Kompetisi acara perekrutan murid yang di adakan oleh tiga perwakilan sekte, kembali di lanjutkan.
Setelah kekalahan We Luang, kini acara tersebut terlihat berjalan lebih tenang. Peserta yang mengikuti acara tersebut, satu persatu mulai menunjukkan kemampuan yang di miliki untuk dapat menarik perhatian para perwakilan sekte.
Waktu berjalan dengan cepat, kini waktu telah memasuki sore hari. Sudah lebih dari seratus peserta yang bergantian naik ke atas arena pertempuran.
Tetua perwakilan sekte juga sudah mulai menentukan beberapa peserta yang akan di bawanya untuk di jadikan murid Sekte mereka.
Bahkan terlihat masih banyak peserta yang sedang menunggu giliran untuk naik ke atas arena, mereka berharap mendapatkan kesempatan untuk bergabung dengan salah satu sekte dari ketiga sekte yang datang di desa Huli ini.
" Siapa lagi yang akan naik ke atas arena?" Ucap Wasit dengan nada tegas menatap semua peserta.
Di saat dua pemuda ingin menaiki panggung arena, tiba-tiba dari arah barat datang seorang pemuda dan beberapa tetua yang mengikuti di belakangnya.
Semua orang segera mengalihkan pandangannya ke arah barat, di mana pemuda dan tetua tersebut datang dengan melepaskan aura tingkat kultivasinya yang menarik perhatian mereka.
" Bukankah dia Yu Jianheeng? Jenius dari kota Hong?"
" Sepertinya memang dia Yu Jianheeng, aku tidak menyangka dia akan tertarik untuk datang mengikuti acara ini.."
" Benar, aku sangat menantikan siapa yang akan menjadi lawannya.."
Di saat semua orang sedang fokus dengan kedatangan Yu Jianheeng, tiba-tiba dari arah berbeda kembali datang tiga kelompok lainnya.
" Lihatlah, dia Wei Tang, Bei Lun, dan Qin Shang. Jenius dari Kota lainnya.."
" Ini akan menjadi sangat menarik.."
" Sepertinya sesuatu yang besar akan terjadi sebentar lagi. Dengan kedatangan mereka, telah membuat kegemparan semua orang, apalagi mereka berasal dari kota." Ucap Manajer Ang yang di setujui oleh anggota Klan Zhu lainnya.
Xu Tian sendiri menatap kehadiran mereka hanya beberapa saat saja, dia menghela nafas panjang setelah melihat tidak ada pemuda yang menarik perhatiannya.
Bahkan dia terkesan cuek dengan apa yang di katakan oleh Manajer Ang. Kedatangannya ke tempat ini hanya untuk singgah sebelum melanjutkan perjalanan, jadi dia tidak akan ikut terlibat dalam masalah internal suatu kota jika memang mereka tidak mengusiknya terlebih dulu.
Yu Jianheeng yang datang pertama kali langsung menghampiri perwakilan sekte dengan memberikan hormat.
" Yu Jianheeng, dari kota Hong, memberikan hormat pada perwakilan sekte."
Wei Tang, Bei Lun, dan Qin Shang kemudian mengikuti apa yang dilakukan Yu Jianheeng.
" Wei Tang, dari kota Bulan, memberikan hormat pada perwakilan sekte."
" Bei Lun, dari kota Perak, memberikan hormat pada perwakilan sekte."
" Qin Shang, dari kota Qin, memberikan hormat pada perwakilan sekte."
Sedangkan tetua yang ikut bersama mereka, segera mencari tempat dengan saling menatap satu sama lain.
Tetua perwakilan sekte menatap kedatangan mereka berempat dengan senyum cerah, apalagi kekuatan mereka lebih tinggi di bandingkan peserta yang ada.
" Baiklah, kalian semua telah datang ke tempat ini, apa kalian akan mengikuti kompetisi ini?" Ucap salah satu tetua dari Sekte Gunung Api.
Mereka berempat menganggukan kepala. " Benar. Saya sangat tertarik untuk bergabung ke dalam sekte para perwakilan yang ada. Saya juga berniat ingin melihat kemampuan peserta dari kota lainnya." Ucap Yu Jianheeng dengan tenang, tetapi di setiap kata-katanya terdengar meremehkan peserta lainnya.
" Bagus! Ini akan membuat kompetisi berjalan lebih menarik lagi. Kalian dapat menaiki panggung arena kapan saja."
" Terima kasih tetua, kalau begitu saya akan kembali untuk menunggu giliran.." Yu Jianheeng kemudian pergi menuju tetua yang datang bersamanya.
Wei Tang, Bei Lun, dan Qin Shang kemudian juga kembali menuju tempat tetua mereka masing-masing.
Semua orang yang hadir merasa khawatir dengan kedatangan mereka, apalagi mereka berempat adalah para jenius dari kota asalnya. Hal ini akan membuat kesempatan pemuda dari desa Huli dan desa lainnya menjadi kecil untuk bergabung dengan salah satu sekte dari ketiga sekte yang datang.
Desa Huli sendiri begitu berharap mampu mengirimkan salah satu generasi mudanya untuk bergabung dengan sekte, tetapi itu semua akan sangat sulit, apalagi We Luang yang menjadi jenius desa mereka saja telah di kalahkan oleh Qing Ling.
Semua orang menatap ke arah Qing, mereka mulai bertanya-tanya kembali tentang identitas nya.
Mereka berharap Kota Awan mampu menjadi juara di acara kompetisi ini, agar semua orang memiliki wajah.
Desa Huli sendiri berada di Kota Awan, di mana kota ini sendiri menjadi kota yang anggap terlemah.
Memang generasi muda Kota Awan secara perlahan menurun di bandingkan generasi-generasi sebelumnya. Hal ini bahkan membuat We Luang menjadi salah satu Jenius di Kota Awan.
Setelah kedatangan mereka berempat, peserta yang sebelumnya sangat bersemangat mulai terdiam tanpa ingin naik ke atas arena.
Mereka khawatir akan berhadapan dengan jenius dari kota lain.
Yu Jianheeng yang melihat hal itu, kemudian berdiri, lalu mulai melangkahkan kakinya menaiki panggung arena.
Semua orang terdiam dengan terus mengikuti setiap langkah Yu Jianheeng, hingga akhirnya dia berdiri tegak di atas arena dengan pandangan mengitari semua orang.
" Aku ingin menantang jenius kota Awan, aku dengar salah satu dari mereka berasal dari desa Huli ini, yaitu We Luang. Di mana dia?" Ucap Yu Jianheeng dengan mencari sosok We Luang.
Semua orang terdiam dengan pandangan mengarah pada sosok Qing Ling.
Kemudian wasit berjalan ke arah Yu Jianheeng dan menjelaskan kepadanya.
" Sebelumnya dia telah di kalahkan oleh seseorang. Jadi dia tidak dapat lagi menaiki arena, kau bisa memilih lawan lainnya..."
Yu Jianheeng mengerutkan keningnya. " Di kalahkan? Aku dengar We Luang telah menembus ranah Holy Monarch Puncak yang akan menembus kembali ke ranah Emperor? Seharusnya bisa di katakan dia akan menjadi jenius nomor satu di kota Awan ini, siapa yang telah mengalahkannya?"
Hingga Yu Jianheeng yang merasa aneh terhadap semua orang, mulai mengikuti arah pandangannya yang mengarah pada sosok wanita yang sedang duduk bersama dengan pemuda tampan.
Qing Ling yang merasa menjadi pusat perhatian, kemudian menatap ke arah Yu Jianheeng yang juga sedang menatap ke arahnya.
" Dia terlalu sombong dengan merendahkan semua orang di sini. Jadi aku telah memberikannya sedikit pelajaran. Aku bahkan tidak menyangka dia selemah itu.." Ucap Qing Ling dengan tenang.
Yu Jianheeng mengerutkan keningnya menganggap omongan Qing Ling terlalu mengada-ada, namun saat dia melihat wajah semua orang, dia mulai yakin memang Qing Ling yang mengalahkan.
" Aku tidak menyangka We Luang akan di kalahkan oleh seorang wanita cantik sepertimu. Aku sangat tertarik dengan kata-katamu mengenai We Luang yang lemah, bagaimana jika kau naik ke atas arena untuk melawanku?"
Qing Ling hanya menggelengkan kepala dengan acuh. " Aku tidak tertarik, sebaiknya kau cari lawan yang setara dengan kemampuanmu.."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 97 Episodes
Comments
Nyonk Sumbaluwu
qing ling
2023-07-11
2
Kucing Hitam
mntap
2022-07-11
0
jaya
berasa nostalgia baca alur cerita chapter ini seperti pernah baca tapi lupa judul novelnya
2022-06-30
0