Setelah kepergian dua sosok bertopeng tersebut, suasana di tempat itu mulai hening, semua orang terdiam sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.
Yu Jianheeng menatap ke arah Qing Ling dan Xu Tian dengan penuh kemarahan, dari penjelasan ketiga tetua yang bersamanya, mereka mengatakan dan sangat yakin Xu Tian yang telah menyerangnya.
" Tuan muda, sebaiknya anda tidak bertindak gegabah. Sepertinya mereka berdua bukanlah orang yang dapat kita usik, atau kita akan mendapatkan masalah besar," Ucap salah satu tetua dengan serius.
Yu Jianheeng terdiam, kemudian menatap ke arah tetua perwakilan sekte.
" Kalian tenang saja, aku dapat memanfaatkan mereka." Yu Jianheeng dengan penuh percaya diri dengan rencananya.
Kemudian dia mulai melangkahkan kakinya menuju tempat para perwakilan sekte.
" Para tetua sekalian, bagaimana dengan acara ini? Apa akan kita lanjutkan?" Tanya Yu Jianheeng dengan hormat.
Semua orang segera menajamkan pendengarannya, mereka semua juga bertanya-tanya tentang hal ini.
Tetua dari ketiga sekte tersebut saling menatap satu sama lain, kemudian salah satu dari mereka mulai menjelaskan.
" Sepertinya acara ini akan kita tunda hingga waktu yang tidak di tentukan. Kami khawatir akan terjadi sesuatu yang besar, apalagi kalian telah mendengar sebelumnya tentang peringatan kedua sosok yang akan menyerang Sekte Macan Putih." Ucap Tetua dari Sekte Gunung Api.
Semua orang terlihat kecewa dengan keputusan ini. Artinya mereka yang telah mendaftar dan menunggu saat-saat yang di nantikan untuk masuk ke salah satu sekte akan gagal.
Yu Jianheeng tersenyum. " Lalu bagaimana dengan mereka? Mereka telah merendahkan acara ini sebelumnya. Tetua sekalian seharusnya sudah mendengar ucapan mereka yang mengatakan tidak berniat ikut dalam perekrutan murid, tetapi mereka dengan sengaja naik ke atas arena dan melukai salah satu jenius yang ada. Bukankah mereka tidak memandang keberadaan kalian semua?" Ucap Yu Jianheeng dengan menatap ke arah Qing Ling dan Xu Tian.
Xu Tian dan Qing Ling yang mendengar hal itu masih terlihat sangat tenang tanpa terganggu sedikit pun.
Bai Hu yang ada di belakang keduanya mendengus dengan kesal.
" Tuan muda, izinkan saya memberikan pelajaran kepadanya."
Xu Tian menggelengkan kepala. " Biarkan saja, aku sangat ingin mengetahui apa yang aku mereka lakukan,"
" Baik, tuan muda."
Salah satu tetua dari Sekte Macan Putih yang tidak menyukai Xu Tian karena telah ikut campur sebelumnya, memanfaatkan hal ini untuk menarik kedua sekte tersebut memberikan pelajaran kepada Xu Tian.
" Apa yang di katakan Yu Jianheeng benar, mereka sama saja tidak menghargai keberadaan kita. Aku takut nama sekte akan menjadi buruk di mata semua orang." Ucap salah satu tetua Sekte Macan Putih.
Tetua dari Sekte Gunung Api dan Sekte Pedang Emas terdiam, hingga tiba-tiba hembusan angin menerpa wajah mereka bersamaan dengan sosok Xu Tian yang berdiri di tengah-tengah arena pertarungan.
Xu Tian tersenyum kecil menatap keterkejutan semua orang. Lalu secara perlahan mengangkat tangannya ke atas.
" Awalnya aku tidak ingin memperpanjang masalah ini, kalian sendiri yang terus mencoba memprovokasi diriku. Sekarang kalian yang tidak menyukai keberadaanku dan merasa terganggu dengan apa yang di lakukan oleh istriku, silahkan naik ke atas arena pertarungan. Aku akan dengan senang hati melayani kalian semua." Ucap Xu Tian dengan menatap tajam Yu Jianheeng dan para tetua perwakilan sekte.
Semua orang yang ada di tempat ini menahan nafasnya mendengar ucapan Xu Tian, bahkan Manajer Ang terlihat sangat khawatir.
" Tuan muda," Manajer Ang menatap Xu Tian dengan ragu.
Xu Tian tersenyum menatap Manajer Ang. " Tetua tenang saja, hanya menghadapi sekumpulan semut bukan hal sulit untukku."
Tetua perwakilan sekte yang mendengar ucapan Xu Tian terlihat sangat marah.
" Pemuda sombong!" Ucap salah satu tetua Sekte Macan Putih.
Begitu juga dengan tetua lainnya, mereka benar-benar merasa di permalukan oleh Xu Tian di hadapan semua orang.
" Tetua, jangan terpancing dengan ucapannya. Aku telah melihat kemampuan yang di milik." Ucap sebuah suara yang menggema di dalam pikiran salah satu tetua Sekte Pedang Emas.
Tetua tersebut kemudian mengalihkan pandangannya untuk mencari sosok yang berbicara melalui telepati kepada nya.
Hingga pandangannya berhenti pada dua pemuda yang tidak jauh dari arena pertarungan.
" Apa maksudmu?"
" Sebelumnya aku telah melihat kemampuan yang di miliki olehnya. Bahkan dia sama sekali tidak merasa takut saat membunuh tuan muda dan anggota Sekte Macan Putih,"
Tetua tersebut mengerutkan keningnya, lalu menatap ke arah Xu Tian.
" Nak, sebelumnya aku ingin meminta maaf. Jika aku boleh tau, apa tujuan anda datang ke tempat ini?" Ucap tetua tersebut dengan ramah.
Xu Tian tersenyum. " Oh.. apakah tetua telah mendengar penjelasan dari murid Sekte anda? Sebelumnya tetua terlihat sangat marah dengan apa yang aku ucapkan, tapi sekarang tetua sepertinya lebih berhati-hati setelah terdiam selama beberapa saat."
Tetua tersebut tersedak nafasnya sendiri, bagaimana bisa dia mengetahuinya. Namun dengan cepat tetua itu mencoba bersikap tenang.
" Benar. Aku telah mengetahuinya."
Xu Tian menganggukkan kepala, kemudian menatap ke arah dua pemuda yang juga sedang menatap ke arahnya.
" Kalian berdua, naik dan jelaskan kepada mereka semua tentang apa yang kalian lihat di penginapan!"
Kedua pemuda yang di maksud oleh Xu Tian menganggukkan kepala, lalu menaiki panggung arena.
" Jelaskan kepada mereka semua tanpa ada yang kalian sembunyikan!"
" Baik, tuan muda." Ucap salah satu pemuda tersebut.
Semua orang sangat penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi. Hingga beberapa saat kemudian pemuda dari Sekte Pedang Emas mulai membuka suaranya.
" Perkenalkan, saya Lu Zhou, dari Sekte Pedang Emas. Saya akan menjelaskan kepada kalian semua tentang kejadian di penginapan Zhu. Pada saat itu saya dan rekan saya sedang bersantai menikmati hidangan di restoran yang berada di lantai dasar Penginapan Zhu, hingga akhirnya terjadi keributan di tempat tersebut. Kematian tuan muda dan anggota Sekte Macan Putih yang lainnya murni atas kesalahan mereka sendiri. Saya mendengar dengan jelas bagaimana tuan muda sekte Macan Putih dengan lancang meminta istri dari tuan muda yang berada di samping saya...." Lu Zhou terus menjelaskan secara detil kejadian waktu itu.
Semua orang mendengarkan dengan serius, bahkan mereka mulai melemparkan umpatan-umpatan mereka terhadap perilaku yang telah di lakukan oleh orang-orang Sekte Macan Putih.
Hingga lima belas menit kemudian,
" Begitulah kejadian yang sebenarnya. Untuk kematian tuan muda dan anggota Sekte Macan Putih, aku rasa itu memang kesalahan mereka yang telah mengusik tuan muda Tian." Ucap Lu Zhou mengakhiri penjelasannya.
Tetua Sekte Pedang Emas dan Gunung Api yang mendengar penjelasan tersebut, juga merasa jika apa yang telah di lakukan oleh orang-orang Sekte Macan Putih tidak bermoral.
Bagaimana juga mereka adalah sekte aliran putih, sedangkan apa yang di lakukan anggota sekte Macan Putih sama saja seperti sekte aliran hitam yang suka bertindak semena-mena.
Ketiga tetua dan anggota sekte Macan Putih yang ada di tempat itu benar-benar sangat malu, mereka semua menatap ke arah Xu Tian dengan penuh kebencian.
" Cih! Apa yang telah dia berikan kepada kalian berdua? Sehingga kalian dengan mudahnya berkerja sama dengan seorang pembunuh sepertinya!" Ucap salah satu tetua Sekte Macan Putih yang tidak terima dengan penjelasan tersebut.
Xu Tian tersenyum tipis, lalu menghilang dari tempatnya.
" Swusshh....."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Note. Sedikit pemberitahuan dari saya. Tingkat kultivasi Xu Tian saat ini sudah berada pada ranah Jenderal Dewa, Dewa Besi tingkat menengah.
Sebelumnya ada kesalahan di catatan milik saya, karena waktu itu dalam keadaan baru mudik dan terburu-buru sehingga tidak menulis tingkatan Xu Tian yang naik saat mendapatkan kekuatan dari Long Zi dalam pertempuran melawan Kaisar Iblis. saya telah revisi bab sebelumnya, yaitu Bab 4.
Terima kasih banyak yang sudah mengingatkan saya. Hal inilah yang membuat saya sangat berharap atas komentar kalian, agar kesalahan seperti ini dapat lebih di perhatikan. Sekali lagi saya meminta maaf atas kejadian ini, dan terima kasih buat kalian yang selalu support.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 97 Episodes
Comments
Didi Mei Murwanto
judul episode sebelumnya apa ya thor
2025-01-20
1
🌹🌹Alika Moi🌹🌹
⭐⭐⭐⭐⭐
2024-12-29
0
Ikram Dicky
lanjut torr 💪
2024-07-04
0