Episode 17 - Pedang Moksha

" Aku Hewan Spiritualmu sekarang"

" Aku akan melepasmu, kau tidak perlu menjadi hewan ku"

Xiao Shi ingin membebaskan nya, tapi pembebasan ikatan darah antara Tuan dan Hewan nya itu sangat berbahaya. Teng She adalah Naga Legendaris yang sudah lama terbiasa bebas. Akan sangat tidak adil baginya jika nanti harus mengikuti Xiao Shi kemanapun ia pergi. Hewan yang memiliki ikatan tidak akan bisa pergi bebas tanpa izin tuan nya, karna itu Xiao Shi membiarkan nya pergi, tapi entah kenapa Teng She justru tidak ingin dilepaskan begitu saja. Bukankah seharusnya itu bagus untuk dirinya?

" Ini sudah ditakdirkan" uca Teng She, lalu ia merafalkan mantra dan muncul lah sebuah gulungan di tangan nya, dia memberikan gulungan itu pada Xiao Shi.

" Itu adalah gulungan dari langit. Disana tertulis bahwa suatu saat nanti aku harus mengabdikan diriku pada seseorang sebagai tuanku untuk menebus kesalahanku. Hanya saja aku tidak menyangka yang mengalahkanku adalah seorang wanita" ucapnya tidak terima.

" Kau meremehkan nya. Padahal kau bisa saja mati ditangannya tadi" ucap Yuan kesal.

Xiao Shi membaca gulungan itu, selama ini dia tidak yakin adanya keputusan seperti ini, selama ini hanya rumor yang ia terima dari mulut ke mulut, tapi sekarang? lihatlah, dia bahkan membaca gulungan dari langit. Disana tertulis bahwa suatu hari nanti Teng She harus mengabdikan dirinya pada seseorang dan berbakti serta melayani nya dengan sepenuh hati, dengan cara itulah jika Teng She berhasil melakukannya maka ia akan di izinkan kembali untuk pergi ke alam para dewa dan hidup disana. Walaupun sudah membacanya keputusan Xiao Shi tetap tidak akan berubah, ia memberikan gulungan nya kembali pada Teng She.

" Apapun itu aku tidak ingin memaksa, aku akan membiarkanmu terikat denganku sekarang. Tapi jika suatu saat kau merasa tidak nyaman denganku kau bisa mengatakan nya, aku akan membebaskanmu"

Teng She menganggukkan kepalanya setuju.

" Apa kalian sudah selesai berbicara? Kita harus segera mencari--" ucapan Long terhenti karna Teng She menyelanya.

" Kau!!! Kembalikan adikku!" Teng She merebut kelinci yang ada pada gendongan Long.

" Adikmu? Bagaimana seekor Naga memiliki adik seekor Kelinci?" tanya Long keheranan.

" Bukan urusanmu" lalu Teng She mengusap kelinci itu, dan kelinci itu hilang.

"Apa yang membuat kalian datang kemari?" tanya Teng She.

" Kami mencari Bunga Christaldeu"

" Christaldeu? Untuk apa?"

" Bukan urusanmu" ketus Long. Dia seolah membalas apa yang dilakukan oleh Teng She tadi.

" Apa kau mengetahuinya?" tebak Xiao Shi.

" Tentu saja, aku yang menjaga bunga itu" semua orang berbinar mendengar yang dikatakan oleh Teng She.

" Baiklah, ayo kesana" ucap Xiao Shi dan diangguki oleh Teng She.

"ikuti aku"

Perjalanan menuju tempat bunga itu tidak terlalu jauh, Teng She mengatakan bunga itu berada didalam gua tempatnya beristirahat.

Kali ini mereka satu rombongan, tidak ada lagi yang memisahkan diri. Termasuk para pangeran, mereka mengikuti Xiao Shi sekarang dan mengabaikan tujuan berburu mereka.

" Jadi, ini tujuanmu memaksa ikut?" tanya Cheng.

Xiao Shi hanya tersenyum, lalu mengangguk.

" Aku tidak tau apa tujuanmu mencari bunga ini, tapi melihat kejadian tadi aku rasa kau terlalu banyak menyimpan rahasia dari semua orang, bahkan keluargamu sendiri"

" Maafkan aku"

" Tapi kak, walaupun Shi'er kita ini memiliki banyak rahasia bukankah tadi dia sangat hebat? Wahhh aku bahkan iri padanya" Yan meloncat dan merangkul Xiao Shi sambil menepuk nepuk bahunya.

" Hemm, kau benar" Cheng membenarkan.

" Tentu saja, bahkan Kakak Xun mengatakan bahwa Naga itu sangat hebat, tapi dia dikalahkan oleh Shi'er kita. Kau harusnya bangga kak, bukan begitu Kak Xun?"

" Benar, sejauh ini aku tidak pernah mendengar ada yang bisa mengalahkan Naga Legendaris" balas Xun

Sedangkan Teng She hanya mendelik mendengarkan obrolan kakak adik itu.

" Kita sudah sampai"

Sebuah Gua yang sangat besar dan gelap tepat berada didepan mereka. Gua itu terlihat sangat menyeramkan, banyak lumut disekitaran dinding luar Gua. Gua itu terlihat menjijikan. Jangan lupakan lintah lintah besar yang menempel pada dinding gua, itu benar benar terlihat seperti tempat monster. Apakah bunga untuk pengobatan ada ditempat seperti ini? Apakah Teng She mempermainkan mereka? Apakah tujuan sebenarnya adalah untuk memberikan mereka pada lintah lintah itu sebagai makanan?

" Kau tinggal disini?" tanya Yan.

Teng She mengangguk. " Kenapa?"

" ini sangat menjijikan"

" Ini hanya ilusi" Teng She mengibaskan tangan nya dan hal-hal menjijikan yang mereka lihat tadi hilang seketika, berganti pemandangan yang sangat indah.

Gua itu kini terlihat indah, bagian luar Gua dikelilingi oleh kristal-kristal yang sangat indah dan mengkilat. Gua yang gelap itu kini berubah jadi terang ulah kristal yang ada di dinding gua itu. Di dalam gua itu terdapat banyak sekali tanaman-tanaman langka, jika dilihat dari luar gua itu terlihat kecil, tapi saat kau memasuki nya ternyata itu sangatlah luas. Semua orang takjub melihatnya, ini seperti surganya tanaman. tidak ada lagi rasa curiga sekarang, ternyata ilusi ini digunakan agar tidak ada yg mencoba melakukan hal jahat pada tanaman yang ada. tanaman-tanaman itu harus dilestarikan dan dijaga agar tidak punah karna ulah dari manusia manusia serakah, upaya Teng She menjaganya berhasil, sejauh ini tidak pernah ada orang yg berhasil masuk jika bukan karna ajakan nya. Mereka yang datang atau bahkan sekedar lewat terlalu takut menghadapi lintah lintah besar tadi, tentu saja mereka yang lewat akan memikirkan hewan menyeramkan apa yg ada didalam jika luarnya saja sudah seperti itu.

Long berjalan sangat cepat, dia terus menerus mencium bunga-bunga yang ada, dia kegirangan melihat ini, banyak sekali tanaman langka yang dia sudah cari sejak lama.

" Bolehkah aku membawa dua dari setiap tumbuhan ini? Aku ingin—"

" Tidak."

Belum sempat Long menyelesaikan kata-katanya, Teng She sudah memotongnya. Hal ini membuat cahaya dari wajah Long meredup.

" Itu Bunga yang kalian cari" tunjuk Teng She ke arah bunga berwarna putih dengan inti bunga yang berwarna merah.

" Apa itu bunganya Long?" tanya Xiao Shi.

" Benar"

" Ambil seperlumu" Teng She meninggalkan rombongan itu dan beralih ke tampat beristirahatnya, diatas batu. Dia merebahkan tubuhnya dan memejamkan matanya.

Disaat yang lain melihat lihat tanaman dan menghirup baunya, Xiao Shi justru merasa ada yang memanggilnya.

'Xiao Shi'

'Xiao Shi, kemarilah'

'Xiao Shi aku disini, mendekatlah padaku'

Xiao Shi mencari kesana kemari, dilihatnya orang-orang yang bersamanya tidak ada yang memanggilnya atau sedang melihat ke arahnya, mereka semua sibuk dengan aktifitas masing-masing. Suara itu menggema ditelinga Xiao Shi, lalu pandangan nya tertuju pada sebuah batu yang berdiri tegak. Dilihatnya batu itu, dan benar saja, suara tadi berasal dari batu itu.

Entah dorongan darimana tapi Xiao Shi berjalan mendekati batu yang memanggilnya, dia tidak bisa mengontrol tubuhnya sendiri, semakin dia mendekat, suara itu semakin keras dan berdengung ditelinganya.

'Benar, mendekatlah padaku'

Teng She yang sempat tertidur mendengar suara itu.

Gawat, itu suaranya.

" Jangan mendekatinya!!!" Teng She bangun dari tempatnya dan berteriak pada Xiao Shi. Teriakan nya mampu menyita perhatian semua orang, Teng She mencoba berlari ke arah Xiao Shi untuk mebgahdang nya, tapi seperti ada dinding yang menghalanginya, dia tidak bisa mendekati Xiao Shi.

Seperti terhipnotis, Xiao Shi berjalan semakin dekat. Melihat itu Teng She mendekati orang-orang dan berdiri tepat didepan bunga-bunga. Dia merafalkan mantra dan menjulurkan tangan nya membuat perisai untuk melindungi mereka semua.

" Bantu aku. Keluarkan perisai kalian atau kita akan meledak disini"

" Apa yang terjadi?!!" tanya Cheng panik.

" Ini bukan waktunya menjelaskan, ayo bantu aku!"

Mendengar itu mereka semua langsung mendekat dan membuat perisai mereka lalu menyatukan nya. Walaupun tidak tau apa yang terjadi tapi mereka tetap mengikuti apa yang dikatakan oleh Teng She.

" Sekarang katakan! Apa yang terjadi?!!" seru Cheng. Dia sangat khawatir dan dia merasa harus tau apa yang terjadi, adiknya berjalan begitu saja ke arah ujung dari Gua itu, dan Teng She justru malah disini bersama mereka.

" Adikmu akan mendekati batu itu, jika dia berhasil, batu itu akan meledak"

" Meledak? Lalu kenapa kita tidak melindunginya juga?" tanya Yan

" Ledakan itu tidak akan berpengaruh untuk adikmu, tapi itu akan berpengaruh untuk sekitarnya"

" Sebenarnya batu apa itu? Kenapa sebuah batu bisa meledakan sesuatu?" tanya Yuan.

" Itu bukan batu. Itu adalah sebuah pedang yang diturunkan dari langit dan berubah menjadi batu" jelas Teng She.

" Pedang Mokhsa" gumam Xun.

" Kau benar, itu adalah Pedang Moksha" ucap Teng She membenarkan.

Xiao Shi sudah sampai tepat didepan batu tadi, dia menyentuh batu itu, menggenggamnya, lalu menariknya. Sedikit demi sedikit batu itu mulai retak, semakin retak, Xiao Shi semakin menariknya dengan sekuat tenaga, lalu batu itu meledak dan hancur. Ledakan itu sangat besar, mengguncang seluruh bumi dan langit, bahkan Long dan yang lainnya hampir kehilangan keseimbangan mereka, guncangan itu terjadi cukup lama. Membuat mereka harus mengeluarkan tenaga lebih untuk mempertahankan perisainya.

Setelah guncangan itu selesai, muncul cahaya yang sangat menyilaukan. Long, Yuan, Teng She dan yang lainnya menghentikan perisai mereka dan menyilangkan kedua tangan didepan wajahnya.

Itu adalah Xiao Shi.

Dia diselimuti cahaya, dengan satu mata berwarna silver dan satunya berwarna emas, juga terdapat tanda bunga dikeningnya. Dia memakai baju berwarna hitam dengan corak yang indah berwarna emas, disertai dengan pedang indah pada genggaman nya. Ditambah dengan rambutnya yang berterbangan tertiup angin. Sangat menawan. Wajahnya tidak tertutupi cadar dan topi nya, membuatnya terlihat sangat sempurna.

Semua orang mengagumi keindahan yang ada didepan mereka, kecantikan yang sempurna. Lalu tak lama cahaya itu mulai meredup, pedang itu juga mulai menghilang dan berubah menjadi cahaya berwarna putih, lalu masuk kedalam tubuh Xiao Shi. Disaat bersamaan, Xiao Shi jatuh ketanah. Pakaian nya kembali seperti sebelumnya, termasuk cadarnya. Mata nya kembali normal, tanda bunga nya juga hilang. Dia benar-benar kembali seperti sebelumnya.

"Xiao Shi!!" seru Cheng, Yan, dan Xun serempak.

Semua orang menghampiri Xiao Shi yang terjatuh ditanah, sedangkan Teng She mematung ditempatnya.

Wajah itu, wajah itu seperti tidak asing. Aku seperti mengenalnya, kenapa ada getaran aneh dalam diriku. Pedang itu, pedang itu tidak bisa dimiliki sembarang orang, hanya satu orang yang bisa memilikinya. Tapi siapa, kenapa aku seakan melupakan semuanya. Apa yang terjadi? Siapa wanita ini sebenarnya? Kenapa pedang itu memanggilnya? Kenapa wajahnya terasa sangat akrab denganku.

|

|

|

|

|

bersambung.....

Terpopuler

Comments

Lismawati

Lismawati

ceritanya sangat bagus ,aku bener" menyukai ceritamu thor 👍👍👍💪💪💪❤️

2025-03-30

1

Mursidahamien

Mursidahamien

suka Thor, ceritanya bagus

2024-12-26

0

Nf@. Conan 😎

Nf@. Conan 😎

👍👍👍

2024-02-20

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 — Tugas
2 Episode 2 — Akhir Kisah
3 Episode 3 — Kerajaan Wang
4 Episode 4 — Transmigrasi
5 Episode 5 — Keluarga
6 Episode 6 — Kutukan (?)
7 NOTES
8 Episode 7 — Penolakan
9 Episode 8 - Bukti
10 Episode 9 - Bunga Surgawi
11 Episode 10 - Tanda
12 Episode 11 - Perayaan
13 Episode 12 - Feng Yue
14 Episode 13 - Bunga Christaldeu
15 Episode 14 - Hutan Liar
16 Episode 15 - Fakta
17 Episode 16 - Naga Legendaris
18 Episode 17 - Pedang Moksha
19 Episode 18 - Sang Penguasa
20 Episode 19 - Berperang (?)
21 Episode 20 - Keputusan
22 Episode 21 - Syarat
23 Episode 22 - Keputusan 2
24 Episode 23 - Jendral Chi
25 Episode 24 - Asal Usul
26 Episode 25 - Rumor
27 Episode 26 - Pernikahan
28 Episode 27 - Malam Pertama
29 Episode 28 - Permaisuri
30 Episode 29 - Membela
31 episode 30 - Merasa Tersakiti
32 Episode 31 - Rencana
33 Episode 32 - Jamuan
34 Episode 33 - Inspektur Pengadilan?
35 Episode 34 - Tuan Hao
36 Episode 35 - Kita tahu!
37 Episode 36 - Berdebar
38 Episode 37 - Menyerah?
39 PENGUMUMAN!!!
40 Episode 38 - Memberikan Dekrit?
41 Episode 39 - Rencana
42 Episode 40 - Rencana 2
43 Episode 41 - Kejujuran Fu Tong
44 Episode 42 - Pendukung
45 Episode 43 - Yanran
46 Episode 44 - Tempat Latihan
47 Episode 44 - Rencana Licik (?)
48 Episode 45 - Terpancing
49 Episode 46 - Kesepakatan
50 Episode 47 - Kemenangan (?)
51 Episode 48 - Ketahuan
52 Episode 49 - Berpindah Tuan(?)
53 Episode 50 - Mimpi ( Fu Tong)
54 Episode 51 - Pelatihan Pertama Fu Tong
55 Episode 52 - Lulus (?)
56 Episode 53 - Ternyata.......
57 Episode 54 - Emosi
58 Episode 55 - Kemenangan Mao (?)
59 Episode 56 - .....
60 Episode 57 - Alam Langit?
61 Episode 58 - ???
62 Episode 59
63 Episode 60
64 Episode 61
65 Episode 62
66 Episode 63
67 Episode 64
68 PENGUMUMAN
69 Episode 65
70 Episode 66
71 Episode 67
72 Episode 68
73 Episode 69
74 Episode 70
75 Episode 71
76 Episode 72
77 Episode 73
78 Episode 74
79 Episode 75
80 Episode 76
81 Episode 77
82 Episode 78
83 Episode 79
84 Episode 80
85 Episode 81
86 Episode 82
87 Episode 83
88 Episode 84
89 Episode 85
90 Episode 86
91 Episode 87
92 Episode 88
93 Episode 89
94 Episode 90
95 Episode 91
96 Episode 92
97 Episode 93
98 Episode 94
99 Episode 95
100 Episode 96
101 Episode 97
102 Episode 98
103 Episode 99
104 Episode 100
105 Episode 101
106 Episode 102
107 Episode 103
108 Episode 104
109 episode 105
110 episode 106
111 Episode 107
112 Episode 108
113 Episode 109
114 episode 110
115 Episode 111
116 Episode 112
117 Episode 113
118 Episode 114
119 Episode 115
120 Episode 116
121 Episode 117 — Kunjungan ke padepokan
122 Episode 118 — keegoisan Xiao Shi
123 Episode 119 - pertarungan tak terhindar kan
124 Episode 120 - Persiapan Perang
125 Episode 121 - Perang
126 Episode 122 - Kesedihan mendalam
127 Episode 123 - Kesedihan Mendalam 2
128 Episode 124 - Menyerahkann Nyawa
129 Episode 125 - Kebingungan
130 Episode 126 - Membaik
131 Episode 127 - Hukuman
132 Episode 128 - Hukuman 2
133 Eps 129 - Belasungkawa Jendral Chi
134 Episode 130 - Tangisan
135 Episode 131 - Berkumpul
136 Episode 132 - Flashback
137 Episode 133 - Rencana
138 Episode 134 - Perintah
139 Episode 135 - Permintaan Terakhir (?)
140 Episode 136 - Pernikahan Ganda
141 Episode 137 - Penyerangan
142 Episode 138 - Perang
143 Episode 139 - Kekalahan
144 Episode 140 - Gejolak Energi
145 Episode 141 - Kemenangan Telak
146 Episode 142 - Berontak?
147 Episode 143 - Bertanggung jawab
148 Episode 144 - Akhir kisah
149 Episode 145 - Akhir Bahagia
Episodes

Updated 149 Episodes

1
Episode 1 — Tugas
2
Episode 2 — Akhir Kisah
3
Episode 3 — Kerajaan Wang
4
Episode 4 — Transmigrasi
5
Episode 5 — Keluarga
6
Episode 6 — Kutukan (?)
7
NOTES
8
Episode 7 — Penolakan
9
Episode 8 - Bukti
10
Episode 9 - Bunga Surgawi
11
Episode 10 - Tanda
12
Episode 11 - Perayaan
13
Episode 12 - Feng Yue
14
Episode 13 - Bunga Christaldeu
15
Episode 14 - Hutan Liar
16
Episode 15 - Fakta
17
Episode 16 - Naga Legendaris
18
Episode 17 - Pedang Moksha
19
Episode 18 - Sang Penguasa
20
Episode 19 - Berperang (?)
21
Episode 20 - Keputusan
22
Episode 21 - Syarat
23
Episode 22 - Keputusan 2
24
Episode 23 - Jendral Chi
25
Episode 24 - Asal Usul
26
Episode 25 - Rumor
27
Episode 26 - Pernikahan
28
Episode 27 - Malam Pertama
29
Episode 28 - Permaisuri
30
Episode 29 - Membela
31
episode 30 - Merasa Tersakiti
32
Episode 31 - Rencana
33
Episode 32 - Jamuan
34
Episode 33 - Inspektur Pengadilan?
35
Episode 34 - Tuan Hao
36
Episode 35 - Kita tahu!
37
Episode 36 - Berdebar
38
Episode 37 - Menyerah?
39
PENGUMUMAN!!!
40
Episode 38 - Memberikan Dekrit?
41
Episode 39 - Rencana
42
Episode 40 - Rencana 2
43
Episode 41 - Kejujuran Fu Tong
44
Episode 42 - Pendukung
45
Episode 43 - Yanran
46
Episode 44 - Tempat Latihan
47
Episode 44 - Rencana Licik (?)
48
Episode 45 - Terpancing
49
Episode 46 - Kesepakatan
50
Episode 47 - Kemenangan (?)
51
Episode 48 - Ketahuan
52
Episode 49 - Berpindah Tuan(?)
53
Episode 50 - Mimpi ( Fu Tong)
54
Episode 51 - Pelatihan Pertama Fu Tong
55
Episode 52 - Lulus (?)
56
Episode 53 - Ternyata.......
57
Episode 54 - Emosi
58
Episode 55 - Kemenangan Mao (?)
59
Episode 56 - .....
60
Episode 57 - Alam Langit?
61
Episode 58 - ???
62
Episode 59
63
Episode 60
64
Episode 61
65
Episode 62
66
Episode 63
67
Episode 64
68
PENGUMUMAN
69
Episode 65
70
Episode 66
71
Episode 67
72
Episode 68
73
Episode 69
74
Episode 70
75
Episode 71
76
Episode 72
77
Episode 73
78
Episode 74
79
Episode 75
80
Episode 76
81
Episode 77
82
Episode 78
83
Episode 79
84
Episode 80
85
Episode 81
86
Episode 82
87
Episode 83
88
Episode 84
89
Episode 85
90
Episode 86
91
Episode 87
92
Episode 88
93
Episode 89
94
Episode 90
95
Episode 91
96
Episode 92
97
Episode 93
98
Episode 94
99
Episode 95
100
Episode 96
101
Episode 97
102
Episode 98
103
Episode 99
104
Episode 100
105
Episode 101
106
Episode 102
107
Episode 103
108
Episode 104
109
episode 105
110
episode 106
111
Episode 107
112
Episode 108
113
Episode 109
114
episode 110
115
Episode 111
116
Episode 112
117
Episode 113
118
Episode 114
119
Episode 115
120
Episode 116
121
Episode 117 — Kunjungan ke padepokan
122
Episode 118 — keegoisan Xiao Shi
123
Episode 119 - pertarungan tak terhindar kan
124
Episode 120 - Persiapan Perang
125
Episode 121 - Perang
126
Episode 122 - Kesedihan mendalam
127
Episode 123 - Kesedihan Mendalam 2
128
Episode 124 - Menyerahkann Nyawa
129
Episode 125 - Kebingungan
130
Episode 126 - Membaik
131
Episode 127 - Hukuman
132
Episode 128 - Hukuman 2
133
Eps 129 - Belasungkawa Jendral Chi
134
Episode 130 - Tangisan
135
Episode 131 - Berkumpul
136
Episode 132 - Flashback
137
Episode 133 - Rencana
138
Episode 134 - Perintah
139
Episode 135 - Permintaan Terakhir (?)
140
Episode 136 - Pernikahan Ganda
141
Episode 137 - Penyerangan
142
Episode 138 - Perang
143
Episode 139 - Kekalahan
144
Episode 140 - Gejolak Energi
145
Episode 141 - Kemenangan Telak
146
Episode 142 - Berontak?
147
Episode 143 - Bertanggung jawab
148
Episode 144 - Akhir kisah
149
Episode 145 - Akhir Bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!