Qing Ling hanya diam saja tanpa berniat membalas ucapan We Luang. Dengan tatapan tenang, Qing Ling berdiri di atas arena berjarak lima meter dari posisi We Luang.
We Luang yang merasa di abaikan oleh Qing Ling, tidak menyerah begitu saja.
" Seorang Dewi yang sangat cantik, aku tidak pernah berfikir sekalipun untuk melukaimu. Bagaimana jika kau menyerah saja, lalu menjadi kekasihku. Kau tenang saja, aku akan menjagamu dengan sangat baik nantinya.." Ucap We Luang dengan penuh percaya diri, menatap wajah Qing Ling yang tanpa ekspresi.
Mendengar hal itu, membuat semua orang mulai membicarakan sosok We Luang yang tidak tau malu. Apalagi dia telah dengan sengaja mengatakan hal seperti itu, yang sama saja telah merendahkan seorang wanita.
Di sisi lain, Xu Tian menatap dengan penuh kemarahan pada We Luang.
" Jika aku tau hal seperti ini akan terjadi, sudah aku pastikan sebelumnya aku yang akan menghajar dan menyiksamu. Bahkan sekalipun seluruh orang-orangmu memintaku untuk berhenti, aku akan tetap melakukannya hingga kau berada di ujung kematian!" Batin Xu Tian dengan penuh amarah.
Qing Ling menatap ke arah wasit, kemudian memintanya untuk segera memulai pertandingan.
Wasit menganggukkan kepala, kemudian berjalan ke tengah-tengah di antara mereka berdua.
" Mulai!"
Setelah wasit memulai pertandingan, dengan cepat Qing Ling mengangkat tangannya ke atas.
" Swusshh...." Udara di sekitarnya menjadi sangat dingin bersamaan dengan tiga bilah pedang yang tercipta dari elemen Es miliknya mengarah pada We Luang.
We Luang terkekeh pelan, kemudian menatap Qing Ling dengan menggelangkan kepalanya.
" Karena kau sangat menginginkan bertarung denganku, maka aku akan dengan senang hati melayani. Kau tenang saja, aku hanya akan memberikan sedikit luka di bagian tubuh indahmu itu." Ucap We Luang dengan menjilat bibir bawahnya.
" Wushhh...." We Luang menyatukan kedua telapak tangannya di depan dada, kemudian muncul energi berwarna putih membentuk sebuah perisai yang mampu menghalangi serangan kultivator satu tingkat lebih tinggi dari ranah kultivasi miliknya.
" Bodoh!" Ucap Xu Tian pelan melihat apa yang di lakukan We Luang.
Bagaimana bisa perisai itu mampu menghalangi serangan Qing Ling yang memiliki tingkat kultivasi jauh lebih tinggi dari We Luang.
Qing Ling menatap We Luang dengan dingin, lalu mulai mengerakkan salah satu jarinya.
" Swusshh...." Salah satu dari ketiga bilah pedang tersebut melesat dengan kecepatan tinggi ke arah We Luang.
Semua orang menggelangkan kepala tidak yakin, bahkan perwakilan sekte juga meremehkan serangan yang di lepaskan Qing Ling.
Di saat semua orang berfikir serangan Qing Ling sangat lemah, tiba-tiba bilah pedang es itu menabrak dan menghancurkan perisai putih milik We Luang berkeping-keping.
We Luang terpukul mundur hingga lima meter kebelakang, terlihat darah segar yang keluar dari sudut bibirnya dengan tubuh bergetar.
Semua orang menatap tidak percaya, bahkan beberapa tetua perwakilan sekte sampai berdiri dari tempat duduknya.
" Serangan yang terlihat lemah, tapi ternyata sangat kuat!" Ucap salah satu tetua perwakilan sekte.
We Luang sendiri masih berdiri dengan raut wajah terkejut, dia sama sekali tidak pernah berfikir jika wanita yang menjadi lawannya sangat kuat.
Semua orang yang ada di sekitar arena menatap Qing Ling dengan kagum mereka tidak menyangka jika wanita yang terlihat cantik itu memiliki kekuatan tinggi.
Perisai yang di buat We Luang bahkan di hancurkan dengan sangat mudah.
Mata para tetua perwakilan sekte tidak lepas dari sosok Qing Ling, mereka sangat tertarik untuk merekrut Qing Ling menjadi bagian dari sektenya.
Qing Ling tetap berdiri dengan tenang tanpa terganggu dengan pandangan semua orang yang tertuju ke arahnya. Sedangkan We Luang sendiri terlihat sangat malu dan marah, ini adalah pertama kali dia begitu di permalukan di depan banyak orang, terlebih oleh seorang wanita. Dia tidak bisa menerima hal ini begitu saja.
" Kau benar-benar membuat kesabaranku hilang. Baiklah, aku akan mulai serius, jangan salahkan aku jika kau akan mati di atas arena ini!" Ucap We Luang dengan penuh kebencian.
We Luang kemudian menyatukan kedua tangannya bersamaan dengan hentakan kaki di atas lantai. Batu yang menjadi panggung arena mengalami keretakan bersamaan dengan kemunculan energi putih yang mengelilingi tubuhnya.
" Swusshh...." Sebuah kampak besar muncul di tangan kanannya.
Beberapa jenius yang ada di bangku peserta, terlihat sangat serius melihat yang di lakukan oleh We Luang.
" Nona, sebaiknya kau harus lebih berhati-hati lagi. We Luang tidak akan pernah melepaskanmu kali ini.." Ucap salah satu peserta memperingati.
Qing Ling hanya tetap diam tanpa bergerak sedikitpun dari tempatnya.
Xu Tian dan Bai Hu terlihat sangat tenang, mereka berdua sudah mengetahui seberapa jauh kekuatan yang di miliki Qing Ling, jadi mereka berdua tidak khawatir sedikitpun. Tetapi tidak dengan Manajer Ang dan Zhu Ming yang terlihat khawatir dengan keselamatan Qing Ling.
Kedua mata We Luang memancarkan niat yang sangat kuat untuk segera menghabisi musuhnya.
" Swusshh...." We Luang melesat dengan kecepatan tinggi ke arah Qing Ling. Saat jaraknya sudah dekat, dia kemudian menggunakan salah satu teknik Kampaknya.
" Swusshh..." Kampak berwarna merah itu mengeluarkan cahaya yang sangat menyilaukan mata membuat pandangan semua orang terganggu.
" Booms...." Suara ledakan terdengar sangat keras.
Semua orang sangat yakin Qing Ling akan kalah dengan keadaan yang sangat tragis.
Debu mulai memenuhi sekitar arena dengan keadaan tempat di sekitarnya yang hancur. Para kultivator yang ada di tempat tersebut segera membuat perisai pertahanan untuk menghalau energi yang sangat kuat menyebar dari panggung arena.
" Sangat di sayangkan wanita cantik sepertinya harus tewas..."
" Benar.. Dia telah salah memilih lawan.." Pembicaraan semua orang mulai terdengar, mereka sangat menyayangkan kejadian Qing Ling yang nekad melawan We Luang yang terkenal sangat sadis dan kejam.
Hingga beberapa saat kemudian, udara di sekitarnya menjadi sangat mencekam dengan munculnya es di atas langit.
" Dhuaaarrrr...." Ledakan keras kembali terjadi di tempat tersebut setelah ratusan es jatuh seperti hujan.
Semua orang tersentak kaget melihat hal itu.
" Kau harus menyadari kekuatan yang kau miliki! Kau sama sekali bukan lawanku." Ucap Qing Ling dengan menyentuh Kampak We Luang menggunakan jari telunjuknya.
" Dhuaaarrrr...." Kampak We Luang hancur berkeping-keping bersamaan dengan tubuhnya yang terlempar hingga menghancurkan bangku penonton.
Semua orang dapat mendengar dengan jelas suara Qing Ling dan suara benda yang hancur.
Hingga mereka mulai menyadari jika We Luang kini telah terlempar ke luar arena dengan tubuh yang terluka sangat parah.
Seluruh arena tiba-tiba menjadi hening, mereka semua tidak menyangka jika Qing Ling akan mengalahkan We Luang dengan sangat mudah.
Sekali lagi pandangan para tetua perwakilan sekte mengarah pada sosok Qing Ling yang sedang berdiri tanpa bergerak sedikitpun dari tempatnya dengan penuh ketertarikan untuk membawanya ke sekte.
Tanpa mengatakan apapun lagi, Qing Ling kemudian berjalan menuruni arena menuju tempat duduk seorang pemuda tampan yang juga sedang menatap ke arahnya dengan tersenyum.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Yang suka cerpen bisa cek profil Othor yah. Singgah kasih like juga boleh.. Thanks
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 97 Episodes
Comments
Guttasilo Sasmita
/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
2025-01-07
0
"Candy75
dewi Qing memang hebat
2022-12-25
3
Yanka Raga
kopi pagi Thor☕🍩
2022-11-15
0