Episode 4 — Transmigrasi

Seorang wanita berada ditengah-tengah kebun bunga yang sangat indah, wanita itu terlihat sedang menikmati angin yang menerpa dirinya, memakai gaun bewarna putih ia merentangkan tangan nya menyambut angin. Hanya satu yang ia rasakan, kedamaian.

" ANA! "

Sebuah suara mengusik nya, dia mengedarkan pandanganya namun tidak ada siapapun. Tiba-tiba kebun indah itu berubah menjadi rumah tua yang kumuh dan gelap, disana terlihat orang-orang berbadan kekar menyeret beberapa wanita dan pria yang terluka keluar.

Salah seorang pria yang diseret melihat ke arahnya.

" ANAAA!!!"

Seolah teringat sesuatu, wanita yang disebut Ana itu langsung berlari berusaha menolong orang-orang itu, dia berlari sekuat tenaga namun terasa seperti tidak berlari, langkahnya berat dan jaraknya seolah sangat jauh, tak sempat ia menggapainya pintu itu sudah tertutup.

" TIDAAAAAAKKKKKKKKK!!!!!"

Bersamaan dengan itu seorang wanita terbangun dari tidurnya dengan wajah panik dan nafas yang memburu.

" Tuan putri, kau sudah bangun"

Wanita yang dipanggil tuan putri itu menoleh ke asal suara, dan melihat ada seorang perempuan dengan pakaian yang sederhana, dia seperti mengenali asal pakaian itu, tapi dimana?

" Tuan putri, apa kau baik-baik saja?"

Seolah tersadar dari lamunan nya, wanita itu terkejut.

" Ah, apa?" dia memegangi kepalanya yang terasa sakit sambil mengingat ngingat apa yang terjadi pada mimpinya tadi.

" Kau baik-baik saja tuan putri?"

" Iya, tapi dimana aku?"

" Tuan putri, kau tidak mengingatnya?"

Dia menggelengkan kepalanya. Pasalnya apa yang harus dia ingat? tempat ini sangat asing, orang-orang ini juga sangat asing, tidak ada yang bisa dia ingat meskipun dia melihat ke segala penjuru, ini benar-benar baru. Dimana aku?

*^*

Beberapa saat sebelumnya....

Sudah 14 tahun semenjak hilangnya sang putri. Dan hari ini adalah hari kelahiran Putri Wang yang hilang. Tidak ada acara ataupun pesta, seluruh anggota kerajaan bahkan tidak berbahagia, mereka menghabiskan hari dengan berdoa di kuil.

Disaat tengah berdoa, kerajaan digemparkan dengan penemuan mayat seorang wanita bertopeng di sungai kerajaan Wang.

Mendengar suara riuh dari luar membuat Raja dan Putra Mahkota berhenti dari doanya dan segera bergegas keluar.

" Ada apa ini?" Tanya Raja kepada Para Pengawal.

" Raja" hormat mereka.

" Apa yang terjadi kasim?"

" Raja, hamba dengar di sungai dekat taman kerajaan ditemukan mayat seorang wanita bertopeng. Para pengawal sedang melihat keadaan disana" Jawab Kasim itu dengan sangat berhati-hati takut mengganggu doa sang Ratu.

Ratu yang mendengar tentang mayat seorang wanita itu langsung menghentikan doanya, dan menghampiri Kasim.

" Dimana mayat itu kasim?" Tanya Ratu tidak sabar.

" Di sungai dekat taman kerajaan Ratu"

Mendengar itu sontak membuat mata sang Ratu sedikit berbinar.

" Shi'er"

Ratu segera berlari menuju taman yang dimaksud oleh Kasim tadi. Melihat istrinya berlari seperti itu tentu saja membuat Raja ikut berlari menyusulnya, termasuk para Pangeran. Sesaat setelah sampai disana, semua orang yang mengerumuni mayat itu langsung menyingkir ketika melihat kedatangan keluarga kerajaan.

" Apa yang terjadi, kenapa bisa ada mayat disini?" Tanya Putra Mahkota.

" Dia masih hidup pangeran, hanya saja kondisinya sangat lemah" jawab tabib yang sempat memeriksa keadaan wanita itu.

Ratu tidak mengatakan apa-apa, dia hanya melihat tubuh lemah yang basah itu dengan hati yang iba. Ada keinginan dalam dirinya untuk mendekat, namun keinginan nya itu dihalangi oleh para pengawal.

" Maaf Ratu, anda tidak bisa mendekatinya. Ditakutkan wanita ini membawa penyakit dalam dirinya"

Sedikit kecewa namun tidak menghentikan keinginan nya.

" Bisakah kau melihat lengan nya, apakah ada sesuatu disana?" pinta Ratu dengan ragu-ragu.

Raja yang mendengar itu merasa sangat sakit, dia menghampiri ratunya dan memeluknya.

" Hentikan itu Ratuku, jangan membuat dirimu terlihat lemah seperti ini."

" Aku hanya ingin mengetahui nya Raja, bagaimana jika--"

" RAJA!!"

Belum sempat Ratu menyelesaikan ucapan nya, sang tabib justru membuat mereka semua terkejut.

" Ada apa Tabib?" Tanya Raja.

Sang tabib yang terkejut tidak bisa menjelaskan apapun, dia hanya menunjukan lengan wanita tadi yang terdapat sebuah sayap disana. Sayap ini sama persis dengan sayap yang ada pada lengan Putri Shi kecil.

Melihat hal itu Raja juga ikut tidak berkutik sama sekali sebelum akhirnya dia memberikan perintah.

" Bersihkan wanita ini dan periksa apakah ia memiliki tanda sebagai anggota kerajaan Wang dipunggung nya atau tidak"

" Baik Raja."

" Tunggu!!!" Saat para pengawal hendak membawa tubuh wanita itu, pangeran mahkota cheng menghentikan nya.

" Ada sebuah surat di bajunya, berikan padaku"

Pengawal segera mengambil surat yang terselip di bajunya itu dan memberikan nya pada Putra Mahkota.

~____________________________________________________________________~

Aku mengembalikan nya,,,,,

Dia adalah putrimu yang hilang, dulu aku membawanya untuk menjaganya dari dunia ini, tidak perlu kalian tau siapa aku dan kenapa aku menyembunyikan nya. Dia aman, dan sehat selama ini. Aku melatihnya ditempat lain agar dia siap mengahadapi takdirnya disini.

Dia memiliki takdir yang besar disini, dan karna itu aku menjaganya agar dia tidak salah arah.

Jaga dan rawatlah kembali putrimu ini, waktumu hanya sebentar sebelum dia menghadapi takdirnya yang sesungguhnya. Akan ada perubahan besar yang terjadi karna putrimu, aku harap kalian siap menghadapi perubahan nya.

Wang Xiao Shi telah aku kembalikan.

~_________________________________________________________________________~

Pangeran Mahkota membelalakan matanya setelah membaca surat nya.

" Ayah, dia memang Shi'er"

Percaya tidak percaya, Raja mengambil surat ditangan putranya itu dan mulai membacanya. Apa yang dikatakan putranya itu benar, wanita yang hanyut ini adalah putrinya. Disini dia hilang, dan disini dia ditemukan.

" Bawa Putri Shi ke kediaman nya, dan bersihkan tubuhnya!"

" Baik Raja"

Putri yang hilang kini telah kembali. Seluruh anggota kerajaan bahagia mendengarnya termasuk sang Ratu. Tidak ada lagi alasan bagi Kerajaan Wang untuk bersedih sekarang. Kabar mengenai kembalinya putri yang hilang ini menyebar dengan cepat. Ada berbagai macam respon ketika mendengarnya, pro dan kontra terjadi setelah adanya kabar ini. Namun akhirnya tidak ada yang bisa menentangnya karna dia memang memiliki tanda anggota kerajaan di punggungnya.

Dibalik semua kebahagian yang dirasakan semua orang, pasti ada sebagian orang yang tidak merasa berbahagia, salah satunya adalah Selir Chun.

|

|

|

|

bersambung.....

Terpopuler

Comments

dita18

dita18

yah yg nma nya hidup dlm istana kerajaan ya bnyk konflik,,, iri dengki,, org yg bermuka dua dsb,,,

2023-11-05

4

Dewi Ansyari

Dewi Ansyari

jangan2 Selir Chun ini pura2 baik dan sedih padahal hatinya busuk🤭

2023-10-30

1

Narimah Ahmad

Narimah Ahmad

aku semakin tertarik membacanya .

2023-03-22

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 — Tugas
2 Episode 2 — Akhir Kisah
3 Episode 3 — Kerajaan Wang
4 Episode 4 — Transmigrasi
5 Episode 5 — Keluarga
6 Episode 6 — Kutukan (?)
7 NOTES
8 Episode 7 — Penolakan
9 Episode 8 - Bukti
10 Episode 9 - Bunga Surgawi
11 Episode 10 - Tanda
12 Episode 11 - Perayaan
13 Episode 12 - Feng Yue
14 Episode 13 - Bunga Christaldeu
15 Episode 14 - Hutan Liar
16 Episode 15 - Fakta
17 Episode 16 - Naga Legendaris
18 Episode 17 - Pedang Moksha
19 Episode 18 - Sang Penguasa
20 Episode 19 - Berperang (?)
21 Episode 20 - Keputusan
22 Episode 21 - Syarat
23 Episode 22 - Keputusan 2
24 Episode 23 - Jendral Chi
25 Episode 24 - Asal Usul
26 Episode 25 - Rumor
27 Episode 26 - Pernikahan
28 Episode 27 - Malam Pertama
29 Episode 28 - Permaisuri
30 Episode 29 - Membela
31 episode 30 - Merasa Tersakiti
32 Episode 31 - Rencana
33 Episode 32 - Jamuan
34 Episode 33 - Inspektur Pengadilan?
35 Episode 34 - Tuan Hao
36 Episode 35 - Kita tahu!
37 Episode 36 - Berdebar
38 Episode 37 - Menyerah?
39 PENGUMUMAN!!!
40 Episode 38 - Memberikan Dekrit?
41 Episode 39 - Rencana
42 Episode 40 - Rencana 2
43 Episode 41 - Kejujuran Fu Tong
44 Episode 42 - Pendukung
45 Episode 43 - Yanran
46 Episode 44 - Tempat Latihan
47 Episode 44 - Rencana Licik (?)
48 Episode 45 - Terpancing
49 Episode 46 - Kesepakatan
50 Episode 47 - Kemenangan (?)
51 Episode 48 - Ketahuan
52 Episode 49 - Berpindah Tuan(?)
53 Episode 50 - Mimpi ( Fu Tong)
54 Episode 51 - Pelatihan Pertama Fu Tong
55 Episode 52 - Lulus (?)
56 Episode 53 - Ternyata.......
57 Episode 54 - Emosi
58 Episode 55 - Kemenangan Mao (?)
59 Episode 56 - .....
60 Episode 57 - Alam Langit?
61 Episode 58 - ???
62 Episode 59
63 Episode 60
64 Episode 61
65 Episode 62
66 Episode 63
67 Episode 64
68 PENGUMUMAN
69 Episode 65
70 Episode 66
71 Episode 67
72 Episode 68
73 Episode 69
74 Episode 70
75 Episode 71
76 Episode 72
77 Episode 73
78 Episode 74
79 Episode 75
80 Episode 76
81 Episode 77
82 Episode 78
83 Episode 79
84 Episode 80
85 Episode 81
86 Episode 82
87 Episode 83
88 Episode 84
89 Episode 85
90 Episode 86
91 Episode 87
92 Episode 88
93 Episode 89
94 Episode 90
95 Episode 91
96 Episode 92
97 Episode 93
98 Episode 94
99 Episode 95
100 Episode 96
101 Episode 97
102 Episode 98
103 Episode 99
104 Episode 100
105 Episode 101
106 Episode 102
107 Episode 103
108 Episode 104
109 episode 105
110 episode 106
111 Episode 107
112 Episode 108
113 Episode 109
114 episode 110
115 Episode 111
116 Episode 112
117 Episode 113
118 Episode 114
119 Episode 115
120 Episode 116
121 Episode 117 — Kunjungan ke padepokan
122 Episode 118 — keegoisan Xiao Shi
123 Episode 119 - pertarungan tak terhindar kan
124 Episode 120 - Persiapan Perang
125 Episode 121 - Perang
126 Episode 122 - Kesedihan mendalam
127 Episode 123 - Kesedihan Mendalam 2
128 Episode 124 - Menyerahkann Nyawa
129 Episode 125 - Kebingungan
130 Episode 126 - Membaik
131 Episode 127 - Hukuman
132 Episode 128 - Hukuman 2
133 Eps 129 - Belasungkawa Jendral Chi
134 Episode 130 - Tangisan
135 Episode 131 - Berkumpul
136 Episode 132 - Flashback
137 Episode 133 - Rencana
138 Episode 134 - Perintah
139 Episode 135 - Permintaan Terakhir (?)
140 Episode 136 - Pernikahan Ganda
141 Episode 137 - Penyerangan
142 Episode 138 - Perang
143 Episode 139 - Kekalahan
144 Episode 140 - Gejolak Energi
145 Episode 141 - Kemenangan Telak
146 Episode 142 - Berontak?
147 Episode 143 - Bertanggung jawab
148 Episode 144 - Akhir kisah
149 Episode 145 - Akhir Bahagia
Episodes

Updated 149 Episodes

1
Episode 1 — Tugas
2
Episode 2 — Akhir Kisah
3
Episode 3 — Kerajaan Wang
4
Episode 4 — Transmigrasi
5
Episode 5 — Keluarga
6
Episode 6 — Kutukan (?)
7
NOTES
8
Episode 7 — Penolakan
9
Episode 8 - Bukti
10
Episode 9 - Bunga Surgawi
11
Episode 10 - Tanda
12
Episode 11 - Perayaan
13
Episode 12 - Feng Yue
14
Episode 13 - Bunga Christaldeu
15
Episode 14 - Hutan Liar
16
Episode 15 - Fakta
17
Episode 16 - Naga Legendaris
18
Episode 17 - Pedang Moksha
19
Episode 18 - Sang Penguasa
20
Episode 19 - Berperang (?)
21
Episode 20 - Keputusan
22
Episode 21 - Syarat
23
Episode 22 - Keputusan 2
24
Episode 23 - Jendral Chi
25
Episode 24 - Asal Usul
26
Episode 25 - Rumor
27
Episode 26 - Pernikahan
28
Episode 27 - Malam Pertama
29
Episode 28 - Permaisuri
30
Episode 29 - Membela
31
episode 30 - Merasa Tersakiti
32
Episode 31 - Rencana
33
Episode 32 - Jamuan
34
Episode 33 - Inspektur Pengadilan?
35
Episode 34 - Tuan Hao
36
Episode 35 - Kita tahu!
37
Episode 36 - Berdebar
38
Episode 37 - Menyerah?
39
PENGUMUMAN!!!
40
Episode 38 - Memberikan Dekrit?
41
Episode 39 - Rencana
42
Episode 40 - Rencana 2
43
Episode 41 - Kejujuran Fu Tong
44
Episode 42 - Pendukung
45
Episode 43 - Yanran
46
Episode 44 - Tempat Latihan
47
Episode 44 - Rencana Licik (?)
48
Episode 45 - Terpancing
49
Episode 46 - Kesepakatan
50
Episode 47 - Kemenangan (?)
51
Episode 48 - Ketahuan
52
Episode 49 - Berpindah Tuan(?)
53
Episode 50 - Mimpi ( Fu Tong)
54
Episode 51 - Pelatihan Pertama Fu Tong
55
Episode 52 - Lulus (?)
56
Episode 53 - Ternyata.......
57
Episode 54 - Emosi
58
Episode 55 - Kemenangan Mao (?)
59
Episode 56 - .....
60
Episode 57 - Alam Langit?
61
Episode 58 - ???
62
Episode 59
63
Episode 60
64
Episode 61
65
Episode 62
66
Episode 63
67
Episode 64
68
PENGUMUMAN
69
Episode 65
70
Episode 66
71
Episode 67
72
Episode 68
73
Episode 69
74
Episode 70
75
Episode 71
76
Episode 72
77
Episode 73
78
Episode 74
79
Episode 75
80
Episode 76
81
Episode 77
82
Episode 78
83
Episode 79
84
Episode 80
85
Episode 81
86
Episode 82
87
Episode 83
88
Episode 84
89
Episode 85
90
Episode 86
91
Episode 87
92
Episode 88
93
Episode 89
94
Episode 90
95
Episode 91
96
Episode 92
97
Episode 93
98
Episode 94
99
Episode 95
100
Episode 96
101
Episode 97
102
Episode 98
103
Episode 99
104
Episode 100
105
Episode 101
106
Episode 102
107
Episode 103
108
Episode 104
109
episode 105
110
episode 106
111
Episode 107
112
Episode 108
113
Episode 109
114
episode 110
115
Episode 111
116
Episode 112
117
Episode 113
118
Episode 114
119
Episode 115
120
Episode 116
121
Episode 117 — Kunjungan ke padepokan
122
Episode 118 — keegoisan Xiao Shi
123
Episode 119 - pertarungan tak terhindar kan
124
Episode 120 - Persiapan Perang
125
Episode 121 - Perang
126
Episode 122 - Kesedihan mendalam
127
Episode 123 - Kesedihan Mendalam 2
128
Episode 124 - Menyerahkann Nyawa
129
Episode 125 - Kebingungan
130
Episode 126 - Membaik
131
Episode 127 - Hukuman
132
Episode 128 - Hukuman 2
133
Eps 129 - Belasungkawa Jendral Chi
134
Episode 130 - Tangisan
135
Episode 131 - Berkumpul
136
Episode 132 - Flashback
137
Episode 133 - Rencana
138
Episode 134 - Perintah
139
Episode 135 - Permintaan Terakhir (?)
140
Episode 136 - Pernikahan Ganda
141
Episode 137 - Penyerangan
142
Episode 138 - Perang
143
Episode 139 - Kekalahan
144
Episode 140 - Gejolak Energi
145
Episode 141 - Kemenangan Telak
146
Episode 142 - Berontak?
147
Episode 143 - Bertanggung jawab
148
Episode 144 - Akhir kisah
149
Episode 145 - Akhir Bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!