"Pak minta duitlah" ucapku kepada suami sambil menyodorkan tangan ku seperti meminta kepada suami karena maksudnya mau masak lauk dan sayur ternyata gasnya habis.
"Aduh, pusing lah aku kalau begini, sudah habis rupanya uang pegangan mu?" tanya suami agak melotot kan matanya.
"Apanya maksudmu, kemarin kau yang minta 2.5juta uang pegang untuk belanja, sekarang masih tanggal 18 sudah bilang tidak ada, maksudnya apa?Suami terus bertanya, seolah-olah aku menghambur hamburkan uang belanja.
"Bapak kan tahu, lauk kita sehari-hari apa, itu kan berarti Aku sudah seirit iritnya", aku coba terus menjelaskan
"Urusan kau lah itu, pokoknya aku tidak mau tahu" suami lantas berlalu meninggalkan aku
Aku pun terus mengikuti nya" Terus hari ini kita mau puasa sampai akhir bulan?" Aku terus bicara sambil memelas seperti pengemis
Suami lantas memberikan pecahan 50.000 dua lembar sambil berucap " Tidak tahu lah bilang nya, Gini gini aja pun kita".
Sebelum tanggal muda waktunya suami gajian, Aku memohon kepada suami supaya aku diberi uang belanja langsung bulat yakni 2.5 juta perbulan, karena suami selama ini setelah 13 tahun kami berumah tangga suami memberikan uang belanja Awal dikasih 500.000, kalau ada kebutuhan lagi minta dikasih 200.000 kalau mau bayar uang sekolah minta, tidak dikasih total untuk 1 bulan,
Ketika aku minta sebesar nominal tersebut, suami marah, aku tahu dia tidak setuju, dan dia pikir pun itu adalah jumlah yang sangat besar, semalaman dia tidak ngomong dan bawaan bicaranya ketus dan emosi, padahal harusnya aku minta di atas 2.5juta karena kalau di hitung hitung itu kurang pasti tidak cukup, karena anak pertama saja bayar uang sekolah sudah 500.000, listrik 300.000, beras wajib yang 30 kg, sudah kisaran 300.000 itu sudah beras paling murah. sisanya sudah 1.4 juta. Belum beli perlengkapan mandi/cuci, perlengkapan dapur, beli lauk/ sayur setiap hari. Kalau penasaran harusnya suami harus menghitung pengeluaran ku, padahal dia tahu biaya listrik, beras dan uang sekolah, itu adalah biaya yang wajib harus di keluarkan, bukan malah marah marah, memaki dan mengejek.
Akhirnya suami menyetujui nominal tersebut, tetapi selalu menyindir ku sambil ngomong ke anak anak " mama naik gaji loh, padahal gaji bapak tidak"
Akupun hanya senyum senyum saja.
Mau tidak mau akhirnya suami memberikan uang belanja lagi bila ku minta, dan siap siap lah kalau di marah. suami berkata " uang di rekening ku sudah habis, tidak ada lagi yang bisa di gesek, jangan kau pikir masih ada" sambil menyerahkan beberapa lembar uang untuk keperluan sampai akhir bulan.
Padahal kalau di total total semua dari pemasukan hingga semua cicilan suami, dari cicilan KPR, Cicilan Hp/AC. Lebih baik memang beli secara cicil daripada harus di kumpulin untuk beli barang misalnya, tidak bakal bisa terkumpul malah habis begitu saja. Makanya kalau mau ada barang ya wajib beli secara nyicil.
Seharusnya suami masih ada uang, karena aku tahu gaji suami dan semua pengeluaran.
Aku sempat curiga jangan-jangan suami kirim uang ke orang tua nya, dan memang langsung ketahuan tanpa di sengaja, mau lihat foto foto di galeri hp nya suami dan foto struk bukti transfer ada memberi ke ayah mertua ketika ulang tahun, dan bukti transfer lain ke kumpulan alumni SMP dan Alumni SMA
Aku pun tidak bisa berkata kata lagi suami ku begitu royal nya kepada orang lain dan orang tuanya, tanpa memberi tahu ku. Kalau di total pun semua yang dikeluarkan suami harusnya masih kurang.
Aku bertanya dalam hati, kemana uang suami mengapa ngaku nya sudah habis, padahal menurut ku belum habis.
Kalau kutanyakan itu kepada suami pastilah dia akan marah besar, tetapi suami sudah beberapa bulan ini tidak jujur pengeluaran nya.
Sungguh teganya suami, sanggup beli untuk keperluan game online nya, padahal dia tahu kalau biaya hidup kami saja belum mencukupi, terkadang suami juga mau ikut taruhan bola, sistem taruhan setengah, satu, atau satu setengah ahh otak ku tidak bisa mencerna bagaimana sistem taruhan nya. Aku tidak minat dan tidak masuk akal kalau suami cerita sistem taruhan nya. Yang di otak ku hanya bagaimana caranya supaya esok masih bisa makan.
Aku miris melihat anak perempuan ku yang ketiga badannya sangat kurus, memang anaknya susah sekali makan Tetapi kalau di beri minum susu dia pasti bisa gemuk. Apa daya, aku tidak sanggup membelinya susu. Sungguh suamiku tidak ada pengertian nya.
Aku harus punya penghasilan tambahan, terus terus mau mengharapkan gaji suami, memang susah, terkadang aku bohong kepada suami kukatakan uang belanja habis, maksudnya aku mau sisihkan 100.000/bulan untuk ditabung, kenyataan nya di akhir bulan yang aturan untuk tabungan malah terpakai untuk biaya hidup.
Bukan tidak bersyukur atas apa yang sudah diberikan Tuhan saat ini, tetapi memang masih kurang untuk biaya hidup, ingin rasanya bisa membawa anak anak sesekali makan di restoran bukan gaya hidup sok mewah, tetapi memang sangat berharap bisa makan enak bersama sama dengan anak, bawa anak anak ke taman bermain atau ke kolam renang itu hampir tidak pernah kami lakukan karena memang kendala nya keuangan tidak mencukupi. Kapan aku bisa mewujudkan kan semua itu, mengharapkan gaji suami sangat tidak mungkin.
Pekerjaan apa yang bisa kulakukan, Jualan online ku tidak laku. Mau melamar kerja anak anak belum bisa mandiri, Aku yang antar semua anak anak berangkat maupun pulang dari sekolah naik sepeda motor. Kalau aku kerja berarti harus mengeluarkan biaya transportasi sekolah anak, berarti aku harus punya gaji yang lumayan besar.
Ya Tuhan sungguh sebuah dilema, pekerjaan apa yang bisa kulakukan agar aku bisa mendapatkan uang tambahan, dan berharap kiranya kehidupan kami bisa lebih baik lagi.
Kucoba searching searching di internet, apa kira kira pekerjaan yang bisa ku lakukan secara online dan tentunya bisa menghasilkan uang secara aku memang gaptek.
Karena sering lihat lihat Facebook dan terkadang ada iklan berseliweran di Facebook dan Instagram tentang novel.
Terlintas di pikiran ku bagaimana ya, kalau aku membuat sebuah novel tentang kehidupan rumah tangga ku.
Aku tidak bisa menyusun kata kata yang tepat, aku hanya berdoa kiranya Tuhan membukakan pintu rezeki bagiku, dan kiranya Tuhan memberi kan ide ide kreatif bagiku, dan semoga Tuhan memberkati dan memberi ridho sehingga apa yang kurencanakan dan kucita citakan semoga terwujud dan di lancarkan. Hanya bisa pasrah
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 26 Episodes
Comments