Aula Kultivasi.
Xu Tian dengan tenang mulai menyerap pil darah Naga.
Hingga perlahan udara di sekitarnya berubah dengan kemunculan energi yang sangat kuat berputar di sekitar tubuh Xu Tian.
Xu Tian terus memfokuskan dirinya saat merasakan ledakan energi yang mengalir di tubuhnya secara ekstrem.
" Trak... Trak ... Swusshh..." Ledakan petir dan gabungan beberapa elemen muncul, yang kemudian saling terhubung satu sama lain.
Tiga jam kemudian, belum terlihat tanda-tanda Xu Tian akan naik tingkat.
Merasa kurang, Xu Tian segera menelan pil Naga kembali.
Dalam kultivasinya, Xu Tian terlihat sangat bingung karena ledakan energi yang sangat kuat itu belum mampu mendorong penghalang untuk dia dapat menembus ranah selanjutnya.
Dua hari berlalu dengan cepat, tidak ada perubahan berarti hanya sama dengan hari-hari sebelumnya.
Bahkan saat ini Xu Tian telah menggunakan semua pil darah Naga miliknya.
Saat merasa putus asa tidak mampu naik tingkat, tiba-tiba terdengar raungan Naga bersamaan munculnya sosok Naga di belakang Xu Tian dengan aura yang luar biasa.
" Swusshh...." Perlahan ledakan aura yang sangat kuat itu masuk ke dalam tubuh Xu Tian bersamaan dengan tingkat kultivasi yang meningkat.
Dewa putih tingkat puncak....
Dewa Hitam tingkat awal...
Dewa Hitam tingkat puncak...
Dewa Besi tingkat awal....
Hingga akhirnya tingkat kultivasi Xu Tian berhenti pada ranah Jenderal Dewa, Dewa Merah Besi tingkat menengah.
Aura yang sangat kuat menyebar keseluruhan ruangan bersamaan dengan kemunculan fenomena di dalam Dunia Jiwa.
Di mana energi spiritual di sekitarnya menjadi lebih tebal dan luas dunia jiwa juga semakin besar dengan kemunculan ratusan gunung-gunung yang menjulang tinggi.
Semua penghuni yang berada di dalam dunia jiwa sangat kaget dan takjub merasakan energi spiritual yang tiba-tiba menjadi lebih tebal dan menenangkan itu.
Mereka semua sangat senang, dengan ini artinya tuan muda mereka telah berhasil naik tingkat dan menembus ranah Prajurit Dewa.
Di Aula Kultivasi sendiri, saat ini Xu Tian masih terus melanjutkan kultivasinya untuk memulihkan pondasinya setelah mengalami kenaikan tingkat.
Hingga satu hari kemudian Xu Tian mulai membuka kedua matanya bersamaan dengan asap tipis yang keluar dari nafasnya.
" Sangat menakjubkan, Ranah Jenderal Dewa memang sangat luar biasa," Batin Xu Tian dengan menggerakkan tangannya.
Lalu bangkit berdiri untuk membersihkan diri. Setengah jam kemudian, Xu Tian kini terlihat lebih tampan dan berwibawa menggunakan pakaian merah bercorak Naga emas.
" Waktunya mencari informasi mengenai keberadaan ku saat ini." Ucap pelan Xu Tian kemudian menuju tempat Qing Ling.
" Swusshh...." Tubuhnya melesat dengan cepat menuju Istana Langit
Qing Ling yang sedang berlatih membuka matanya saat merasakan aura Xu Tian.
Feng Huang dan Feng Louzhi menyambut kedatangan Xu Tian dengan hormat.
" Tuan muda, selamat..." Ucap mereka berdua dengan bahagia.
" Louzhi, Huang, terima kasih.." Xu Tian dengan tersenyum ramah.
Hingga tidak lama kemudian Qing Ling datang menatap Xu Tian dengan penuh cinta.
" Gege, selamat..."
" Ling'er, terima kasih," Xu Tian dengan tersenyum.
Kemudian mereka mengobrol tentang perkembangan dan rencana selanjutnya, hingga beberapa saat kemudian Xu Tian berpamitan untuk keluar dari dunia Jiwa.
Qing Ling sendiri masih ingin berada di dalam dunia jiwa untuk melanjutkan latihannya.
****
Di dalam kamar.
Xu Tian lalu keluar dari dalam kamar menuju restoran penginapan yang ada di lantai dasar.
Dengan langkah tenang Xu Tian menuruni tangga.
Saat tiba di lantai dasar, dirinya menjadi pusat perhatian banyak orang, terutama ketiga pemuda yang sebelumnya mengawasi Xu Tian dan Qing Ling yang kali ini datang bersama satu pemuda dan dua orang tetua.
Dengan tenang Xu Tian menuju meja yang berada di sudut ruangan, lalu duduk di tempat itu tanpa memperdulikan pandangan semua orang yang menatap dirinya.
Tidak lama kemudian seorang pelayan menghampiri meja Xu Tian.
" Pelayan, aku ingin memesan makanan dan minuman terbaik di tempat ini," Ucap Xu Tian dengan cepat.
" Baik tuan, mohon untung menunggu," Ucapnya dengan tersenyum ramah dan hormat, lalu meninggalkan Xu Tian.
Sambil menunggu pelayan menyiapkan pesanannya, Xu Tian mencoba mencari informasi dengan mendengarkan percakapan para tamu yang ada di tempat itu.
" Hanya tentang perwakilan sekte dan perekrutan murid yang mereka bicarakan. Tidak ada informasi penting lainnya yang aku peroleh." Batinnya, karena orang-orang yang ada di tempat itu hanya fokus membicarakan tentang kedatangan perwakilan beberapa sekte.
Tidak lama kemudian, pesanan Xu Tian datang. Namun tiba-tiba tiga pemuda yang sebelumnya mengawasi Xu Tian menghampirinya.
" Saudara, bolehkah kami ikut bergabung?" Tanya salah satu dari mereka dengan tersenyum tipis.
Xu Tian mengangkat kepalanya menatap pemuda tersebut.
" Silahkan saudara.." Balas Xu Tian yang kemudian segera menikmati pesanannya.
Ketiga pemuda itu kemudian duduk bersama Xu Tian.
" Saudara, apa kau akan ikut dalam perekrutan murid Sekte?" Tanyanya dengan ramah.
Xu Tian menggelengkan kepalanya. " Sepertinya tidak, aku hanya singgah saja sebelum melanjutkan perjalanan kembali,"
Ketiga pemuda itu saling menatap satu sama lain.
" Bagaimana jika kau ikut dengan kami ke Sekte, aku akan membawamu menemui guruku tanpa harus ikut dalam seleksi."
" Saudara-saudara sekalian, mohon maaf sebelumnya, tetapi aku tidak tertarik untuk masuk ke dalam sekte." Xu Tian kemudian kembali fokus menikmati makanannya.
Ketiganya menatap Xu Tian dengan marah, usaha mereka untuk mengajak Xu Tian bergabung hanya sia-sia, bahkan Xu Tian seakan tidak perduli dengan obrolan tersebut.
Salah satu dari mereka kemudian menatap pemuda dan dua orang tetua yang sebelumnya datang bersama mereka.
Salah satu dari tetua tersebut menganggukkan kepalanya.
" Saudara, sebelumnya aku melihat kau datang bersama seorang wanita. Jika aku boleh tau, di mana dia sekarang?"
Xu Tian menghentikan kegiatannya, kemudian menatap mereka tajam.
" Itu bukan urusan kalian! Sebaiknya kalian semua pergi dari meja ini sekarang sebelum kesabaran ku habis!" Ucap Xu Tian dengan tajam.
Semua orang segera mengalihkan pandangannya ke meja tersebut.
" Siapa pemuda itu?"
" Dia sangat berani menyinggung orang-orang Sekte Macan Putih."
Xu Tian sendiri sama sekali tidak memperdulikan obrolan semua orang tentang dirinya, sedangkan ketiga pemuda itu merasa sangat malu, apalagi semua orang mengetahui mereka dari salah satu perwakilan Sekte yang datang ke desa ini.
" Tuan muda,"
" Lakukan saja, paksa dia untuk memberitahukan keberadaan wanita yang sebelumnya bersamanya."
" Baik, tuan muda." Kemudian kedua tetua tersebut membuat formasi di lantai dasar agar suara mereka tidak kedengaran oleh orang luar.
Xu Tian yang mengetahui hal itu hanya tersenyum tipis sambil menggelengkan kepalanya.
" Kalian sendiri yang memintanya, jadi jangan salahkan aku!" Ucap Xu Tian yang kemudian menghilang dari tempatnya.
" Swusshh...."
" Dhuaaarrrr...." Ledakan keras terjadi menggetarkan lantai penginapan.
" Boommms...." Kedua tetua itu terlempar dengan keras menghantam meja dan bangku yang ada di restoran.
Semua orang terlihat sangat terkejut dengan yang terjadi di depan mereka, bahkan mereka semua tidak dapat mengikuti kecepatan Xu Tian yang tiba-tiba sudah berpindah tempat menyerang kedua tetua dari Sekte Macan Putih.
" B*jingan! Akan aku bunuh kau!" Teriak Tuan muda Sekte Macan Putih dengan marah.
" Swusshh...."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 97 Episodes
Comments
Kennedy
jenderal dewa thor
2025-02-13
0
Akira
seinget gw nih tingkatan Dewa Merah hanya ada di ranah Prajurit Dewa,, sedangkan di ranah Jenderal Dewa, dimulai Dewa Besi, Dewa Perunggu, Dewa Perak, Dewa Emas dan Dewa Giok... Tidak ada Dewa Merah atau Dewa Merah Besi,, karena gw Screenshoot tuh semua tingkatan ranah nya 😁 dan ente sebagai penulis malah gak inget, bikin perubahan sesuka hati, masih ngelindur di dunia mimpi dan tdk belajar dari pengalaman cerita sebelum nya,, trus gimana nih cerita kedepan nya, bisa sesuai ekspetasi gak nih 🤣🤣🤣🤣
2024-02-01
3
mochamad ribut
up
2023-06-02
0