Episode 7 : Kenzo Smith murka.
***
“Laura …” nama itu terdengar lagi, saat itu mata Bulan sudah terpejam ketakutan, tubuhnya bergetar hebat dan tubuhnya terasa dingin sekali.
Kenzo meraih kedua pipi Rembulan yang dimatanya sekarang terlihat sebagai Laura.
Kenzo mengusap wajah Rembulan yang terpejam ketakutan, dia mengusap pipinya.
Kemudian mengecup dahi Rembulan, "Maafkan aku Laura ..." Kenzo yang dalam pengaruh obat memejamkan matanya lalu mengecup dahi Rembulan berulangkali.
Nafasnya semakin panas, tak kala tangannya mulai meraih dagu Rembulan.
Mata Kenzo terbuka lalu menatap lekat wajah Rembulan yang sudah gemetaran, membeku tak tahu harus melakukan apa.
Yang dirasakan oleh Rembulan sekarang ini hanyalah rasa tidak berdaya yang meresap kedalam tubuhnya.
'Apa yang harus aku lakukan?'
'Ibu ... aku takut!'
Rembulan hanya bisa berteriak ketakutan dalam hatinya.
Yang ia inginkan hanyalah malam secepatnya berlalu dan ia akan melupakan malam ini.
Kenzo dengan tubuh bidangnya mulai memeluk Rembulan lembut sekali, entah mengapa hanya dalam sekejap Rembulan bisa merasakan kepedihan dari lelaki ini.
Lelaki yang meremehkan kesakitan nya saat lalu bersandar dipundaknya untuk waktu yang cukup lama.
"Aku tidak akan pernah melepaskan mu Laura, tidak akan pernah ..." ucapnya lagi sekarang merasa tubuhnya sudah semakin panas.
Hanya berselang beberapa menit, nafas panas dan memburu Kenzo terasa di tengkuk Rembulan yang terbuka.
"Ahhh ... aku sudah tidak tahan lagi!" geram Kenzo segera menggendong Rembulan di tangannya.
Kenzo membaringkan tubuh Rembulan di atas ranjang, dimana matanya masih samar-samar melihat gadis yang ia kira Laura ini.
"Laura ... malam ini akan aku jadikan kau milikku ..." bisiknya berat dan panas.
Kenzo menurunkan tubuhnya yang bidang dan tanpa busana agar melekat dengan tubuh Rembulan yang sudah bergetar ketakutan.
Kenzo meraih dagu Rembulan lalu mulai mencium bibir lembutnya.
Saat Kenzo tiba-tiba menciumnya, mata Rembulan melebar dan nafasnya menjadi berat dan tersendat-sendat.
Dia belum pernah berciuman dan kali ini adalah kali pertamanya, jadi Rembulan tidak pandai mengatur pernafasannya dan harus mendorong Kenzo sekuat tenaganya.
"Ada apa Laura? jangan menolak ku, ikuti saja irama nya ..." bisik Kenzo menarik lengan Rembulan sehingga keduanya duduk bersama.
Lalu kembali mengecup dan menyesap bibir manis itu.
"Haahhh!"
Nafas Rembulan semakin berat dan panas, dia merasa tidak berharga, disaat kali pertamanya dia harus melakukannya dengan sukarela tanpa perasaan.
Tetapi ia tahu nilai dari perasaannya sudah tidak penting sekarang ini.
Saat ciuman itu berlangsung, Kenzo mulai melucuti pakaian Rembulan, akan tetapi saat tangan Kenzo hendak membuka baju wanita ini, mata Kenzo terbuka dan dia bisa melihat dengan jelas saat cahaya rembulan menembus kamat hotel, Kenzo bisa melihat jika wanita yang dihadapannya bukanlah Laura.
"Drap!"
Kenzo mendorong Rembulan kuat sampai Rembulan terjerembab ke ranjang, Rembulan yang baru saja bertukar Saliva dengan lelaki ini merasa tubuhnya ikut panas dan serasa terbakar.
Lebih dari itu kepalanya ikut pusing, rasa pahit dan manis bekas alkohol yang diteguk Kenzo terasa pekat di lidahnya sekarang.
"Ahhh ..."
"Panas ...."
Keluh Rembulan mulai menggeliat di atas ranjang, dia merasa tubuhnya panas sekali dan matanya mulai samar-samar dan kabur.
Mungkin karena Rembukan tidak pernah meminum alkohol dalam hidupnya membuat toleransi alkohol nya sangat buruk, juga sepertinya kadar obat perangsang yang ada di Saliva Kenzo sepertinya masuk kedalam diri Rembulan juga.
Jadi sekarang keduanya sudah dalam pengaruh obat yang membuat segalanya akan berada diluar kendali.
"Dasar sialan? siapa kau!"
Geram Kenzo langsung marah besar, dia mengedipkan matanya kuat dan mengepal tangannya untuk menjaga kesadaran yang tersisa.
Lalu ia lihatlah gadis menyedihkan yang meminta bantuan terhadap kakeknya pagi tadi berada di atas ranjang yang sama dengannya.
"Wanita ini!"
Geram Kenzo entah mengapa murka sekali, mengetahui jika wanita ini sepertinya sengaja datang untuk menjebaknya.
.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 122 Episodes
Comments
Ainieee
waah sabr kenzoo cinta mu msih otw
2023-04-30
0
yuhuwww
.
2023-03-24
0
Massuanta Mas
rela berkorban demi ibu
2022-12-29
0