Episode 6 — Kutukan (?)

Wang Xiao Shi POV

Jadi, aku bertransmigrasi? haha yang benar saja. jika tau akan seperti ini mengapa aku dulu tidak membaca cerita-cerita kerajaan atau bahkan menonton nya, sekarang aku seperti orang bodoh disini, aku tidak mengetahui apapun soal zaman kuno ini.

Tapi kenapa aku bertransmigrasi? rencana apa yang semesta miliki untukku?

OH GOD!! Aku tidak mengerti maksud semua ini. Tapi ya, terimakasih karna telah mengizinkanku untuk hidup kembali. ini berarti kisahku sebagai seorang Anatari dari The Crue telah selesai, sekarang aku akan menjalankan kisahku sebagai seorang putri raja, apapun rintangan nya akan aku hadapi.

Kara, Jo, Ayah, Key, bagaimana keadaan kalian? siapa ketua nya sekarang? aku harap kau mendapatkan nya Jo, karna kau memang pantas. terimakasih sudah menjadi bagian dari kisah ku sebagai Ana, aku menyayangi kalian.

Kalian tau? aku tidak lagi menjadi seorang Ana pembunuh. kini aku adalah seorang putri, sungguh menyenangkan sepertinya. aku harap kalian ada disini bersamaku agar aku tidak merindukan ocehan dan teriakan kalian yang selalu memanggil manggil namaku.

Ah aku rasa aku memang benar-benar akan merindukan itu. Sekarang aku bukanlah Ana, dan aku tidak akan menjalani kehidupanku seperti Ana, mungkin. Sekarang aku adalah Wang Xiao Shi, putri dari Raja dan Ratu Wang. Dan aku akan menjalani kehidupan yang sudah ditakdirkan untukku.

Aku harap aku bisa menjalaninya.

Dan aku harap aku tidak harus menyakiti seseorang lagi disini. Semoga.

END POV.

-'-

" Apa sekarang kau sudah memutuskan nya?" Raja Wang bertanya dengan sangat hati-hati, takut menyakiti perasaan putrinya.

Setelah kembalinya Xiao Shi ke kerajaan, semua memang merasa senang. Tapi mereka semua menentang nya walaupun bukti sudah terpampang nyata. Xiao Shi memiliki dua tanda tanda lahir dan itu memang dimilikinya. Bunga Surgawi kembali hidup dan mengeluarkan aroma harum semenjak kembalinya dia. Tapi banyak dari para menteri yang menentangnya, berdalihkan itu semua bisa dilakukan melalui sihir.

Dan yang paling mereka perdebatkan adalah mengenai topeng yang digunakan oleh Xiao Shi. Sejak awal dia enggan untuk melepas topengnya, juga topeng itu tidak bisa dilepas oleh siapapun. Para pelayan yang membersihkan nya saat pertama kali juga mengatakan hal seperti itu pada Raja. Mereka tidak bisa melepas topeng nya, bahkan dengan sihir sekalipun.

Tetua Gong sempat mengirimkan pesan bahwa topeng itu hanya bisa dibuka oleh Xiao Shi sendiri.

Ada banyak pertimbangan mengapa Xiao Shi tidak mau melepas topengnya. Dia pikir mungkin ada yang aneh dengan wajahnya karna itu lah semenjak dia kesini wajahnya sudah bertopeng. Anggota kerajaan selalu mengatakan jika memang ada luka atau apapun mereka akan melindunginya dan mengobatinya kemanapun, membuka topengnya hanya untuk meredam para menteri dan rakyat yang sudah mulai terprovokasi mengatakan bahwa Xiao Shi mungkin adalah mata-mata.

" Bagaimana jika ternyata wajahku buruk rupa ayah?" tanya Xiao Shi memastikan.

" Bagaimanapun penampilanmu, kau tetaplah putri kami"

Xiao Shi menghela nafas panjang, banyak sekali pro kontra dalam kepalanya saat ini. Tapi melihat sekarang dia adalah seorang putri dan ini dilakukan demi kebaikan kerajaan nya, maka dia akan melakukan nya.

" Baiklah, aku akan membukanya"

Takut, tidak percaya diri, gemetar, itu semua yang dia rasakan saat akan membuka topengnya. Topeng ini terbuat dari kulit pohon yang sangat langka, warna nya coklat gelap dan sedikit merah. Hanya sedikit yang menggunakan topeng ini, yaitu orang-orang daerah selatan yang memiliki wajah yang buruk. Topeng ini digunakan untuk menyamarkan aroma busuk diwajah mereka karna kulit pohon itu memiliki wangi yang Khas, dan ia digunakan untuk menekan luka nyaa agar tidak menyebaar kedalam tubuhnya yang lain.

Xiao Shi memegang wajahnya yang masih terbalut oleh topeng kayunya itu. Dia mengelus topengnya yang sedikit kasar, lalu perlahan dia mulai membukanya sambil memejamkan matanya. Dia tidak ingin melihat ekspresi keluarganya saat dia membuka topengnya.

Rasa cemas dan gemetar itu semakin menjadi sekarang. Topengnya sudah terlepas. Xiao Shi masih belum berani membuka matanya, sedangkan seluruh keluarganya justru tidak bisa melepaskan pandangan nya dari wajah sang putri. Hal ini diluar dugaan, bukanlah wajah buruk rupa yang ada disana. Justru hanya ada paras cantik bak seorang dewi, parasnya sangat indah dan sempurna.

" Sepertinya memang ada alasan kenapa wajahmu memakai topeng" jelas Putra Mahkota.

" Apa? Ah sudah kuduga wajahku memang kurang memuaskan" keluhnya.

" Tidak Shi'er, tapi apa yang dikatakan kakak memang benar, sepertinya memanglah alasan yang tepat memakaikanmu topeng" kali ini Pangeran Yan yang berbicara.

Xiao Shi yang kebingungan membuka matanya dan melihat seluruh keluarganya yang menatapnya seolah tak percaya.

" Ap-apa maksudnya ini?" tidak mengerti dengan apa yang terjadi, dia segera mengambil cermin dan melihat sendiri pantulan wajahnya.

Tidak ada yang aneh dengan wajahnya, ini adalah wajahnya saat dia menjadi Ana. Tidak ada yang berubah, hanya warna kulit yang sedikit berubah. Kulitnya disini sangatlah putih dan bersih, sedangkan saat menjadi Ana kulitnya berwarna sawo matang, karna dia sering berjemur dipantai.

" Aku rasa tidak ada yang aneh dengan wajahku, kenapa kalian diam seperti itu?"

" Apakah topeng itu bisa kau kenakan lagi?"

" Ayah, apa maksudmu?"

" Ada baiknya kau mengenakan topeng itu lagi putriku" Xiao Shi merasa aneh dengan keluarga nya. Tadi mereka meminta untuk melepaskan nya, sekarang mereka meminta dia mengenakan nya lagi.

" Ayah, aku tidak mengerti. Ibu?" sang ratu menghampiri anaknya dan mengelus pipinya lembut.

" Kau sangat cantik putriku, aku harap kau tidak akan memakai topeng itu lagi" ucapnya.

" Tidak bisa Ibu, ini tidak bisa dibiarkan" Tolak Putra Mahkota dengan tegas.

" Tidak bisakah kalian membiarkan nya? Adik kalian sangat cantik, wajahnya tidak bosan untuk dipandang"

" Tidak ibu. Ini akan menimbulkan masalah yang besar. Aku akui adikku memang sangat cantik, tapi kecantikan seperti ini akan membuat seluruh wilayah bermasalah. Aku hanya takut seluruh Raja di daratan ini menginginkan nya, dan jika pilihannya salah maka hanya akan ada peperangan." Tentang Cheng. Dia tentu sadar betul resiko apa yang akan terjadi hanya karna seorang wanita. Tidak, dia tidak akan membiarkan itu.

" Apa yang kaka katakan memang benar ibu, kecantikan yang dimiliki oleh adik tidak boleh diketahui oleh siapapun. Ini adalah cara kita menjaganya, dan cara kita menjaga kedamaian kerajaan. Tidak tahu raja mana yang akan memperebutkannya nanti, bagaimana jika dia digilir? Dinikahi raja ini, namun kekuatannya tidak kuat sehingga raja lain menginginkannya dan berperang dengan kerajaan suaminya, lalu dia dibawa oleh raja barunya dan... arghh aku tidak bisa membayangkan nya ibu" Yan menjelaskan semuanya dengan sangat bawel dan tergesa gesa, itu karna dia khawatir akan kehidupannya, tidak tidak, maksudnya kehidupan adiknya.

Tapi itu memang benar, jika terjadi peperangan bagaimana? Aku bahkan belum menikah. Batin Yan

Banyak sekali perdebatan mengenai hal itu, Xiao Shi tidak mengerti mengapa dia dikatakan harus menyembunyikan wajahnya karna terlalu cantik. Dia rasa saat menjadi Ana dulu wajahnya biasa saja, banyak orang yang lebih cantik daripada dirinya. Tapi disini? Oh tuhan. Rasanya sebuah kecantikan disini adalah kutukan, bukan anugrah.

" CUKUP!!!" Xiao Shi meng-intrupsi.

" Aku akan menutup wajahku seperti sebelumnya dan tidak akan membukanya sampai aku memiliki pasangan yang benar-benar mencintaiku tanpa harus melihat wajahku" lugasnya.

" Shi'er"

" Putriku"

" Adik!" ucap mereka semua bersamaan.

Ini adalah keputusan mutlak yang diberikan olehnya, terlalu banyak berdebat hanya tentang fisiknya membuatnya pusing. Toh tidak menampakan wajahnya juga sebuah keuntungan untuknya, karna Xiao Shi tidak pernah berpikir soal pasangan disini, dia menikmati kehidupannya sebagai seorang putri raja.

Setelah dilepasnya topeng itu, Raja memberikan topeng nya kepada para menteri, bukti bahwa putrinya sudah melepaskan topengnya dan bukanlah seorang mata-mata. Raja juga mengatakan, demi kepentingan bersama putri tetap akan menyembunyikan wajahnya sampai waktunya tiba. Itu membuat para menteri semakin memburunya lagi dan mencoba untuk memberikan petisi-petisi lain kepada Raja.

Ternyata melelahkan hidup didunia seperti ini, terlebih dilahirkan sebagai anggota kerajaan. Kau benar-benar harus menyiapkan mental mu. Tapi ku pikir ini tidak ada apa-apanya jika kalian menanyakan soal mentalku,,,

Mantan anggota terbaik The Crue jangan pernah diragukan jika soal mental

|

|

|

|

bersambung.......

Terpopuler

Comments

Beb_yy

Beb_yy

dipakaikan cadar saja kakak,

2025-03-06

1

Dewi Ansyari

Dewi Ansyari

Shier sangat cantik🤣🤣🤣🤣

2023-10-30

1

deria

deria

itu mentrinya kurang kerjaan ya ???

2022-09-14

1

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 — Tugas
2 Episode 2 — Akhir Kisah
3 Episode 3 — Kerajaan Wang
4 Episode 4 — Transmigrasi
5 Episode 5 — Keluarga
6 Episode 6 — Kutukan (?)
7 NOTES
8 Episode 7 — Penolakan
9 Episode 8 - Bukti
10 Episode 9 - Bunga Surgawi
11 Episode 10 - Tanda
12 Episode 11 - Perayaan
13 Episode 12 - Feng Yue
14 Episode 13 - Bunga Christaldeu
15 Episode 14 - Hutan Liar
16 Episode 15 - Fakta
17 Episode 16 - Naga Legendaris
18 Episode 17 - Pedang Moksha
19 Episode 18 - Sang Penguasa
20 Episode 19 - Berperang (?)
21 Episode 20 - Keputusan
22 Episode 21 - Syarat
23 Episode 22 - Keputusan 2
24 Episode 23 - Jendral Chi
25 Episode 24 - Asal Usul
26 Episode 25 - Rumor
27 Episode 26 - Pernikahan
28 Episode 27 - Malam Pertama
29 Episode 28 - Permaisuri
30 Episode 29 - Membela
31 episode 30 - Merasa Tersakiti
32 Episode 31 - Rencana
33 Episode 32 - Jamuan
34 Episode 33 - Inspektur Pengadilan?
35 Episode 34 - Tuan Hao
36 Episode 35 - Kita tahu!
37 Episode 36 - Berdebar
38 Episode 37 - Menyerah?
39 PENGUMUMAN!!!
40 Episode 38 - Memberikan Dekrit?
41 Episode 39 - Rencana
42 Episode 40 - Rencana 2
43 Episode 41 - Kejujuran Fu Tong
44 Episode 42 - Pendukung
45 Episode 43 - Yanran
46 Episode 44 - Tempat Latihan
47 Episode 44 - Rencana Licik (?)
48 Episode 45 - Terpancing
49 Episode 46 - Kesepakatan
50 Episode 47 - Kemenangan (?)
51 Episode 48 - Ketahuan
52 Episode 49 - Berpindah Tuan(?)
53 Episode 50 - Mimpi ( Fu Tong)
54 Episode 51 - Pelatihan Pertama Fu Tong
55 Episode 52 - Lulus (?)
56 Episode 53 - Ternyata.......
57 Episode 54 - Emosi
58 Episode 55 - Kemenangan Mao (?)
59 Episode 56 - .....
60 Episode 57 - Alam Langit?
61 Episode 58 - ???
62 Episode 59
63 Episode 60
64 Episode 61
65 Episode 62
66 Episode 63
67 Episode 64
68 PENGUMUMAN
69 Episode 65
70 Episode 66
71 Episode 67
72 Episode 68
73 Episode 69
74 Episode 70
75 Episode 71
76 Episode 72
77 Episode 73
78 Episode 74
79 Episode 75
80 Episode 76
81 Episode 77
82 Episode 78
83 Episode 79
84 Episode 80
85 Episode 81
86 Episode 82
87 Episode 83
88 Episode 84
89 Episode 85
90 Episode 86
91 Episode 87
92 Episode 88
93 Episode 89
94 Episode 90
95 Episode 91
96 Episode 92
97 Episode 93
98 Episode 94
99 Episode 95
100 Episode 96
101 Episode 97
102 Episode 98
103 Episode 99
104 Episode 100
105 Episode 101
106 Episode 102
107 Episode 103
108 Episode 104
109 episode 105
110 episode 106
111 Episode 107
112 Episode 108
113 Episode 109
114 episode 110
115 Episode 111
116 Episode 112
117 Episode 113
118 Episode 114
119 Episode 115
120 Episode 116
121 Episode 117 — Kunjungan ke padepokan
122 Episode 118 — keegoisan Xiao Shi
123 Episode 119 - pertarungan tak terhindar kan
124 Episode 120 - Persiapan Perang
125 Episode 121 - Perang
126 Episode 122 - Kesedihan mendalam
127 Episode 123 - Kesedihan Mendalam 2
128 Episode 124 - Menyerahkann Nyawa
129 Episode 125 - Kebingungan
130 Episode 126 - Membaik
131 Episode 127 - Hukuman
132 Episode 128 - Hukuman 2
133 Eps 129 - Belasungkawa Jendral Chi
134 Episode 130 - Tangisan
135 Episode 131 - Berkumpul
136 Episode 132 - Flashback
137 Episode 133 - Rencana
138 Episode 134 - Perintah
139 Episode 135 - Permintaan Terakhir (?)
140 Episode 136 - Pernikahan Ganda
141 Episode 137 - Penyerangan
142 Episode 138 - Perang
143 Episode 139 - Kekalahan
144 Episode 140 - Gejolak Energi
145 Episode 141 - Kemenangan Telak
146 Episode 142 - Berontak?
147 Episode 143 - Bertanggung jawab
148 Episode 144 - Akhir kisah
149 Episode 145 - Akhir Bahagia
Episodes

Updated 149 Episodes

1
Episode 1 — Tugas
2
Episode 2 — Akhir Kisah
3
Episode 3 — Kerajaan Wang
4
Episode 4 — Transmigrasi
5
Episode 5 — Keluarga
6
Episode 6 — Kutukan (?)
7
NOTES
8
Episode 7 — Penolakan
9
Episode 8 - Bukti
10
Episode 9 - Bunga Surgawi
11
Episode 10 - Tanda
12
Episode 11 - Perayaan
13
Episode 12 - Feng Yue
14
Episode 13 - Bunga Christaldeu
15
Episode 14 - Hutan Liar
16
Episode 15 - Fakta
17
Episode 16 - Naga Legendaris
18
Episode 17 - Pedang Moksha
19
Episode 18 - Sang Penguasa
20
Episode 19 - Berperang (?)
21
Episode 20 - Keputusan
22
Episode 21 - Syarat
23
Episode 22 - Keputusan 2
24
Episode 23 - Jendral Chi
25
Episode 24 - Asal Usul
26
Episode 25 - Rumor
27
Episode 26 - Pernikahan
28
Episode 27 - Malam Pertama
29
Episode 28 - Permaisuri
30
Episode 29 - Membela
31
episode 30 - Merasa Tersakiti
32
Episode 31 - Rencana
33
Episode 32 - Jamuan
34
Episode 33 - Inspektur Pengadilan?
35
Episode 34 - Tuan Hao
36
Episode 35 - Kita tahu!
37
Episode 36 - Berdebar
38
Episode 37 - Menyerah?
39
PENGUMUMAN!!!
40
Episode 38 - Memberikan Dekrit?
41
Episode 39 - Rencana
42
Episode 40 - Rencana 2
43
Episode 41 - Kejujuran Fu Tong
44
Episode 42 - Pendukung
45
Episode 43 - Yanran
46
Episode 44 - Tempat Latihan
47
Episode 44 - Rencana Licik (?)
48
Episode 45 - Terpancing
49
Episode 46 - Kesepakatan
50
Episode 47 - Kemenangan (?)
51
Episode 48 - Ketahuan
52
Episode 49 - Berpindah Tuan(?)
53
Episode 50 - Mimpi ( Fu Tong)
54
Episode 51 - Pelatihan Pertama Fu Tong
55
Episode 52 - Lulus (?)
56
Episode 53 - Ternyata.......
57
Episode 54 - Emosi
58
Episode 55 - Kemenangan Mao (?)
59
Episode 56 - .....
60
Episode 57 - Alam Langit?
61
Episode 58 - ???
62
Episode 59
63
Episode 60
64
Episode 61
65
Episode 62
66
Episode 63
67
Episode 64
68
PENGUMUMAN
69
Episode 65
70
Episode 66
71
Episode 67
72
Episode 68
73
Episode 69
74
Episode 70
75
Episode 71
76
Episode 72
77
Episode 73
78
Episode 74
79
Episode 75
80
Episode 76
81
Episode 77
82
Episode 78
83
Episode 79
84
Episode 80
85
Episode 81
86
Episode 82
87
Episode 83
88
Episode 84
89
Episode 85
90
Episode 86
91
Episode 87
92
Episode 88
93
Episode 89
94
Episode 90
95
Episode 91
96
Episode 92
97
Episode 93
98
Episode 94
99
Episode 95
100
Episode 96
101
Episode 97
102
Episode 98
103
Episode 99
104
Episode 100
105
Episode 101
106
Episode 102
107
Episode 103
108
Episode 104
109
episode 105
110
episode 106
111
Episode 107
112
Episode 108
113
Episode 109
114
episode 110
115
Episode 111
116
Episode 112
117
Episode 113
118
Episode 114
119
Episode 115
120
Episode 116
121
Episode 117 — Kunjungan ke padepokan
122
Episode 118 — keegoisan Xiao Shi
123
Episode 119 - pertarungan tak terhindar kan
124
Episode 120 - Persiapan Perang
125
Episode 121 - Perang
126
Episode 122 - Kesedihan mendalam
127
Episode 123 - Kesedihan Mendalam 2
128
Episode 124 - Menyerahkann Nyawa
129
Episode 125 - Kebingungan
130
Episode 126 - Membaik
131
Episode 127 - Hukuman
132
Episode 128 - Hukuman 2
133
Eps 129 - Belasungkawa Jendral Chi
134
Episode 130 - Tangisan
135
Episode 131 - Berkumpul
136
Episode 132 - Flashback
137
Episode 133 - Rencana
138
Episode 134 - Perintah
139
Episode 135 - Permintaan Terakhir (?)
140
Episode 136 - Pernikahan Ganda
141
Episode 137 - Penyerangan
142
Episode 138 - Perang
143
Episode 139 - Kekalahan
144
Episode 140 - Gejolak Energi
145
Episode 141 - Kemenangan Telak
146
Episode 142 - Berontak?
147
Episode 143 - Bertanggung jawab
148
Episode 144 - Akhir kisah
149
Episode 145 - Akhir Bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!