Episode 19 - Berperang (?)

25 tahun yang lalu

Seorang bayi laki-laki lahir, dia dalah harapan seluruh rakyat, dan harapan kedua orang tuanya. Ayahnya adalah seorang kaisar yang memimpin beberapa kerajaan kecil. Ayahnya dikenal sebagai kaisar yang adil, dan bijaksana.

Saat bayi itu lahir, hujan turun dengan derasnya. Petir bergemuruh, dan angin sangat kencang. Seorang tetua kerajaan menghampiri bayi yang sedang dipegang oleh ayahnya.

"Dia akan menjadi Penguasa"

Ayah dan ibunya tersenyum mendengarnya.

" Tapi, dia akan menjadi orang yang penuh dengan ambisi, semua orang akan menakutinya, dia akan memimpin seluruh daratan. Namun dia jugalah alasan kehancuran daratan ini dan tidak ada yang bisa mengendalikannya" kedua orangtua itu terkejut.

Itu terdengar seperti pertanda buruk, semua yang diucapkan oleh tetua itu diiringi dengan kilatan petir dan angin yang semakin kencang.

" Tetua, apa yang harus kami lakukan?"

" Jangan biarkan wanita manapun bersanding bersamanya dalam tahtanya"

" Jadi, dia tidak akan pernah memiliki wanita dalam tahtanya? Tapi itu bisa mengguncang pemerintahan"

" Ada, ada satu wanita"

" Siapa itu Tetua?"

" Wanita itu memiliki rambut berwarna putih dikedua sisinya, dia memliki warna mata yang berbeda dengan orang pada umumnya. Dia yang akan meredam kehancuran dan mendatangkan kedamaian"

Sejak saat itu kedua orangtuanya tak pernah mengizinkan putranya menikah dengan wanita manapun. Jikapun ada wanita yang disukainya itu hanya diizinkan menjadi selirnya. Apa yang diramalkan memang benar, sejak kecil anak laki-laki itu tidak pernah ingin bermain seperti anak-anak lainnya. Dia hanya ingin mempelajari ilmu perang dan cara meningkatkan kekuatan nya.

Dia adalah Yuwen Zhao.

*^*

Kerajaan Wang mendengar kabar bahwa rombongan Kekaisaran sedang menuju kearah kerajaan nya dengan membawa banyak sekali pasukan dan perbekalan. Raja Wang hanya mengetahui satu hal, ini artinya mereka akan menyerang Kerajaan nya. Mereka mencoba untuk menaklukan dan menguasai Kerajaan nya. Ini tidak bisa dibiarkan, Raja Wang langsung membuat surat dan mengirimkan nya pada putra-putra nya.

" Raja, Kaisar Zhao meminta untuk bertemu denganmu"

" Dimana dia?"

" Dia berada di Aula menunggu anda"

Raja Wang bergegas menuju Aula dengan raut wajah yang tidak bisa diartikan. Dilihatnya seorang pria muda duduk di singgasananya. Melihat kedatangan Raja Wang pria itu justru mempersilahkan nya masuk.

" Ahh Raja dan Ratu Wang, selamat datang. Silahkan masuk" ucap kaisar itu.

Para Mentri geram melihatnya, tapi tidak ada yang bisa mereka lakukan. Rumor mengenai kejamnya Kaisar Zhao sudah sangat terkenal. Mereka hanya bisa memendam amarah mereka dalam hati.

" Kaisar Zhao, sepertinya anda duduk di kursi yang salah" apa yang di ucapkan Sang Raja membuat semua orang khawatir. Ratu mengelus lengan Raja untuk menenangkan nya, dia tidak ingin terjadi apa-apa pada suaminya.

" Begitukah? Lalu dimana kursiku? Dibawahmu? Haha. Seharusnya kau menyadari posisimu Raja" ucap Zhao sangat angkuh.

" Apa yang kau inginkan Zhao?"

Zhao membulatkan matanya, berani sekali pria tua ini memanggil namanya. Zhao bangkit dari duduknya menghampiri Raja Wang. Suasana menegang, dan serasa mencekam. Semua yang ada disana menelan ludah dengan susah payah. Kecuali sang Raja,walaupun umurnya sudah tidak lagi muda tapi jiwanya masih tetap muda. Dia tak akan gentar dengan apapun.

" Berani sekali kau memanggilku dengan namaku" ucapnya tepat didepan wajah Raja Wang.

" Apa tujuanmu kesini?"

Zhao tersenyum melihat keberanian pria tua didepan nya yang tak gentar sama sekali, dia memundurkan langkahnya lalu melihat ke arah sekitar. Melihat keindahan ukiran yang ada pada dinding aula.

" Bergabunglah denganku Wang. Dan serahkan Kerajaanmu, tunduklah padaku"

" Kurang Ajar!!! AKU TAK AKAN MENYERAHKAN KERAJANKU PADAMU !!!"

" Benarkah? Mari kita lihat apakah kau akan menyerah atau tidak"

" Silahkan kembali ke istanamu Zhao. Pelayanku akan mengantarmu" Raja Wang memberi isyarat pada pengawalnya agar mengantar Zhao keluar.

" Kau benar-benar mencari mati Wang!"

Zhao menggerakan tanganya melempar sesuatu ke arah Raja Wang. Gerakan itu begitu cepat, Raja Wang tidak dapat mendeteksi nya. Hampir saja mengenainya, tiba-tiba seseorang datang dan membuat pisau kecil itu jatuh ke lantai. Ya, Zhao melempar pisau kecil yang mengarah tepat ke arah mata Raja Wang.

" Cheng!!!" Raja terkejut dengan putranya yang datang tiba-tiba.

" Ayah, kau baik-baik saja?"

Raja Wang mengangguk menandakan dia baik-baik saja. Ternyata tidak hanya putra sulungnya, tapi putra-putranya yang lain juga datang menyusul, termasuk putrinya.

*^*

Setelah ledakan itu mereka berkumpul dan memeriksa keadaan Xiao Shi, untungnya dia dalam keadaan baik.

Mereka menghabiskan waktu dengan saling bercerita satu sama lain. Termasuk alasan Xiao Shi ingin ikut berburu dengan kakak nya, juga cerita mengenai kekuatan nya selama ini, latihan yang selalu dia lakukan dengan Yuan dan bagaimana dia mencapai tingkat tertinggi tanpa bisa dideteksi oleh siapapun.

" Kakak mengerti, kau harus berhati-hati lain kali. Tidak ada seorangpun yang pernah mencapai sampai tingkat itu, apalagi seorang Putri." Cheng khawatir akan adiknya, tapi juga bangga.

" Hemm aku mengerti Kak"

" Baguslah, hahhh sekarang aku akan mulai berburu lagi, sepertinya aku tidak perlu khawatir mengenai keselamatanmu lagi"

" Kau harus tetap mengkhawatirkan ku Kak! Kau ini jahat sekali"

" Baiklah, baiklah. Aku pergi, kabari jika sesuatu terjadi" Cheng mengusap bahu adiknya lalu pergi.

" Kami pergi Shi'er" pamit Yan dan Xun bersamaan.

Xiao Shi melambai-lambaikan tangan nya sambil menatap kepergian kakaknya.

Sekarang hanya tinggal Xiao Shi, Yuan, Feng Yue, dan juga Teng She. Tidak lupa beberapa prajurit yang dibiarkan tinggal disana untuk berjaga-jaga. Sedangkan Long sudah kembali ke Kerajaan terlebih dahulu untuk membuat obat.

Feng Yue menghampiri Xiao Shi, berlutut sambil menggenggam pedangnya didepan tubuhnya.

" Feng Yue, ada apa denganmu?" tanya Xiao Shi kebingungan. Begitu juga yang lain nya, mereka memusatkan perhatian nya pada Xiao Shi dan Feng Yue.

" Putri, saya tidak tahu harus berterimakasih seperti apa. Anda bahkan mempertaruhkan keselamatan diri anda untuk membantu saya."

Xiao Shi Tersenyum melihat nya. " Tidak ada yang gratis untuk itu Feng, terlebih sebelum kita berangkat kesini aku juga sudah melunasi semua hutangmu "

Bagai tersambar petir, Feng Yue tidak tau dia harus seperti apa. Dengan cara apa dia akan membayarnya.

" Kenapa kau diam? Kau menyesal?"

" Ampun Putri. Tidak sama sekali"

" Lalu? Kenapa kau diam?"

" Saya hanya berpikir bagaimana cara saya akan membalas semua itu"

" Kau yakin ingin membalasnya?"

" Tentu saja"

" Bayar dengan nyawamu" ucapnya tegas dan tanpa bantahan. Feng Yue menelan ludahnya, sedangkan yang lainnya menatap tidak percaya padanya.

" Putri..." Yuan terkejut dengan junjungan nya itu.

Feng Yue memejamkan matanya, lalu menghembuskan nafas perlahan. Xiao Shi tidak melepaskan pandangan nya pada pria dihadapan nya ini.

Feng Yue hendak melepas pedang dari sarungnya, namun Xiao Shi menahan nya.

" Bukan ini yang kumaksud"

" Maafkan saya, tapi saya tidak mengerti Putri"

Xiao Shi bangkit dari duduknya, dia berjalan beberapan langkah kedepan, meraih buah yang ada pada pohon didekatnya.

" Aku membutuhkanmu, kau akan bekerja padaku, sama seperti Yuan. Tapi itu artinya sama dengan kau memberikan nyawamu untuk ku karna kau akan mengikutiku kemanapun aku pergi, kau akan menjadi pengawalku. Kau tentu saja akan mendapat bayaranmu, tapi bayaranmu akan ku bayarkan langsung pada keluargamu" Xiao Shi membalikan badan nya dan tersenyum.

Yuan dan Teng She menghela nafasnya lega. Senyuman dari wajah Feng Yue tidak bisa disembunyikan, dia sangat-sangat senang.

" Terimakasih atas kemurahanmu Putri" ucapnya sambil bersujud berkali-kali.

" Jadi, kau bersedia?"

" Tentu, saya akan mengabdikan diri saya untuk melindungimu Putri"

" Bukan hanya aku, kau juga harus melindungi Yuan"

" A-apa?"

" Aku tidak ingin kehilangan salah satu dari kalian. Jadi kalian harus melindungi satu sama lain dalam rangka melindungiku juga. Kalian mengerti?"

" Baik Putri" ucap Yuan dan Feng Yue bersamaan.

" Bagus"

Di tengah obrolan mereka sebuah cahaya berwarna biru menghampiri Xiao Shi. Xiao Shi mengibaskan tangan nya, cahaya itu berubah menjadi kumpulan kata-kata. Itu adalah surat, surat dari ayahnya. Xiao Shi membaca surat itu dan betapa terkejutnya ia saat membaca apa yang ayahnya sampaikan. Begitu Xiao Shi selesai membacanya, kumpulan kata kata itu memudar dan hilang.

" Putri, ada apa?"

" Yuan, panggil kakak ku dan katakan kita harus kembali ke Kerajaan, ini sinyal darurat" Xiao Shi menatap rumput dengan tatapan yang kosong, dia panik.

Mendengar apa yang dikatakan oleh Xiao Shi, Yuan segera mengirim sinyal pada para Pangeran. Setelah para Pangeran kembali mereka bergegas pergi menuju Kerajaan secepat yang mereka bisa. Ini gawat, Kerajaan dan Ayahnya berada dalam bahaya.

Kaisar Zhao? Kenapa mengetahui apa yang ayah katakan membuatku gelisah. Pikiranku kacau, hatiku resah. Aku tidak tau keresahan ini menuju pada siapa. Ayah? Atau pada nya.

-Xiao Shi

*^*

Cheng menatap sengit Zhao, dan yang ditatap hanya tersenyum meremehkan.

" Putra Mahkota, selamat datang. Pangeran Yan, Pangeran Xun. Dan Putri SunYi selamat datang" ucapnya melihat satu persatu orang yang datang.

" Kenapa tidak ada yang menjawab, apakah aku salah?" lanjutnya. Lalu dia melihat ke arah para Menteri. Dan melihat Selir Chun, dilihatnya disana selir Chun dengan seorang gadis.

" Ah sepertinya aku salah, itu adalah Putri Sun Yi." Tunjuknya ke arah Sun Yi yang ada disamping Selir Chun.

" Itu berarti kau adalah Wang Xiao Shi. Benar?" tanyanya menyelidik ke arah Xiao Shi. Xiao Shi yang menggunakan cadar dan topinya membuat Zhao penasaran.

" Ayahku tidak akan menyerahkan kerajaan nya. Jadi silahkan kembali Yang Mulia" ucap Cheng seraya menormalkan suaranya. Melihat apa yang hampir terjadi tadi dia pikir dia tidak boleh gegabah dengan orang didepan nya ini.

" Tampaknya putramu lebih beradab darimu Raja. Baiklah, jika kau tidak menyerahkan kerajaan mu aku akan kembali." Cheng menautkan kedua alisnya, ini tidak seperti Kaisar Zhao. Melepaskan Kerajaan begitu mudah? Bagaimana mungkin.

" Tapi aku akan kembali bersama pasukanku. Jadi siapkan diri kalian Wang. Menyerah atau Berperang, keputusan ada ditanganmu." Lalu Zhao melangkah pergi. Keputusan nya membuat semua orang terkejut. Berperang? Sudah sangat lama sejak Wang terakhir berperang.

Xiao Shi sama terkejut dengan yang terjadi, dia berusaha memikirkan cara lain untuk menghindari peperangan. Ayahnya sudah tua, jika harus berperang Xiao Shi tidak tau apa yang akan terjadi. Bukan nya tidak percaya dengan kemampuan Ayahnya, tapi peperangan itu juga dilakukan dengan taktik. Terkadang musuh akan menggunakan cara licik uuntuk memenangkan peperangan.

Xiao Shi melangkah sedikit lebih maju, menghadang Zhao yang akan keluar.

" Bagaimana jika bertarung, satu lawan satu" langkah Zhao terhenti, dia menatap orang yang menghalangi jalan nya.

" Maksudmu?" Zhao mendekatkan langkahnya pada Xiao Shi.

" Kau memintaku untuk bertarung dengan Ayahmu? Tidak kah kau pikir dengan umur Ayahmu dia akan kalah melawanku?" lanjutnya.

" Bukan dengan nya, tapi denganku"

" Apa? HAHAHAHAHAHAHA" Zhao tertawa terbahak-bahak. Seorang putri ingin melawan nya? Yang benar saja. Lelucon macam apa ini.

"Xiao Shi!!"

Diantara tawa Zhao yang menggelegar, Xiao Shi justru mendapat teguran dari Ayah dan Kakaknya. Ayahnya yang menegur karna dia berpikir putrinya ini lemah dan dia tidak ingin kehilangan nya. Sedangkan kakaknya tidak ingin Xiao Shi menunjukan kemampuan nya.

" Apakah putrimu ini sedang membuat lelucon Raja? Ini sangat menggelitik perutku hahaha"

" Kau takut?" tanya Xiao Shi menantang. Tawa dari Zhao terhenti, digantikan dengan wajah datar tanpa emosi.

" Aku tidak bertarung dengan wanita"

" Tidak ada pilihan lain, jadi—"

" Ada pilihan Lain." potong Zhao. Xiao Shi menatap Zhao bingung.

" Kasim Han, katakan padaku apa yang terjadi jika kerajaan menolak berperang?"

" Hanya ada satu cara Yang Mulia. Aliansi Pernikahan" ucap Kasim Han.

Semua orang dibuatnya semakin terkejut. Mereka takut Sang Kaisar mengincar Xiao Shi. Tapi perkataan Mentri setelahnya membawa sedikit harapan bagi mereka.

" Izin Raja, untuk menjaga keamanan kerajaan. Saya akan menyerahkan cucu saya sebagai aliansi pernikahan antara Wang dan Kaisar Zhao."

Menteri dengan pemikiran nya bahwa dia akan dikatakan semakin berjasa bagi Wang membuatnya melakukan itu. Dan Selir Chun yang berpikir bahwa dia akan memiliki menantu seorang Kaisar, putrinya akan menikah dengan Kaisar. Itu akan menguntungkan bagi keturunan mereka kelak. Sedangkan Sun Yi? Mendengar apa yang dikatakan oleh kakeknya, pipinya justru berubah menjadi semerah tomat, dia berpikir bagaimana jika dia tidur dengan Kaisar yang memiliki tubuh kekar dan gagah.

Memang tidak ada yang benar dari keluarga bukan cemara itu.

Raja Wang menganggukan kepalanya tanda setuju.

Menteri Chun menarik Sun Yi dan membawanya tepat kedepan Raja. " Ini cucuku Yang Mulia" ucapnya seraya memberikan hormat.

Zhao melihat Sun Yi dari bawah ke atas, lalu dari atas kebawah, mencoba melihatnya dari samping, lalu ke belakang dan kembali ke tempat ia berdiri tadi.

" Cucumu memang cantik Menteri, tapi aku rasa aku sudah mempunyai seseorang seperti putrimu di istanaku. Dan...."

Zhao membalikan badan nya, berjalan mendekati Xiao Shi.

" Aku tidak mengambil anak seorang Selir jika masih ada anak dari Ratu" perkataan nya mampu memudarkan senyuman yang ada pada wajah Sun Yi dan Menteri Chun. Namun itu juga membuat semua orang tegang, apakah itu artinya Kaisar akan meminta Xiao Shi?

" Aku ingin gadis ini, atau tidak ada Aliansi Pernikahan." Ucapan nya membuat Raja dan Ratu lemas, mereka hampir tidak bisa berdiri jika saja para putranya tidak menahan nya.

" Ayah!"

" Ibu!!"

Xiao Shi menatap tajam kearah Zhao.

" Berikan Wang Xiao Shi padaku, atau berperang. Pilihan ada ditangan mu Raja" sebelum dia pergi dia sempat tersenyum ke arah Xiao Shi, senyuman yang membuat Xiao Shi bergidik.

Kau gadis yang unik, kau akan menjadi miliku Wang Xiao Shi. Begitu juga Kerajaanmu.

-Kaisar Yuwen Zhao

|

|

|

|

|

bersambung...

Terpopuler

Comments

white

white

thor laki" yg punya tanda sisi sayapnya lagi siapa ?
katanya jodohnya juga mempunyai tanda sisi sapyap sebelahnya ?

2023-07-23

5

Yuseva ❤️❤️

Yuseva ❤️❤️

up-nya jangan hanya satu Thor..2 atau 3 dong biar lebih semangat bacanya 😊

2022-06-08

1

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 — Tugas
2 Episode 2 — Akhir Kisah
3 Episode 3 — Kerajaan Wang
4 Episode 4 — Transmigrasi
5 Episode 5 — Keluarga
6 Episode 6 — Kutukan (?)
7 NOTES
8 Episode 7 — Penolakan
9 Episode 8 - Bukti
10 Episode 9 - Bunga Surgawi
11 Episode 10 - Tanda
12 Episode 11 - Perayaan
13 Episode 12 - Feng Yue
14 Episode 13 - Bunga Christaldeu
15 Episode 14 - Hutan Liar
16 Episode 15 - Fakta
17 Episode 16 - Naga Legendaris
18 Episode 17 - Pedang Moksha
19 Episode 18 - Sang Penguasa
20 Episode 19 - Berperang (?)
21 Episode 20 - Keputusan
22 Episode 21 - Syarat
23 Episode 22 - Keputusan 2
24 Episode 23 - Jendral Chi
25 Episode 24 - Asal Usul
26 Episode 25 - Rumor
27 Episode 26 - Pernikahan
28 Episode 27 - Malam Pertama
29 Episode 28 - Permaisuri
30 Episode 29 - Membela
31 episode 30 - Merasa Tersakiti
32 Episode 31 - Rencana
33 Episode 32 - Jamuan
34 Episode 33 - Inspektur Pengadilan?
35 Episode 34 - Tuan Hao
36 Episode 35 - Kita tahu!
37 Episode 36 - Berdebar
38 Episode 37 - Menyerah?
39 PENGUMUMAN!!!
40 Episode 38 - Memberikan Dekrit?
41 Episode 39 - Rencana
42 Episode 40 - Rencana 2
43 Episode 41 - Kejujuran Fu Tong
44 Episode 42 - Pendukung
45 Episode 43 - Yanran
46 Episode 44 - Tempat Latihan
47 Episode 44 - Rencana Licik (?)
48 Episode 45 - Terpancing
49 Episode 46 - Kesepakatan
50 Episode 47 - Kemenangan (?)
51 Episode 48 - Ketahuan
52 Episode 49 - Berpindah Tuan(?)
53 Episode 50 - Mimpi ( Fu Tong)
54 Episode 51 - Pelatihan Pertama Fu Tong
55 Episode 52 - Lulus (?)
56 Episode 53 - Ternyata.......
57 Episode 54 - Emosi
58 Episode 55 - Kemenangan Mao (?)
59 Episode 56 - .....
60 Episode 57 - Alam Langit?
61 Episode 58 - ???
62 Episode 59
63 Episode 60
64 Episode 61
65 Episode 62
66 Episode 63
67 Episode 64
68 PENGUMUMAN
69 Episode 65
70 Episode 66
71 Episode 67
72 Episode 68
73 Episode 69
74 Episode 70
75 Episode 71
76 Episode 72
77 Episode 73
78 Episode 74
79 Episode 75
80 Episode 76
81 Episode 77
82 Episode 78
83 Episode 79
84 Episode 80
85 Episode 81
86 Episode 82
87 Episode 83
88 Episode 84
89 Episode 85
90 Episode 86
91 Episode 87
92 Episode 88
93 Episode 89
94 Episode 90
95 Episode 91
96 Episode 92
97 Episode 93
98 Episode 94
99 Episode 95
100 Episode 96
101 Episode 97
102 Episode 98
103 Episode 99
104 Episode 100
105 Episode 101
106 Episode 102
107 Episode 103
108 Episode 104
109 episode 105
110 episode 106
111 Episode 107
112 Episode 108
113 Episode 109
114 episode 110
115 Episode 111
116 Episode 112
117 Episode 113
118 Episode 114
119 Episode 115
120 Episode 116
121 Episode 117 — Kunjungan ke padepokan
122 Episode 118 — keegoisan Xiao Shi
123 Episode 119 - pertarungan tak terhindar kan
124 Episode 120 - Persiapan Perang
125 Episode 121 - Perang
126 Episode 122 - Kesedihan mendalam
127 Episode 123 - Kesedihan Mendalam 2
128 Episode 124 - Menyerahkann Nyawa
129 Episode 125 - Kebingungan
130 Episode 126 - Membaik
131 Episode 127 - Hukuman
132 Episode 128 - Hukuman 2
133 Eps 129 - Belasungkawa Jendral Chi
134 Episode 130 - Tangisan
135 Episode 131 - Berkumpul
136 Episode 132 - Flashback
137 Episode 133 - Rencana
138 Episode 134 - Perintah
139 Episode 135 - Permintaan Terakhir (?)
140 Episode 136 - Pernikahan Ganda
141 Episode 137 - Penyerangan
142 Episode 138 - Perang
143 Episode 139 - Kekalahan
144 Episode 140 - Gejolak Energi
145 Episode 141 - Kemenangan Telak
146 Episode 142 - Berontak?
147 Episode 143 - Bertanggung jawab
148 Episode 144 - Akhir kisah
149 Episode 145 - Akhir Bahagia
Episodes

Updated 149 Episodes

1
Episode 1 — Tugas
2
Episode 2 — Akhir Kisah
3
Episode 3 — Kerajaan Wang
4
Episode 4 — Transmigrasi
5
Episode 5 — Keluarga
6
Episode 6 — Kutukan (?)
7
NOTES
8
Episode 7 — Penolakan
9
Episode 8 - Bukti
10
Episode 9 - Bunga Surgawi
11
Episode 10 - Tanda
12
Episode 11 - Perayaan
13
Episode 12 - Feng Yue
14
Episode 13 - Bunga Christaldeu
15
Episode 14 - Hutan Liar
16
Episode 15 - Fakta
17
Episode 16 - Naga Legendaris
18
Episode 17 - Pedang Moksha
19
Episode 18 - Sang Penguasa
20
Episode 19 - Berperang (?)
21
Episode 20 - Keputusan
22
Episode 21 - Syarat
23
Episode 22 - Keputusan 2
24
Episode 23 - Jendral Chi
25
Episode 24 - Asal Usul
26
Episode 25 - Rumor
27
Episode 26 - Pernikahan
28
Episode 27 - Malam Pertama
29
Episode 28 - Permaisuri
30
Episode 29 - Membela
31
episode 30 - Merasa Tersakiti
32
Episode 31 - Rencana
33
Episode 32 - Jamuan
34
Episode 33 - Inspektur Pengadilan?
35
Episode 34 - Tuan Hao
36
Episode 35 - Kita tahu!
37
Episode 36 - Berdebar
38
Episode 37 - Menyerah?
39
PENGUMUMAN!!!
40
Episode 38 - Memberikan Dekrit?
41
Episode 39 - Rencana
42
Episode 40 - Rencana 2
43
Episode 41 - Kejujuran Fu Tong
44
Episode 42 - Pendukung
45
Episode 43 - Yanran
46
Episode 44 - Tempat Latihan
47
Episode 44 - Rencana Licik (?)
48
Episode 45 - Terpancing
49
Episode 46 - Kesepakatan
50
Episode 47 - Kemenangan (?)
51
Episode 48 - Ketahuan
52
Episode 49 - Berpindah Tuan(?)
53
Episode 50 - Mimpi ( Fu Tong)
54
Episode 51 - Pelatihan Pertama Fu Tong
55
Episode 52 - Lulus (?)
56
Episode 53 - Ternyata.......
57
Episode 54 - Emosi
58
Episode 55 - Kemenangan Mao (?)
59
Episode 56 - .....
60
Episode 57 - Alam Langit?
61
Episode 58 - ???
62
Episode 59
63
Episode 60
64
Episode 61
65
Episode 62
66
Episode 63
67
Episode 64
68
PENGUMUMAN
69
Episode 65
70
Episode 66
71
Episode 67
72
Episode 68
73
Episode 69
74
Episode 70
75
Episode 71
76
Episode 72
77
Episode 73
78
Episode 74
79
Episode 75
80
Episode 76
81
Episode 77
82
Episode 78
83
Episode 79
84
Episode 80
85
Episode 81
86
Episode 82
87
Episode 83
88
Episode 84
89
Episode 85
90
Episode 86
91
Episode 87
92
Episode 88
93
Episode 89
94
Episode 90
95
Episode 91
96
Episode 92
97
Episode 93
98
Episode 94
99
Episode 95
100
Episode 96
101
Episode 97
102
Episode 98
103
Episode 99
104
Episode 100
105
Episode 101
106
Episode 102
107
Episode 103
108
Episode 104
109
episode 105
110
episode 106
111
Episode 107
112
Episode 108
113
Episode 109
114
episode 110
115
Episode 111
116
Episode 112
117
Episode 113
118
Episode 114
119
Episode 115
120
Episode 116
121
Episode 117 — Kunjungan ke padepokan
122
Episode 118 — keegoisan Xiao Shi
123
Episode 119 - pertarungan tak terhindar kan
124
Episode 120 - Persiapan Perang
125
Episode 121 - Perang
126
Episode 122 - Kesedihan mendalam
127
Episode 123 - Kesedihan Mendalam 2
128
Episode 124 - Menyerahkann Nyawa
129
Episode 125 - Kebingungan
130
Episode 126 - Membaik
131
Episode 127 - Hukuman
132
Episode 128 - Hukuman 2
133
Eps 129 - Belasungkawa Jendral Chi
134
Episode 130 - Tangisan
135
Episode 131 - Berkumpul
136
Episode 132 - Flashback
137
Episode 133 - Rencana
138
Episode 134 - Perintah
139
Episode 135 - Permintaan Terakhir (?)
140
Episode 136 - Pernikahan Ganda
141
Episode 137 - Penyerangan
142
Episode 138 - Perang
143
Episode 139 - Kekalahan
144
Episode 140 - Gejolak Energi
145
Episode 141 - Kemenangan Telak
146
Episode 142 - Berontak?
147
Episode 143 - Bertanggung jawab
148
Episode 144 - Akhir kisah
149
Episode 145 - Akhir Bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!