian pamit undur diri, sedangkan kesembilan orang yang baru saja memasuki ruangan terdiam dengan menundukkan kepalanya.
Feng Louzhi mendengus kesal melihat mereka semua, dengan mengibaskan tangannya, sembilan orang tersebut terlempar menabrak dinding ruangan.
" Booms...." Mereka semua terlempar dengan keras, untung saja ruangan tersebut telah di segel sehingga tidak menimbulkan kekacauan hingga menghancurkan tembok penginapan.
" Apa kalian semua bodoh! Kami semua ada di depan kalian, mengapa kalian menatap lantai!" Ucap Feng Louzhi dengan menatap tajam mereka semua.
Sembilan orang yang terlempar begitu terkejut dengan kekuatan yang di miliki Feng Louzhi.
" Sangat kuat." Batin mereka semua dengan tubuh bergetar.
Xu Tian kemudian menatap ke arah Feng Louzhi dengan tajam.
" Maaf tuan muda, hanya-..."
" Berdirilah." Ucap Xu Tian memotong ucapan Feng Louzhi dan meminta sembilan orang itu untuk bangkit berdiri.
" Terima kasih, tuan muda." Mereka semua segera bangkit berdiri tidak ingin membuat Xu Tian marah.
" Perkenalkan diri kalian." Ucap Xu Tian dengan tegas.
Mereka kemudian satu persatu memperkenalkan diri dan asal mereka. Hingga beberapa saat kemudian Xu Tian telah mengetahui siapa saja yang ada di hadapannya.
" Kalian semua seharusnya sudah mengerti mengapa kalian aku undang ke tempat ini,"
" Sudah tuan muda. Saya Leluhur Dong Feng, mewakili Sekte Macan Putih siap mengabdi kepada tuan muda," Ucap Leluhur Dong Feng langsung bersujud di ikuti Patriak Dong Luan dan tetua sekte mereka.
" Saya Leluhur Gang, mewakili Sekte Gunung Api, siap mengabdi kepada tuan muda,"
" Saya Leluhur Mo, mewakili Sekte Pedang Emas, siap mengabdi kepada tuan,"
Mereka semua segera bersujud di hadapan Xu Tian. Mereka sadar dengan kekuatan yang di milikinya, tidak akan mampu melawan sosok pemuda tampan yang sedang duduk menatap ke arahnya.
Xu Tian mengerutkan keningnya, dia tidak menyangka akan sangat mudah menjadikan mereka bawahnya, meski begitu dia tetap mempertahankan raut wajahnya dan menahan kegembiraan di hatinya.
" Apa kalian yakin?"
" Sangat yakin tuan muda..." Ucap mereka semua tanpa mengubah posisi sujudnya.
" Tidak mudah aku mempercayai ucapan kalian, jika memang kalian bersungguh-sungguh, berikan cincin penyimpanan kalian semua kepadaku." Ucap Xu Tian dengan tegas.
Mereka semua terdiam, kemudian Leluhur Dong Feng menjadi orang pertama yang melakukan apa yang di minta Xu Tian.
" Aku tidak menyangka sekte yang akan aku hancurkan akan menyerah dengan sukarela terlebih dulu. Kau benar-benar menyayangi nyawamu." Ucap Xu Tian dengan tersenyum.
Hingga satu persatu mulai memberikan cincin penyimpanan milik mereka kepada Xu Tian.
Bai Hu segera mengambil semua cincin penyimpanan yang tergeletak di atas meja.
Xu Tian kemudian mengeluarkan pedang dari cincin penyimpanan miliknya, lalu melemparkan ke arah Leluhur Dong Feng.
" Potong tangan kananmu menggunakan pedangku!" Xu Tian memberikan perintah
Semua orang terdiam dengan perasaan tidak menentu, sedangkan Leluhur Dong Feng benar-benar tidak menyangka dengan permintaan Xu Tian.
" Jika begitu, potong juga tangan kirimu," Ucap Xu Tian sekali lagi dengan santai.
Nafas Leluhur Dong Feng tercekat, kemudian menatap Xu Tian dengan penuh harap.
" Tua-...."
" Potong juga kedua kupingmu!" Ucap Xu Tian sekali lagi dengan tatapan tajam.
Leluhur Dong Feng perlahan mengambil pedang yang tergeletak di atas lantai dengan perasaan sedih.
Mereka semua dapat merasakan pedang tersebut bukanlah pedang biasa, apalagi saat mereka mengetahui kekuatan milik Xu Tian dan orang-orang yang bersamanya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 97 Episodes
Comments
hcomrusnam meila
miirp Yudhistira kayaknya
2024-03-06
1
Harman LokeST
laaaaaaaaaaaaaajjjjjjjjuuuuuuuuuuuutttttt
2022-07-06
0
y@y@
👍🏿👍🏾👍🏿👍🏾👍🏿
2022-07-01
0