Episode 5 — Keluarga

Semua yang ada disini terlihat asing, Ana merasa sepertinya dia sedang bermimpi. Tempat ini bukan seperti tempat yang ada pada zaman nya. Dimana dia berada?

" Putri anda benar-benar tidak mengingat apa-apa?" seorang wanita dengan pakaian sederhana terlihat sangat iba saat melihat Ana.

" Siapa kau?" bukan menjawab pertanyaan nya, Ana justru berbalik memberikan pertanyaan padanya.

" Aku adalah--"

" Dia adalah pelayan pribadimu, Dayang Yuan. Dia yg akan melayani semua kebutuhan mu disini." Tidak, itu bukan suara dari wanita tadi. Itu suara asing dari seseorang yang baru saja memasuki kamar Ana.

Yuan  yang melihat kedatangan Ratu, Raja, dan para pangeran langsung memberikan hormat dan berpindah posisi sedikit menjauhi Ana.

" Ratu, Raja, Pangeran" Yuan memberikan hormatnya.

" Kau sudah sadar Putriku?" Ratu mencoba mendekati Ana dengan duduk di sampingnya.

" Putrimu? " Ana memundurkan tubuhnya sedikit menjauh.

" Maafkan aku Ratu, tapi sepertinya kau salah orang, aku sudah tidak memiliki orang tua dan tempat tinggalku bukan disini. Jika kalian mengizinkan, aku akan kembali ke tempatku" ucapnya dengan tegas dan lugas.

Raja, Ratu, dan para Pangeran saling memandang satu sama lain. Kali ini Raja mencoba mendekati Ana, hal yang sama Ana lakukan, yaitu menjauhkan badan nya. Melihat hal itu Raja sedikit terkekeh.

" Baiklah, sekarang katakan padaku dimana tempat tinggalmu?" Raja bertanya dengan nada seperti sedang bercanda.

" Maafkan aku, tapi dimana aku berada?"

" Kau berada dikerajaan ku, Kerajaan Wang di Barat"

DEG!

Kerajaan? Tidak ada kerajaan selama 20 tahun dia hidup, apakah ini lelucon?

" Kerajaan Wang? Apa nama daerah nya?"

" Daerah? Apa maksudmu?"

Manusia mana yang tidak mengerti daerah?! OH GOD! Hal macam apa ini. Batin Ana.

" Maksudku dimana Kerajaan ini terletak, jika kau menyebutkan Barat, itu artinya ada wilayah lain. Apa nama keseluruhan dari wilayah ini"

" Ah aku mengerti. Kau berada di Daratan Qun Ji."

" Qun-qun ji?" daerah mana yang bernama aneh seperti ini? Sepertinya Ana benar-benar sedang bemimpi.

" Benar"

" Tahun berapa ini"

" Ini adalah tahun merak"

" Merak?! Yang benar saja!"

" Ada apa? Kau terlihat kebingungan Putriku?"

Ana menyentuh keningnya yang serasa berdenyut. Oh Tuhan dimana dia berada saat ini. Dia menanyakan hal-hal tadi dengan seorang Raja, tapi mengapa dia tidak mengerti sama sekali apa maksud Raja itu. Daratan Qun Ji? Tahun Merak? Yang benar saja! Mana ada wilayah seperti itu dizaman modern seperti ini. Atau mungkin! --- tidak, tidak, dia terlempar ke zaman kuno? Dia bertransmigrasi? Tidak mungkin ini pasti hanya lelucon atau mungkin sebuah pertunjukan drama.

Raja yang melihat Ana menggelengkan kepalanya tadi sedikit khawatir.

" Shi'er apa kau sakit?"

Ana menoleh kearah Raja dan tiba-tiba cahaya putih menusuk kedalam matanya membuatnya sontak memejamkan mata. Dia tidak bisa melihat apapun, Ana mencoba untuk berteriak tapi suaranya tidak keluar sama sekali.

Saat matanya berhasil terbuka dia sudah tidak berada di tempat sebelumnya, ruangan itu berwarna putih polos, tidak ada apapun disana, ruangan nya sangatlah luas. Ana bahkan tidak bisa melihat dimana batas dinding ruangan itu.

" Dimana ini?"

Ana mencoba melihat ke sekelilingnya, namun tidak ada siapapun. Dia sendiri, benar-benar sendiri diruangan luas dan senyap ini.

" Anatari Renavold!" suara itu menggema ke seluruh ruangan, namun tidak ada siapapun.

" Siapa kau? Tunjukkan dirimu!" Teriaknya.

" Aku yang menciptakanmu Ana"

Tubuhnya meremang. Menciptakan? Apakah ini Tuhan? Dia sudah mati? Apakah ini ruangan penentuan dimana ia akan ditentukan memasuki neraka atau surga?

Tanpa berpikir lama, setelah mendengar suara itu dia langsung bersimpuh seolah pasrah dengan apa yang terjadi.

" Apakah aku sudah mati?" Tanyanya sambil melihat ke atas. Walaupun Ana tidak tahu dimana suara tadi berasal, namun jika dia yang menciptakan nya itu berarti dia adalah Tuhan. Dan tuhan berada diatas. Pikirnya.

" Ya. Kau sudah mati dikehidupanmu sebagai Anatari."

Ana mengerutkan keningnya kebingungan. " Apa maksudnya?"

" Aku mengembalikanmu ke dunia asalmu, anakku. Alasan kau tidak memiliki orangtua dikehidupan mu sebagai Ana adalah karna orangtuamu ada disini. Mereka adalah keluarga aslimu. Kau berasal dari sini, aku membawamu hanya untuk menjaga dan mempersiapkan dirimu untuk takdir yang akan kau hadapi sesungguhnya."

" Takdir? Takdir apa yang kau maksud ?"

" Kehidupanmu sebagai Anatari telah selesai. Mulai saat ini jalanilah kehidupanmu sebagai Wang Xiao Shi, dan kembalilah pada keluargamu"

" Aku- aku tidak mengerti? Dewi? Apa maksud semua ini, aku tidak—AKKHHHHH!!"

Kepalanya terasa sangat sakit, ini seperti ditusuk-tusuk. Pandangan nya mulai kabur, badan nya mulai lemas. Dan tiba-tiba dia melihat sesuatu. Dia melihat seorang wanita telah melahirkan seorang bayi perempuan, bayi itu terlihat sangat lucu. Tapi tunggu! Itu adalah Ratu! Dan disampingnya adalah Raja Wang!

Ana mencoba melihat ke arah bayi itu, ada hal yang membuatnya terkejut. Bayi perempuan itu memiliki tanda sayap di lengan nya, sayap itu sama seperti yang dia miliki selama ini.

" Raja, apa kau sudah memiliki nama untuknya?" tanya sang Ratu.

" Tentu Ratuku, dia adalah Wang Xiao Shi."

DEG!! Dadanya terasa sangat sesak sekarang. Ana mencoba menekan dadanya yang terasa sesak. Perasaan apa ini? Dia tidak pernah merasakan perasaan seperti ini sebelumnya. Ana mencoba melihat ke arah dimana dia melihat bayi tadi, namun sekarang keadaan nya sudah berganti. Bayi tadi kini nampak sedikit lebih besar dan dia sedang berusaha untuk merangkak.

Kilasan demi kilasan dia lihat dengan sangat jelas. Bagaimana dia besar sebagai putri Wang. Bagaimana akhirnya dia tenggelam dan menghilang, bagaimana dia bisa ditemukan oleh Tuan Rodrigo, bagaimana dia tumbuh besar di abad ke-21, dan bagaimana dia bisa kembali kesini karna keputusan nya menyerahkan dirinya pada Henry.

Itu semua terlihat jelas, semuanya sangat jelas. Sampai akhirnya Ana mengerti bahwa bayi yang dia lihat tadi adalah dirinya. Dia memanglah anak dari Raja dan Ratu Wang. Dia dilahirkan disini, dan mereka adalah keluarganya. Ya, akhirnya dia mengerti semuanya.

Lutut Ana terasa lemas, dia terduduk ke bawah sambil memegangi dadanya yang semakin sesak. Ibu? Akhirnya dia memiliki seorang ibu? Ana memejamkan matanya menahan sesak di dada.

Tubuh lemas itu serasa bergoyang, bergoyang sangat keras. Juga terdengar suara yang memanggil-manggil dirinya. Bukan, bukan Ana. Melainkan Shi'er. Ya, suara itu sangat jelas memanggilnya Shi'er.

" Ibu?" Gumamnya.

Lalu semua terasa gelap, jiwanya serasa tertarik kedalam suatu tempat. Dan saat tersadar, Ana sudah kembali keruangan dimana dia bangun tadi. Ratu itu menggoyang-goyangkan tubuh Ana.

" Shi'er! Apa yang terjadi denganmu?"

Saat Ana terlihat sadar, Ratu menangkup wajahnya dan melihat nya dengan seksama.

" Apakah kau melamun? Apakah ada yang sakit? Apakah kepalamu terasa pusing? Kumohon jawab aku!" nadanya terdengar sangat khawatir. Hati Ana tidak bisa melihatnya seperti ini.

" Ibu" satu kata yang diucapkan Ana mampu membuat wanita tadi terdiam.

" Apa katamu?"

" Ibu. Maafkan aku, aku mengingatnya sekarang" tanpa berbasa-basi Ana langsung memeluknya. Dia sudah mendambakan hal ini sejak lama, memiliki seorang ibu dan memeluknya seperti bayi.

Ratu merasa senang dengan kenyataan bahwa putrinya sudah mengingatnya sekarang. Mendengar apa yang tabib katakan bahwa putrinya kehilangan ingatan nya itu sedikit menghancurkan nya. Tapi sekarang? Lihatlah. Putrinya bahkan memeluknya, dia mengingatnya.

Ratu kembali menangkup wajah putrinya, dan melihatnya dengan bahagia. Lalu mereka kembali berpelukan. Melihat hal itu Raja merasa tidak dianggap.

" Ekhem! Ekhem!"

Ana melonggarkan sedikit pelukan nya dan melihat ke arah sang Raja.

" Ayah. Kau tidak ingin memelukku?" Tanya Ana dengan suara khas orang menangis.

Hati raja menghangat, dan tentu saja dia langsung mendekat dan bergabung dengan Ratu untuk memeluk putrinya bersamaan. Putrinya sudah kembali, putri mereka yang hilang sudah kembali. Ini adalah sebuah Anugrah.

" Apa kalian akan menikmatinya sendiri? Lalu, bagaimana dengan kami?!" kali ini pangeran Yan yang berbicara. Seolah tersadar Raja dan Ratu melepaskan pelukan mereka lalu merentangkan sebelah tangan nya ke arah putra-putrnya. Sedangkan satu tangan lainnya masih merangkul Ana.

" Kemarilah Putraku!" Ajak Raja.

" Kakak!"

Ini pertama kalinya setelah sekian lama mereka dipanggil kaka oleh adik bungsunya. Ketiga kakanya tersenyum, dan akhirnya bergabung dalam pelukan hangat yang sudah lama tidak mereka rasakan. Raja dan Ratu merasa sangat bahagia. Kini, anggota keluarganya kembali lengkap. Tidak akan ada yang bersedih mulai sekarang. Mereka akan bahagia seperti sebelumnya, dan mereka akan selalu bersama. Pelukan itu memberikan efek positive bagi sekitarnya, bahkan para pelayan dan pengawal pun merasa sedih namun juga bahagia. Keluarga kerajaan kini terlihat sangat bahagia, dan itu juga membuat mereka bahagia.

Semua orang berharap kebahagiaan ini akan seterusnya. Karna tidak ada kebahagiaan yang sangat sempurna kecuali kebahagiaan bersama keluarga. Kerajaan Wang diberkati, putri mereka telah kembali, dan bersamaan dengan itu dia juga membawa kebahagiaan bagi seluruh rakyat Wang.

Peristiwa ini tidak akan terlupakan, dan akan teringat sampai kapanpun.

Selamat datang kembali, Putri Kerajaan Wang, Wang Xiao Shi!

Semoga hidupmu selalu diberkati!

|

|

|

|

|

bersambung.....

Terpopuler

Comments

Dewi Ansyari

Dewi Ansyari

Sedih banget thorr😭😭😭😭

2023-10-30

2

Sam'ah

Sam'ah

bagus .....semagat buat up thor

2023-10-28

0

Debrina Nasution

Debrina Nasution

keren

2023-06-24

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 — Tugas
2 Episode 2 — Akhir Kisah
3 Episode 3 — Kerajaan Wang
4 Episode 4 — Transmigrasi
5 Episode 5 — Keluarga
6 Episode 6 — Kutukan (?)
7 NOTES
8 Episode 7 — Penolakan
9 Episode 8 - Bukti
10 Episode 9 - Bunga Surgawi
11 Episode 10 - Tanda
12 Episode 11 - Perayaan
13 Episode 12 - Feng Yue
14 Episode 13 - Bunga Christaldeu
15 Episode 14 - Hutan Liar
16 Episode 15 - Fakta
17 Episode 16 - Naga Legendaris
18 Episode 17 - Pedang Moksha
19 Episode 18 - Sang Penguasa
20 Episode 19 - Berperang (?)
21 Episode 20 - Keputusan
22 Episode 21 - Syarat
23 Episode 22 - Keputusan 2
24 Episode 23 - Jendral Chi
25 Episode 24 - Asal Usul
26 Episode 25 - Rumor
27 Episode 26 - Pernikahan
28 Episode 27 - Malam Pertama
29 Episode 28 - Permaisuri
30 Episode 29 - Membela
31 episode 30 - Merasa Tersakiti
32 Episode 31 - Rencana
33 Episode 32 - Jamuan
34 Episode 33 - Inspektur Pengadilan?
35 Episode 34 - Tuan Hao
36 Episode 35 - Kita tahu!
37 Episode 36 - Berdebar
38 Episode 37 - Menyerah?
39 PENGUMUMAN!!!
40 Episode 38 - Memberikan Dekrit?
41 Episode 39 - Rencana
42 Episode 40 - Rencana 2
43 Episode 41 - Kejujuran Fu Tong
44 Episode 42 - Pendukung
45 Episode 43 - Yanran
46 Episode 44 - Tempat Latihan
47 Episode 44 - Rencana Licik (?)
48 Episode 45 - Terpancing
49 Episode 46 - Kesepakatan
50 Episode 47 - Kemenangan (?)
51 Episode 48 - Ketahuan
52 Episode 49 - Berpindah Tuan(?)
53 Episode 50 - Mimpi ( Fu Tong)
54 Episode 51 - Pelatihan Pertama Fu Tong
55 Episode 52 - Lulus (?)
56 Episode 53 - Ternyata.......
57 Episode 54 - Emosi
58 Episode 55 - Kemenangan Mao (?)
59 Episode 56 - .....
60 Episode 57 - Alam Langit?
61 Episode 58 - ???
62 Episode 59
63 Episode 60
64 Episode 61
65 Episode 62
66 Episode 63
67 Episode 64
68 PENGUMUMAN
69 Episode 65
70 Episode 66
71 Episode 67
72 Episode 68
73 Episode 69
74 Episode 70
75 Episode 71
76 Episode 72
77 Episode 73
78 Episode 74
79 Episode 75
80 Episode 76
81 Episode 77
82 Episode 78
83 Episode 79
84 Episode 80
85 Episode 81
86 Episode 82
87 Episode 83
88 Episode 84
89 Episode 85
90 Episode 86
91 Episode 87
92 Episode 88
93 Episode 89
94 Episode 90
95 Episode 91
96 Episode 92
97 Episode 93
98 Episode 94
99 Episode 95
100 Episode 96
101 Episode 97
102 Episode 98
103 Episode 99
104 Episode 100
105 Episode 101
106 Episode 102
107 Episode 103
108 Episode 104
109 episode 105
110 episode 106
111 Episode 107
112 Episode 108
113 Episode 109
114 episode 110
115 Episode 111
116 Episode 112
117 Episode 113
118 Episode 114
119 Episode 115
120 Episode 116
121 Episode 117 — Kunjungan ke padepokan
122 Episode 118 — keegoisan Xiao Shi
123 Episode 119 - pertarungan tak terhindar kan
124 Episode 120 - Persiapan Perang
125 Episode 121 - Perang
126 Episode 122 - Kesedihan mendalam
127 Episode 123 - Kesedihan Mendalam 2
128 Episode 124 - Menyerahkann Nyawa
129 Episode 125 - Kebingungan
130 Episode 126 - Membaik
131 Episode 127 - Hukuman
132 Episode 128 - Hukuman 2
133 Eps 129 - Belasungkawa Jendral Chi
134 Episode 130 - Tangisan
135 Episode 131 - Berkumpul
136 Episode 132 - Flashback
137 Episode 133 - Rencana
138 Episode 134 - Perintah
139 Episode 135 - Permintaan Terakhir (?)
140 Episode 136 - Pernikahan Ganda
141 Episode 137 - Penyerangan
142 Episode 138 - Perang
143 Episode 139 - Kekalahan
144 Episode 140 - Gejolak Energi
145 Episode 141 - Kemenangan Telak
146 Episode 142 - Berontak?
147 Episode 143 - Bertanggung jawab
148 Episode 144 - Akhir kisah
149 Episode 145 - Akhir Bahagia
Episodes

Updated 149 Episodes

1
Episode 1 — Tugas
2
Episode 2 — Akhir Kisah
3
Episode 3 — Kerajaan Wang
4
Episode 4 — Transmigrasi
5
Episode 5 — Keluarga
6
Episode 6 — Kutukan (?)
7
NOTES
8
Episode 7 — Penolakan
9
Episode 8 - Bukti
10
Episode 9 - Bunga Surgawi
11
Episode 10 - Tanda
12
Episode 11 - Perayaan
13
Episode 12 - Feng Yue
14
Episode 13 - Bunga Christaldeu
15
Episode 14 - Hutan Liar
16
Episode 15 - Fakta
17
Episode 16 - Naga Legendaris
18
Episode 17 - Pedang Moksha
19
Episode 18 - Sang Penguasa
20
Episode 19 - Berperang (?)
21
Episode 20 - Keputusan
22
Episode 21 - Syarat
23
Episode 22 - Keputusan 2
24
Episode 23 - Jendral Chi
25
Episode 24 - Asal Usul
26
Episode 25 - Rumor
27
Episode 26 - Pernikahan
28
Episode 27 - Malam Pertama
29
Episode 28 - Permaisuri
30
Episode 29 - Membela
31
episode 30 - Merasa Tersakiti
32
Episode 31 - Rencana
33
Episode 32 - Jamuan
34
Episode 33 - Inspektur Pengadilan?
35
Episode 34 - Tuan Hao
36
Episode 35 - Kita tahu!
37
Episode 36 - Berdebar
38
Episode 37 - Menyerah?
39
PENGUMUMAN!!!
40
Episode 38 - Memberikan Dekrit?
41
Episode 39 - Rencana
42
Episode 40 - Rencana 2
43
Episode 41 - Kejujuran Fu Tong
44
Episode 42 - Pendukung
45
Episode 43 - Yanran
46
Episode 44 - Tempat Latihan
47
Episode 44 - Rencana Licik (?)
48
Episode 45 - Terpancing
49
Episode 46 - Kesepakatan
50
Episode 47 - Kemenangan (?)
51
Episode 48 - Ketahuan
52
Episode 49 - Berpindah Tuan(?)
53
Episode 50 - Mimpi ( Fu Tong)
54
Episode 51 - Pelatihan Pertama Fu Tong
55
Episode 52 - Lulus (?)
56
Episode 53 - Ternyata.......
57
Episode 54 - Emosi
58
Episode 55 - Kemenangan Mao (?)
59
Episode 56 - .....
60
Episode 57 - Alam Langit?
61
Episode 58 - ???
62
Episode 59
63
Episode 60
64
Episode 61
65
Episode 62
66
Episode 63
67
Episode 64
68
PENGUMUMAN
69
Episode 65
70
Episode 66
71
Episode 67
72
Episode 68
73
Episode 69
74
Episode 70
75
Episode 71
76
Episode 72
77
Episode 73
78
Episode 74
79
Episode 75
80
Episode 76
81
Episode 77
82
Episode 78
83
Episode 79
84
Episode 80
85
Episode 81
86
Episode 82
87
Episode 83
88
Episode 84
89
Episode 85
90
Episode 86
91
Episode 87
92
Episode 88
93
Episode 89
94
Episode 90
95
Episode 91
96
Episode 92
97
Episode 93
98
Episode 94
99
Episode 95
100
Episode 96
101
Episode 97
102
Episode 98
103
Episode 99
104
Episode 100
105
Episode 101
106
Episode 102
107
Episode 103
108
Episode 104
109
episode 105
110
episode 106
111
Episode 107
112
Episode 108
113
Episode 109
114
episode 110
115
Episode 111
116
Episode 112
117
Episode 113
118
Episode 114
119
Episode 115
120
Episode 116
121
Episode 117 — Kunjungan ke padepokan
122
Episode 118 — keegoisan Xiao Shi
123
Episode 119 - pertarungan tak terhindar kan
124
Episode 120 - Persiapan Perang
125
Episode 121 - Perang
126
Episode 122 - Kesedihan mendalam
127
Episode 123 - Kesedihan Mendalam 2
128
Episode 124 - Menyerahkann Nyawa
129
Episode 125 - Kebingungan
130
Episode 126 - Membaik
131
Episode 127 - Hukuman
132
Episode 128 - Hukuman 2
133
Eps 129 - Belasungkawa Jendral Chi
134
Episode 130 - Tangisan
135
Episode 131 - Berkumpul
136
Episode 132 - Flashback
137
Episode 133 - Rencana
138
Episode 134 - Perintah
139
Episode 135 - Permintaan Terakhir (?)
140
Episode 136 - Pernikahan Ganda
141
Episode 137 - Penyerangan
142
Episode 138 - Perang
143
Episode 139 - Kekalahan
144
Episode 140 - Gejolak Energi
145
Episode 141 - Kemenangan Telak
146
Episode 142 - Berontak?
147
Episode 143 - Bertanggung jawab
148
Episode 144 - Akhir kisah
149
Episode 145 - Akhir Bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!