" Swusshh...." Formasi berwarna emas muncul mulai menyelimuti telur yang terus memancarkan hawa dingin.
Xu Tian kemudian kembali menggerakkan tangannya dengan gerakan yang cukup rumit.
Tulisan kuno mulai muncul mengambang di udara membentuk sebuah lingkaran.
Feng Huang, Feng Louzhi, dan Bai Hu yang melihat hal itu menatap dengan kaget.
" Tuan muda..." Ucap Feng Huang tanpa mengalihkan pandangannya.
" Semoga saja cara ini berhasil. Sudah sangat lama aku menantikan apa yang ada di dalam telur ini." Jelas Xu Tian, kemudian mengalirkan energinya ke dalam telur melalui formasi yang dia buat.
Dua jam kemudian, Xu Tian yang sedang mencoba mengalirkan energi miliknya tiba-tiba berhenti dengan helaan nafas berat.
" Bahkan dia menolak energi milikku," Ucap pelan Xu Tian dengan fokus menatap telur yang ada di dalam formasi.
" Swusshh...." Sosok Qing Ling muncul di tempat itu menggunakan pakaian berwarna biru langit dengan hiasan kepala yang sangat indah menambah aura kecantikannya melebihi para Dewi.
Xu Tian menatap kehadiran Qing Ling yang sedang berjalan ke tempatnya dengan tersenyum.
" Gege, biar aku mencobanya," Ucap Qing Ling yang kemudian menggerakkan tangannya di udara membentuk sebuah pola.
" Swusshh...." Energi dingin muncul dari telapak tangan Qing Ling yang secara perlahan masuk ke dalam titik utama formasi yang di buat Xu Tian.
Semua orang fokus memperhatikan apa yang di lakukan Qing Ling.
Tidak lama kemudian, telur tersebut mulai menunjukkan respon, hingga dalam hitungan menit kemudian terdengar suara retakan.
" Krak..." Telur tersebut mulai retak bersamaan dengan hawa dingin yang semakin kuat membuat Qing Ling sedikit melangkah mundur.
" Kiakk...." Siluet Phoenix dengan hawa dingin yang menyebar membuat tempat di sekitarnya membeku muncul dari dalam telur.
Hingga beberapa saat kemudian, terjadi ledakan yang sangat keras menggetarkan dunia jiwa.
Xu Tian segera melesat ke belakang Qing Ling untuk membantunya, sedangkan Feng Huang, Feng Louzhi, Bai Hu segera membuat formasi untuk menghalau energi dingin tersebut.
Suhu di sekitarnya terkumpul membentuk gumpalan es yang memiliki kekuatan sangat tinggi, bahkan mampu membuat apa saja membeku dan hancur.
Meski begitu, Qing Ling yang di bantu Xu Tian mencoba tetap tenang dan terus mengalir energi miliknya. Qing Ling dapat merasakan sesuatu yang berbeda pada dirinya menuntunnya untuk tidak melakukan perlawanan.
Gumpalan es itu kemudian melesat dengan kecepatan tinggi ke arah Qing Ling.
Saat gumpalan es tersebut hampir mengenai Qing Ling, tiba-tiba berhenti bersamaan dengan transformasi tubuh Qing Ling yang kini memiliki rambut berwarna biru dengan bola mata biru yang sangat cantik, bahkan mahkota yang sebelumnya tidak ada kembali muncul.
" Swusshh...." Siluet Phoenix Es itu kemudian menghilang.
Udara di sekitarnya kembali tenang, membuat semua orang sangat kaget saat melihat kemunculan seorang wanita muda yang sangat cantik sedang bersujud di hadapan Qing Ling.
" Feng Yue memberikan hormat pada Dewi." Ucap Wanita cantik tersebut dengan hormat.
" Feng Yue, sang Phoenix Es Suci." Batin Feng Huang dan Feng Louzhi dengan tidak percaya.
Sedangkan Bai Hu sendiri tersenyum menatap Feng Yue dengan penuh kerinduan.
Xu Tian kemudian menyentuh pundak Qing Ling yang langsung menyadarkan kekasihnya dari keterkejutannya.
Qing Ling menolehkan kepalanya untuk menatap Xu Tian. " Gege..."
Xu Tian tersenyum dengan anggukan kepala.
" Aku menerima penghormatanmu, bangunlah..." Ucap Qing Ling dengan membantu Feng Yue untuk bangkit.
Feng Yue kemudian bangkit dari posisinya dengan menatap Qing Ling dengan penuh kerinduan.
Xu Tian yang sedang berdiri, tiba-tiba merasakan beberapa aura yang sedang menuju ruangannya.
" Ling'er, dan kalian semua, aku akan segera pergi." Ucap Xu Tian yang kemudian menghilang dari tempatnya.
Sedangkan Qing Ling, Feng Huang, Feng Louzhi, dan Bai Hu memahami kepergian Xu Tian yang terlihat terburu-buru.
Qing Ling menatap semua orang. " Sebaiknya kita kembali ke Istana Langit." Ucap Qing Ling yang sudah sangat penasaran dengan sosok Feng Yue, dan ingin menanyakan banyak hal kepadanya.
Semua orang setuju, kemudian mereka semua segera bergerak menuju Istana Langit.
" Swusshh....."
****
Di dalam kamar.
" Swusshh...." Xu Tian muncul di dalam kamarnya, kemudian berjalan ke arah pintu.
Setelah pintu terbuka, terlihat Manajer Ang yang sedang berdiri bersama seorang pemuda seumur Xu Tian di sampingnya.
" Tuan muda, mohon maaf telah mengganggu istirahat tuan muda." Ucap Manajer Ang merasa tidak enak.
Xu Tian tersenyum. " Tidak apa-apa Manajer Ang, lagi pula aku tidak sedang melakukan apapun,"
Manajer Ang menganggukkan kepala, kemudian memperkenalkan pemuda yang datang bersamanya.
" Tuan muda, dia adalah putra kedua Patriak Zhu, Zhu Ming.."
Xu Tian tersenyum menatap pemuda di depannya. " Saudara Zhu Ming, aku Xu Tian.." Ucapnya dengan menangkupkan tangannya ke depan.
" Saudara Tian, aku Zhu Ming. Senang dapat berkenalan dengan saudara.." Ucap Zhu Ming melakukan hal yang sama seperti Xu Tian.
Setelah saling memperkenalkan diri, kemudian Manajer Ang menjelaskan tujuan kedatangannya menemui Xu Tian.
" Tuan muda, hari ini akan ada kompetisi perekrutan murid. Kami berniat mengajak tuan muda untuk datang ke tempat di mana acara di adakan. Apa tuan muda tertarik?" Ucap Manajer Ang.
Xu Tian terdiam selama beberapa saat, lalu menatap Manajer Ang dengan anggukan kepala. " Aku akan ikut, aku sangat ingin melihat para jenius yang ada di Dunia Dewa ini,"
" Jika begitu, kita akan pergi sekarang."
" Baik..."
Kemudian mereka bertiga segera melangkahkan kakinya keluar dari Klan Zhu.
Saat tiba di depan gerbang, terlihat beberapa tetua dan pemuda Klan Zhu yang juga sedang menunggu kedatangan ketiganya.
" Karena semua telah hadir, kita akan segera berangkat." Ucap Tetua ketiga Klan Zhu yang kemudian memimpin mereka semua.
Xu Tian yang berada di barisan belakang tersenyum.
" Aku sangat ingin melihat anggota sekte yang datang. Semoga saja ada yang mampu membuatku tertarik." Batin Xu Tian dengan tersenyum tipis.
****
Di sebuah wilayah yang luas, terlihat sebuah Istana besar yang terlihat megah dengan pemandangan yang memanjakan mata.
Di dalam istana, terlihat sosok pria dewasa yang sedang duduk melakukan kultivasi. Secara perlahan, sosok itu membuka kedua matanya dengan raut terkejut terpampang di wajahnya.
"Sudah beberapa hari ini aku tidak tenang, entah perasaan apa yang sebenarnya terjadi pada diriku. Aku merasakan firasat buruk mengenai hal ini." Batin sosok pria dewasa itu dengan menggelangkan kepalanya.
Tidak jauh dari tempat pria dewasa sebelumnya, terlihat juga sebuah istana megah yang berada di wilayah yang berbeda.
Sosok tersebut juga merasakan apa yang di rasakan sosok sebelumnya.
" Sangat aneh, perasaan ini sudah dua hari aku rasakan. Semoga saja tidak terjadi sesuatu yang merepotkan." Ucapnya pelan, kemudian keluar dari ruangan khususnya.
Hal yang sama juga terjadi pada tiga sosok yang ada di Istana Langit. Mereka sama-sama merasakan perasaan yang sulit untuk di jelaskan.
" Sepertinya aku harus mengadakan pertemuan dengan mereka.." Ucap salah satu sosok pria paruh baya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 97 Episodes
Comments
Elvis Pandey
marga feng identik dengan phoenix
2023-06-04
3
Mr. P
bukan kekasih tp lebih tepatnya tempat pembuangan pejuh
2022-07-12
0
Kucing Hitam
gassss
2022-07-11
0