12. Kekaguman Semua orang

Qing Ling hanya diam saja tanpa berniat membalas ucapan We Luang. Dengan tatapan tenang, Qing Ling berdiri di atas arena berjarak lima meter dari posisi We Luang.

We Luang yang merasa di abaikan oleh Qing Ling, tidak menyerah begitu saja.

" Seorang Dewi yang sangat cantik, aku tidak pernah berfikir sekalipun untuk melukaimu. Bagaimana jika kau menyerah saja, lalu menjadi kekasihku. Kau tenang saja, aku akan menjagamu dengan sangat baik nantinya.." Ucap We Luang dengan penuh percaya diri, menatap wajah Qing Ling yang tanpa ekspresi.

Mendengar hal itu, membuat semua orang mulai membicarakan sosok We Luang yang tidak tau malu. Apalagi dia telah dengan sengaja mengatakan hal seperti itu, yang sama saja telah merendahkan seorang wanita.

Di sisi lain, Xu Tian menatap dengan penuh kemarahan pada We Luang.

" Jika aku tau hal seperti ini akan terjadi, sudah aku pastikan sebelumnya aku yang akan menghajar dan menyiksamu. Bahkan sekalipun seluruh orang-orangmu memintaku untuk berhenti, aku akan tetap melakukannya hingga kau berada di ujung kematian!" Batin Xu Tian dengan penuh amarah.

Qing Ling menatap ke arah wasit, kemudian memintanya untuk segera memulai pertandingan.

Wasit menganggukkan kepala, kemudian berjalan ke tengah-tengah di antara mereka berdua.

" Mulai!"

Setelah wasit memulai pertandingan, dengan cepat Qing Ling mengangkat tangannya ke atas.

" Swusshh...." Udara di sekitarnya menjadi sangat dingin bersamaan dengan tiga bilah pedang yang tercipta dari elemen Es miliknya mengarah pada We Luang.

We Luang terkekeh pelan, kemudian menatap Qing Ling dengan menggelangkan kepalanya.

" Karena kau sangat menginginkan bertarung denganku, maka aku akan dengan senang hati melayani. Kau tenang saja, aku hanya akan memberikan sedikit luka di bagian tubuh indahmu itu." Ucap We Luang dengan menjilat bibir bawahnya.

" Wushhh...." We Luang menyatukan kedua telapak tangannya di depan dada, kemudian muncul energi berwarna putih membentuk sebuah perisai yang mampu menghalangi serangan kultivator satu tingkat lebih tinggi dari ranah kultivasi miliknya.

" Bodoh!" Ucap Xu Tian pelan melihat apa yang di lakukan We Luang.

Bagaimana bisa perisai itu mampu menghalangi serangan Qing Ling yang memiliki tingkat kultivasi jauh lebih tinggi dari We Luang.

Qing Ling menatap We Luang dengan dingin, lalu mulai mengerakkan salah satu jarinya.

" Swusshh...." Salah satu dari ketiga bilah pedang tersebut melesat dengan kecepatan tinggi ke arah We Luang.

Semua orang menggelangkan kepala tidak yakin, bahkan perwakilan sekte juga meremehkan serangan yang di lepaskan Qing Ling.

Di saat semua orang berfikir serangan Qing Ling sangat lemah, tiba-tiba bilah pedang es itu menabrak dan menghancurkan perisai putih milik We Luang berkeping-keping.

We Luang terpukul mundur hingga lima meter kebelakang, terlihat darah segar yang keluar dari sudut bibirnya dengan tubuh bergetar.

Semua orang menatap tidak percaya, bahkan beberapa tetua perwakilan sekte sampai berdiri dari tempat duduknya.

" Serangan yang terlihat lemah, tapi ternyata sangat kuat!" Ucap salah satu tetua perwakilan sekte.

We Luang sendiri masih berdiri dengan raut wajah terkejut, dia sama sekali tidak pernah berfikir jika wanita yang menjadi lawannya sangat kuat.

Semua orang yang ada di sekitar arena menatap Qing Ling dengan kagum mereka tidak menyangka jika wanita yang terlihat cantik itu memiliki kekuatan tinggi.

Perisai yang di buat We Luang bahkan di hancurkan dengan sangat mudah.

Mata para tetua perwakilan sekte tidak lepas dari sosok Qing Ling, mereka sangat tertarik untuk merekrut Qing Ling menjadi bagian dari sektenya.

Qing Ling tetap berdiri dengan tenang tanpa terganggu dengan pandangan semua orang yang tertuju ke arahnya. Sedangkan We Luang sendiri terlihat sangat malu dan marah, ini adalah pertama kali dia begitu di permalukan di depan banyak orang, terlebih oleh seorang wanita. Dia tidak bisa menerima hal ini begitu saja.

" Kau benar-benar membuat kesabaranku hilang. Baiklah, aku akan mulai serius, jangan salahkan aku jika kau akan mati di atas arena ini!" Ucap We Luang dengan penuh kebencian.

We Luang kemudian menyatukan kedua tangannya bersamaan dengan hentakan kaki di atas lantai. Batu yang menjadi panggung arena mengalami keretakan bersamaan dengan kemunculan energi putih yang mengelilingi tubuhnya.

" Swusshh...." Sebuah kampak besar muncul di tangan kanannya.

Beberapa jenius yang ada di bangku peserta, terlihat sangat serius melihat yang di lakukan oleh We Luang.

" Nona, sebaiknya kau harus lebih berhati-hati lagi. We Luang tidak akan pernah melepaskanmu kali ini.." Ucap salah satu peserta memperingati.

Qing Ling hanya tetap diam tanpa bergerak sedikitpun dari tempatnya.

Xu Tian dan Bai Hu terlihat sangat tenang, mereka berdua sudah mengetahui seberapa jauh kekuatan yang di miliki Qing Ling, jadi mereka berdua tidak khawatir sedikitpun. Tetapi tidak dengan Manajer Ang dan Zhu Ming yang terlihat khawatir dengan keselamatan Qing Ling.

Kedua mata We Luang memancarkan niat yang sangat kuat untuk segera menghabisi musuhnya.

" Swusshh...." We Luang melesat dengan kecepatan tinggi ke arah Qing Ling. Saat jaraknya sudah dekat, dia kemudian menggunakan salah satu teknik Kampaknya.

" Swusshh..." Kampak berwarna merah itu mengeluarkan cahaya yang sangat menyilaukan mata membuat pandangan semua orang terganggu.

" Booms...." Suara ledakan terdengar sangat keras.

Semua orang sangat yakin Qing Ling akan kalah dengan keadaan yang sangat tragis.

Debu mulai memenuhi sekitar arena dengan keadaan tempat di sekitarnya yang hancur. Para kultivator yang ada di tempat tersebut segera membuat perisai pertahanan untuk menghalau energi yang sangat kuat menyebar dari panggung arena.

" Sangat di sayangkan wanita cantik sepertinya harus tewas..."

" Benar.. Dia telah salah memilih lawan.." Pembicaraan semua orang mulai terdengar, mereka sangat menyayangkan kejadian Qing Ling yang nekad melawan We Luang yang terkenal sangat sadis dan kejam.

Hingga beberapa saat kemudian, udara di sekitarnya menjadi sangat mencekam dengan munculnya es di atas langit.

" Dhuaaarrrr...." Ledakan keras kembali terjadi di tempat tersebut setelah ratusan es jatuh seperti hujan.

Semua orang tersentak kaget melihat hal itu.

" Kau harus menyadari kekuatan yang kau miliki! Kau sama sekali bukan lawanku." Ucap Qing Ling dengan menyentuh Kampak We Luang menggunakan jari telunjuknya.

" Dhuaaarrrr...." Kampak We Luang hancur berkeping-keping bersamaan dengan tubuhnya yang terlempar hingga menghancurkan bangku penonton.

Semua orang dapat mendengar dengan jelas suara Qing Ling dan suara benda yang hancur.

Hingga mereka mulai menyadari jika We Luang kini telah terlempar ke luar arena dengan tubuh yang terluka sangat parah.

Seluruh arena tiba-tiba menjadi hening, mereka semua tidak menyangka jika Qing Ling akan mengalahkan We Luang dengan sangat mudah.

Sekali lagi pandangan para tetua perwakilan sekte mengarah pada sosok Qing Ling yang sedang berdiri tanpa bergerak sedikitpun dari tempatnya dengan penuh ketertarikan untuk membawanya ke sekte.

Tanpa mengatakan apapun lagi, Qing Ling kemudian berjalan menuruni arena menuju tempat duduk seorang pemuda tampan yang juga sedang menatap ke arahnya dengan tersenyum.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Yang suka cerpen bisa cek profil Othor yah. Singgah kasih like juga boleh.. Thanks

Terpopuler

Comments

Guttasilo Sasmita

Guttasilo Sasmita

/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/

2025-01-07

0

"Candy75

"Candy75

dewi Qing memang hebat

2022-12-25

3

Yanka Raga

Yanka Raga

kopi pagi Thor☕🍩

2022-11-15

0

lihat semua
Episodes
1 1. Perjalanan Baru
2 2. Tiba Di Dunia Dewa
3 3. Pil Darah Naga
4 4. Lantai Dasar Penginapan
5 5. Masalah Pertama Di Dunia Dewa
6 6. Pembicaraan Di Klan Zhu
7 7. Informasi Dunia Dewa
8 8. Qing Ling Naik Tingkat
9 9. Feng Yue
10 10. Kompetisi Perwakilan Sekte
11 11. Pemuda Arogan
12 12. Kekaguman Semua orang
13 13. Kedatangan Jenius Kota Lainnya
14 14. Sebuah Peringatan
15 15. Tantangan Xu Tian
16 16. Kekejaman Bai Hu
17 17. Rencana Xu Tian
18 18. Kedatangan Leluhur dan Patriak Sekte
19 19. Serangan Klan Yu dan Teratai Hitam
20 20. Kemalangan Pasukan Teratai Hitam
21 21. Kehadiran sosok Jenderal Dewa
22 22. Perubahan Xu Tian
23 23. Akhir Pertempuran
24 24. Pertemuan
25 25. Rahasia Desa Huli
26 26. Mempelajari Teknik
27 27. Restoran Kota Hong
28 28. Hong Dalu Yang Menyedihkan
29 29. Situasi Di Kota Hong
30 30. Di Klan Hong
31 31. Masih Di Klan Hong
32 32. Kebenaran Yang Terungkap
33 33. Gunung Zhengji
34 34. Ling Zhengji Dewa Azura
35 35. Rencana Untuk Wilayah Timur
36 36. Meninggalkan Kota Hong
37 37. Pertemuan Di Istana Desa
38 38. Memasuki Lorong Istana Desa
39 39. Pecahan Jiwa Iblis Neraka Kuno
40 40. Transformasi Xu Tian
41 41. Mempelajari Formasi Di Altar Kuno
42 42. Keluar Dari Lorong Istana Desa
43 43. Menolong Gadis Kecil
44 44. Beristirahat Di Dalam Dunia Jiwa
45 45. Xu Yue Lin
46 46. Kembali Melanjutkan Perjalanan
47 47. Menyerang Markas Cabang Teratai Hitam
48 48. Danau Hitam
49 49. 25 Pelayan Baru
50 50. Menuju Wilayah Tengah
51 51. Kota Hanzi Wilayah Tengah
52 52. Masih Di Kota Hanzi
53 53. Melanjutkan perjalanan
54 54. Kabar Gembira
55 55. Dua Orang Penguntit
56 56. Sepasang Kalajengking
57 57. Menolong Kalajengking Muda
58 58. Tiba Di Ibu Kota
59 59. Menuju Rumah Lelang
60 60. Di Mulainya Lelang
61 61. Lelang
62 62. Lelang II
63 63. Akhir Lelang
64 64. Meninggalkan Rumah Lelang
65 65. Di Lantai Dasar Penginapan
66 66. Tiba Di Klan Ling
67 67. Dewi Kembar
68 68. Rahasia Besar
69 69. Xu Tian Sang Penguasa Alam
70 70. Mulai Terungkap Rahasia Lainnya
71 71. Rencana Xu Tian
72 72. Tiba Di Klan Jun
73 73. Pengakuan Xu Tian
74 Bab 74. Dominasi Xu Tian
75 75. Menikamati Waktu Bersama Keluarga
76 76. Pergerakan Istana Xufelong
77 77. Persiapan Kelima Klan Terkuat
78 78. Gunung Teratai
79 79. Informasi Dari Ketua Minho
80 80. Kekacauan Di Markas Utama Teratai Hitam
81 81. Perubahan Xu Tian
82 82. Kematian Mogui Hongse
83 83. Kembali Ke Ibu Kota
84 84. Kompetisi Wilayah
85 85. Di Mulainya Kompetisi Wilayah
86 86. Wilayah Barat Vs Wilayah Selatan
87 87. Sebuah Penghinaan
88 88. Qing Ling
89 89. Air Mata Sang Penguasa Alam
90 90. Kemunculan Pasukan Istana Langit
91 91. Istana Xufelong Vs Istana Langit
92 92. Perubahan Sempurna Penguasa Alam
93 93. Kebangkitan Long Zi
94 94. Penyatuan Jiwa Dan Roh - Pembentukan Tubuh
95 95. Akhir Pembalasan Dendam ( Arc 2 End )
96 96. Kesedihan
97 Novel Baru
Episodes

Updated 97 Episodes

1
1. Perjalanan Baru
2
2. Tiba Di Dunia Dewa
3
3. Pil Darah Naga
4
4. Lantai Dasar Penginapan
5
5. Masalah Pertama Di Dunia Dewa
6
6. Pembicaraan Di Klan Zhu
7
7. Informasi Dunia Dewa
8
8. Qing Ling Naik Tingkat
9
9. Feng Yue
10
10. Kompetisi Perwakilan Sekte
11
11. Pemuda Arogan
12
12. Kekaguman Semua orang
13
13. Kedatangan Jenius Kota Lainnya
14
14. Sebuah Peringatan
15
15. Tantangan Xu Tian
16
16. Kekejaman Bai Hu
17
17. Rencana Xu Tian
18
18. Kedatangan Leluhur dan Patriak Sekte
19
19. Serangan Klan Yu dan Teratai Hitam
20
20. Kemalangan Pasukan Teratai Hitam
21
21. Kehadiran sosok Jenderal Dewa
22
22. Perubahan Xu Tian
23
23. Akhir Pertempuran
24
24. Pertemuan
25
25. Rahasia Desa Huli
26
26. Mempelajari Teknik
27
27. Restoran Kota Hong
28
28. Hong Dalu Yang Menyedihkan
29
29. Situasi Di Kota Hong
30
30. Di Klan Hong
31
31. Masih Di Klan Hong
32
32. Kebenaran Yang Terungkap
33
33. Gunung Zhengji
34
34. Ling Zhengji Dewa Azura
35
35. Rencana Untuk Wilayah Timur
36
36. Meninggalkan Kota Hong
37
37. Pertemuan Di Istana Desa
38
38. Memasuki Lorong Istana Desa
39
39. Pecahan Jiwa Iblis Neraka Kuno
40
40. Transformasi Xu Tian
41
41. Mempelajari Formasi Di Altar Kuno
42
42. Keluar Dari Lorong Istana Desa
43
43. Menolong Gadis Kecil
44
44. Beristirahat Di Dalam Dunia Jiwa
45
45. Xu Yue Lin
46
46. Kembali Melanjutkan Perjalanan
47
47. Menyerang Markas Cabang Teratai Hitam
48
48. Danau Hitam
49
49. 25 Pelayan Baru
50
50. Menuju Wilayah Tengah
51
51. Kota Hanzi Wilayah Tengah
52
52. Masih Di Kota Hanzi
53
53. Melanjutkan perjalanan
54
54. Kabar Gembira
55
55. Dua Orang Penguntit
56
56. Sepasang Kalajengking
57
57. Menolong Kalajengking Muda
58
58. Tiba Di Ibu Kota
59
59. Menuju Rumah Lelang
60
60. Di Mulainya Lelang
61
61. Lelang
62
62. Lelang II
63
63. Akhir Lelang
64
64. Meninggalkan Rumah Lelang
65
65. Di Lantai Dasar Penginapan
66
66. Tiba Di Klan Ling
67
67. Dewi Kembar
68
68. Rahasia Besar
69
69. Xu Tian Sang Penguasa Alam
70
70. Mulai Terungkap Rahasia Lainnya
71
71. Rencana Xu Tian
72
72. Tiba Di Klan Jun
73
73. Pengakuan Xu Tian
74
Bab 74. Dominasi Xu Tian
75
75. Menikamati Waktu Bersama Keluarga
76
76. Pergerakan Istana Xufelong
77
77. Persiapan Kelima Klan Terkuat
78
78. Gunung Teratai
79
79. Informasi Dari Ketua Minho
80
80. Kekacauan Di Markas Utama Teratai Hitam
81
81. Perubahan Xu Tian
82
82. Kematian Mogui Hongse
83
83. Kembali Ke Ibu Kota
84
84. Kompetisi Wilayah
85
85. Di Mulainya Kompetisi Wilayah
86
86. Wilayah Barat Vs Wilayah Selatan
87
87. Sebuah Penghinaan
88
88. Qing Ling
89
89. Air Mata Sang Penguasa Alam
90
90. Kemunculan Pasukan Istana Langit
91
91. Istana Xufelong Vs Istana Langit
92
92. Perubahan Sempurna Penguasa Alam
93
93. Kebangkitan Long Zi
94
94. Penyatuan Jiwa Dan Roh - Pembentukan Tubuh
95
95. Akhir Pembalasan Dendam ( Arc 2 End )
96
96. Kesedihan
97
Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!