Episode 15 - Fakta

Malam ini terasa sangat dingin, semua orang mengelilingi api unggun yang sudah mereka buat sebelumnya. Sejak kejadian tadi sore, tidak ada yang berbicara kepada Xiao Shi, kecuali Yuan. Seperti ada dinding yang terbangun antara mereka kini.

" Sejak kapan kau bisa berkelahi?" Cheng membuka pembicaraan, dia tidak melihat ke arah siapapun, hanya sibuk menggosok-gosok tangan nya didepan api unggun.

" Sudah lama" jawab Xiao Shi datar.

" Siapa yang mengajarimu?" Cheng kembali bertanya.

" Aku mempelajarinya sendiri" jawaban Xiao Shi mampu membuat Cheng menatapnya dengan tajam.

" Tidak kah kau berpikir bagaimana jika kau mengalami kesalahan? Bagaimana jika kau terluka? Apa kau berniat membuat Ibu kembali sedih dengan tingkah sembronomu itu?!!" dia sudah tak bisa menahan kesabaran nya. Xun berusaha menenangkan kakak nya, sedangkan Yan semakin mengenggam erat tangan Xiao Shi.

Yan tau yang dilakukan adiknya itu berbahaya, tapi sudah cukup kakak tertuanya memarahi adiknya. Dia tidak akan ikut memarahinya.

" Lalu? Apakah aku hanya boleh diam? Apakah wanita bangsawan tidak boleh memiliki ilmu seperti itu? Apakah yang bisa aku lakukan hanyalah meminum teh, membaca buku, menyulam, dan mengurus tanaman? Apakah hanya itu? Aku melakukan nya untuk melindungi diriku sendiri!!! Apakah itu merepotkanmu? Wanita biasa diluar sana bahkan bisa melakukan banyak hal. Kenapa aku tidak?!!" ucap Xiao Shi menggebu-gebu. Dia ikut tersulut emosi.

" Kau seharusnya tau posisimu! Kau seorang Putri! Kau seharusnya meniru kakakmu Xiao Shi!! Dia seorang Putri yang menjadi contoh untuk kerajaan lainnya, dan kau?!!"

" Kakak? Haha, ya. Mungkin dia adalah contoh bagi yang lainnya, tapi apakah dia adalah kakak yang baik?! Bahkan semenjak kedatanganku kembali, apakah dia pernah berkunjung kesini? Sebegitu sibuk nya kah dia hingga tidak ingin mengunjungi adiknya?!! Dan sekarang kau mengatakan aku harus meniru kakak ku? Maafkan aku Putra Mahkota Cheng, tapi aku tidak akan meniru siapapun. Aku adalah aku, bukan orang lain"

Apa yang dikatakannya memang benar, Putri Jian Qin, Putri pertama kerajaan Wang yang juga kaka dari Xiao Shi memang tidak pernah memunculkan batang hidungnya sejak awal dia datang kedunia ini. Entah apa yang terjadi tapi baik dari pihak ayahnya atau dari pihak kakak nya, tidak pernah ada yang berinisiatif untuk berkunjung terlebih dahulu.

" Adik, hentikan!! Apa yang kau lakukan??!" Yan mencoba menyadarkan Xiao Shi yang terlihat sangat emosi. Bagaimana pun juga, Yan tidak ingin hubungan keluarga mereka menjadi renggang.

" Apa?! Apa kau juga setuju agar aku bisa mencontoh kakak ku? Kau ingin aku mencontoh Putri Jian Qin, Pangeran Yan?"

"Xiao Shi!!"

" Ya. Katakan apapun sesuai keinginan kalian. Tapi aku tidak akan tunduk dibawah pria! Putri Jian Qin tidak mengunjungiku karena dia tidak ingin jauh dari suaminya. Dan suaminya tidak ingin meninggalkan tahtanya. Hahaha, kalian ingin aku seperti itu? Tunduk karena dibutakan oleh cinta? Katakan!! Kalian ingin aku seperti itu?!!! Maka jika nanti aku menikah aku tidak akan pernah bertemu kalian lagi! Karna itulah yang kakak ku lakukan!" suaranya gemetar, air matanya tak bisa lagi dibendung. Xiao Shi menangis.

Bagai tersambar petir, Cheng, Yan,dan Xun merasa sakit ketika melihat Xiao Shi menangis.Dadanya terasa sesak. Ini pertama kalinya mereka melihat air mata Xiao Shi. Apa yang dikatakan Xiao Shi memang benar, tidak seharusnya mereka mengatakan seperti itu padanya. Jika Jian Qin adalah contoh Putri yang anggun, elegant dan terhormat. Maka Xiao Shi adalah contoh seorang Putri yang pemberani dan tak memiliki rasa takut pada kejahatan. Ya, itu benar, mereka berdua berbeda. Bodohnya mereka baru menyadari ini ketika Xiao Shi sudah menangis.

Cheng langsung menghampiri Xiao Shi dan memeluknya seraya menenangkan. Xiao Shi sempat menjauh dan menepis lengannya, tapi Cheng tidak menyerah, dia terus mendekat dan menarik Xiao Shi kedalam pelukannya.

" Maafkan aku, aku tidak bisa menjadi kakak yang baik untukmu" ucap Cheng sambil mengelus rambut Xiao Shi dengan lembut.

Mendapatkan perlakuan seperti itu, Xiao Shi membalas pelukan Cheng tak kalah eratnya. Malam yang dingin itu terasa menjadi hangat dengan adanya adik kaka yang saling berpelukan dan menyayangi satu sama lain.

Setidaknya, terasa sedikit lebih hangat.

*^*

" Apa yang akan kau lakukan? Kau tidak boleh berpisah dari kami" hari sudah berganti menjadi pagi, sesuai rencana mereka akan mulai menelusuri hutan ini untuk berburu.

" Ayolah Kak! Aku akan pergi dengan Long, Feng Yue dan juga Yuan. Aku juga akan membawa sebagian pengawal bersamaku. Ya ya ya?" bujuknya dengan memasang wajah yang sangat imut. Dan tidak lupa dengan puppy eyes nya.

Sudah cukup lama mereka berdebat soal ini, jika dipikir-pikir ini hanya membuang waktu, hari sudah hampir siang dan mereka masih berdebat disini. Tidak ada pilihan lain selain mengijinkan nya, Cheng juga akan meminta prajurit nya untuk berpindah sebagian mengikuti Xiao Shi.

" Hufttt, baiklah. Hati-hati, dan kembali kesini sebelum matahari terbenam."

" Siap, kapten!!"

Akhirnya rombongan terbagi menjadi dua bagian. Rombongan pertama adalah rombongan para pangeran, dan rombongan kedua adalah rombongan Xiao Shi.

" Jadi Long, dimana habitat tanaman itu?" Tanya Xiao Shi.

" Jika pengetahuanku benar, seharusnya ada wilayah yang tidak tersinari oleh matahari disebelah barat hutan ini. Tanaman itu tumbuh disana" jelas Long sambil melihat catatan bukunya.

" Baiklah, ayo kesana"

Mereka memulai perjalanan mereka menuju barat. Benar apa yang dikatakan oleh Long, semakin mereka melangkah lebih jauh menuju barat, suasana disana sangat dingin dan berkabut. Tidak ada cahaya matahari yang berhasil masuk kesana.

" Kau yakin ini benar Long?" tanya Yuan memastikan.

" Iya, ini benar"

Bahkan mereka harus sangat berhati-hati, jalan nya sangat berkabut dan tertutup rapat oleh pohon-pohon yang lebat.

" Kau takut?" tanya Feng Yue pada Yuan.

" Tidak. Siapa bilang aku takut" entah apa yang salah dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh Feng Yue. Tapi hal itu mampu membuat pipi Yuan terasa memanas.

" Pipimu memerah, apa kau kedinginan Nona?"

" Tidak, tidak sama sekali. Sudah aku katakan, cukup panggil aku Yuan."

" Baiklah"

Mereka kembali melanjutkan perjalanan mereka dan semakin masuk kedalam kabut yang sangat tebal.

" Kau tau Yuan? Sekarang aku menyadari rumor mengenai Putri kita buruk rupa itu tidak benar" ucap Long mencoba membuat suasana hangat. Sejujurnya dia melakukan itu agar dia merasa tenang, jantungnya berdetak sangat kencang saat ini. Dia takut.

" Lalu apa urusan nya jika aku buruk rupa ataupun tidak?" tanya Xiao Shi sambil mengibas-ngibaskan tangan nya untuk menyingkirkan kabut yang menghalanginya.

" Seharusnya mereka mengetahui ini. Terutama selir dan anaknya, mereka sangat terlihat ingin menyingkirkan mu"

" Biarkan mereka Long. Aku tidak peduli apa yang mereka lakukan. Selama mereka tidak mengusikku, mereka aman" jelas Xiao Shi.

" Kau benar. Tapi tunggu, aku jadi teringat sesuatu"

" Ada apa?" tengok Xiao Shi ke arah Long.

" Aku merasa aku melihat Yuan berkelahi dengan bandit kemarin. Apa dia belajar diam-diam saat melihat Putri berlatih?" tanya Long menyelidik.

Seorang pelayan wanita (dayang) tidak diperkenankan memiliki ilmu bela diri yang tinggi. Ilmu pengetahuan nya lah yang harus tinggi agar dia bisa melayani anggota kerajaan dengan baik. Jika memiliki ilmu bela diri maka akan dicurigai sebagai mata-mata atau bahkan seseorang yang memiliki niat jahat. Hal ini sangat dilarang. Tapi kenapa Yuan memiliki nya?Apakah dia......

" Tidak Long, aku yang mengajarinya"

" APAAA?!!!!!" Long terkejut dengan jawaban yg ia dengar. Saat hendak melanjutkan obrolan, Xiao Shi tiba-tiba menghentikan langkahnya dan meminta semua orang untuk diam.

KRSEEK!! KRESEEKK!!

Terdengar suara dari semak-semak, suara itu seolah mendekati mereka. Semua mengambil posisi siaga, berjaga-jaga mungkin saja ada binatang buas mendekati mereka.

Suara itu semakin keras dan semakin mendekat....

Semakin dekat...

Sangat dekat..

Dan keluarlah seekor hewan dari semak-semak itu yang membuat semua orang terkejut.

|

|

|

bersambung.....

Terpopuler

Comments

Arya Al-Qomari@AJK

Arya Al-Qomari@AJK

oh ternyata kakak shi'er yg perempuan sudah menikah toh. dari tadi bertanya² "kemana anak perempuan raja yg satunya lagi"

2025-03-05

1

Dewi Ansyari

Dewi Ansyari

Jadi penasaran hewan apakah yg keluar dari semak2 thorr🤔

2023-10-31

0

Rieanty

Rieanty

harus nya bangga punya pelayan bisa beladiri
kebanyakan curiga sih

2022-06-06

4

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 — Tugas
2 Episode 2 — Akhir Kisah
3 Episode 3 — Kerajaan Wang
4 Episode 4 — Transmigrasi
5 Episode 5 — Keluarga
6 Episode 6 — Kutukan (?)
7 NOTES
8 Episode 7 — Penolakan
9 Episode 8 - Bukti
10 Episode 9 - Bunga Surgawi
11 Episode 10 - Tanda
12 Episode 11 - Perayaan
13 Episode 12 - Feng Yue
14 Episode 13 - Bunga Christaldeu
15 Episode 14 - Hutan Liar
16 Episode 15 - Fakta
17 Episode 16 - Naga Legendaris
18 Episode 17 - Pedang Moksha
19 Episode 18 - Sang Penguasa
20 Episode 19 - Berperang (?)
21 Episode 20 - Keputusan
22 Episode 21 - Syarat
23 Episode 22 - Keputusan 2
24 Episode 23 - Jendral Chi
25 Episode 24 - Asal Usul
26 Episode 25 - Rumor
27 Episode 26 - Pernikahan
28 Episode 27 - Malam Pertama
29 Episode 28 - Permaisuri
30 Episode 29 - Membela
31 episode 30 - Merasa Tersakiti
32 Episode 31 - Rencana
33 Episode 32 - Jamuan
34 Episode 33 - Inspektur Pengadilan?
35 Episode 34 - Tuan Hao
36 Episode 35 - Kita tahu!
37 Episode 36 - Berdebar
38 Episode 37 - Menyerah?
39 PENGUMUMAN!!!
40 Episode 38 - Memberikan Dekrit?
41 Episode 39 - Rencana
42 Episode 40 - Rencana 2
43 Episode 41 - Kejujuran Fu Tong
44 Episode 42 - Pendukung
45 Episode 43 - Yanran
46 Episode 44 - Tempat Latihan
47 Episode 44 - Rencana Licik (?)
48 Episode 45 - Terpancing
49 Episode 46 - Kesepakatan
50 Episode 47 - Kemenangan (?)
51 Episode 48 - Ketahuan
52 Episode 49 - Berpindah Tuan(?)
53 Episode 50 - Mimpi ( Fu Tong)
54 Episode 51 - Pelatihan Pertama Fu Tong
55 Episode 52 - Lulus (?)
56 Episode 53 - Ternyata.......
57 Episode 54 - Emosi
58 Episode 55 - Kemenangan Mao (?)
59 Episode 56 - .....
60 Episode 57 - Alam Langit?
61 Episode 58 - ???
62 Episode 59
63 Episode 60
64 Episode 61
65 Episode 62
66 Episode 63
67 Episode 64
68 PENGUMUMAN
69 Episode 65
70 Episode 66
71 Episode 67
72 Episode 68
73 Episode 69
74 Episode 70
75 Episode 71
76 Episode 72
77 Episode 73
78 Episode 74
79 Episode 75
80 Episode 76
81 Episode 77
82 Episode 78
83 Episode 79
84 Episode 80
85 Episode 81
86 Episode 82
87 Episode 83
88 Episode 84
89 Episode 85
90 Episode 86
91 Episode 87
92 Episode 88
93 Episode 89
94 Episode 90
95 Episode 91
96 Episode 92
97 Episode 93
98 Episode 94
99 Episode 95
100 Episode 96
101 Episode 97
102 Episode 98
103 Episode 99
104 Episode 100
105 Episode 101
106 Episode 102
107 Episode 103
108 Episode 104
109 episode 105
110 episode 106
111 Episode 107
112 Episode 108
113 Episode 109
114 episode 110
115 Episode 111
116 Episode 112
117 Episode 113
118 Episode 114
119 Episode 115
120 Episode 116
121 Episode 117 — Kunjungan ke padepokan
122 Episode 118 — keegoisan Xiao Shi
123 Episode 119 - pertarungan tak terhindar kan
124 Episode 120 - Persiapan Perang
125 Episode 121 - Perang
126 Episode 122 - Kesedihan mendalam
127 Episode 123 - Kesedihan Mendalam 2
128 Episode 124 - Menyerahkann Nyawa
129 Episode 125 - Kebingungan
130 Episode 126 - Membaik
131 Episode 127 - Hukuman
132 Episode 128 - Hukuman 2
133 Eps 129 - Belasungkawa Jendral Chi
134 Episode 130 - Tangisan
135 Episode 131 - Berkumpul
136 Episode 132 - Flashback
137 Episode 133 - Rencana
138 Episode 134 - Perintah
139 Episode 135 - Permintaan Terakhir (?)
140 Episode 136 - Pernikahan Ganda
141 Episode 137 - Penyerangan
142 Episode 138 - Perang
143 Episode 139 - Kekalahan
144 Episode 140 - Gejolak Energi
145 Episode 141 - Kemenangan Telak
146 Episode 142 - Berontak?
147 Episode 143 - Bertanggung jawab
148 Episode 144 - Akhir kisah
149 Episode 145 - Akhir Bahagia
Episodes

Updated 149 Episodes

1
Episode 1 — Tugas
2
Episode 2 — Akhir Kisah
3
Episode 3 — Kerajaan Wang
4
Episode 4 — Transmigrasi
5
Episode 5 — Keluarga
6
Episode 6 — Kutukan (?)
7
NOTES
8
Episode 7 — Penolakan
9
Episode 8 - Bukti
10
Episode 9 - Bunga Surgawi
11
Episode 10 - Tanda
12
Episode 11 - Perayaan
13
Episode 12 - Feng Yue
14
Episode 13 - Bunga Christaldeu
15
Episode 14 - Hutan Liar
16
Episode 15 - Fakta
17
Episode 16 - Naga Legendaris
18
Episode 17 - Pedang Moksha
19
Episode 18 - Sang Penguasa
20
Episode 19 - Berperang (?)
21
Episode 20 - Keputusan
22
Episode 21 - Syarat
23
Episode 22 - Keputusan 2
24
Episode 23 - Jendral Chi
25
Episode 24 - Asal Usul
26
Episode 25 - Rumor
27
Episode 26 - Pernikahan
28
Episode 27 - Malam Pertama
29
Episode 28 - Permaisuri
30
Episode 29 - Membela
31
episode 30 - Merasa Tersakiti
32
Episode 31 - Rencana
33
Episode 32 - Jamuan
34
Episode 33 - Inspektur Pengadilan?
35
Episode 34 - Tuan Hao
36
Episode 35 - Kita tahu!
37
Episode 36 - Berdebar
38
Episode 37 - Menyerah?
39
PENGUMUMAN!!!
40
Episode 38 - Memberikan Dekrit?
41
Episode 39 - Rencana
42
Episode 40 - Rencana 2
43
Episode 41 - Kejujuran Fu Tong
44
Episode 42 - Pendukung
45
Episode 43 - Yanran
46
Episode 44 - Tempat Latihan
47
Episode 44 - Rencana Licik (?)
48
Episode 45 - Terpancing
49
Episode 46 - Kesepakatan
50
Episode 47 - Kemenangan (?)
51
Episode 48 - Ketahuan
52
Episode 49 - Berpindah Tuan(?)
53
Episode 50 - Mimpi ( Fu Tong)
54
Episode 51 - Pelatihan Pertama Fu Tong
55
Episode 52 - Lulus (?)
56
Episode 53 - Ternyata.......
57
Episode 54 - Emosi
58
Episode 55 - Kemenangan Mao (?)
59
Episode 56 - .....
60
Episode 57 - Alam Langit?
61
Episode 58 - ???
62
Episode 59
63
Episode 60
64
Episode 61
65
Episode 62
66
Episode 63
67
Episode 64
68
PENGUMUMAN
69
Episode 65
70
Episode 66
71
Episode 67
72
Episode 68
73
Episode 69
74
Episode 70
75
Episode 71
76
Episode 72
77
Episode 73
78
Episode 74
79
Episode 75
80
Episode 76
81
Episode 77
82
Episode 78
83
Episode 79
84
Episode 80
85
Episode 81
86
Episode 82
87
Episode 83
88
Episode 84
89
Episode 85
90
Episode 86
91
Episode 87
92
Episode 88
93
Episode 89
94
Episode 90
95
Episode 91
96
Episode 92
97
Episode 93
98
Episode 94
99
Episode 95
100
Episode 96
101
Episode 97
102
Episode 98
103
Episode 99
104
Episode 100
105
Episode 101
106
Episode 102
107
Episode 103
108
Episode 104
109
episode 105
110
episode 106
111
Episode 107
112
Episode 108
113
Episode 109
114
episode 110
115
Episode 111
116
Episode 112
117
Episode 113
118
Episode 114
119
Episode 115
120
Episode 116
121
Episode 117 — Kunjungan ke padepokan
122
Episode 118 — keegoisan Xiao Shi
123
Episode 119 - pertarungan tak terhindar kan
124
Episode 120 - Persiapan Perang
125
Episode 121 - Perang
126
Episode 122 - Kesedihan mendalam
127
Episode 123 - Kesedihan Mendalam 2
128
Episode 124 - Menyerahkann Nyawa
129
Episode 125 - Kebingungan
130
Episode 126 - Membaik
131
Episode 127 - Hukuman
132
Episode 128 - Hukuman 2
133
Eps 129 - Belasungkawa Jendral Chi
134
Episode 130 - Tangisan
135
Episode 131 - Berkumpul
136
Episode 132 - Flashback
137
Episode 133 - Rencana
138
Episode 134 - Perintah
139
Episode 135 - Permintaan Terakhir (?)
140
Episode 136 - Pernikahan Ganda
141
Episode 137 - Penyerangan
142
Episode 138 - Perang
143
Episode 139 - Kekalahan
144
Episode 140 - Gejolak Energi
145
Episode 141 - Kemenangan Telak
146
Episode 142 - Berontak?
147
Episode 143 - Bertanggung jawab
148
Episode 144 - Akhir kisah
149
Episode 145 - Akhir Bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!