Episode 7 — Penolakan

Seorang gadis menggunakan hanfu berwarna maroon polos dengan rambut yang setengah digerai, terlihat sangat cantik namun juga sangat sederhana.

Ini adalah permintaan Xiao Shi, dia tidak ingin terlalu mewah dan ribet seperti Sun Yi. Banyak sekali yang ditempelkan ditubuhnya, baju yang ramai, aksesoris yang ramai, justru terlihat norak dalam pandangannya. Xiao Shi menyukai hal-hal yang sederhana.

" Anda terlihat sangat cantik, tuan putri" puji pelayan Yuan sambil menatap tubuh majikan nya dari atas sampai kebawah dengan mata yang berbinar.

" Terimakasih, Yuan" ucapnya sambil terus menatap cermin yang memantulkan bayangan dirinya.

Ini adalah hari dimana dia akan keluar kediaman nya untuk pertama kalinya, seperti apa orang-orang disini? Apakah mereka menyenangkan atau bahkan penuh intrik? oh ya tuhan dia tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada kehidupan nya disini.

Pagi ini Ayahnya memintanya untuk datang ke aula kerajaan, entah untuk alasan apa dia tidak tahu, tapi dia meyakini satu hal. dia pasti akan bertemu banyak orang.

" Yuan, bawakan kain dan topiku kemari" setelah memikirkan nya sedari tadi akhirnya dia memutuskan itu.

Awalnya Yuan memiliki banyak pertanyaan, kenapa sebuah kecantikan dianggap sebagian orang sebagai kutukan? Junjungannya ini sangatlah cantik, tapi mendengar perdebatan keluarga kearajaan kemarin adalah benar apa yang dikatakan nya. Bisa saja putri akan terluka baik secara fisik ataupun batinnya karna kecantikan nya. Tapi juga jika seperti ini maka semua orang akan mengolok-ngoloknya dan menganggapnya buruk rupa.

" Ini tuan putri" ucapnya sambil menyerahkan kain sutra dan kain transparan yang memiliki warna senada dengan pakaian nya, maroon.

" Bantu aku memakai kan nya"

Yuan menganggukan kepalanya dan mulai memasangkan kain pada topi yang sedari tadi dipegang oleh Xiao Shi. Dia menggunakan kain kecil tadi sebagai cadar, sedangkan untuk keseluruhan wajahnya dia menutupnya menggunkan topi yang dikelilingi oleh kain transparan.

  ( seperti ini gambaran nya, foto ini hanya ilustrasi agar pembaca tidak kebingungan)

( bagian topinya menutup seluruh wajah seperti ini ya)

Ini sempurna, pikirnya. banyak pertimbangan mengapa dia memilih berpenampilan seperti ini. alasan pertama adalah karena dia pikir wajahnya itu tidak seperti orang-orang sana pada umumnya. wajahnya ini benar-benar garis wajah orang di abad 21, dia takut jika orang lain akan curiga padanya karna itu. alasan kedua adalah karna Yuan selalu memujinya sangat cantik, apakah dia benar-benar secantik itu? oh tuhan yang benar saja, jika mereka berada di abad 21 apakah mereka akan pingsan karna melihat banyak sekali wajah wajah yang sangat sempurna.

Jika melihatku saja bisa membuat Yuan sehisteris itu, bagaimana jika dia melihat Lisa blackpink, atau jennie. dan akan sehisteris apa dia jika melihat prian tampan seperti Lee min ho, Jin BTS, dan Jimin bahkan Jungkook atau Taehyung. Oh tuhan aku tidak bisa membayangkan dia akan seperti apa. dan ya, jangan lupakan juga dengan Gulf Kanawutt, pria yang tampan tapi juga cantik dalam satu waktu.

Dan alasan utamanya adalah karna perdebatan kemarin dengan keluarganya. Mereka mengatakan bahwa kadang sebuah kecantikan yang sempurna menjadi kutukan bagi mereka yang tidak mampu. Dan kerajaan Wang termasuk tidak mampu jika harus melawan seluruh daratan karna kecantikan putrinya.

Melihat sang putri melamun, Yuan segera menepuk pundaknya perlahan.

" Putri, apa kau baik-baik saja?"

" Ah, iya, aku baik" ucapnya sedikit terkejut.

Yuan terlihat sangat gelisah, sepertinya ada yang ingin dia katakan.

" Jika kau memiliki pertanyaan, tanyakan saja padaku. jangan sungkan" Ucap Xiao Shi sambil merapihkan kembali penampilan nya.

Mendengar itu Yuan langsung bersujud didepan sang Putri " Maafkan pelayan ini putri, hamba tidak ingin menyakiti perasaan mu, tapi menurutku penampilanmu sekarang sangat menutupi kecantikan mu."

" Benarkah? itu berarti aku berhasil"

Yuan sedikit menengadahkan kepalanya saat mendengar jawaban sang putri, lalu menundukan kembali kepalanya ketika matanya bertemu dengan pandangan tuannya itu.

Xiao Shi bangkit dari duduknya dan menghampiri Yuan. dia memegang bahu Yuan dan membantunya berdiri.

" Kedepannya jangan melakukan hal seperti ini lagi, jangan bersujud kepadaku seolah aku adalah dewa, jika kau memiliki pertanyaan padaku maka tanyakan saja, jangan ragu. anggap saja aku seperti temanmu. jangan bertingkah berlebihan ketika kau sedang berduaan denganku"

Teman? Putri ingin dia menganggapnya seperti seorang teman? bagaimana bisa? dia adalah pelayan pribadinya, bukan teman nya.

" Teman?" cicit Yuan.

" Iya, teman. apa kau tidak tau apa itu teman?"

" Hamba mengetahuinya putri, hanya saja hamba merasa tidak pantas untuk itu."

" Pantas atau tidak, aku yang menentukan. dan juga jangan memanggil dirimu hamba seperti itu, aku bukan tuhan."

" Baik, putri"

PANGERAN MAHKOTA TELAH TIBA!

Mendengar seruan itu Xiao Shi dan Yuan segera mendekati pintu dan menyambut kedatangan kakaknya.

Cheng tersenyum melihat adiknya. Baginya, adiknya tetaplah terlihat cantik meskipun penampilan nya sangat tertutup. Aura kecantikan nya seperti tidak pernah menghilang dalam penglihatan nya.

" Kau sudah siap, adik?" cheng mengulurkan tangan nya pada Xiao Shi.

" Tentu saja kaka" balasnya seraya menggenggam uluran tangan kakak nya.

*^*

Keadaan Aula sangat ramai, sedari tadi para menteri banyak menentang keputusan sang Raja yang bisa begitu saja mempercayai orang asing yang mengatakan bahwa wanita yang dibawanya adalah putri raja yang lama hilang.

"Maafkan hamba yang mulia, tapi kami tidak bisa begitu saja mempercayai hal itu. bagaimana jika itu adalah taktik musuh untuk menguasai kerajaan kita" Ucap menteri pertahanan, menteri chun.

" Apa kalian masih meragukanku? " Tanya sang Raja dengan tegas.

Tidak ada yang bicara, semuanya hening. jika sebelumnya mereka saling meninggikan suara mereka untuk menentang Sang Raja, kini justru sebaliknya, tidak ada seorangpun dari mereka yang berani membuka mulutnya.

" Jika dia bukan putriku, lalu bagaimana bisa dia memiliki tanda anggota kerajaan wang pada punggungnya?! haruskah aku memperlihatkan nya pada kalian? lancang!!!" Raja benar-benar marah saat ini, dia tidak menyangka jika menteri-menteri nya akan meragukan nya.

" Itu benar, hal itu sudah di cek sendiri secara langsung oleh Ratu. dan juga kita semua tahu bahwa, putri memiliki tanda lahir berbentuk sayap pada lengannya, jadi sudah dapat dipastikan dia adalah Wang Xiao Shi!." kali ini Pangeran Yan lah yang berbicara, dia mencoba untuk menenangkan keadaan.

PANGERAN MAHKOTA MEMASUKI AULA!!

Semua mata tertuju pada pintu masuk dimana berdirinya Pangeran mahkota dan sang putri. Melihat penampilan putri yang sangat menutup wajahnya membuat semua orang berbisik-bisik. dengan langkah yang tegas dan berwibawa Cheng mulai memasuki aula, mereka berdua sebenarnya sudah tiba sedari tadi, mereka bahkan mendengar semuanya, karna mulai geram dan melihat adiknya seperti melamun Cheng akhirnya memutuskan untu masuk kedalam Aula.

Di sisi lain, Putri melamun bukanlah karna ucapan para menteri yang meragukan dirinya. itu tidak masalah, karna dia saja tidak percaya jika dirinya kini seorang putri. yang membuatnya terhenyak adalah mengenai tanda di punggung dan tanda lahir sayapnya. kedua tanda itu sudah dia miliki sejak berada dikehidupan sebelumnya, lalu bagaimana bisa itu berhubungan dengan kehidupan nya disini. Ini berarti benar bahwa dia berasal dari sini, itu bukan ilusi, semua penglihatannya bukanlah ilusi.

Dia diarahkan untuk duduk di sebelah kanan raja di di paling ujung. Posisi tempat duduk ini seperti tangga. Pada posisi tertinggi terdapat Sang raja dan Ratu yang duduk tepat disebelah kanan nya. di sebelah kanan dibawah Ratu ada Putra mahkota. dan dibawah putra mahkota, di jajaran ketiga terdapat pangeran Xun, Pangeran Yan, dan sang Putri. sedangkan di bagian kiri Raja terdapat Selir raja, yaitu selir Chun dan putrinya, Sun Yi. yang juga terdapat dijajaran ketiga.

Kerajaan lain memang tidaklah seperti ini, tapi berbeda dengan Wang. Karna sang raja hanya memiliki satu selir, jadi dia memutuskan untuk mengikutkan selir nya juga dalam setiap pertemuan. Kerajaan Wang memang memiliki sistem dan cara pemerintahan nya sendiri, tapi justru itulah yang membuat kerajaan wang adalah kerajaan yang Makmur.

" Maafkan aku yang mulia, tapi sepertinya firasatku memang benar jika wanita itu adalah suruhan dari musuh dan bukanlah putri wang yang hilang." lagi-lagi para menteri menyuarakan suaranya.

" LANCANG!!! Berani sekali kau menyebut adikku dengan panggilan wanita itu!" kali ini pangeran mahkota lah yang mulai naik pitam, dia langsung bangun dari duduknya. dia benar-benar sudah menahan kesabaran nya sedari tadi, tapi kali ini tidak bisa ditahan lagi.

" Atas dasar apa kau memiliki keyakinan seperti itu menteri?" tanyanya lagi.

" Mohon ampun Yang Mulia, tapi dia memilih menutup wajahnya seperti itu, wajah adalah identitas diri, dia takut jika identitasnya diketahui oleh orang lain."

Cheng menyunggingkan bibirnyaa. " bagaimana bisa kau menilai seseorang dari penampilan, menteri."

"Menilai dari masa lalu, terlebih kerajaan kita sendiri pernah mengalami hal seperti ini, sebagai menteri pertahanan aku hanya hawatir terhadap kerajaan." Menteri Chun mengucapkannya dengan sangat tegas dan percaya diri.

" Sebagai menteri pertahanan, atau sebagai seorang kakek yang takut posisi cucunya terancam" bukan Cheng yang berbicara kali ini, tapi Pangeran Xun. Hal yang jarang bagi dia untuk ikut campur masalah politik kerajaan, tapi entah kenapa kali ini dia merasa harus membela adiknya.

" Maafkan aku pangeran, tapi ku rasa anda berpikir terlalu jauh" ujar sang menteri.

Suasana hening untuk beberapa saat, sampai akhirnya Jendral kerajaan melangkah maju.

" Hormatku pada Yang Mulia Raja dan Ratu. tapi apa yang dikatakan Mentri Chun ada benarnya" lugas sang jendral.

" Jendral!!! kau--!!" terdapat nada kecewa dari Raja, tapi dia juga tidak bisa menyangkalnya. semua orang berhak berpendapat.

" Bagaimana jika aku bisa membuktikan bahwa aku adalah Putri yang telah hilang, dan bukanlah seorang penyelundup"

Bukan, bukan raja ataupun para pangeran yang bersuara, tapi itu adalah sang Putri.

" Apa maksudmu putriku?" Raja bertanya dengan kebingungan, selama ini tidak ada cara untuk membuktikan seseorang keculi tanda lahir atau barang peninggalan, itupun belum tentu akurat.

" Aku memiliki caranya, ayah. aku membutuhkan bantuan tabib kerajaan untuk ini, dan aku juga memiliki beberapa perkataan yang ingin aku bicarakan disini. apakah ayah mengizinkan ku?"

" Tentu saja putriku, aku mengizinkanmu."

" Terimakasih" ucapnya seraya memberi hormat pada Sang Raja.

Kali ini dia memajukan sedikit langkahnya kedepan dan menatap para Menteri dan Orang-orang yang menentangnya tadi.

" Besok pagi aku akan menunjukan cara dan buktinya pada kalian semua. Dan untuk wajahku, aku memang memilih menyembunyikan nya, dan itu adalah pilihanku juga kebiasaanku sejak dulu, jika kalian menyangkut pautkan keputusanku ini dengan kerajaan, maka aku akan membuat kalian semua MENYESAL. Jadi aku harap kalian tidak aan pernah mendebatkan nya lagi!"

Hening....

Sangat Hening...

Ini tidak seperti seorang putri yang sedang berbicara, melainkan seperti seorang Raja yang sedang memberikan titah kerajaan. nadanya begtu tegas dan sangat berwibawa. ini adalah aura seorang pemimpin, bagaimana bisa seorang putri memiliki aura seperti ini?

Mendengar hal itu raja merasa terkejut, tapi juga senang, ternyata putrinya ini sangat pemberani.

" Seperti yang dikatakan oleh putriku, besok pagi kita akan bertemu kembali disini. Pertemuan ini dibubarkan!"

Tidak akan kubiarkan orang lain menindas keluargaku, besok pagi akan kupastikan mereka semua bungkam.

|

|

|

|

|

bersambung.....

Terpopuler

Comments

Eka Dewi Lestari

Eka Dewi Lestari

mungkin maksudnya tudung hehe

2023-11-04

3

Dewi Ansyari

Dewi Ansyari

Shier adalah Ana sang jenius bagaimana mungkin Dy tidak ada bukti bahwa Dy adalah putri Wang🤣🤣🤣🤣 Rasain kalian para mentri

2023-10-30

1

Denia Junita

Denia Junita

nanti MC cantik kita diculik

2023-10-28

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 — Tugas
2 Episode 2 — Akhir Kisah
3 Episode 3 — Kerajaan Wang
4 Episode 4 — Transmigrasi
5 Episode 5 — Keluarga
6 Episode 6 — Kutukan (?)
7 NOTES
8 Episode 7 — Penolakan
9 Episode 8 - Bukti
10 Episode 9 - Bunga Surgawi
11 Episode 10 - Tanda
12 Episode 11 - Perayaan
13 Episode 12 - Feng Yue
14 Episode 13 - Bunga Christaldeu
15 Episode 14 - Hutan Liar
16 Episode 15 - Fakta
17 Episode 16 - Naga Legendaris
18 Episode 17 - Pedang Moksha
19 Episode 18 - Sang Penguasa
20 Episode 19 - Berperang (?)
21 Episode 20 - Keputusan
22 Episode 21 - Syarat
23 Episode 22 - Keputusan 2
24 Episode 23 - Jendral Chi
25 Episode 24 - Asal Usul
26 Episode 25 - Rumor
27 Episode 26 - Pernikahan
28 Episode 27 - Malam Pertama
29 Episode 28 - Permaisuri
30 Episode 29 - Membela
31 episode 30 - Merasa Tersakiti
32 Episode 31 - Rencana
33 Episode 32 - Jamuan
34 Episode 33 - Inspektur Pengadilan?
35 Episode 34 - Tuan Hao
36 Episode 35 - Kita tahu!
37 Episode 36 - Berdebar
38 Episode 37 - Menyerah?
39 PENGUMUMAN!!!
40 Episode 38 - Memberikan Dekrit?
41 Episode 39 - Rencana
42 Episode 40 - Rencana 2
43 Episode 41 - Kejujuran Fu Tong
44 Episode 42 - Pendukung
45 Episode 43 - Yanran
46 Episode 44 - Tempat Latihan
47 Episode 44 - Rencana Licik (?)
48 Episode 45 - Terpancing
49 Episode 46 - Kesepakatan
50 Episode 47 - Kemenangan (?)
51 Episode 48 - Ketahuan
52 Episode 49 - Berpindah Tuan(?)
53 Episode 50 - Mimpi ( Fu Tong)
54 Episode 51 - Pelatihan Pertama Fu Tong
55 Episode 52 - Lulus (?)
56 Episode 53 - Ternyata.......
57 Episode 54 - Emosi
58 Episode 55 - Kemenangan Mao (?)
59 Episode 56 - .....
60 Episode 57 - Alam Langit?
61 Episode 58 - ???
62 Episode 59
63 Episode 60
64 Episode 61
65 Episode 62
66 Episode 63
67 Episode 64
68 PENGUMUMAN
69 Episode 65
70 Episode 66
71 Episode 67
72 Episode 68
73 Episode 69
74 Episode 70
75 Episode 71
76 Episode 72
77 Episode 73
78 Episode 74
79 Episode 75
80 Episode 76
81 Episode 77
82 Episode 78
83 Episode 79
84 Episode 80
85 Episode 81
86 Episode 82
87 Episode 83
88 Episode 84
89 Episode 85
90 Episode 86
91 Episode 87
92 Episode 88
93 Episode 89
94 Episode 90
95 Episode 91
96 Episode 92
97 Episode 93
98 Episode 94
99 Episode 95
100 Episode 96
101 Episode 97
102 Episode 98
103 Episode 99
104 Episode 100
105 Episode 101
106 Episode 102
107 Episode 103
108 Episode 104
109 episode 105
110 episode 106
111 Episode 107
112 Episode 108
113 Episode 109
114 episode 110
115 Episode 111
116 Episode 112
117 Episode 113
118 Episode 114
119 Episode 115
120 Episode 116
121 Episode 117 — Kunjungan ke padepokan
122 Episode 118 — keegoisan Xiao Shi
123 Episode 119 - pertarungan tak terhindar kan
124 Episode 120 - Persiapan Perang
125 Episode 121 - Perang
126 Episode 122 - Kesedihan mendalam
127 Episode 123 - Kesedihan Mendalam 2
128 Episode 124 - Menyerahkann Nyawa
129 Episode 125 - Kebingungan
130 Episode 126 - Membaik
131 Episode 127 - Hukuman
132 Episode 128 - Hukuman 2
133 Eps 129 - Belasungkawa Jendral Chi
134 Episode 130 - Tangisan
135 Episode 131 - Berkumpul
136 Episode 132 - Flashback
137 Episode 133 - Rencana
138 Episode 134 - Perintah
139 Episode 135 - Permintaan Terakhir (?)
140 Episode 136 - Pernikahan Ganda
141 Episode 137 - Penyerangan
142 Episode 138 - Perang
143 Episode 139 - Kekalahan
144 Episode 140 - Gejolak Energi
145 Episode 141 - Kemenangan Telak
146 Episode 142 - Berontak?
147 Episode 143 - Bertanggung jawab
148 Episode 144 - Akhir kisah
149 Episode 145 - Akhir Bahagia
Episodes

Updated 149 Episodes

1
Episode 1 — Tugas
2
Episode 2 — Akhir Kisah
3
Episode 3 — Kerajaan Wang
4
Episode 4 — Transmigrasi
5
Episode 5 — Keluarga
6
Episode 6 — Kutukan (?)
7
NOTES
8
Episode 7 — Penolakan
9
Episode 8 - Bukti
10
Episode 9 - Bunga Surgawi
11
Episode 10 - Tanda
12
Episode 11 - Perayaan
13
Episode 12 - Feng Yue
14
Episode 13 - Bunga Christaldeu
15
Episode 14 - Hutan Liar
16
Episode 15 - Fakta
17
Episode 16 - Naga Legendaris
18
Episode 17 - Pedang Moksha
19
Episode 18 - Sang Penguasa
20
Episode 19 - Berperang (?)
21
Episode 20 - Keputusan
22
Episode 21 - Syarat
23
Episode 22 - Keputusan 2
24
Episode 23 - Jendral Chi
25
Episode 24 - Asal Usul
26
Episode 25 - Rumor
27
Episode 26 - Pernikahan
28
Episode 27 - Malam Pertama
29
Episode 28 - Permaisuri
30
Episode 29 - Membela
31
episode 30 - Merasa Tersakiti
32
Episode 31 - Rencana
33
Episode 32 - Jamuan
34
Episode 33 - Inspektur Pengadilan?
35
Episode 34 - Tuan Hao
36
Episode 35 - Kita tahu!
37
Episode 36 - Berdebar
38
Episode 37 - Menyerah?
39
PENGUMUMAN!!!
40
Episode 38 - Memberikan Dekrit?
41
Episode 39 - Rencana
42
Episode 40 - Rencana 2
43
Episode 41 - Kejujuran Fu Tong
44
Episode 42 - Pendukung
45
Episode 43 - Yanran
46
Episode 44 - Tempat Latihan
47
Episode 44 - Rencana Licik (?)
48
Episode 45 - Terpancing
49
Episode 46 - Kesepakatan
50
Episode 47 - Kemenangan (?)
51
Episode 48 - Ketahuan
52
Episode 49 - Berpindah Tuan(?)
53
Episode 50 - Mimpi ( Fu Tong)
54
Episode 51 - Pelatihan Pertama Fu Tong
55
Episode 52 - Lulus (?)
56
Episode 53 - Ternyata.......
57
Episode 54 - Emosi
58
Episode 55 - Kemenangan Mao (?)
59
Episode 56 - .....
60
Episode 57 - Alam Langit?
61
Episode 58 - ???
62
Episode 59
63
Episode 60
64
Episode 61
65
Episode 62
66
Episode 63
67
Episode 64
68
PENGUMUMAN
69
Episode 65
70
Episode 66
71
Episode 67
72
Episode 68
73
Episode 69
74
Episode 70
75
Episode 71
76
Episode 72
77
Episode 73
78
Episode 74
79
Episode 75
80
Episode 76
81
Episode 77
82
Episode 78
83
Episode 79
84
Episode 80
85
Episode 81
86
Episode 82
87
Episode 83
88
Episode 84
89
Episode 85
90
Episode 86
91
Episode 87
92
Episode 88
93
Episode 89
94
Episode 90
95
Episode 91
96
Episode 92
97
Episode 93
98
Episode 94
99
Episode 95
100
Episode 96
101
Episode 97
102
Episode 98
103
Episode 99
104
Episode 100
105
Episode 101
106
Episode 102
107
Episode 103
108
Episode 104
109
episode 105
110
episode 106
111
Episode 107
112
Episode 108
113
Episode 109
114
episode 110
115
Episode 111
116
Episode 112
117
Episode 113
118
Episode 114
119
Episode 115
120
Episode 116
121
Episode 117 — Kunjungan ke padepokan
122
Episode 118 — keegoisan Xiao Shi
123
Episode 119 - pertarungan tak terhindar kan
124
Episode 120 - Persiapan Perang
125
Episode 121 - Perang
126
Episode 122 - Kesedihan mendalam
127
Episode 123 - Kesedihan Mendalam 2
128
Episode 124 - Menyerahkann Nyawa
129
Episode 125 - Kebingungan
130
Episode 126 - Membaik
131
Episode 127 - Hukuman
132
Episode 128 - Hukuman 2
133
Eps 129 - Belasungkawa Jendral Chi
134
Episode 130 - Tangisan
135
Episode 131 - Berkumpul
136
Episode 132 - Flashback
137
Episode 133 - Rencana
138
Episode 134 - Perintah
139
Episode 135 - Permintaan Terakhir (?)
140
Episode 136 - Pernikahan Ganda
141
Episode 137 - Penyerangan
142
Episode 138 - Perang
143
Episode 139 - Kekalahan
144
Episode 140 - Gejolak Energi
145
Episode 141 - Kemenangan Telak
146
Episode 142 - Berontak?
147
Episode 143 - Bertanggung jawab
148
Episode 144 - Akhir kisah
149
Episode 145 - Akhir Bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!